Top Social

My 13th Journey : Tumplak Punjen

Friday, 18 September 2015
Postingan sebelumnya : Hias Seserahan dan Angsul-angsulan (Adat Jawa)




Sempat beberapa minggu ini mendekati 2 bulan usia Pernikahan ananda, saya sempat campur-aduk perasaan dan pikirannya. Antara :

- "Kenapa sih Pa, diadakan tumplak Punjen segala?"

- "Kenapa sih Pa, pake adat yang sangat-sangat amat sekali kumplit dan memegang adat-istiadat? Apa karena Papa termasuk Ngayogyakarta Hadiningrat, jadinya Papa wajib menggunakan Adat se-kumplit itu?"

- "Kenapa sih Pa, perhelatan acara Pernikahan saya terlalu banyak printilan acara Prosesi yang nggak simple, rumit, padat acara, saat makna yang tidak saya pahami di logika saya sebagai anak yang terlahir di era modern?"

Tapi....ternyata prosesi adat yang Papa impikan di Pernikahan putrinya ini, process adat yang sangat penuh sarat makna, arti, dan falsafah Jawi, membuat saya semakin mengerti, apa yang Papa harapkan dan Papa tanamkan kelak dalam doa dan harapan Papa untuk kehidupan ramah tangga putrinya di kemudian hari.

Itu semua agar dalam mengarungi rumah tangga kelak, selalu diliputi dan di kelilingi kebaikan, kerahmat-an lil'alamin dari Allah SWT.amin.

Terimakasih Papa. Selain saya sangat-sangat bersyukur Alhamdulilah masih di Nikahkan oleh Papa yang selalu tampan dan sehat, juga merasakan Prosesi Adat super-duper lengkap yang mungkin tidak semua Calon Pengantin Jawa (khususnya trah keluarga) bisa merasakan prosesi se-kumplit ini.
Allhamdulilah. Dan bisa menjadi cerita dan kenangan indah kelak untuk putri-putri saya kelak.

Artikel tentang makna tumplak punjen.

Sumber : Djawa Dwipa



Tumplak Punjen

1. Pengertian

       Pada mantu terakhir dilaksanakan acara tumplak punjen, Tumplak artinya tumpah ( keluar semua ) karena wadah di tumpahkan, Ditumplak artinya di tumpahkan, di keluarkan semua ( Poerwadarminta, 1939 : 614 ). Punjen artinya di panggul, yang dipanggul adalah tanggung jawab, yakni tanggung jawab orang tua terhadap anak, Tumplak Punjen artinya semua anak dipunji ( menjadi tanggung jawab orang tua ) setelah di mantuka ( ditumplak ), upacara ini dilakukan pada mantu terakhir oleh orang tua mempelai wanita dengan cara menumpahkan punjen ( pundi-pundi ) yang berisi peralatan tumplak punjen.

2. Tujuan dan makna

Tujuan dan makna upacara tumplak punjen adalah sebagai berikut :
  • Menyampaikan syukur kepada Tuhan YME karena telah dapat menuntaskan kewajiban orang tua untuk menikahkan putri-putrinya.
  • Memberitahukan kepada kerabat bahwa tugas untuk menikahkan putrid-putrinya telah selesai.
  • Memberitahukan kepada anak bahwa tugas orang tua sudah selesai.
  • Menunjukan cinta kasih orang tua kepada anak-anak dan cucu-cucunya.
  • Sungkeman seluruh putra dan putrinya menunjukan bakti anak kepada orang tuanya.
  • Memberikan contoh kepada anak cucu untuk suka berdherma kepada sesame, apabila ada kelebihan rizki atau harta.
  • Harapan orang tua agar anak cucunya diberikan kebahagiaan, keceriaan, kesehatan dan kelebihan ( cukup sandang dan pangan ).
Read more : Rias Pengantin Adat Yogyakarta (Pakem Adat Jawa)
Protected by Copyscape
Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature