Top Social

Wangimu adalah ciri khasmu! Let's spray with love

Friday, 14 October 2016
My parfumme collection.


"A woman's perfume tells more about her than her handwriting"... so true isn't it? Scent is such a personal thing and I feel that we should be giving more attention towards choosing and buying one!
In this post, I'm gonna share with you girls 4 different fragrances I really like!


Awalnya saat saya masih single, cukup banyak botol parfum yang bertengger di laci meja hias saya di rumah Papa. Dan nggak tanggung-tanggung jumlahnya, ada sekitar kalau tidak salah 12 parfum.

Kenapa sih banyak-banyak gitu? Latar belakangnya cukup menggelitik saya sendiri. Dimana saat zaman saya SD dan Papa masih aktif bekerja di Bogor dan memiliki banyak teman-teman kerja dan kolega kerja kelas menengah keatas, otomatis tampilan sang putra-putrinya pun cukup menjadi penilaian dan perhatian sang Papa. Apalagi di dorong dengan alasan bahwa saat itu Mama sudah tidak ada (meninggal) walhasil Papa dengan segenap sosok keBapak-an dan juga harus sekaligus menjadi sosok Ibu yang mengusahakan sedemikian rupa harus memiliki sentuhan 'perhatian' dalam memperhatikan style anak-anaknya terutama kedua putrinya bila berkunjung ke sebuah acara resmi dan pesta.

Untuk selera baju yang diperuntukan bagi kedua putrinya, Papa memiliki selera cukup konservatif. Yaitu pakaian yang sopan dan tertutup (misal tidak ada kata pakaian atas you can see/ baju tanpa lengan, belahan dada terlalu rendah pada potongan brokat kebaya, ataupun celana pendek).
Tapi untuk selera parfume, Papa memiliki standar cukup tinggi. Dibuktikan dengan saat saya kecil saya sering melihat rak kayu di kamar Papa dan lemari bajunya selalu saja ada beberapa pilihan kotak parfum dengan brand seperti Chanel, bvlgari, Calvin Klein, Acqua di Gio, hingga Giordani yang sudah terbuka dari kotaknya dan sering saya lihat Papa memakai parfum tersebut, ataupun ada juga beberapa yang masih berbungkus rapih dan untuk dijual.
Bahkan tak tanggung-tanggung, di saat stok parfum kedua putri kesayangan Papa habis, Papa akan membuka parfum baru dan dihadiahkan untuk saya dan kakak perempuan saya. Dari latar belakang itulah, koleksi parfum saya pemberian dari Papa cukup banyak variannya, Khusus untuk parfum favorit saya dari kecil hingga SMA adalah Eternity for women by Calvin Klein.

#flashback 
Ya! memang sedari saya kecil, Papa sudah mengajarkan pada kami untuk bisa berjualan. Karena Papa tahu hidup tidak akan selalu diatas, tapi ada kalanya harus berjuang. Maka dari itu dengan didikan tersebut, sejak SMP saya tidak malu untuk berjualan, dari mulai jambu batu besar yang tumbuh lebat dan lezat di samping musholla rumah (jambu batu keluarga kami spesial, selain bentuknya cukup besar 2x buah apel merah, juga rasanya bisa selezat buah apel--kata para tetangga kala itu), saya juga berjualan kue bolu di sekolah (kuenya bikinan Mbak saya). Bahkan hingga saya kuliah pun saya berjualan dari mulai stetoskop, garpu tala hingga jas lab (yang uang keuntungannya lumayan bisa membantu dana saya untuk fotokopi buku-buku super tebal ciri khas Kedokteran yang kalau beli aslinya saja sudah berkisar diatas 800 ribu).

Kebiasaan jualan pun pada akhirnya terbawa hingga saya sudah menikah sekarang. Bahkan walau suami memberi nafkah cukup hingga saat ini, saya masih rajin jualan seperti sofa bantal ruang keluarga, sprei, aksesoris cantik, hingga Blog kesayangan pun saya jadikan ajang endorse dan alhamdulilah saya mendapat tambahan uang untuk sedikit menyenangkan hati.


Kenzo – Flower in the Air


Seiring dengan usia saya bertambah, menginjak usia saya 20 tahun dan resmi menjadi mahasiswi membuat selera parfum saya berganti. Dan saat itu saya mulai menggilai 1 parfum yang amat saya suka wanginya, apalagi bentuk botolnya yang cantik. Flower by KENZO.

Ngomong-ngomong tentang Flower by Kenzo ini, ada sejarahnya loh, sampai-sampai bisa bikin saya ketagihan dan menjadikan parfum ini ciri khas aroma saya. Parfum ini adalah hadiah Ulang tahun special yang diberi oleh Kakak laki-laki saya. Katanya sih Kakak saya membelinya di bandara sepulang dia bekerja dari site. Jadi buat saya, parfum ini amat-sangat special dan berkesan!

Terus terang, wangi parfum Flower by KENZO juga sesuai dengan selera saya yang menyukai parfum dengan aroma segar nan sejuk (aromanya tidak tajam saat cuaca siang hari), memiliki ciri khas ringan dan dingin (tapi NO alkohol), dan terutama sangat awet saya kenakan wanginya dan bisa bertahan dari pagi hingga sore hari.
Sejak itulah Flower by KENZO saya nobatkan menjadi parfum favorit kesukaan saya hingga saat ini.


Dewi Sri Spa - White hibiscus

Oh iya, dan berhubung tanpa disadari selera style saya juga dipengaruhi oleh 'ajaran Papa' yaitu harus memilih dan mengenakan pakaian yang cenderung sopan dan tertutup, ditambah lagi saya tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi 'sense of Javanesse' membuat saya terbiasa dengan wangi-wangi bunga khas jawa. Setelah mencari berbagai harum sample parfum yang dijual di luaran sana, pada akhirnya saya menemukan 1 wangi yang bercitarasa tinggi 'Dewi Sri Spa white hibiscus by MARTHA TILAAR'. Wanginya itu loh citarasa bunga hibiscus-nya di hidung membuat saya tersenyum renyah dan teringat harum bunga yang selalu almarhumah Mama letakkan di vas bunga meja tamu rumah kami saat minggu pagi.




Ignition

Saya juga menyimpan 1 parfum yang selalu saya letakan di atas meja rias dan akan saya kenakan bergantian dalam sehari-sehari. Yaitu parfum Ignition pink for women. Harumnya cukup ringan dengan bentuk botol yang menurut saya desainnya cukup tangguh dan minim rasa feminimnya. Walau begitu wanginya cukup ringan cocok dikenakan dalam keseharian tanpa khawatir wanginya akan menyegat saat cuaca di luar panas.
Versace - bright future

Terkadang pula ada saja acara-acara mendadak yang harus saya hadiri dan membuat saya tidak bisa pulang ke rumah sejenak. Maka saya selalu membawa 1 parfum mini di dalam tas saya. Karena siapa tahu di saat saya cukup lelah, tapi tidak bisa pulang ke rumah, tubuh saya tetap segar. Parfum darurat saya itu adalah bright Future by VERSACE. Karena bentuk botolnya yang mini dan cantik, tentu saja cukup untuk saya masukan dalam tas saya dan mudah dibawa kemana-mana.

So, selain Flower by Kenzo yang menjadi parfum favorit saya untuk saya kenakan di acara-acara formal, sedangkan untuk parfum Dewi sri spa atau Ignition menjadi parfum yang saya kenakan sehari-hari saat berangkat bekerja.


 Nah, buat kamu sendiri, parfum yang berkesan dan menjadi parfum favorit sekaligus ciri khas kamu, apa nih? Share ya parfum kesukaan kamu. Siapa tau bisa masuk list parfum koleksi kita.
1 comment on "Wangimu adalah ciri khasmu! Let's spray with love"
  1. Wah jadi tambah info tentang parfum. Saya ga tau kalau soal parfum. Yang saya pakai dikasih sama kakak saya dan wanginya suka. Kalau abis sptnya beli itu lagi :D

    ReplyDelete

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature