Top Social

Featured Posts Slider

Visiting Red Dot Design Museum at Singapore

Wednesday, 25 May 2016

[ Tulisan pengalaman milik sendiri Bukan Content Placement ]


Liburan kali ini, saya kembali berlibur ke SIngapura dengan pria yang sama, pria yang menjadi partner travelling  saya selama ini. Tapi ada istimewanya. Liburan kali ini, status saya dan partner saya sudah berubah menjadi husband. Dipastikan.....makin seru liburan kali ini.

Gimana nggak happy coba.hehehe... Dan dengan rencana yang sudah dipersiapkan oleh suami, untuk hari ke-3 kami berada di SG, kami sempatkan untuk berkunjung ke Red Dot Design Museum. Dari kejauhan saja, bangunannya sudah cukup menyita mata, dengan warna merah cantik, dan di sekelilingnya di kelilingi pohon-pohon tinggi nan rindang. 

Red Dot Design Museum ini buka dari Senin hingga Minggu, pukul 11 pagi - 8 malam.

Ground Floor, 28 Maxwell Road, Red Dot Traffic Building. Singapore 069120.
(see map here)

Saat masuk ke dalamnya pun awal-awalnya ada toko kecil yang menjual berbagai pernak-pernak sangat berguna dan harga yang bikin terpukau. Tapi asli, desainnya sangat antik dan penggunaannya sangat-sangat bermanfaat sekali. Contohnya seperti flat shoes lama bertahun-tahun pemakaiannya), belum lagi tas backpack yang sangat tapi pembuatannya TANPA menggunakan lem (bayangkan itu sepatu bisa bertahan serbaguna dengan kantong ajaibnya yang bikin kita nggak usah kayak bule-bule yang nggak pernah kita temui dimanapun, dan masih banyak lain desain super cute yang backpacker pake tas gunung, anting-anting dengan desain super-duper cantik yang terpajang manis di toko mini tersebut.

Dengan wajah saya yang super sumringah, dan cukup lama berdiri menunduk melihat satu-persatu barang seni yang terpajang, dan suami pun akhirnya nyeletuk, "nah, kenapa aku ajak kamu kesini, soalnya aku tahu kamu suka barang-barang art and fashion (tapi art-nya nuka lukisan, tapi lebih ke product. Kayaknya cocoknya kamu kuliah ngambil jurusan deisgn product".

Hmmm...sepertinya ada benarnya, saya salah jurusan kuliah.hihihi....

Tidak jauh masih dalam toko mini Red Dot Design Museum, dengan hanya membayar tiket masuk sebesar $8 untuk umum & $4 untuk pelajar (untung banget suami masih jadi mahasiswa) dan dengan membeli cukup $8 SGD untuk 2 orang akhirnya saya dan suami masuk Museum Red Dot dan diperbolehkan untuk mem-foto-foto barang super seni sepuas-puasnya.



Di Red Dot Design Museum ini, barang-barang yang dipajang merupakan barang / benda-benda dengan desain sangat baik, dan tentu saja pemanfaatannya yang sangat berguna bagi si pemakai. Maka tidak heran, Ipod, beberapa merk HP, lampu kamar mandi yang umum kita temui, brand-brand tersebut merupakan Pemenang desain terbaik di Red Dot Awards.

















Sebenernya masih puluhan foto yang berhasil saya jepretkan di product berseni tinggi ini. Tapi sepertinya cukup segini foto yang saya upload untuk mewakili kunjungan perjalanan saya di museum ini.

Protected by Copyscape

* * *
[ Tulisan & pengalaman milik sendiri Bukan Content Placement / Sponsored Post ]

Travelling vs Liburan

Wednesday, 4 May 2016

Saya sendiri bukanlah seseorang yang doyan jalan-jalan atau istilah kerennya sih travelling. Bagi saya, terlalu sering travelling bukan hanya menyita waktu tetapi juga menghabiskan dana/ uang yang tidak sedikit. Kamu tahu kan, kebutuhan zaman sekarang tidak bisa dibeli dengan senyuman saja, tapi juga diperlukan uang. 

Memang ada saja para traveller diluaran sana yang meng-agung-kan travelling. Ada yang memang sebagian orang travelling merupakan hobi dan mereka mampu untuk berlibur (dana tercukupi, waktu yang lowong). Adapula sepengetahuan dan sepengalaman saya yang 'pernah' beberapa tahun masuk ke dalam komunitas travelling (saya melakukan beberapa pertanyaan & obrolan kecil-kecilan ala-ala Lana), dimana ada segelintir 'traveller'  yang memaksakan dirinya untuk berlibur hingga ke luar negeri dengan disertakan secuil fakta diantaranya 'membohongi diri sendiri & teman-temannya'.

Sang traveller unik tersebut berlibur hingga ke luar negeri dengan cara :

1. Entah itu atas dasar apa, mereka membeli tiket pesawat yang terhitung tidak cukup murah menggunakan 'kartu kredit' yang entah lagi, mereka sudah addicted untuk membeli tiket beberapa maskapai pesawat dan mengeyampingkan "HUTANG" kartu kredit yang sudah berderet di kartu miliknya.
Terkecuali bila ia membelinya saat promo 0 rupiah atau udah menabung dari jauh-jauh bulan, atau mendapat tiket promo murah, dsb. Saya akui, itu cukup pintar. 

2. Karena alasan gengsi atau apapun Itu, cara apapun mereka tempuh. Selain berhutang antar teman, ada juga yang hingga berhutang untuk meminjam dana ke kantornya (dengan alasan yang pastinya bukan untuk travelling loh), ada pula bahkan yang menggunakan alasan paling ajaib agar bisa travelling, yaitu dengan menjual warisan orangtuanya, barang-barang berharga keluarganya atau meminjam ke temannya tetapi tentu saja dengan alasan tujuan berbeda demi memuaskan gengsi dan liburannya ke luar negeri seperti Eropa bahkan Amerika. 

3. Lucunya, mereka terlihat tanpa beban dengan pinjaman dana yang berderet ataupun hutang yang ia lakukan sendiri. (Walau memang....Itu uang-uangnya sendiri, maupun Itu hutang-hutangnya dia sendiri).
Mirisnya di media sosial miliknya berderet foto-foto kece saat travelling, dengan tingkat hutang besar yang jumlahnya hanya dia, Tuhan dan bank yang tahu.

4. Setelah dirinya menginjakkan kaki di luar negeri, ia pun tersadar, jumlah Dollar yang dia pegang semakin hari semakin menipis, ada pula yang ikut untuk berjualan, sehari makan sepotong roti yang dibagi 3, ikut tidur di pinggir toko klontongan, dan banyak lagi yang sebenarnya masih alangkah bijaknya untuk tidak memaksakan diri sendiri dan bisa mengambil tujuan liburan di negara dia sendiri,  yang tentunya masih banyak tempat untuk dijelajahi. Tetapi demi gengsi atau mungkin impian (yang tidak sesuai kemampuan) itu, hingga mengalahkan yang namanya "Eksis di medsos melebihi tingkat kemampuan diri".

Tapi tidak semua kisah Traveller berproses kurang baik seperti yang diceritakan diatas.
Masih banyak pula para traveller sejati yang sangat cerdas untuk menyiapkan Dana, waktu, dan itinerary-nya dengan sangat rapih dan ter-organisir.

Di sisi lain, setiap ada sisi negatif, ada pula sisi positifnya.

Dengan Travelling, kita keluar dari zona nyaman kita sendiri, mencoba untuk berada di situasi dan kondisi yang baru, belajar mengenal budaya yang asing bagi kita, beradpatasi dengan kebiasaaan dari tempat lain.

Bahkan bila kamu sudah merasa hari-hari monoton, butuh refreshing, atau bahkan kamu benci dengan Bos / pekerjaannya tapi tetap harus kamu jalani demi pemasukan dan pemenuhan kebutuhan hidup, liburan sangat-sangat baik dan bermanfaat untuk kita jajal.

Sesekali kamu bisa ambil jatah cuti kamu setahun sekali untuk berlibur beberapa hari dengan mengajak pasanganmu atau best friend kamu.

Lebih tepatnya saya sebut dengan liburan. Tetapi tentu saja dengan 'tidak membohongi diri kamu sendiri bahkan teman kamu'. Kamu bisa menabung setiap bulan setidaknya 500 ribu. Dengan 6 bulan berjalan dan kamu disiplin dalam menabung, voila dalam 6 bulan kamu sudah dapat 3 juta di tangan untuk dana liburan kami. 
Sedangkan untuk tiket, bisa kamu beli dari jauh-jauh bulan dengan pastinya sudah mengatur tanggal cuti kamu, dan mencari tiket promo dengan harga miring. Pasti dijamin liburan kamu tidak kempes di kantong, shopping pun tetep ceria di tempat liburan kami nanti.

Nah, saya masih punya cerita bagaimana cara mengatur liburan tahunan kamu bersama sahabat baik, pasangan, suami, ataupun selingkuhan kamu. Tips-tips liburan ekonomis di kantong dengan persiapan waktu liburan hanya 1 bulan mepet, akan saya tulis di postingan selanjutnya.

So guys, c'mon rencanakan liburan versi kamu untuk me-recharge jiwa kamu yang haus dengan something new spirit'.

Dan berikut saya kasih ide liburan seru tanpa harus merogoh kocek kamu sampai menipis.
Check this out!


Ceritain ya kisah liburan kamu nanti, bisa share di kolom comment dan cantumkan link blog kisah liburanmu, agar kita-kita bisa baca dan saling dapat tips-tips cantik liburan seru versi kamu!


  • Protected by Copyscape

    * * *
    [ Tulisan milik sendiri Bukan Content Placement / Sponsored Post ]

DISCLOSURE

LANALOUIE


Lanalouie Blog adalah blog personal yang dibangun oleh saya sendiri Lana. Blog ini berisikan tema utama mengenai fashion, design-home decor, travelling dan blogging tips yang saya kelola sendiri, baik dari segi desain blog, isi artikel dan konsep blog. Oleh karena itu ada beberapa kebijakan yang harus Anda penuhi sebagai pengunjung, diantaranya :
  1. Dilarang men-copy-paste terhadap semua artikel yang ada di blog Lanalouie ini. Bila akan me-review artikel yang terdapat dalam blog ini, harap untuk mencantumkan link blog ini sebagai sumber.
  2. Isi dari blog ini merupakan opini pribadi dan pengalaman pribadi dari saya sebagai penulis.
  3. Silahkan berkomentar dengan sopan dan sewajarnya.
Selain itu, Lanalouie Blog juga terbuka untuk bekerjasama dengan agency, brand atau pun perorangan yang ingin mempromosikan produk/jasanya dalam bentuk job review, sponsored post, pemasangan iklan, kompetisi dan aneka bentuk kerjasama lainnya sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak.

* * *


This blog is a personal blog written and edited by me. For questions about this blog, please contact Lana's Blog at Lanalouie Dot Com.

This blog accepts forms of cash advertising, sponsorship, paid insertions or other forms of compensation.
 The compensation received will never influence the content, topics or posts made in this blog. All advertising is in the form of advertisements generated by a third party ad network. Those advertisements will be identified as paid advertisements.

 The owner(s) of this blog is compensated to provide opinion on products, services, websites and various other topics. Even though the owner(s) of this blog receives compensation for our posts or advertisements, we always give our honest opinions, findings, beliefs, or experiences on those topics or products. The views and opinions expressed on this blog are purely the bloggers' own. Any product claim, statistic, quote or other representation about a product or service should be verified with the manufacturer, provider or party in question.

* * *

Custom Post Signature

Custom Post  Signature