Top Social

Perawat, bagai Malaikat tanpa tanda jasa

Monday, 6 February 2017

Beres ngebaca komen anak alay yang bilang pekerjaan perawat itu NGGAK lebih mulia di banding Dokter.
Asa pengen ngasih pelajaran Bedah mayat kayaknya nih.

Gini ya adek-adekku cantik :

1). Kami (calon) perawat kuliah 4 thn. Sama-sama ngerjain skripsi loh.

2). Tiap pergantian semester, pasti Ada libur 1-2 bulan kan. Nah tau nga, kalo kami bagi mahasiswa Keperawatan...pada masa tsb justru nga libur tuh, malah praktek ke RS (ke beberapa bangsal).

3). Jadwal kuliah memang selang-seling pada umumnya, tapi saat jeda waktu beberapa jam....Perpuslah markas kami. Mana sempet mlipir ke mall 🤔

4). De, kamu kalo tidur pake bantal kan ya?
Suka baca novel / komik dongggg.
Bayangin, hampir tiap hari kami akan membaca buku-buku perkuliahan yang setebal bantal kamu. Malahan ni, kami bisa tidur nyenyak diatas buku2 kami (bukan diatas bantal).

5). SKRIPSI. Menyeramkan kan kedengarannya buat kamu-kamu beberapa mahasiswa.hihihihi... 
Sedangkan bagi kami :

  • Jam 6 sore berangkat otw ke RS.
  • Jam 7 Malam, tukar shift malam.
  • Jam 10 ganti infusan sekian banyak pasien (termasuk nyuapin).
  • Jam 12 kamu tidur, kami akan nulis buku laporan.
  • Jam 2, kamu tertidur lelap, sedangkan kami akan sibuk dengan buku catatan & kedinginan.
  • Jam 4 kamu masih ngorok, kami memandikan bayi-bayi mungilmu yang baru kamu lahirkan 24 jam lalu.
  • Jam 6 pagi, kami temani Dokter visite ke ruangan.
  • Jam 7 pagi, kami pulang.
  • Jam 8 pagi, kami berangkat ke kampus.
  • Jam 9 pagi, kami bimbingan SKRIPSI dengan Dosen / Professor.
  • Jam 12 Siang, silaturahmi ke perpustakaan.
  • Jam 3 sore, kami pulang ke Rumah.
  • Jam 4 sore, kami sampai rumah dan tidur satuuuu jam saaaaaaaja #AudyModeOn.
  • Jam 6 sore, kami berangkat (lagi) ke RS untuk shift malam.
  • Lebih serem nggak menurut kamu???

6). Tingkat 3 kami akan praktek dan mengikuti pendidikan pelatihan di RS-RS pemerintah / swasta & di asrama-kan. Bisa selama 2 minggu hingga 3 bulan (berganti-ganti bangsal). Boro2 loh jadinya kami bisa party, bantuin Mama masak aja susah2 gampang nemu waktunya.

7). Nah ade cantik, belom pernah kan ya bertemu sama hantu?
Nah kalo kami (bisa jadi) cukup sering. Entah itu ngeliat branchard berjalan sendiri malem2, entah itu pas shift malam sambil diliatin neneng Kunti yang lagi berdiri mematung (jarak 5 meter di depanmu), belom lagi dengerin suara Bayi tengah malem dari dalam ruangan operasi bangsal Ibu & anak (padahal ruang operasi lagi kosong).

8). Oiya, belum pernah juga kan De.. ketemu (segelintir-sedikit-beberapa) Dokter galak, yang sukanya nge-goblok2in perawat. Pernah tu, pekerjaan mulia kami di depan orang umum hanya dikatai dengan sebutan 'Pembantu Dokter' 😭 #SakitnyaTuDisini

9). De, pasti pernah dong ngerasain yang namanya diomelin orangtua. Sebel kannnn.
Nah kalo kami bukan lagi diomelin,  tapi sampe dibentak sama keluarga pasien dengan kata-kata yg kurang pantas. #DaAkuMahApaAtuhCumanPembantuDokter

10). Oiya, tau nga...Gaji kami itu melebihi gaji Mentri loh.
Coba bayangin, anak2 fakultas lain yang baru kerja pertama Kali (fresh graduate) mereka kerja di perusahaan swasta at least gajinya kisaran 2,5jt ya kan?!?!
Kalo kami walau lulusan S1 dan kerja merawat pasien, gaji kami (ada yang hanya) 750 ribu! Tapi kami merawat ibumu, bapakmu, kakakmu, adikmu, bahkan Kamu sendiri!

11). Hmm...ada lg nih De,....Saat ibumu, bapakmu, kakakmu, adikmu terbaring tidur malam di ruang perawatan, kami lohhhh yang jagain mereka, yang ngegantiin infus, ngasihin obat sesuai jadwal.etc, etc.

12). Eh iya, ini juga lebih spektakuler. Coba kamu googling arti 'melena'. Pernah nga tuh kamu megang & bersihin 'bab berdarah' se-sering kami lakukan pada pasien-pasien kami dengan kasus tertentu.
Belum lagi kami selalu dengan ikhlas memandikan pasien yang tidak bisa bergerak. 

13). Oiya ada nih yang lucu, kadang saat pagi hari kami sedang bersama pasien, kamu akan bertemu Dokter visite pagi selama 10-15 menit. Tau nggak, sedangkan kami bersamamu 24 jam! Kapanpun kamu butuhkan...tinggal tekan tombol kan 🤕

14). Eh eh...biasanya nih ya. Kamu kan kalo pulang kerja bisa tuh masak dulu buat anak, nyambut suami dengan senyuman dan baju lingerie-mu, ya kan. Nah kalo kami...pulang2 tuh bisa terserang rasa bersalah, karena kami pulang larut malam, anak-suami udah tidur, boro2 sempet ngambil raport anak, waktu makan siang kami aja menyaingi the flash!!

15). Dan ajaibnya nih ya...Kami sampe (kadang ada saja) tidak bisa optimal merawat anak kami, karena kami merawat bapakmu, ibumu, kakakmu, adikmu, suamimu, istrimu, anak2mu dan kamu, bahkan selingkuhanmu 😰

16). Hal terberat dalam hidup kami adalah menyaksikan orang tersayangmu meninggal dunia di depan Mata kami.
Kami pun bisa merasakan Duka terdalam (sama dengan APA yang kamu rasakan saat kehilangan orang-orang paling berharga dalam hidupmu), karena kami berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan merawatnya dengan segenap hati.

Tapiiii....Insya Allah, kami semua bahagia. 
Bahagia dengan melihat ibumu, bapakmu, kakakmu, adikmu, Kamu bahkan anak kamu sehat kembali & bisa pulang berkumpul kembali 😘

Dan pekerjaan mulia kami, akan kami tabung pahalanya untuk anak-anak kami kelak. Amin.

So, kalau memang Kamu tidak bisa memuliakan kami para perawat....Setidaknya UCAPKANLAH Terima kasih & selipkan sejumput doa terbaik darimu, agar kami tetap bangga & bersyukur dengan tugas yang sudah Tuhan percayakan pada kami-kami para Tenaga Medis.


Wasalamualaikum
Peluk sayang,
Sustermu 😘
(Suster L)



4 comments on "Perawat, bagai Malaikat tanpa tanda jasa"
  1. Waaaah speechless baca ini, semakin salut dengan para perawat di seluruh dunia.. Dokter tanpa perawat pun pasti bakal kerepotan yaaa, apalagi pasien tanpa perawat. Hiksss. Semangat terus ya mbaaaak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sis. Sama2 kita Cari rejeki halal Dan Berkah. Saling bisa menghargai kerja Keras :)

      Delete
  2. Huhu bacanya terharu banget masa :( jujur aku dulu jaman SMA jg yg sempet ngeremehin perawat. Tp begitu mulai concern sama jurusan kuliah jd menyadari kalooo..perawat itu nggak gampang. Semangattt!

    ReplyDelete
  3. Iya Mbak Lulu,makasih.
    Semoga perawat2 Di Indonesia, bisa lebih dihargai oleh masyarakat terutama sesama tenaga medis lainnya :)

    ReplyDelete

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature