Top Social

LDR (Relationship VS Ribetship)

Friday, 21 November 2014
Tema kali ini saya akan mengeluarkan semua hal yang berhubungan dengan LDR. Yes LDR!!


 Personal, 


Semasa saya pacaran dulu, dari sejak awal bertemu dengan sedikit macam pria, selalu saja dapatnya diawali dengan LDR. Dari situlah berkaca dari pengalaman dan dengan situasi tsb, maka sejak itulah saya memaknai LDR dibagi menjadi 2 :

1). LDR = Long Distance Relationship.
2). LDR = Long Distance Ribetship. 

Jujur saja. Saya baru mengenal apa itu jatuh cinta saat SMP. Tapi berhubung misi visi jangka menengah adalah sukseskan prestasi belajar, jadilah anak perempuan mandiri serta bisa mengerjakan multiple tasking di rumah dan di sekolah (alias bisa jadi pelajar, ibu rumah tangga merangkap babu).... Maka jadilah saya anak rumahan yang penuh pesona kece maksimal seantero komplek dan sedikit gaul (rada kuper-lah kalo soal main sih). Monggo silahkan ditertawakan. Hwehehe..

Dan setelah diberi gelar kehormatan oleh Ayahanda, "anak yang bisa menjaga diri & siap ditempa di dunia luar sana", jadilah saya anak yang doyan main P4 "pergi pagi pulang malam" ehemm..... (itu maksudnya kuliah masuk pagi buta, praktek di kamar mayat kebagian pas shift malem). Hwehehe... 

Lanjut ke topik LDR dengan pengertian Long Distance Relationship. 
Buat saya, LDR ini Sungguh sangat fenomenal di kalangan para pasangan era 2000an awal. Dengan terbatasnya gadget yang jadi andalan, tapi LDR ini Ibarat berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Maksud saya, dengan banyaknya tabungan yang harus disimpan demi sebulan lagi harus keluar kota bahkan keluar negeri menemui sang kekasih, tapi dari hasil puasa Senen, rabu, Kamis, bikin sabtunya bisa ketemu. 
Disinilah letak esensi sebuah hubungan yang sehat dan penuh ketulusan : siap berkorban demi pasangan (contoh: sampe ngirit duit main), berkomunikasi tidak rutin tetapi berlandaskan kepercayaan dan kecurigaan, cemburu berlebihan yang menyehatkan dan ibarat memanaskan mobil sebuah hubungan yang dinamakan 'kangen'. Serta sisi positifnya adalah mengijinkan Allah untuk memilihkan kita pasangan atau jodohnya yang sebaik-baikya. Karena sebaik apapun diri kita, kita tidak tahu apakah pasangan kita yang jauh disana juga baik dan bisa menjaga hatinya untuk kita? Dari keadaan itulah kita memberikan seluruh energi dan pertanyaan hati pada sang Maha Pencipta. 

LDR kedua adalah Long Distance Ribetship. Terus terang saya juga pernah mengalami hal ini. Dimana saat berjauhan adalah saat-saat dimana kesetiaan dan Kejujuran pasangan di uji dengan sebuah ujian yang Maha dahsyat. Hanya bisa mengandalkan 2 hal penting yaitu feeling & intuisi pasangan. 
Pada praktek nya, feeling dan intuisi saya selalu bisa sinkron dan saling dapat bekerjasama menghasilkan sebuah reaksi Fakta, kabar dan realita. Maka dari situlah saya meyakini bahwa LDR itu tidak terjadi dan tidak dilaksanakan oleh 2 pihak semata (pria dan wanita). Tetapi lebih pada : hatiku,  hatimu, dan Maha Pencipta Hati.

Hemat kata. LDR sejauh apapun lebih baik berdoa dengan kalimat :"biarkan hatinya selalu dijaga oleh Allah. Karena penjaga hati yang paling sempurna adalah Gusti Allah.

#ngapenting


Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature