Featured Posts Slider

My 6th journey : Warna impian

Friday, 12 June 2015
Postingan sebelumnya : My 5th Journey



Ceritanya impian terdalam masih saja terngiang-ngiang di kepala. Impian apa Lana? Apalagi kalo bukan impian tentang warna. Ya warna yang saya impi-impikan untuk nanti kelak jadi tema warna pernikahan saya nanti.

Awalnya saya ingin sekali warna kuning. Tetapi berhubung rada aneh ya kalo baju pengantin warna kuning... Jadi lebih cantik dan glamor-nya ya warna (kuning) emas.
Nah, tapi walau tema warna gold sudah di tangan, impian saya menggunakan sentuhan warna kuning matahari masih saja ada di rekaman mata. Dan karena acara lamaran kemarin tema warna kuning tidak saya dapatkan, ditambah malah tergantikan dengan warna cokelat muda (yaaa sahabatnya warna emas sih). Pada akhirnya setelah melakukan perenungan yang cukup dalam, ditambah pertimbangan ini sekali seumur hidup, saya harus bisa menggunakan warna kuning di acara apapun yang berkaitan dengan Pernikahan saya kelak. Amin.

Kemarin perkenalan keluarga nggak ada warna kuning, lamaran nggak ada sentuhan warna kuning. Jadi dipikir - pikir, satu-satunya kesempatan (the one and only), warna kuning harus saya kenakan di acara Midodareni nanti. Yap! Harus, WAJIB warna kuning.
Maka tugas nomer 1 saya setelah nanti kembali ke Bandung, adalah langsung harus beli bahan kain dan langsung jahit kebaya dengan warna KUNING!

Contohnya..... Dan iseng-iseng googling, eh nemu foto kebaya beserta modelnya yang cantik ayu ini. Nggak sengaja, tapi langsung 'click' sama sentuhan bunga kuning mataharinya. Harus warna kuning. Noted for myself. Semoga bisa kesampean. Amin yra.

Read more : My 7th Journey


Protected by Copyscape

My 5th journey : Kain Cantik untuk Calon Pengantin

Tuesday, 9 June 2015
Postingan sebelumnya : My 4th Journey


Dan sampailah saya pada pencarian yang akan menguras jiwa dan tenaga kuda saya. Siapa lagi kalau bukan mencari per-kain-an alias per-bahan-an untuk seragam keluarga-keluarga.


Jadi ceritanya di suatu hari curi cuti kantor, setelah selesai jadi Bibi di pagi hari, teleponlah saya ke seseorang yang sangat saya sayangi dan saya hormati selama ini, siapa lagi the one and only kalo bukan Mama Mita. Ya, beliau ada sahabat ter-kece-ku sudah sejak lama dan sejak saya masih ABG (anak gaul radio), tetapi memang benar sahabat sejati itu akan selalu di hati tak lekang waktu, maka dengan PeDe-nya saya teleponlah Mama untuk ngajak mendadak dangdut hunting kain ke PasBar. Alhamdulillah Mama bisa diajak jalan-jalan kece ke Pasbar. Maka setelah semua kewajiban bibi beres, naik lah saya angkot Leden tercinta menuju Cipaganti.

Sesampainya, setibanya dan sengobrolnya, kami pun berdua ke PasBar. Dan kisah peperangan pun di mulai dengan muter-muter ria di Pasbar mencari ke semua penjuru Toko kain bahan brokat. Dari mulai toko kain sederhana, toko kain lumayan mewah (dengan harga kain per meter alamak), toko kain murmer hingga toko kain India. Dan jatuhlah saya pencarian terakhir setelah 2 jam muterin Pasbar lantai Atas dan bertemu (tak sengaja) dengan Toko kain bernama "Little India". Kenapa saya terdampar disana ibu-ibu? Karena akhirnya saya menemukan corak, bahan kain yang serupa dengan bahan dan corak kain yang sudah lebih dulu dibeli oleh Ibu Suri, dan untuk membedakan antara keluarga CPW & CPP, maka saya hanya perlu merubah warna kain saja (dengan corak masih sama).

Ya, sejam lebih saya dibawah lautan gulungan kain super duper besar, ditemani Mama Mita yang juga sibuk meberi masukan, tetapi pada akhirnya semua keputusan di saya. Begini penampakan kain-kain cantik yang saya temukan dari awal padu-padan pilihan kain Ibu Suri.

Maka, setelah saya ber-eksis ria di PasBar dan berduet dengan puluhan gulungan kain, bertemulah saya dengan 3 kain kece badai yang langsung bikin insting calon pengantin seperti saya bilang "sukaaaa!!!"

Harga per meternya Rp.120.000. Tapi karena saya beri sekian banyak set beserta bagian lapisan dalamnya, dapatlah saya harga kece Rp.85.000.
Tidak ketinggalan saya beli juga 4 potong kain dengan corak berbeda (tepatnya brokat saja) untuk Ibu-ibu tetangga.

Eh tapi ternyata, setelah saya kira sudah selesai tugas mencari per-kain-an, beberapa hari lalu Papa ngasih mandat untuk menambah lagi beberapa set bahan untuk diberikan ke ibu-ibu yang lain (alamak,,,,alamat harus gerilya lagi ke pasBar) -_-

Read more : My 6th Journey

Custom Post Signature

Custom Post  Signature