Top Social

Program Hamil Bulan ke-8 : Saatnya Promil mandiri

Saturday, 19 August 2017
Teruntuk bagi Anda-anda yang punya pengalaman setelah menikah langsung diberikan kehamilan, saya harap tidak berburuk sangka (apalagi yang nyinyir). Bacalah kalimat dibawah ini dengan hati :
Saya tidak mengidap suatu penyakit. Saya & begitu banyak teman-teman seperjuangan hanya diberi ujian oleh Tuhan melebihi kadar ujian bagi wanita kebanyakan. Kami diberi ujian mengalami PCOS syndrome. Sebuah syndrome dimana memiliki sel telur yang banyak dan kecil-kecil (sedangkan wanita normal kebanyakan hanya dianugerahi satu sel telur matang setiap bulannya)
Maka dari itu, saya harus esktra berjuang, karena dengan sel telur saya yang banyak bahkan saya bisa memiliki sampai 13 sel telur, saya berpeluang besar memiliki kehamilan kembar tripletta bahkan kembar 5. Dan saya harus memastikan sel-sel telur saya sehat, ukurannya ideal untuk dapat dibuahi oleh sperma, bisa matang dan siap untuk menjadi bakal calon janin.
Alhamdulillah, akhirnya sampai juga di kunjungan terakhir saya mengikuti Penelitian PCOS di Klinik Aster. Walau rasanya saya sedih saja, karena sudah tidak akan rutin berkunjung ke Aster & tidak lagi sering bertemu dengan Dokter Mulya dan Dokter Ade. Tidak ada lagi cerita perjuangan Promil saya dengan konsumsi obat segambreng. Entahlah, rasanya sedikit sedih saja seperti sebuah rutinitas dan harapan yang biasanya dilakukan setiap bulan untuk mengunjungi Dokter Kandungan, kemungkinan besar akan terhenti sejenak dikarenakan jarak.

Tapi di sisi lain, saya amat berterimakasih sekali dengan mengikuti Penelitian kali ini. Banyak sekali keuntungan dan sisi positif serta pengalaman yang sangat berkesan, yang saya temui selama kurang leih 8 bulan terakhir ini saya jalankan (bolak-balik Jakarta-Bandung) demi Program hamil.

Sisi positif yang banyak saya dapatkan selama mengikuti Program penelitian PCOS ini diantaranya :
  1. Saya beruntung bisa kenal dan bisa mendapatkan Dokter Obygn yang handal dan ke-Bapakan serta cekatan seperti Dr.Mulya A.Ritonga SPOG (K.Fer). Serta istrinya Dokter Ade.
  2. Semangat saya berjuang untuk mulai menghargai hidup saya dengan cara melakukan pola makan sehat, berpikiran pola hidup sehat, rutin menjalankan DIET GM, lebih pasrah dan mendekatkan diri pada Allah, menjadi goals saya dan sudah menjadi sebuah kebiasaan yang saya jalankan semenjak mengikuti penelitian ini.
  3. Kunjungan ke Dokter. Rutin sebulan sekali / sebulan 2x ada saja jadwal saya untuk melakukan konsul ke Aster. Dari mulai saat Januari saya masih tinggal di Bandung,lalu Februari hingga Juni saya pindah ke Jakarta (sehingga saat jadwal konsul, saya akan p.p. Jkt-Bdg), lalu mulai Juli saya pindah kota lagi (dan saya tempuh lagi p.p. kota yang lebih jauh). Semua itu saya jalankan dengan sabar dan banyak doa sudah saya ucapkan di perjalanan. Dimana yang lain masih tertidur lelap usai shalat shubuh, sedangkan saya sudah melakukan perjalanan ke Bandung dengan menggunakan travel demi bertemu Pak Dokter.
  4. Cek laboratorium. Menjalankan pemeriksaan Laboratorium berkaitan dengan Hormon-hormon pendukung fertilitas, yang amat bernilai bagi saya. Dalam penelitian yang dijalankan 8 bulan ini, saya sudah melakukan pemeriksaan lab selama 3x. Itupun pemeriksaan dengan cara pengambilan spesimen darah + cek EKG. Cukup banyak hormon-hormon dalam tubuh saya yang diperiksa. Kalau di total-total, 1x pemeriksaan saja sudah bisa menghabiskan dana lebih dari Rp.3.500.000,- (dalam 1x cek Lab). Sedangkan saya melakukan pemeriksaan Lab sebanyak 3x. Dan itu semua GRATIS. 
  5. Obat-obatan. Selama 7 bulan saya selalu diberi obat-obatan. Dalam sehari saya mengkonsumsi 3 butir obat. Maka bayangkan berapa ratus obat sudah saya konsumsi selama hampir 8 bulan terakhir ini (3 obat x 30 hari) x 7 bulan = lebih dari 630 butir obat saya konsumsi.
  6. Persahabatan. Ya, Dengan saya mengikuti penelitian, perjuangan  promil saya tidak sendirian. Justru saya bertemu dengan banyak sekali ibu-ibu muda yang sedang berjuang Promil dan mencoba bersahabat dengan PCOS. Sudah puluhan ilmu yang saya dapat dari grup PCOS Fighter Bandung. Dari mulai ilmu menu makanan yang sehat dan baik untuk PCOS, tips-tips olahraga, ilmu tentang kesehatan, pengertian dan manfaat pemeriksaan segala macam hormon (yang mungkin waktu saya kuliah, pasti hanya hapal selewat), menguasai berbagai nilai normal hasil Lab, mengetahui kisah-kisah perjuangan Promil para ibu di grup yang sudah 2,3,5,7, bahkan 9 tahun perjuangan menanti momongan, ilmu tentang make up, tentang suka-duka pernikahan, pertemanan tanpa mengenal jarak (walau kami para ibu-ibu beda kota, tetapi selalu ada 1 sama lain dan saling menguatkan), tentang drama menantu-mertua (yang cerita ini tidak akan pernah ada habisnya ahahaha...), pengetahuan tentang macam-macam pemeriksaan sperma, IVF, program bayi tabung, bahkan doa-doa serta kalimat-kalimat penenang hati untuk selalu tawakal dan percaya dengan ketetapan yang sedang Allah beri pada hidup saya. Semua itu amat-sangat bernilai tak terhingga.
Kalau dipikir-pikir, semua hal tersebut sudah sebuah rezeki bagi saya & suami. Nggak kebayang kalau saya bayar sendiri untuk cek Lab seluruh hormon + biaya konsul ke Dokter berkali-kali (termasuk biaya transportasi saya), berapa belas juta total yang harus suami saya gelontorkan hanya untuk Promil saja. Ditambah lagi, selama 8 bulan memiliki banyak sahabat baru pejuang PCOS serta ilmu-ilmu baru yang saya dapatkan tanpa harus duduk di bangku perkuliahan kembali. Alhamdulillah, Barakallah.
Kembali ke perjalanan Promil saya di bulan ke-8 ini. Jadwal konsul saya ke Klinik Aster adalah hari Rabu kemarin (16 Agustus 2017). Entah kenapa, tapi saya melihat Aster hari itu seperti super-sibuk. Bahkan banyak pasien dan Dokter lalu-lalang. Hingga saatnya Nama saya dipanggil untuk masuk ke ruangan Dokter Mulya. 

Konsul hari itu sebenarnya saya sudah telat haid hari ke-5. Tapi kali itu saya tidak diperiksa USG transvaginal. Saya hanya konsul sejenak dan mengobrol dengan Dokter Mulya. Dokter juga memberikan hasil Lab kunjungan ke-10 (bulan Juli lalu), dan membandingkan progress yang saya dapat selama mengikuti Penelitian PCOS ini. Dokter membandingkan hasil Lab saat awal screening mulai mengikuti penelitian, dan hasil terbaru.

Alhamdulillah, cukup banyak perkembangannya. Dari mulai Homa IR saya turun drastis, hormon progesteron saya bagus, hormon LH & FSH saya yang baik, dan banyak lagi kemajuan yang sudah saya jalankan selama program ini (dibantu dengan obat-obatan yang saya konsumsi, pola makan & pola hidup sehat yang saya jalankan). Tapi sangat disayangkan saja 1 hal, saya belum mendapat kehamilan selama promil ini. Padahal sudah sangat besar harapan saya dan suami, dengan hasil pemeriksaaan hormon saya sudah stabil serta Homa IR yang sudah sangat baik nilainya (nilai HOMA IR-ku : 1).

Dan saya juga diberikan resep obat Merformin dosis 500mg yang di konsumsi sehari 2x (pagi & malam) setelah makan.

Berikut hasil Lab terakhir saya (Kunjungan ke-10 ; Juli 2017) dibawah ini :




Alhamdulillah dan Bismillah.
Alhamdulillah, selesai juga saya mengikuti penelitian PCOS.
Bismillah, saya mulai lagi Promil mandiri & tetap menjaga pola makan dan pola hidup sehat yang sudah saya jalankan sejak awal. Semoga saya bisa istiqomah menjalankannya.
Dan Insya Allah, Allah ijabah doa-doa saya dan suami serta ibu-ibu pejuang PCOS. Semoga kami semua dianugerahi kehamilan yang sehat dan lancar, serta kelak anak-anak kami lahir dengan selamat, sehat jasmani-rohani dan terutama akan menambah rasa syukur kami kepada Allah SWT.amin.
Semangat berjuang PCOS Fighter. Tiada hasil yang mengkhianati Usaha.
Tetap semangat, berdoa, dan tawakal. 
Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature