Featured Posts Slider

My 4th journey : Wedding ring

Tuesday, 14 April 2015
Postingan sebelumnya : My 3rd Journey




Ceritanya di bulan Maret sambil nungguin dummy mummy undangan yang masih dalam proses revisi, jadinya saya n my future husband ber-schedule ria untuk survey cincin.


Nah sempet jalan-jalan ke pameran wedding di Trans Mall, dapetlah toko Emas Celine jewelry yang berkantor di BIP mall.
Saya dan my future husband sempat kesana 2x di weekend minggu berbeda. Tapi selain harganya alamak di ping-pong marketing-nya. (padahal sebelumnya kami sudah ke Laris Jewelry-Sarijadi), dimana untuk ukuran jari mungil 2 ruas saya hanya membutuhkan 4 gram. Dan jari gagah-nya Mas membutuhkan 6 gram-an.

Ehhh di Celine jewelry.. Minggu pertama udah oke 4 & 6 gram. Minggu depannya kami kesana lagi sambil bawa desain cincin yang dipengen malah dibilang Mbak Marketing-nya berubah butuh 6 gram untuk saya & 7-9 gram buat my future husband. Rada keki-lah saya nggak fix banget ya. Apalagi malah digiring untuk dan di suggest pilihan cincin yang materialnya dari luar negeri dengan 1 cincin seharga 12 jutaan sekian. Yasalam yasudah... sekian dan terimakasih deh. Dan kami pada akhirnya pulang dan berencana kembali lagi untuk survey ke Laris jewelry untuk yang ketiga kalinya.

Alhamdulillah. Di kunjungan sore hujan romantis dengan sang motor ganteng my future husband, kami berdua berkunjung lagi ke Laris untuk make sure desain, pilihan, dengan rumus jitu penilaian ala kami:


3. Oke. Artinya biasa aja tapi oke-lah.

2. Lumayan. Berarti nilai medium.

1. Suka dan ditambah bahasa dari saya 'ihh lucuu Mas". Yang artinya Sang calon pengantin wanita suka dari hati.

Dari rujukan ketiga kategori nilai diatas, ditambah dengan nilai "sumringah" wajah saya. Alhamdulillah, sore itu juga, akhirnya kami (khususnya saya) memdapat pilihan yang cantik dengan wajah sumringah saya saat ditanya, :

Mas: "menurutku bagus ini sayang. Walau aku ada pilihan lain, tapi memang kurang pas kalo di-per-untuk-an cincin pernikahan. Desain yang ini bagus dan cantik di jari kamu, sayang" ujarnya.

Me: kalo aku...sukaaa sayang. Lucu, simple, di jari aku warna apapun cantik, kan soalnya kulit aku kuning langsat, Mas". Jawabanku dengan senyum sumringah.

Dari kode wajahku itulah, sang my future husband akhirnya ACC dengan cincin tersebut. Alhamdulillah... Horeeee I'm happy, happy.

Nah, untuk bahan cincinnya insya Allah saya dari bahan emas putih bermata swarovski, bikin makin cantik cincinnya deh (makasih sayang, makasih sayangku)

Dan untuk my future husband, karena katanya di hukum Islam, pria tidak boleh memakai emas, maka dipilihlah Palladium dengan hiasan batu swarovski pula (desainnya sama).

Nah...begini sodara-sodara... Kenapa para pria menurut agama Islam, tidak boleh memakai perhiasan emas?? Inilah jawaban ilmiahnya dan ternyata agama Islam sudah mengajarkan sejak zaman Rasulullah SAW. Subhanallah :)


--------------------------------- info ---------------------------------

Diriwayatkan dari Ali radiallahuanhu, bahwa Rasulullah shallallahu alayhi wasalm pernah bersabda, “Diharamkan memakai sutra dan emas bagi kalangan laki-laki umatku dan dibolehkan bagi kalangan wanitanya “. (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’I dan Ibnu Majah)

Selain itu, dalam Al Muntaqa Syarh Muwatha’ (2: 90), disebutkan bahwa perak bagi pria dibolehkan dalam tiga penggunaan, yaitu pedang, cincin dan mushaf. Sedangkan untuk logam lainnya, tidaklah masalah bagi pria.

Nah, kalau emas putih gimana?

Emas putih adalah emas kuning (Aurum) yang dicampur dengan unsur-unsur logam putih, seperti nikel, palladium sehingga merubah warna aslinya dari kuning menjadi putih maka hukum mengenakan ‘emas putih’ ini bagi seorang laki-laki adalah haram dikarenakan penyepuhan tersebut tidaklah menghilangkan zat aslinya yaitu emas kuning (Aurum), sebagaimana hadits Rasulullah,

”Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga. Dan barangsiapa dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)


Jadi emas warna apa pun, baik putih, merah atau yang lainnya selama hanyalah sepuhan yang dilakukan pada emas kuning maka hukumnya haram bagi laki-laki untuk dikenakan.

Apabila emas putih yang dimaksudkan adalah platina maka tidaklah termasuk dalam golongan emas (Aurum). Ia memang termasuk kategori logam yang mahal bahkan ada yang mengatakan bahwa harganya 4 – 5 kali lebih mahal daripada emas. Dengan demikian diperbolehkan bagi kaum pria untuk mengenakannya dikarenakan tidak ada dalil-dalil syariat yang menunjukkan pengharamannya terhadap laki-laki.

Saya sih percaya apa yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah SWT itu pasti ada penjelasan ilmiahnya.

1400 tahun yang lalu, setiap kali perintah Allah SWT turun melalui Rasulnya, para sahabat tak pernah bertanya dan langsung melakukannya ketika itu juga. Hampir jarang ada penjelasan ilmiah. Dan biasanya kemudian, pada beberapa ratus tahun lagi tersingkap kebenaran misteri dalam berbagai perintah Rasul itu. Begitu pula dengan larangan laki-laki yang memakai perhiasan terbuat dari emas.

Secara medis, inilah fakta kenapa hal itu berlaku dalam Islam. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia. Dan jika pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas (diikenal dengan sebutan ”Migrasi Emas“).

Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.

Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas? Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi.

Sumber:

My 3rd journey: Kebaya cantik

Thursday, 2 April 2015
Postingan sebelumnya : 2nd Journey.

Ceritanya lagi seneng main instagram. (ahhh Lana always.... giliran udah nga booming malahan jadi suka) hwehehehe... 
Trus ditambah akan banyak bahan kain brokat yang dikasih sodara-sodara dan nganggur nggak tahu mau dibikin model apa.

Nah karena lagi demen main instagram, jadi keinget sama IG-nya Vera kebaya yang ada di Jakarta. Yang konon katanya harga jahit kebaya disana kalau untuk kebaya pernikahan bisa untuk dana beli 1 unit motor vespa! Dan untuk bikin kebaya untuk acara biasa aja seperti kondangan misal, harga paling awal itu kisaran (ngelus dada)..... Kisaran 7-8 juta. Amazing kan! ^_^

Tapi memang harga segitu mungkin sebanding. Selain kualitas jahitannya, nama brand kebayanya, dan banyaknya pengalaman berkecimpung di dunia jahit-menjahit, bikin harganya lebih mengarah ke penghargaan seni dalam berkarya menghasilkan sebuah kebaya yang berkualitas tinggi toh. 

Nah, kebaya diatas kepengennya jadi model kebaya mido saya kelak. Dan untuk bahannya, minggu depan ada kiriman bahan yang langsung dikirim sang Bulik tercinta dari Yogya. Horeee... Jahit lagi kebaya cantik. Dan ini masih ada bahan kebaya yang nangkring cantik di lemari. Harus berburu lagi ni modeling kebayanya (psssttt...asalkan jangan menerawang n terlalu seksi bingit).

Lanjut ke cerita kebaya, nah untuk penjahit di Bandung, saya udah punya langganan dari sejak sekitar 3 tahun lalu.
Nama penjahitnya Namanya Tante Yanti. Beliau Lokasinya ada di jalan.Kinabalu sekitaran Gunung Batu yang mau ke arah Pasteur. Saya sendiri dapat rekomendasinya dulu ceritanya dari Ibu Suri (ibunda) pacar. Dan kebetulan 2 tahun lalu jahit kebaya pas untuk acara Nikahan Mbakku, juga disana. Alhamdulillah.... Sodara-sodara bilang jahitan kebayanya bagus.

Dan kali ini PR saya adalah cari model kebaya untuk 2 acara semi formal, dan untuk acara Formalnya Alhamdulillah udah dibeliin kebayanya lebih dulu oleh Ibu Penjahit, dan nanti tinggal hitung-hitungan bayar (semoga nggak bikin shock dompet) :)

Buat readers, kalo ada yang perlu nomer contact Tante Yanti, tulis comment aja ya. Nanti aku email alamat dan nomer telepon beliau lengkapnya.

Oke, ready for my next post My 4th Journey

Custom Post Signature

Custom Post  Signature