Featured Posts Slider

MARRIED LIFE TALK

Monday, 21 September 2020


Kali ini aku mau bahas tentang MARRIED LIFE TALK.


Kadang di hidup ini Kita nemuin orang/ teman/ kerabat yang keras kepala. Diberi saran, masukan, bantuan yang baik, eh beliau malah bukannya menanggapi, justru malah MENCARI PEMBENARAN SENDIRI.


Dia/ mereka merasa lebih paham dengan kondisinya, padahal yang mereka utarakan Itu blas nggak ada esensinya. Justru malah makin memperlihatkan pola pikirnya yang pendek. Alias hanya cari aman, cari enaknya, cari nyamannya tanpa memikirkan jangka panjang ke depan.


Kadang suka heran juga sama orang-orang yang udah dibantu, dikasih pencerahan tapi masih keras kepala dengan keinginannya. Padahal apa yang dia/ mereka putuskan itu hanyalah sekedar pengambilan keputusan yang sesaaΕ₯ demi mendapatkan kenyamanan & ketenangan hati sesaat yang tidak diperoleh di suatu situasi (keadaan).


Herannya lagi, semua yang diputuskan sama sekali tidak melihat ke depannya, prosesnya nanti seperti apa, resiko yang di dapat seperti apa, imbasnya seperti apa, resiko pos pengeluarannya membengkak, bahkan tidak memikirkan imbas pada orang-orang yang ada di lingkaran kepentingannya tersebut.


Tok hanya memikirkan dirinya sendiri (segelintir orang yang ada di lingkaran dalamnya) tanpa mempertimbangkan prosesnya, lelahnya Pihak lain yang ikut serta (ikut andil) dalam pengambilan keputusan sepihak tersebut.


That's why....

Ada benarnya juga ya kalo kata pakar pernikahan.
Khususnya buat anak-anak yang lahir di tahun 1980-1999, jangan terburu-buru menikah.

Karena pernikahan di jaman / era sekarang ini (kelahiran 80-90'an) lebih banyak dan lebih pelik persoalan rumah tangganya. Bukan karena dramanya ya...tapi 'bawaan jati diri" masing-masing individu.


Banyak wanita dan pria yang baru usia 22-23 sudah lulus kuliah, lanjut berkarir. Dan dengan ketampanan & kecantikan yang melekat di parasnya, sudah memiliki karir, membuat banyak generasi millenial terburu-buru menikah hanya karena merasa dirinya sudah siap berkeluarga (sudah bekerja, dll).


Padahal nyata-nya pernikahan yang masih terlalu muda, menurut penelitian akan meninggalkan banyak dampak, sbb :
  1. pola pikir yang masih belum matang dan panjang.
  2. tingkat pengambilan keputusan yang cenderung impulsive (masih dengan ego).
  3. minim pertimbangan pengambilan keputusannya dalam berbagai aspek.
  4. kekurang-kemampuan dalam mengendalikan suatu masalah yang datang memghampiri.
  5. ketidak-matangan emosi dalam menanggapi suatu masalah yang datang (apalagi bila masalahnya datang bertubi-tubi).
  6. pengambilan jalan keluar yang tidak mengedepankan aspek-aspek proses + dampak jangka panjang.
  7. terutama belum lagi pernikahan yang terlalu dini membuat individu seseorang tidak menikmati seluruh Hasil jerih-payah kerja yang dia hasilkan, karena sudah tersita dengan keperluan & atau kebutuhan setelah berumah-tangga (alias kurang bersenang-senang dengan diri sendiri).

Padahal pada kenyataannya, esensi pernikahan tidak tok hanya menyatukan 2 insan dalam satu ikatan yang sah secara Agama maupun sosial.

Tapi pernikahan pula perlu dan amat sangat butuh dengan yang namanya KEMATANGAN MENTAL DALAM BERPIKIR & MENGAMBIL KEPUTUSAN. Bukan hanya sekedar menikah sah, cepat memiliki anak, suami memiliki karir, dan sudah terpenuhi kebutuhan.


Nyata-nya pernikahan juga merembet pada tingkat kesanggupan menerima tanggung jawab dengan segala konsekuensinya. Seperti hal-nya bila ada seorang pria di keluarganya adalah anak pertama dan ia sudah berkeluarga. Maka ia selain berperan sebagai suami sekaligus imam di rumah tangganya, ia juga layaknya sebagai orang yang memiliki tanggung jawab penuh kepada kedua orangtuanya di masa dimana orangtuanya sudah menua.


Sudah menjadi hukum Alam bahwa anak pertama dari sebuah keluarga akan jadi penopang seluruh keluarga serta orangtuanya.

Tapi terkadang banyak kita temui kasus, seiring naiknya tingkat ekonomi suatu keluarga (anak-mantu), maka ia yang akan berperan dalam menaungi seluruh anggota keluarganya (termasuk Bapak-ibunya yang sudah tua).


Itulah yang juga menjadi akar pentingnya KESIAPAN MENTAL seseorang masuk ke dalam gerbang pernikahan. Karena segala sesuatu yang menempel di dirinya akan berdampak pada seberapa besar kelak ia bisa MEMEGANG TANGGUNG JAWAB yang lebih besar bagi keluarganya kelak.


Sayangnya, banyak anak Millenial sekarang yang sudah menikah dan merasa karirnya sukses, mengeyampingkan kehadiran orangtuanya yang sudah sepuh dan masih hidup.

Segala sesuatu pertimbangan yang ia ambil hanya untuk keluarga kecilnya semata. Apalagi bila masih memiliki saudara kandung lainnya, maka tanggung jawab memegang orangtua bisa dilemparkan ke saudara kandung lainnya.


Belum lagi bila dikaji di era Generasi Z (kelahiran 2000-an awal). 
Sudah ada beberapa yang kita temui, karakter dan pola pikir Generasi Z sekarang lebih banyak condong ke "Kepentingan Pribadi dulu yang di dahulukan'".

Banyak kita temui Generasi Z lebih mengutamakan ke-eksistensian keberadaan dirinya sendiri, nilai diri di mata orang lain dan hal-hal individualis lainnya. Yang pada akhirnya membuat kematangan dewasa terlalu awal padahal kesiapan mental belum terbentuk sempurna. Alhasil angka perceraian mulai balapan di dominasi oleh Generasi milenial akhir dan Generasi Z.

Kesimpulannya......
Jangan pernah menjadikan pernikahan sebagai gerbang kebebasan dalam mengambil keputusan.
Jadikan pernikahan justru sebagai gerbang Dimana KAMU dipaksa untuk menjadi BIJAK dalam mengambil segala keputusan tanpa mengesampingkan kehadiran PASANGANMU sendiri.
Janganlah jadi egois semata-mata mencari ke-nyamanan yang pas bagi dirimu. Belum tentu itu cocok juga bagi pasanganmu. Pikirkan dengan segala nilai resiko yang timbul & akan terjadi ke depannya sebelum engkau mengambil keputusan.

Karena kita adalah manusia, memiliki ukuran kemampuan fisik yang terbatas (dan akan tergerus seiring waktu berjalan/ usia bertambah).
Maka pikirkan segala hal terburuk yang (MUNGKIN) terjadi ke depannya.
Jangan hanya karena menemukan situasi/ jalan keluar jangka pendek yang baik dan nyaman bagimu, tapi malah mengorbankan pula kenyamanan/ resiko kesehatan pasangan.

Jadikan pernikahan sebagai ajang letih. Bersama-sama melangkah beriringan. Agar kelak saat yang satu jatuh kelelahan, engkau hadir disampingnya, bukan malah tidak hadir di sisinya.

#marriedlife talk.

Intinya........
Bilangin adik-adikmu.
Adik sepupumu.
Keponakanmu.

Jangan buru-buru menikah hanya karena landasan cinta dan kesiapan materi.
Karena sesungguhnya menikah yang paling dibutuhkan adalah KESIAPAN MENTAL & EMOSIONAL dalam mengambil keputusan serta menyelesaikan masalah.

Maka para konselor pernikahan menyarankan, rata-rata usia kesiapan seseorang masuk ke gerbang pernikahan :
Bagi Pria : kisaran mulai  usia 29-32 tahun.
Bagi wanita : kisaran mulai usia 28-30 tahun.

Di usia tersebut, kematangan serta kesiapan menerima sebuah beban, sudah cukup bisa di emban.
Terutama jangka waktu bersenang-senang dengan diri sendiri sudah dinikmati sebanyak 65-70% sebelum masuk dalam jenjang pernikahan.

TIPS JITU BAGI PASANGAN YANG MENCARI RUMAH PERTAMA

Thursday, 6 August 2020

Postingan sebelumnya : Step by Step Proses KPR rumah pertama


Kebanyakan 2 tujuan utama seseorang menikah adalah memiliki keturunan & memiliki rumah sendiri. Tapi bagi pasangan muda yang baru saja menikah dan karirnya masih biasa saja (bukan keturunan anak konglomerat), mendapatkan sebuah rumah adalah impian maju-mundur butuh nyali dan isi kantong yang lumayan besar.


Nah, seperti janji aku di postingan blog sebelumnya, maka kali ini aku mau sharing Tips jitu bagi pasangan yang baru awal-awal menikah / newly weds/ calon pengantin yang akan segera menikah dan ingin membeli hunian pertama kalinya tanpa bantuan kucuran orang tua maupun warisan.


Oh iya, kalau mau harga beli rumahnya rada murah (dengan harga miring), aku suggest cari & beli lah rumah yang masih indent (belum siap huni ; harus tunggu proses bangun sekitar 12-24 bulan pembangunan).

Karena biasanya bila belinya dari tangan pertama/ tangan kedua (sudah pernah ada pemiliknya sebelumnya), otomatis pasti harganya sudah naik. Belum lagi nanti kita akan mengeluarkan biaya ekstra untuk entah itu renovasi ; perbaikan, perubahan fisik bangunan dan sebagainya. Dan itu semua lebih menyita kantong. Kecuali kalau rumah tersebut sudah siap dihuni dan tidak perlu dibenahi kembali.


Tips-tips tersebut diantaranya :


  1. Mulai-lah giat survey datengin Marketing gallery Developer. Pegang nomer contact salah satu marketingnya. Catet bulan ulang tahun Developernya karena kalo mereka birthday, suka ngadain promo gila-gilaan. Berlaku juga buat Bank.
  2. Greceplah booking unit di harga Pre-sale (pas perumahan belum di publish/ di iklan-kan oleh pihak Developer), niscaya harganya miring sekali alias bisa jauh selisih lebih rendah dibanding harga sudah launching ke public.
  3. Jangan pernah keluarin Uang DP dulu & disetorkan ke Developer, sebelum kita berkonsultasi dengan Notaris. Ingat itu! Jadi, saranku sambil menyelam survey-survey rumah, juga menyelam cari info Notaris / PPAT di kotamu.
  4. Kepoin bulan ulang tahun Bank yang kamu incer, agar nanti kalau ada promo KPR, kamu cepet kebagian kuota. Tapi sebelumnya harus nemu dulu rumah yang diincer ya.
  5. Pastikan saat kamu sudah membayar / Transfer biaya BPHTB dan AJB, mintakan kwitansi asli dari Developer.
  6. Jangan pernah menunda pembayaran BPHTB & AJB. Justru better lunasi 2 biaya tersebut diawal. Karena semakin berjalannya waktu, bertambahnya tahun, biasanya biaya BPHTB, AJB, biaya notaris, biaya provisi dan administrasi bank, biaya asuransi dan biaya-biaya lainnya akan makin naik. 
  7. Pilihlah bank yang sudah terjaga credibility / kredibilitasnya.
  8. JANGAN tergiur dengan promo Bank yang awalnya rendah fixed rate-nya, karena kelak nanti setelah 5-7 tahun kemudian, angka bunganya bisa terjun melambung hingga 11% gila-gilaan.
  9. Ingatkan melalui email ke pihak Notaris agar setelah proses pemecahan Sertifikat HGB oleh Developer, agar mintakan ke Notaris untuk Sertifikat tersebut di upgrade ke SHM. (Biaya upgrade HGB ke SHM kalau di ibukota dan sekitarnya kisaran 4 juta rupiah).
  10. Tanggal penarikan cicilan itu bebas bisa kita minta jadwalkan ke Pihak Bank. Maka tips-nya carilah tanggal pengajuan Auto-Debet cicilan di kisaran Tanggal Akhir bulan-Awal bulan (bukan pertengahan).
  11. Ingat, keterlambatan bayar akan dapat denda 0,2%. Misal kalau kamu gajian range tanggal 25-30 akhir bulan, maka minta autodebet tiap tanggal 2 atau 3.
  12. Di kala kamu mau Akad di Bank, mintalah jadwal Jam sepagi mungkin (09.00 wib). Why? Karena saat bank baru buka, secara psikologis : orang/ pihak Bank, Notaris dll masih dalam keadaan mood yang baik belum exhausted. Trust me, suasananya akan mencair.
  13. Singkatnya, setiap kali membeli rumah di Developer (bukan dari tangan pertama/ tangan kedua, dst) dipastikan sertifikatnya masih dalam bentuk HGB. Jadi harus kita sendiri dengan bantuan Notaris, meng-upgrade Sertifikat menjadi SHM ke BPN. 
  14. SUPER PENTING! Tiap kali kamu lihat harga jual unit rumah, maka siapkanlah Dana 15% dari harga unit tsb untuk : 10%-nya bayar  DP & 5%-nya untuk biaya-biaya meliputi (Notaris, BPHTB & AJB, biaya asuransi jiwa dan asuransi kebakaran serta biaya Akad KPR yang akan ditarik H+1 setelah Akad).


Last But Not Least . . .

Biaya BPHTB dan AJB memang cukup menguras kantong. Itu kenapa makanya aku di awal sudah ingetin, kalau mau beli rumah siapkan dana bukan 10% untuk DP tok, tapi 15% paling pas mepet. Karena BPHTB & AJB adalah Pos kedua yang paling menguras biaya setelah pos biaya DP 10%.


Tapi bagi temen-temen yang misal beli unit rumah dengan embel-embel "Free BPHTB & AJB". Eits..... jangan seneng dulu. Biasanya mereka masukkan 2 biaya tersebut terselubung ke Nilai harga beli rumah, maupun biaya lainnya.


Dan terakhir...Pencarian rumah itu jodoh-jodohan. Jadi, nggak usah pusing dulu cari rumahnya, tapi siapkan-lah dulu DANA-nya. Jadi kelak saat kalian sudah ketemu rumah, lokasi, lingkungan yang cocok, kamu dan pasangan sudah siap juga dengan DANA-nya ya.

Happy hunting!

Tetep ikhtiar dan tawakal.


Next, nanti aku mau posting juga tentang ulasan ikhtiar apa yang saya & suami lakukan selama ini. Mudah-mudahan bisa berkenan dan membawa manfaat.

Akhir kata. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Kesalahan milik saya, dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Wassalamualaikum.

STEP BY STEP PROSES KPR RUMAH PERTAMA

Assalamualaikum,
Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman pribadi menjalani proses Tahap demi Tahap pembelian rumah pertama kami sekaligus rumah masa depan. Dan niatnya selain untuk catatan pribadi juga untuk berbagi pengalaman yang mudah2an bisa bermanfaat bagi teman-teman (Insya Allah).
Sama sekali tidak ada niatan riya. Dengan diawali nawaitu bismillah.... niat aku & suami adalah untuk sharing ilmu & pengalaman. Semoga berkenan & bermanfaat ya πŸ™‚πŸ™πŸ»

Kamis, 06 Agustus 2020
Pkl. 08.30 wib
πŸ“ Wisma BCA BSD City

#barakallahfiikum 
Akhirnya pagi ini sampai juga ke Tahap Penandatanganan Akad KPR diawali dari proses pencarian hunian hingga sampai juga ke Tahap proses kepemilikan rumah yang kami (saya & suami) jalankan sejak Januari 2020 hingga akhirnya selesai per Agustus 2020 hari ini.
Proses Akad Rumah ini adalah pengalaman pertama kalinya kami. Dimulai dari :
  • Januari 2020      : pencarian rumah
  • February 2020   : bayar booking fee unit ke Developer
  • Maret 2020        : ditunda, karena pandemik corona
  • April 2020         : dapat discount harga unit hingga 100jt-an
  • April 2020         : tanda tangan Dokumen SPP & PPJB
  • Mei 2020           : pembayaran DP 1
  • Juni 2020           : pembayaran DP 2
  • Juli 2020            : pembayaran DP 3
  • Juli 2020            : pembayaran biaya Notaris
  • Juli 2020            : pembayaran biaya cek Sertifikat ke BPN
  • Juli 2020            : pembayaran biaya BPHTB & AJB 100% 
  • Agustus 2020     : proses Akad ke Bank
*Proses Akad KPR disaksikan :
  1. Pihak Bank BCA 
  2. Pihak Notaris : Bpk. Aloysius M. Jasin. SH. & team.
  3. Pihak Developer PT. Jaya Property (Bintaro Jaya).
So, kali ini aku mau mengupas satu-persatu yaa tahap dan alasan saya & suami memilih pihak-pihak diatas. Diantaranya :

A. BANK BCA
Kenapa kami memilih Bank BCA padahal banyak bertebaran promo KPR dari bank swasta lainnya yang tentunya biasanya lebih menggiurkan? Jawabannya karena :
  1. Tiap tahun, dalam rangka HUT (Ultah) BCA, mereka always ngadain bunga fix rate yang rendah dan berlaku hingga 5 tahun (60 bulan). BCA tuh birthday kalau tidak salah ingat di bulan Maret, jadi biasanya bakal ada promo bunga KPR yang berlangsung hingga 3 bulan ke depan. Tapi kenapa kami Akad di bulan Agustus tapi  kok masih dapat promo? Lagi-lagi karena berkah pandemi bikin BCA memanjangkan promonya hingga akhir Agustus, Alhamdulillah, kami jadinya  masih bisa ngejar promo.
  2. BCA tuh ajaib. Karena kami ikut promo HUT BCA ini, jadi selama 60 bulan (5 tahun), cicilannya fixed rate alias tetap nominalnya nggak fluktuatif. Sisi positifnya lagi, saat (misal) di kisaran jangka waktu 1-60 bulan itu & kelak kami akan menge-Boom (alias melunaskan seluruhnya), maka kami hanya akan kena penalti 2% dari nilai nominal pelunasan. Misal di tahun kedua mau boom bayar 100 juta, maka hanya kena penalti 2% dari 100 juta tersebut.
  3. Bank BCA juga adalah salah satu Bank swasta yang udah credible. Dan kami benar-benar mencari Bank yang aman.

B. NOTARIS
Kenapa kami memilih Notaris Pak Aloysius ? Jawabannya simple :
  1. Beliau adalah salah satu Notaris yang di rekomendasikan oleh Developer & pihak Bank yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun.
  2. Tek-tok-an dengan Tim notaris amat sangat cepat, fokus, tidak belibet dan profesional.
  3. Dan berhubung nanti sooner or later kami akan cabut KTP domisili kota asal dan pindah jadi warganegara South Tang, otomatis sangat terbantu bila punya minimal 1 Notaris yang menguasai wilayah yang kami juga kelak tempati seumur hidup.
  4. Jarak rumah kami kelak dengan kantor Notaris akan cukup dekat dan tidak sulit dijangkau karena masih 1 kota yang sama (alhamdulillah).

C. DEVELOPER PT. JAYA PROPERTY
Kenapa kami memilih beli rumah di Developer PT. Jaya Property? Nah ini jawabannya saling berkaitan.
  1. Bintaro. Ini adalah kota hijrah kedua kami setelah keluar Bandung dan sempat tinggal 5 bulanan di Jakarta.
  2. Awal kami tinggal di Bintaro, amat sangat jatuh cinta pada pandangan pertama saat pertama kali berjumpa #eeaaaa....
  3. Jaya Property. Yang bikin kota Bintaro Jaya dan Taman Impian Jaya Ancol. Nggak mau asal-asalan beli rumah pertama dari Developer nggak jelas, karena kayak kasus kemarin-kemarin yang tayang di berita, dimana banyak Developer pailit imbasnya pembeli unit juga yang akhirnya kebakaran jenggot karena rumah ditarik oleh Pihak Bank (kayak case Developer PT.Cowel development. Googling deh beritanya).
  4. Walau Bintaro kota maju, tapi warganya 11-12 dengan Bandung. Masih rasa semi-tradisional, terutama disini 80% mayoritas dihuni warga Muslim. Hal ini faktor utama kami mencari lingkungan tempat tinggal untuk masa depan, yaitu bertebaran masjid!.
  5. Di setiap sudut kotanya tersebar Masjid Raya nan indah.
  6. Tanpa direncanakan, ternyata kota Bintaro ini jangkauannya tidak akan jauh dengan tempat tinggal Kedua Kakak tercinta.
Setelah aku jabarkan diatas step by step serta pihak-pihak yang kami pilih, berikutnya aku akan jabarkan tips n trik hal yang walau sepele tapi bermanfaat banget bagi para pasangan "newly weds"  yang mau mencari hunian rumah pertama kalinya.

Ulasan tersebut akan aku tulis dan bahas lengkap di Postingan selanjutnya ya!.

CHECK LIST RUMAH IMPIAN

Tuesday, 26 May 2020

Bismillahirahmanirahim.

#Barakallah fiikum.
Ternyata impian masa kecil yang diputar-putar ulang, bisa terwujud di masa depan #thoughtsbecomereality .

#flashback

Dari SMP, selalu suka sama rumah-rumah yang ada di video clip musik luar negeri. Dan Video Clip konsep rumah pertama yang bikin terpatri di otak adalah VC lagu Mandy Moore yang judulnya 'Candy' 🍬.
Di VC tsb, dia keluar dari rumah yang ternyata konsepnya 'Townhouse'.

Masya Allah.
Dan ternyata 21 tahun berlalu, apa yang aku angan2-kan & tersimpan di otak, menjadi kenyataan.

Alhamdulillah-nya check list (daftar) impian-impian tersebut mulai terwujud, diantaranya :

  1. Ingin punya hunian yang konsepnya kayak di Amerika (di video-video clip angkatan backstreet boys) hihi.... Check, ternyata rumah masa depan kami nanti (yang dibeliin suami) nanti konsepnya adalah 'Townhouse' dimana tidak ada pagar pembatas, tidak ada pagar rumah, desainnya sama semua.
  2. Ingin tinggal di rumah yang luasnya tidak terlalu besar seperti rumah orangtua (karena bosen + cape nyapu n ngepel seantero rumah ). Check, ternyata Luas tanah rumah yang dibeli suami subhanallah 1/2-nya saja Luas rumah orang tua. Alhamdulillah sesuai keinginan.
  3. Ingin punya hunian yang tidak kerepotan harus kunci pagar tiap malam. Check, ntar rumahnya nggak ada pagarnya.
  4. Ingin punya hunian dengan Bangunan yang baru, nggak mau yang second (*parno soalnya sama hantu rumah-rumah lama, karakter penghuni sebelumnya, dll).hahaha.... Check, alhamdulillah Allah kasih jalan jodohnya, aku bener-bener dikasih hunian baru ; gres ; bahkan dapat NEW cluster yang bakalan fresh from the oven baru dibikin sama developer. Sama sekali semua materialnya nanti baru & huniannya belum ditempati siapapun, bener-bener baru dibentuk dari Nol.
  5. Ingin punya hunian yang nggak repot ngurusin struk bayar-bayar rekening. Check, nanti bayar tagihan listrik + air langsung sistem transfer bayar IPL ke Developer.
  6. Ingin tinggal di kawasan yang individual alias nggak ribet sama urusan tetangga kayak arisan / basa-basi tetangga... soalnya cape dari kecil sampe gede (bertahun-tahun) selalu datang arisan wakilin Nama almarhumah Mama. Check, Alhamdulillah, konsep kawasan huniannya nanti jumlah tetangga-nya sedikit.hehe....

Thoughts become thing!
Thoughts become reality!

Dan ternyata angan-angan ; impian masa remaja yang selalu disimpan dalam otak & doa hingga dewasa, kini Allah ijabah satu-persatu setelah menikah πŸ™‚.

CARA RUQYAH SYAR'I MANDIRI

Tuesday, 12 May 2020


Beberapa minggu lalu saya dibikin nangis sesengrukan di suatu malam, di kala ada seseorang yang mengatakan bahwa saya tidak kunjung hamil karena (bisa jadi) saya bannyak dosa-lah, diguna-guna lah, dan sebagainya. Bagi saya dan kebanyakan wanita umumnya yang masih menanti buah hati, perkataan itu amat sangat menyakitkan hati. Apalagi yang bicara seperti itu adalah orang terdekatnya suami.
Berasa seperti ditusuk dari belakang, sakitnya tidak terlihat, tapi perihnya amat terasa.

Belum lagi karena maraknya 'acara dukun abal-abal' di televisi seperti contohnya salah seorang wanita di Jawa timur yang bisa menyembuhkan segala penyakit dan gangguan jin (saya tidak akan menyebutkan namanya, tetapi ia dibuatkan acara oleh sebuah stasiun TV swasta nasional). 
Dan yang bikin saya terheran-heran, orang terdekat suami sampai menyarankan saya mendatangi hal-hal seperti itu (orang-orang yang berkedok ustadz/ pun lainnya dan pandai meruqyah).

Jujur, terus terang bagi saya, acara-acara, orang-orang seperti itu bagi saya, walaupun beragama muslim pun, bagi saya mereka sudah murtad. Mengimani hal lain selain Allah SWT.
Amat sangat disesalkannya lagi, orang terdekatnnya suami tersebut yang jelas-jelas sudah ber-Haji berkali-kali, umroh berkali-kali, tapi ternyata Akidah-nya digadaikan dengan menggemari (nge-fans) dengan mereka-mereka yang mempercayai hal klenik. innalilahi wa'inalilahi rajiun.

Bagi saya pribadi, kalaupun memang belum kunjung hamil, pembersihan diri dan batiniah terbaik adalah membacakan ayat-ayat suci Al-Quran bagi diri sendiri. Bukannya malah membuka dialog menyesatkan dan makhluk Jin. Dan seiring dari apa yang saya pelajari, referensi yang saya dapat dari hadir di Kajian-kajian dengan ustadz pembicara yang memegang teguh ajaran Ahlul sunah wa'jamah (ajaran Rasulullah SAW), maka sebaik-baiknya Ruqyah adalah bacaan isi Al-Quran.




Dari ilmu yang saya dapatkan tersebut, bagi saya, mendoakan diri sendiri dengan doa-doa dalam Al-Quran jauh lebih baik dalam menjaga Akidah diri sendiri, daripada datang ke orang-orang yang mengaku bisa meruqyah / pun punya keahlian kebatinan yang keimanannya bisa jadi harus dipertanyakan karena telah menyekutukan Allah.

Berikut saya bagikan cara dan bacaan Ruqyah mandiri yang mayoritas diajarkan oleh Para Ustadz yang tidak melenceng ajaran dan akidahnya. Semoga berkenan dan bermanfaat.

Langkah Ruqyah mandiri :

  • - Sering-seringlah ber-dzikir Istigfar
  • - Ruqyah mandiri dilakukan dengan berdoa ulang sebanyak 3x.
  • - Diawali dengan (setiap 1 siklus) berdoa :

  • (1). Al-Fatihah 1x    : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (2). Ayat Kursi 1x    : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (3). Qulhu 1x            : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (3). Al-Falaq 1x        : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (4). An-Nas 1x          : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa.

  • - Setiap 1 siklus berdoa (dan ditiupkan ke telapak tangan), lalu usapkan ke : wajah, kedua telinga, tangan kanan-tangan kiri, dada, perut, bagian bawah perut, lanjut hingga ke kaki kanan dan kaki kiri.
  • - Diulang kembali hingga 3x.
  • - Setiap kali 1 siklus berdoa & diusapkan ke seluruh badan, jangan lupa diiringi dalam hati untuk berdoa : 
  • "memohon pada Allah SWT agar kita dijauhkan dari bala, fitnah dunia, godaan syaitan, jin,  dan hal-hal yang tidak baik lainnya. Terutama kita memohon untuk selalu dalam lindungan Allah SWT setiap saat, dimanapun, kapanpun. Insya Allah, amin".



TIPS MEMBELI RUMAH PERTAMA UNTUK DIHUNI

Monday, 30 March 2020

Alhamdulillah, akhirnya setelah 3,5 bulan keliling keluar-masuk komplek untuk pencarian rumah masa depan, finally alhamdulillah ketemu juga rumah yang sesuai kriteria masa depan. Cerita perjalanan bisa dapat rumah masa depan ini di dapat dengan perjuangan. Di mulai dari awal November 2019 & berujung di Januari 2020. 

November 2019 : Usai beres urusan tahlilan, aku bersama suami hampir tiap weekend agendanya muterin Bintaro dengan bekal boncengan motor keluar masuk cluster lama maupun baru. 
Keluar-masuk komplek. Sampe hobinya ngumpulin brosur perumahan beserta gambar denah & price list. Dari yang mulai kepanasan-kehujanan-keringetan-pantat tepos-sampe ketawa-ketawa.

12 Januari 2020 : Belum pada mandi hehe…. Minggu pagi kami iseng main ke Marketing Gallery Bintaro Jaya. Setelah ngobrol A-Z tentang rumah yang available, masih aja belum nemu yang sreg. 
Eh cuman selang 5 hari berikutnya, tiba-tiba diinfoin oleh marketingnya Jaya Property, bahwa mereka akan membangun Cluster baru + harganya sesuai budget kami. 
Auto langsung grecep beli 1 unit rumah dengan harga masih Pre-sale!. 

So, dari pengalaman singkat tapi berkesan itu...kali ini saya akan menguraikan beberapa Tips dalam membeli rumah pertama yang bisa jadi panduan kita terutama bagi yang baru saja menikah 1-3 tahun terakhir ini dan berencana membeli sebuah rumah pertama.

TIPS MEMBELI RUMAH PERTAMA :

  1. Belilah rumah pertama-mu bersama pasangan melalui Developer terpercaya & sudah kompeten dalam bidangnya. Kenapa? karena Developer yang sudah terpercaya dan reputasinya baik, selain mereka menjamin lahannya sudah ter-tata dengan baik, pembangunan jaringan listrik juga sudah dijamin disediakan dengan baik, terutama kamu tidak akan kena tipu dengan pengembang abal-abal (toh karena mereka menjaga nama baik perusahaan mereka, jadi akan membangun sebuah kawasan hunian tidak main-main). Banyak kan tuh sekarang pengembang yang membawa uang calon buyer dan tidak dibangun-bangun lahannya. Adapula pengembang kecil yang memang pasti membangun cluster-nya, hanya saja sistim pembayarannya tidak bisa KPR, melainkan cash keras dengan sistem bayar 2 atau 3x. Kebayang kan hanya dalam 6 bulan kita harus menyediakan uang cash ratusan juta sendiri tanpa sistim KPR. Pengembang seperti ini bisa dibilang belum kuat dalam hal keuangannya, sehingga mereka belum berani mengambil resiko besar bertransaksi dengan Bank perihal KPR.
  2. Pastikan pihak Developer sudah menjalin kerjasama dengan pihak Bank terpercaya dan menyediakan fasilitas KPR dalam proses pembayarannya. Karena dengan kerjasama dengan Bank, legalitas mereka dalam membangun sebuah hunian juga bisa kita percaya. 
  3. Amat sangat penting faktor Legalitas dan Sertifikat Tanah yang diterbitkan BPN atas lahan yang dijual oleh Developer sudah selesai (Sertifikat sudah dipecah) jadi kita pemilik resmi hunian yang akan kita beli (Dalam bentuk : SHM ; Sertifikat Hak Milik, IMB dan lingkungan). Bukan HGB (Hak Guna Bangun). 
  4. Developer yang sudah punya nama dan terpercaya, mereka akan memakai material-material yang bagus dan kuat untuk digunakan untuk membangun. Tidak asal-asalan membangun yang penting laku terjual. Yang pada akhirnya 3-5-10 tahun ke depan, kita akan justru memngeluarkan banyak biaya untuk memperbaiki pondasi rumah, banyak keretakan bangunan, dan sebagainya. 
  5. Dengan membeli rumah dari pihak Developer yang terjamin, maka kita akan memiliki kawasan yang tertata apik dengan landscape and fasilitas pendukung yang memadai. 
  6. Dengan pembelian rumah pertama yang dipastikan kita akan menghuninya. Sehingga developer yang baik dan sudah terpercaya, mereka juga akan memastikan kondisi air tanah maupun instalasi PDAM terbangun dengan baik. 
  7. Keamanan lingkungan meliputi security dan keamanan sekeliling komplek/ cluster yang kita huni terjamin. 
  8. Dan terakhir, dengan kita memastikan membeli rumah pertama dari tangan Developer terpercaya, maka terjamin pula legalitas rumah bila ke depannya kelak rumah tersebut akan kita jual. Calon pembeli baru sudah akan tenang untuk membeli rumah kita karena surat-surat dokumen Legal rumah lengkap. 
Kriteria diatas tersebut bisa menjadi point-point penting kita dalam membeli rumah pertama yang dipastikan akan di huni. 



Dan di bawah ini akan saya jabarkan lebih lanjut, alasan-alasan detail mengapa kita harus membeli rumah dari Developer yang sudah memiliki nama yang baik di kalangan masyarakat. Diantaranya : 
  • Membeli rumah melalui Developer memudahkan dan menghemat waktu serta energi. Kamu tidak perlu repot mencari tanah, dan tidak harus membangun dari nol. Rumah sudah jamin dibangun oleh developer.
  • Developer yang baik, ia tidak hanya membangun dan menjual hunian, tetapi mereka juga akan menata desain Fasad rumah agar indah dilihat, mentata konsep perumahan yang baik seperti lingkungan, saluran pembuangan air dan jalur listrik. 
  • Sebuah Developer yang sudah di dukung dengan pihak Bank, maka dapat di kategorikan berstatus perusahaan pengembang yang baik reputasinya & menjamin kepastian bahwa rumah akan terbangun semua. 
  • Legalitas seperti SHM dan IMB adalah hal yang paling krusial. Pastikan kita akan mendapatkan kedua dokumen tersebut sebelum transaksi. Banyak kita bisa jumpai diluaran sana sudah tinggal di rumah tersebut bertahun-tahun (bahkan 10 tahun lamanya) tetapi Sertifikat tanah belum di dapatkan warga. 
  • Rumah akan berdiri dalam waktu 10 s/d 20 tahun ke depan. Maka pemilihan Material yang digunakan untuk membangun hunian adalah hal amat penting,. Material baik maka akan bertahan lebih lama dan sedikit kerusakan, artinya biaya akan lebih sedikit untuk perawatan. Tidak hanya harga tanah namun harga material setiap tahun juga akan naik⁣. 
  • Pekerjaan rumah pun juga harus baik, mulai dari struktur sampai finishing dengan kesesuaian keteknikan, berdampak besar apabila dalam pembangunan ada salah perhitungan, dari amblas nya fondasi sampai retak mayor⁣. 
  • Air adalah sumber kehidupan, dan akan selalu di gunakan. Berpikirlah matang matang untuk hal ini, filter system cukup mahal dan ada kalanya rusak⁣. 
  • Pastikan developer anda memiliki hubungan yang baik dengan warga sekitarnya dan keamanan dapat terwujud. 
Hal-hal diatas harus kita pastikan dilakukan dan dikerjakan oleh pihak Developer agar ke depannya kita memiliki hunian yang baik, kokoh, aman dan terjaga lingkungannya.

PERSIAPAN SURVIVAL KIT

Friday, 27 March 2020

How to prepare Corona Virus quarantine ? 

How to prepare Survival Kit ?

Pertanyaan yang selalu ada dibenak saya dan suami jauh sebelum kami menikah.

Mungkin karena efek bahwa kami berdua adalah pasangan pecinta film vampires, jadi sudah dari lama kami sudah merencanakan persiapan apa saja yang harus disiapkan bila kelak terjadi wabah atau keadaan genting yang memaksa kita untuk "survive".

Ditambah pula, sejak kami berdua menikah, makin menjadi perencanaan untuk menjadi seorang survivor. Walau pada awalnya, beberapa teman yang mendengar persiapan kami justru malah mentertawakan. 

But, see..... Ternyata prediksi kami tidak salah. Di kala saat itu rata-rata ide kami ditertawakan, tapi kini terjadi juga bahwa di dunia saat ini sedang masuk wabah pandemi bernama corona yang sudah cukup mengerikan dan merusak Tatanan politik & ekonomi dunia.

Hingga tidak mungkin, bila memang terjadi resiko yang buruk di negara kita ini, setidaknya saya & suami sudah bersiap lebih dulu dibanding lainnya.

So, kali ini saya akan membagikan apa-apa saja persiapan Serta barang yang harus disiapkan di kala situasi genting seperti ini.
Let's check this out.


Emergency To Do List :
  1. Bagi yang punya Dollar, simpan sebagian, sebagian tukarkan.
  2. Bagi yang punya Logam Mulia, simpan.
  3. Bagi yang punya perhiasan emas, jual & segerakan membeli Logam mulia, mata uang dinar maupun dirham.
  4. Rapihkan & kumpulkan semua dokumen penting kamu dan keluarga di 1 wadah berkas (akta kelahiran, Kartu keluarga, ijazah, sertifikat rumah, dll).
  5. Bagi yang ada dana tabungan dengan jumlah lebih dan sedang tidak akan dipergunakan dalam waktu dekat ini, segera pindahkan ke dalam 'DEPOSITO'. Jaman sekarang membuka deposito sudah mudah, tinggal membuka melalui m-Banking bank manapun yang kamu miliki tanpa harus mengantri.
  6. Siapkan dana Cash di rumah (simpan di tempat aman dan mudah diambil).
  7. Pastikan kamu sebar beberapa dana di dompet virtual-mu untuk keperluan transportasi mencakup apapun.
  8. Jadikan rumahmu sebagai markas terakhirmu bersama keluarga bila keadaan negara chaos.
Dan bagi saya serta suami, kami pun menyiapkan 'Survival Kit' andai kata kami sudah berada di lingkungan tidak aman dan mengharuskan kami berpindah tempat.
Barang-barang apa saja yang dibutuhkan? 
Saya akan perinci satu-per satu dibawah ini.

30 items Survival Kit :
  1. Tumbler / botol air minum (berkali-kali pakai) dan food grade seperti merk Lock and Lock.
  2. Lighters, lilin & korek api (pemantik api dan korek api).
  3. Jas hujan.
  4. Tissue basah & tissue kering.
  5. Alat makan darurat (Tupperware lipat, sendok & garpu stainless).
  6. Pisau lipat.
  7. Plastik zip lock.
  8. Senter 
  9. Baterai
  10. Sikat gigi traveling
  11. Sabun & shampo cair kemasan travelling.
  12. Makanan kaleng siap makan.
  13. Kabel ikat elastics (yang biasa untuk pengikat helm motor).
  14. P3K : betadine, kapas, perban, alkohol, plester perban, plester luka (hansaplast), paracetamol, obat maag, obat diare, antibiotics.
  15. Permen.
  16. Permainan kartu.
  17. Tas ransel.
  18. Handuk kecil traveling.
  19. Kaos & celana luar ; mudah cuci-kering-pakai (sepasang 1 set minimal).
  20. Kaos kaki.
  21. Sewing kit (mini perlengkapan jahit standar ; gunting mini, jarum, peniti & benang).
  22. Topi.
  23. Super glue.
  24. Alat tulis & kertas notes.
  25. Aluminium foil (kertas almunium).
  26. Gula kemasan kertas sekali habis (merk gulaku memproduksi gula kemasan kertas).
  27. Masker wajah & plastik sarung tangan.
  28. Pembalut wanita.
  29. Gadget (seperti walkie-talkie) / tetap bawa HP dengan sedia powerbank serta kabel charge-nya.
  30. Minimal 1 lembar foto keluarga beserta nama lengkapnya masing-masing ditulis di belakang foto & nomer telepon anggota keluarga tsb.

SEKOLAHKAN ANAK DI SEKOLAH NEGERI Vs. SEKOLAH SWASTA

Thursday, 5 March 2020


Assalamualaikum wr.wb.

Pilih-pilih sekolah bagi ibu-ibu dengan rumah tangga menengah memang lumayan bikin pending kepala.
Kenapa nggak? Karena memilih sekolahan buat anak-anak bukan hal sepele, harus dipikir dengan baik-baik dan matang penuh analisa.

Nah berikut saya akan mengulas tentang dampak pemilihan sekolah Negeri VS. sekolah Swasta (menurut kacamata pribadi ya).

Anak lebih baik di sekolahin di Sekolah SWASTA ATAU Sekolah NEGERI ?

Kalau bagi saya mau sekolah negeri, sekolah swasta sama aja (untuk jangka pendek). Yang bedain cuman jam sekolah nya sama ekskulnya.

Kalau di negeri jam sekolahnya seimbang, anak masih punya waktu bermain pas weekend, karena nggak masuk sekolah, kita nggak merenggut hari mainnya bersosialisasi tanpa harus ia lelah mental belajar terus. Emang sarananya gitu-gitu aja, tp justru yang diperlukan anak ya seimbang antara belajar dan bermain fisik.


Kalau di swasta udah mah mahal, emang itu harga mahal sebanding sama sarana prasarana lebih keren, lebih wah lah, prestisius jg sbg suatu kebanggaan keluarga khususnya orangtuanya yang sanggup nyekolahin anaknya ke swasta yang bergengsi.
Eksul anak banyak variasi, cuman yaa itu weekend mereka akan masih disibukan dengan masuk sekolah setengah hari / pun nga masuk tapi eksul.

Belum lagi  sekolah senin-jumatnya bisa pulang sore karena siangnya masih ada kelas. Entahlah kelas tambahan/ ada jam tidur siangnya. Kasian anak diperas otak dari jam 7 pagi sampe jam 2 siang dengan kurikulum standard sekolah bule.

Paling keren yaa si anak bahasa inggrisnya markotop lah, tapi kasian...nya. tanya deh pas si anak udah SMA, tanya masa kecilnya pas SD menyenangkan ga, rata-rata mereka malah ngeluh sabtu masih masuk sekolah Karena eksul/ kelas tambahan, moment main galah asin, ucing kup. Bahkan main bola dari sabtu pagi di lapangan komplek sama temen-temen sebayanya nggak pernah dia alami gara-gara sekolah swasta.

So, bagi saya.....mau itu ntar mampu kek/ nga, saya pribadi sih bakalan tetep masukin anak ke SD SMP negeri. Jangan kita jadi orgtua yang merenggut keceriaan masa kecilnya, kelincahan mereka bermain sepulang sekolah (bukan sepulang sekolah malah kecapean fisik iya, ngepul otak berasap juga). #miris .

Urusan ntar anaknya prestasinya malah kurang dibanding swasta, biarin.
Dunia mereka kelak saat kuliah akan berkembang.
Jongkrokin aja ntar pas SMP-SMA Les bahasa inggris, bahasa itali kek. Jangan Kita jadi tipikal orang tua yang merenggut usia mereka dan tumbuh kembang dengan belajar terus.

Iya Pinter dapat, tapi pemalu/ minus sosialisasi/ berkacamata karena main gadget/ depan komputer mulu padahal masih kelas 5 SD. Kita orangtuanya yang dosa!

Urusan anak ntar Pinter, tiap anak punya kelebihan masing-masing.
PR Kita sebagai garis terdepan anak, yang harus tau minat anak.
Ntar pas di dunia kerja nggak akan tuh ditanya SD-nya dimana, SMP-nya swasta dimana, kagakkkkk buibu.
Pas kerja nanti, yang ditanya sama HRD rata-rata skill bahasa mereka, cara mereka MANDIRI, bisa beradaptasi & bersosialisasi (nah itu dari kecil Kita beri HAK mereka untuk bermain, bersosialisasi dengan teman2 sebayanya) ; bukan malah kita kungkung di sekolahan mulu.
Lama-lama jangan salahin sang anak IQ emang bagus, tapi EQ atau minimal Adab santunnya kelak di masa depannya minus karena ada hal masa kecilnya yang kurang.

Maaf kepanjangan 😊
Kesel aja sama buibu di perkotaan yang sok pamer anaknya sekolah swasta yg sebulan SPPnya 12 juta, daftar masuk sumbangan 48 juta, tapi giliran pas ada acara warga, arisan kek, kerja bakti kek, panitia agustusan kek, panitia anak muda ngurusin qurban idul adha RW kek, yakin sang anak tersebut bakalan nggak mau ikutan dengan keinginan-kesadaran diri sendiri (nggak disuruh/ diperintah), yang ada bakalan ada sederet alasan dari otak mereka untuk nggak ikut kegiatan lingkungan.
Jenis anak seperti itu bisa disebut minus Adab, nggak mau bersosialisasi dengan tetangga, apalagi tata krama nyapa tetangga, yang ada mereka pendiam, introvert, yang ujung-ujungnya kayak punya tetangga yang nggak mau bertetangga.

Rata-rata Pula, anak yang kayak gitu, terkadang nggak jauh-jauh beda sama tipikal kedua orang tua/juga salah satu orangtuanya yang dominan yang dimana orangnya kaku, tertutup.
Yahh kalaupun orangtuanya ramah, tapi sombong, suka ngomong tinggi, nggak pernah mau ngadain arisan di rumahnya, sosialisasi sama tetangga seperlunya doang, sisanya ngerem kayak di kerangkeng di rumahnya sendiri (cuman kerja-pulang-buka pintu-tutup pintu).m
Beuhhh males punya tipikal tetangga kayak gini.

Padahal di dalam ajaran agama islam, saudara terdekatmu adalah tetanggamu.

Kebayang... ntar meninggal, males buat ngelayat tipe keluarga, orgtua, anak yang pasif kayak gini. Walau Kaya, walau anaknya pinter kek, cerdas kek, juara dimana-mane, tetep BERTETANGGA itu yang dilihat, dipandang adalah Adab-nya, santunnya, luwesnya bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Bukan jejeran piala dan nilai 100 di selembar raport!.
Asli rapot dan piala nggak akan dibawa mati.
Paling cuman dikenang pas diomongin prestasinya semasa hidup.
Tapi tetangga akan lebih mengenang kebaikan kita bertetangga. Itupun kalo tetangga ngeh prestasi dan piala apa aja.


Tapi tetangga akan lebih mengenang kebaikan Kita bertetangga semasa hidupnya.

P.s. :
Belum lagi yang namanya pasangan nggak mau kalo cuman punya anak 1 orang, minimal 2 anak.
Siap-kah dengan biaya sekolahan untuk adik-adiknya kelak?
Nggak jauh beda, rata-rata kalau kakaknya di swasta, yaa adiknya di swasta.

Yaa maka jangan kaget, bakalan ada pengeluaran yang kaget juga double, atau triple.
Belum lagi embel-embel sumbangan sekolah, eksul, study tour, naiknya biaya sekolah, dll, dsb.

Kalau nggak ada masalah biaya, sanggup bayarnya yaa silahkan, lanjutkan sekolahkan anak ke swasta dengan segala efek kelelahannya & kelak mereka di masa tumbuh-kembang dan berdampak saat dia berperilaku di lingkaran sosial.

Uang memang bukan segalanya.
Tapi jaman sekarang, segalanya butuh uang.
Maka pintar-pintarlah & bijaklah terutama dalam mengeluarkan uang, khususnya bagi tumbuh-kembang anak dari ia kecil, untuk mempersiapkan masa depan mereka, bukan hanya pendidikan tapi juga nilai Adab dan Tata krama yang terpenting.

Bagi umat Islam, DAHULUKAN ADAB BARU ILMU.
Bukan ilmu dulu baru Adab. Bila iya, siap-siap kelak engkau menguburkan dirimu sendiri.

JALAN JAJAN DI YOGYAKARTA

Friday, 21 February 2020

Akhirnya setelah cukup lama vakum nggak nulis, barusan usai shalat maghrib tiba-tiba kangen lagi nulis di blog kesayangan.
Walau ini tergolong cerita liburan beberapa waktu lalu, tapi setiap mengingatnya, cukup bikin saya kangen ini kembali lagi kesana.

Ya. Akhir tahun lalu (Desember 2019) dengan rencana cukup matang, usai urusan tahlilan setahunnya Papa dilaksanakan, saya dan suami akhirnya sepakat menghilangkan penat, lelah dan kurang piknik ini dengan trip sederhana murah-meriah ke Yogyakarta! yeayyy.

Tanpa pikir panjang, saya meng-iya-kan ajakan suami untuk liburan ke Yogya dalam rangka akhir tahun 2019. Ceritanya sih karena sudah 2 tahun kami nggak kemana-mana selain hanya di Bintaro dan paling-paling sesekali rutin pulang ke Bandung menjenguk orangtua. Selebihnya ya hidup sederhana di Bintaro sembari menabung demi bisa (cicil rumah) niatnya sih.hehe.... 

Dan kali ini ini saya akan membagikan keseruan kami liburan di Yogyakarta selama 4 hari 3 malam.


Sudah dari seminggu sebelum keberangkatan, saya sudah mulai cicil packing-packing baju kami berdua (maklum) nyuci-nyetrika sendiri.hihi..

Dan saat malam keberangkatan, kami naik dahulu KRL ke stasiun Gambir. Kebetulan kami dapat tiket kereta yang malam, niatnya sih agar bisa istirahat tidur malam di kereta (perjalanan sekitar 10 jam ya Jakarta-Yogya), sehingga tiba di stasiun Tugu Yogya sekitar 04.30 shubuh. 

Perjalanan kami alhamdulillah lancar, dan sesampainya di stasiun Tugu masih tanpak lenggang suasananya. Setelah pukul 06.00 pagi dan sudah cukup terang, kami titip dahulu koper besar kami ke penitipan di stasiun, dan kami sengaja mencari sarapan pagi disekitaran luar area stasiun. Pagi itu suami menemukan soto yang tidak jauh letaknya dari seberang Malioboro.

Sempat pula kami berjalan pagi di Malioboro dan merasakan pagi disana. Dengan badan sudah cukup lengket keringetan, bertemulah kami dengan kedai es krim dan mencoba beristirahat sejenak. Tak lama kami melanjutkan jalan kaki kami menelusuri pinggiran Malioboro yang dimana para pedagang masih banyak yang belum berjualan, dan ada pula yang masih membuka terpal jualan.

Mungkin karena kelelahan dan pegalnya kaki, akhirnya tidak terlalu jauh menjajaki Malioboro, kami putuskan untuk kembali ke stasiun pukul 10.00 pagi, mengambil motor dan check in hotel, dan ki ini kami booking penginapan di Viure Guest House, via aplikasi traveloka. Yaa setidaknya kalaupun belum bisa check in, niatnya saya akan menunggu di lobby penginapan, sedangkan suami mengambil motor di tempat sewa motor.


Hari pertama kami berlibur di Yogya hanya kami habiskan dengan kuliner. Setelah siang check in, mandi dan beristirahat sejenak, sorenya kami jalan-jalan sore menjelang malam ke daerah Malioboro kembali untuk mencicipi wisata kuliner nasi angkringan.


Wahh....jangan ditanya, walau kami lokal, tapi porsi internasional xixixi... alias malam itu kami pesan makanan porsi setengah gunung, saking lapernya. Walau pesan nasi kucing dan segala macam varian per-sate-an, habis Rp.100.000 lebih hahaha... Kebayang nggak sebanyak apa kami mengambil porsi nasi kucing dan teman-temannya.
Lanjut malam makin gelap, tapi Yogyakarta Makin membuat kami senang menjelajahi Kota yogya. Yah hitung-hitung honeymoon sambil refreshing sederhana.

Saya dan suami sengaja bermotor malam ria menikmati langit yogya yang sedang cerah, tidak hujan, anginnya hangat. Sampai akhirnya karena tidak ada rencana, kami belok ke arah Alun-alun Yogya.

Wihiiii.... Seru, meriah. Banyak warna-warni Kendaraan unik di Alun-alun. Awalnya sih ragu, tapi karena penasaran dan senengnya ngeliat kerlap-kerlip Kendaraan unik yang digoseh kayak sepeda tapi gemerlap lampu dan musik, akhirnya saya tertarik menaiki ini. Dan Karena lagi musim liburan, harga sewanya Rp.100.000,- . Walau lumayan mahal, tapi kapan lagi kan saya dan suami cekakak-cekikik ketawa seru nge-goseh sambil ditemani lagu Tulus dan kerlap-kerlip lampu hias kendaraan.


Alhamdulillah... Hari pertama kami kuliner malam angkringan, menikmati keramahan Alun-alun sambil menaiki mobil hias, dan di tutup dengan makan angkringan lagi dengan menu jagung bakar dan roti bakar.

Postingan selanjutnya saya akan ceritakan pengalaman liburan hari kedua di Yogya yang tak kalah serunya.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature