Top Social

Featured Posts Slider

My Weekend To-Do-List

Friday, 25 November 2016


Yeay! Another lazy weekend.

Ngerasa happy itu saat weekend datang. Bukan soal ketemu hari sabtu-nya dan bisa pacaran sama suami, tapi lebih tepatnya jadi hari leyeh-leyeh versi Lana. Tentu saja walau ini weekend, bukan berarti hari yang tidak terencana.

Bagi seorang Lana, weekend dengan waktu senggang itu harus saya miliki, at least 2-3 kali dalam 1 bulan. Karena weekend memiliki artian sebuah waktu yang menghadiahkan mata, hati, batin, dan kaki saya bisa merasakan istirahat yang sebenarnya serta menjadikan jiwa saya rileks sejenak dari rutinitas 'ala robot' yang harus saya jalankan di saat weekdays yaitu bekerja 8 to 6 p.m bahkan bisa lebih dari itu.

So, my weekend to-do-list saya selalu saja saya rencanakan di sela-sela kesibukan saya bekerja. Entah itu saat saya sedang berdiri di pojokan gudang kantor dan menatap tumpukan dus besar, atau saat saya sedang blank dan menatap kosong  layar laptop, atau bahkan saat sedang perjalanan pulang kerja, selalu saja ada rencana-rencana sederhana yang sudah saya buat dalam pikiran.
Dan berikut, to-do-list versi Lana yang mungkin bisa kamu pergunakan di sela-sela weekend mati gaya kamu sekarang. Let's check this out!


  1. I love watching TV. Sejenak setelah saya melakukan rutinitas di weekend pagi diantaranya menyuci, menjemur, menyapu dan menyiapkan sarapan suami (jika masih ada stok bahan di kulkas), saya akan melakukan ritual 'tidak mandi hingga siang hari' dan memanjakan mata saya dengan acara-acara gosip artis Indonesia penuh pesona dan tidak bermanfaat.hahahaha dan dilanjut dengan menonton acara favorit diantaranya fashion dan dekorasi hunian.. Ya iya dong, harus diakui, itu adalah aktifitas sempurna kebanyakan wanita muda (dan belum) mendapatkan anak.
  2. I love writing. Di sela-sela layar TV dalam keadaan ON dan dengan acara yang saat itu sedang tidka menarik untuk saya tonton, maka saya akan mengambil laptop kesayangan dan mulai membuka 'rumah kedua saya' alias Blog pribadi. Entah itu menulis artikel yang idenya sudah tertuang dan mengendap dalam otak saya selama 1 minggu, ataupun mencoba untuk menata ulang / re-design my blog.
  3. I love design. Kegiatan men-desain merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi saya. Salah satunya tertuang dengan men-desain ulang penampilan blog kesayangan. Dari mulai membuat desain layout yang menarik, mengedit html code di blog, atau bahkan mendesain tampilan sidebar blog dengan meng-update gambar-gambar baru dan kemudian saya link-kan dengan artikel yang menurut saya menarik untuk di publish, seperti yang anda liat sekarang di sisi kanan blog saya.
  4. I love DIY. Jika saya sudah mulai bosan mengotak-atik blog ataupun mati ide untuk menulis artikel, saya akan membuka 'lemari harta karun' yang berisikan pernak-pernik lucu nan cantik. Disanalah saya menuangkan ide membuat berbagai kreasi dari mulai aksesoris seperti gelang, kalung, ataupun gantungan kunci. Yahh hanya untuk lucu-lucuan dan mengisi sisi kreatifitas saya.
  5. I love dancing. Ya, saya cukup suka menari. Matikan TV dan menghidupkan musik ataupun searching lagu yang sedang senang saya dengarkan dekat-dekat ini, dilanjut dengan menari alias joget-joget ngawur sambil bernyanyi (yang mungkin kalau saya ikutan kompetensi idol, dipastikan baru nyanyi nada awal sudah diminta keluar ruang audisi). hihihi.... Yah setidaknya dengan menari nggak jelas juga bisa dihitung sebagai olahraga ringan sejenak kan.
  6. I love cat. Oh ya, walau saya tidak resmi memiliki peliharaan kucing, tapi selalu ada 1 kucing cantik berbulu putih yang rajin mampir di depan rumah dan mengajak saya bermain di teras. Namanya Whyty. Dia itu kucing jantan yang super lincah dan cemburuan. Saya selalu tertawa bila teringat kejadian dimana saat suami sedang bermain dengan Whyty, dan ada kucing asing datang menghampiri suami saya. Dengan sigapnya Whyty akan langsung mendekati kucing itu dan seketika 'plak'. Whyty akan mengeluarkan jurus kepalakan tangan mungilnya ke kucing asing tersebut yang dimana akan mendapat usapan tangan dari suami saya.Hahaha...Dan Whyty melakukan itu sebagai tanda posesif dan cemburu dia karena suamiku akan mengelus kucing lain. 
  7. I love ngadem di kamar. Terus terang, dikarenakan jenis pekerjaan yang saya lakukan di hari kerja amat-sangat menyita fisik dan mental saya, alhasil saya bisa dari pagi (setelah selesai bersih-bersih rumah & suami berangkat kuliah) hingga sore hari diam saja dalam kamar. Menonton, ngemil es krim cokelat depan TV hingga menyetrika tumpukan jemuran yang sudah kering sambil mendengar musik jazz. Walau awan terasa cerah diluaran sana, dan waktu yang sangat tepat untuk jalan-jalan nge-mall, tapi saya sepertinya sudah masuk zona 'bosan ke Mall'. 
  8. I love duduk di jendela di kala sore. Bagi kamu-kamu yang membutuhkan ketenangan, trust me, ritual duduk dekat jendela kamar dengan jendela dibuka lebar, menatap mobil-mobil tetangga nan mewah berseliweran di depan rumah, dan sesekali ada pedagang makan lewat sembari kamu menikmati semilir angin sore (pada pukul 3 hingga 4 sore), sukses membuat kaki saya seperti berpijak kembali. Merasakan kenanga indah kala saya kecil yang hobinya manjat genteng dan menyaksikan interaksi para ibu-ibu dengan tukang sayur, medengar tawa ceria anak-anak kecil berlarian di sabtu pagi, ataupun menyaksikan pedagang-pedagang yang berjualan makanan dan membuat saya ngiler.hehehhe.... Hahh, I love that moment! Tidak banyak beban kerja dan beban hidup yang harus saya pikirkan. Setidaknya sejenak saya taruh dulu semua pikiran itu di luar jendela kamar dan menikmati daun-daun hijau yang bergerak seirama terkena sepoi-an angin. 
So, buat kamu yang bingung harus ngapain di weekend pagi dan sedang males keluar rumah ataupun lagi bokek, hehehe.... diatas bisa jadi sedikit tips seru buat kamu menghabiskan weekend kamu agar tidak mati gaya. 

Dan jangan lupa, share juga cerita weekend kamu ya, kalau sedang ingin bertapa dan ngadem di rumah dengan baju santaimu!




Program Hamil Bulan ke-3 : Pemeriksaan HSG

Thursday, 24 November 2016


Postingan sebelumnya : Program Hamil Bulan ke-2 (Indung telur sehat)


#Intermezzo : Setelah sebelumnya (minggu kemarin) di hari haid ke-2 saya dan suami kontrol kembali ke klinik Dokter Sofie, saya diperiksa kembali keadaan sel telurnya. Ulalalaa..ini ya sel telur kiri masih saja bandel (PCO's) dan yang kanan juga ikutan. Ditambah lagi berat badan saya nggak mau kompromi sama timbangan disana, tetap di angka 70 kg (padahal di rumah saya menimbang berat badan menginjak angka 67-68).

Ceritanya protes sama timbangan di klinik yang nggak mau berkurang angkanya.

Dari hasil singkat kunjungan minggu kemarin, dan dengan analisa Bu Dokter yang dimana berat badan saya susah turun, PCOS-nya masih betah nangkring, alhasil saya diberi surat rujukan oleh Dokter untuk di hari ke-10 melakukan pemeriksaan HSG. Sedangkan suami diberi pengantar ke Dokter Rudy (spesialis Androlog) untuk konsultasi. 

Maka langsung saja, sepulangnya saya dari Dokter Sofie, kami mampir ke Lab.Pramita dengan berbekal surat rujukan dari Bu Dokter, agar saya mendaftar untuk tindakan HSG. HSG ini bisa dilakukan dengan beberapa syarat yang harus dijalankan oleh wanita, diantaranya :

  1. Jadwal Pemeriksaan HSG dilakukan : antara hari ke-9 hingga ke 14. Dan saya melaksankan HSG di hari ke-10, agar 2 hari setelahnya (hari ke-12, saya kontrol kembali ke Dokter Sofie sambil membawa hasil HSG tersebut).
  2. Setelah mens, wanita yang akan melakukan HSG jangan dulu berhubungan dengan suami.
  3. Tidak ada pantangan makanan apapun / pun puasa.
  4. Disarankan untuk mencukur bulu area kewanitaan sehari sebelum pemeriksaan, agar tidak terjadi tarikan saat nanti pemasukan selang kateter / cairan.
  5. Saat membersihkan area kewanitaan selama mens dan rentang waktu akan HSG, jangan menggunakan cairan-cairan pembersih dahulu. Cukup dengan air bersih.
  6. Berdoa, dan Jangan tegang. Dijamin, tidak akan sakit dan prosedur akan berjalan dengan waktu yang cepat (tidak perlu di ulang).
Hari pemeriksaan HSG datang juga. Saya tiba di Lab. Pramita pukul 10.00 pagi. Selesia mendaftar dan membayar biaya HSG, saya diminta menunggu sebentar. Suster pun datang dan menjelaskan tentang prosedur pemeriksaan HSG yang akan saya jalani dengan cukup detail. Dan juga meminta saya menandatangani Inform Consent / Surat Persetujuan Tindakan HSG.

Selesai menandatangani, selang 15 menit kemudian saya dipersilahkan untuk masuk ke ruangan Radiologi dan mengganti baju dengan baju pemeriksaan. Kemudian saya diminta untuk berbaring diatas meja rontgen sambil menunggu suster mempersiapkan alat-alat tindakannya dengan cara steril.




Tahap pemeriksaan tindakan HSG :
  • Posisi badan litotomi (posisi untuk melahirkan)
  • Pertama-tama, cocor bebek dimasukan ke dalam liang vagina untuk dibuka dengan lebar.
  • lalu terlihat liang vagina. Dan bila memang ada keputihan di dalamnya, makasih sebelum tindakan HSG, untuk dibersihkan dahulu oleh Dokter.
  • Selanjutnya setelah bersih, dilanjutkan untuk memasukan selang / kateter yang berguna untuk mengalirkan cairan kontras di sekitar rahim dan juga kedua tuba fallopi.
  • Setelah selang berhasil masuk dengan sempurna, cairan kontras akan dimasukan sedikit demi sedikit hingga ukuran 5cc. 
  • Saat pemeriksaan foto HSG, diharapkan kita untuk tarik nafas
  • Tips ke-1 : Jangan tegang. karena ketegangan yang kita rasakan malah membuat cairan kontras yang masuk akan keluar kembali, dan harus dibersihkan dan di ulang lagi dari tahap pertama.
  • Tips ke-2 : Bagi saya sendiri yang melakukan pemeriksaan sendiri tanpa di temani suami, saya hanya mengucap dan membaca doa berkali-kali untuk membuat hati saya tenang. Surat Al-Fatihah, Ayat Kursi, An-Nas berulang-kali. Dan bila diminta Doker untuk rileks sebentar, saya coba untuk mengusap-usap area rahim dan perut saya sembari membacakan surat Ayat Kursi dan Al-Fatihah diselingi mengajak ngobrol rahim saya dalam hati, "semoga rahimku sehat ya Rabb"
  • Tips ke-3 : Rileks, hati tenang. Dan saat merasakan cairan masuk dan perut terasa sedikit sakit / mulas, ucapkan dalam hati meminta ampunan kepada sang Pencipta. Insya Allah, momen ber-kontemplasi (berbincang dengan diri sendiri), membuahkan hasil pengalaman batin bagi saya sendiri.
Setelah tindakan HSG selesai, saya diminta untuk bersih-bersih ke toilet. Selang 10 menit, diminta untuk berbaring kembali di meja rontgen untuk di rontgen terakhir untuk melihat apakah masih ada cairan kontras yang berada di dalam.

Untuk hasil HSG tersebut, dapa diambil hari itu juga. Dan segera saya mencoba untuk googling dan mencari arti / terjemahan dari bahasa fisiologis hasil Laboratorium. 
Alhamdulillah, hasil lab saya :
Kedua tuba paten (artinya kedua tuba fallopi sehat dan baik)
Uterus antefleksi (artinya posisi uterus normal / menghadap ke depan)
Jadi tinggal menunggu 2 hari lagi untuk membawa hasil HSG dan hasil Lab tes sperma suami, untuk pemeriksaan berikutnya ke Dokter Sofie. Bismillah, mudah-mudahan tindakan selanjutnya saya sudah diberikan lampu hijau untuk Dokter untuk melakukan program hamil tahap selanjutnya, amin.


Read more : Program Hamil Bulan ke-4 : Promil vs. Penelitian

Sick of Being Tired All The Time

Saturday, 19 November 2016

Officially, I'm Sick of Being Tired All The Time



Oke! Dan saya sekarang amat-sangat-super-duper kelelahan fisik dan kelelahan mental!.
Lebih tepatnya merasakan Job Burnout!

Gimana nggak kelelahan amat sangat. Kerjaan di tempat kerja sudah menjadikan saya seperti super wonder women yang di sapi-perahkan. Dari pagi, tiba di kantor masih harus ada acara apel kerja. Dan usai apel dilanjutkan harus nangkring di dalam gudang penuh dengan modem berbagai tipe dan juga ribuan gulungan kabel berbagai ukuran yang harus saya bagikan ke setiap teknisi yang akan bekerja di lapangan. Untuk pekerjaan tersebut sudah akan menyita fisik saya untuk mondar-mandir di gudang penuh debu selama 4 jam full.

Usai 2 jam berlalu, dilanjut ke ruang kerja (yang sebenarnya tidak layak disebut ruang kerja dengan berbagai keadaan di dalam ruangan yang kurang ergonomis) dan berkutat dengan laptop dengan rupa-rupa aplikasi perusahaan yang membuat saya harus mengeluarkan jurus 'tangan dewa'. Gimana tidak? 1 pekerjaan harus membuat saya membuka beberapa aplikasi I.T perusahaan. Belum lagi aplikasi tersebut sudah menyita setengah hari saya dengan harus meng-input 1 per 1 data yang sebenarnya buat saya sangat menyita waktu dan tidaklah efektif. Apalagi masih harus mensinkronkan data fisik di lapangan dengan data di aplikasi (yang kenyataannya tidak bisa sinkron). 
Sumpah sampai tidak habis pikir, perusahaan BUMN sebesar itu, masih mengerjakan pekerjaan data secara manual. Apalagi ajaibnya perihal approval permintaan material. Untuk perusahaan kompetitor swasta tempat saya bekerja dulu sudah mengandalkan scanner + email + email approval. 

Sedangkan di perusahaan ini, masih mengandalkan keajaiban dunia : di print out, dan untuk approval masih mengandalkan harus pergi sendiri ke kantor cabang lain dan mengejar-ngejar Atasan (masih level Manajer) untuk dimintakan tanda tangan! 

Ah ya! Ada lagi juga pekerjaan yang saya pegang dan lebih ajaib. Saya jabarkan satu persatu :
  • Saya, seorang wanita dan sekaligus istri yang ingin hamil. Dan ajaibnya saya ditempatkan di posisi Warehouse (gudang).
  • Bayangkan pekerjaan 5 divisi dikerjakan oleh Sa-ya sen-di-ri! Yang seharusnya itu dikerjakan oleh 5 hingga 7 bahkan 10 orang manusia, tapi justru ditumpahkan semua ke Lana Xena the warrior princess. Sangat menyekik saya. Ditambah lagi banyak sekali drama pekerjaan yang membuat saya terkadang menangis menahan entah sakit hati ataupun sakit fisik (kaki keseleo, paha biru kejatuhan tangga baja, atau bahkan kepala benjol kejatuhan kabel dari rak paling atas). Saya pun sempat pendarahan (tanpa saya sadari) ketika saya sedang ingin hamil.
  • Mengerjakan ribuan data modem dan penggunaan ratusan material dengan menggunakan 5 aplikasi, puluhan menu.
  • Di gudang penuh sesak tersebut saya mengerjakan pekerjaan pria, dimulai dari : mengangkat modem, mengangkat material (mungkin kamu bisa bayangkan kabel gulungan hitam sebesar paha yang kamu lihat di jalanan? Untuk 1 gulungannya ada yang panjangnya 50 mtr, 100 mtr, 150 mtr, dsb). Dan setiap kali ratusan kabel gulungan tersebut dikirim dari pusat, akan dimasukan dalam 1 dus besar (1 dus besar = ber-isi-kan 10 hingga 12 roll kabel). Jadi hitung saja, bila 1 roll kabel tipe 100 meter beratnya 4 kg, berarti 1 dus besar total beratnya (4 kg x 10 roll = 40 kg). Dan 40 kg tersebut saya angkat sen-di-ri-an! Dan yang datang kan tidak mungkin hanya 1 dus besar. Bisa hingga 30an dus.
  • Mem-barcode 1 demi satu ribuan modem. Satu per satu! Oh alangkah aneh bin ajaibnya. Seharusnya yang namanya barang sudah dilempar ke cabang, untuk data SN pasti sudah ter-input sebelumnya di Data Warehouse Pusat.
Dan masih banyak hal yang membuat saya seperti terpenjara dan tidak bisa keluar dari pekerjaan dan perusahaan ini. Ohhh...Mama (di surga), andai engkau melihat putrimu bekerja sebegininya, saya yakin...detik ini juga Mama akan menelepon saya dan menyuruh saya berhenti bekerja se-ka-rang!
Tapi apa daya, semua itu tidak bisa saya lakukan dan hanya berharap ada orang-orang baik di sekeliling saya 'dibukakan isi kepala & isi hatinya oleh Malaikat'.

Dan tidak ada bagi saya yang namanya Thanks God is Friday! Karena pada setiap hari jumat kekuatan Hercules harus saya keluarkan :

  • Dari pukul 1 siang hingga isya berkumandang, saya harus mempersiapkan sekian ratus modem berkardus-kardus besar dan harus di barcode satu-satu, 
  • Mempersiapkan puluhan gulungan kabel telepon dengan berbagai tipe ukuran per 1 gulungnya (ada yg 1 gulungan berukuran 50 meter, 75 meter, dan 100 meter). 
  • Dan spektakulernya lagi saya persiapkan itu semua sendiri dengan diangkut, digeret, di seret (bila saya sudah tidak kuat) serta saya mengerjakan hal itu dengan harus bolak-balik memindahkan kardus super berat dari gudang A ke gudang B. Ada sih pria-pria masih muda dan bertenaga disana, tapi kalau mengutip istilah Papa saya, "mata mereka semua di tutup Malaikat". Sehingga walau dengan jelasnya ada seorang wanita berusia 31 tahun yang kelelahan, berpeluh keringat bolak-balik mengangkut kardus berat, angkle kaki sudah keseleo, mengangkat dus super besar (untuk 1 dus-nya seukuran setengah kulkas) mereka para pria, para atasan, para Manajer yang melihat saya mondar-mandir depan pintu teras ruangan kerja, tetap saja mereka di dalam ruangan berhiaskan layar laptop dan ruang yang teduh!
Allahu'akbar. Dari sini saja saya sudah amat sangat tahu, betapa bobroknya yang mengaku Atasan di perusahaan sebesar & se-level ini. Betapa bobroknya pula mental anak muda jaman sekarang. Dan pantas perusahaan tersebut tidak maju bahkan kabarnya setiap tahunnya terlilit utang milliar-an (karena sudah amat sangat banyak men-dzalimi para karyawannya.).
Belum lagi saya pernah bekerja dari jam 7 pagi hingga pulang jam setengah 1 malam tanpa diberikan keamanan, tidak ada jemputan pulang di malam sebuta itu, tidak ada pula yang namanya uang lemburan (tidak peduli kita bekerja dalam sehari 12 jam lebih) tetap saja tidak dihargai.  

Dan kenyataan (fakta) ini bukan saya saja yang berpendapat demikian, tetapi ada puluhan bahkan ratusan rekan kerja teknisi (yang niat bekerja baik) yang merasakan hal tersebut. Mereka seringkali curhat ke saya saat pagi / malam mengambil material di gudang untuk keesokan harinya.

Dan saat ini saya hanya menunggu, menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan 'bom waktu' saya yang bisa saja akan meledak mendadak tanpa disadari.
Bukan saya yang membuat tembok tinggi penuh paku, tapi ke-egoisan & pemaksaaan kehendak dari Anda kepada saya, yang membuat tembok itu semakin tajam. Dan bila kelak Anda tertusuk, jangan pernah salahkan saya!

Pengalaman Operasi Gigi geraham bungsu

Sunday, 6 November 2016
Source
Akhirnya saya merasakan yang namanya operasi kecil di gigi saya.
Jadi ceritanya sejak 3 minggu yang lalu saya terserang sakit pilek yang super-duper pilek dan tidak mengenakan aktivitas. Tapi ini kenapa, saya sakit pilek tapi kening tengah atas saya juga ikutan sakit, ditambah dibawah mata kiri juga sakit. Saya mulai mengira-ngira apa sakit kepala saya juga ada sangkut-pautnya dengan gigi.




Yasudahlah, hari Senin sore saya minta suami untuk menemani saya kontrol ke Dokter gigi. Semenjak Menikah saya belum punya langganan baru Dokter gigi pribadi, jadi saya iseng coba cari di google apotik yang dekat dengan rumah saya dan ada Dokter prakteknya. Tidak jauh dari rumah saya, terdapat apotik Revita yang berlokasi di Cihampelas. Tanpa pikir panjang saya telepon apotiknya dan minta jam praktek Dokter gigi hari itu juga. Alhamdulillah, Pak Dokter giginya sore ini praktek mulai jam 5 sore.

Pertama kali saya cek gigi lagi dan di tempat baru. Saat sang Dokter membuka pintu ruang praktek dan mempersilahkan saya masuk ke ruangannya (ditemani suami saya), uwowww Pak Dokternya masih Dokter muda dan super-duper kece, namanya Dokter Alexander. Beliau praktek di Apotik Revita setiap hari Senin-Rabu-Jumat pukul 5 sore. Bisa dibilang, tampilannya adalah pria tipe saya di masa muda dulu....ahahaha... alias masuk kriteria fisik yang saya suka sejak saya SMP dulu, yaitu tinggi, putih, kacamata. (asli yang ini nggak penting, tapi penting bagi saya yang menemukan kriteria pria impian di kala sudah menikah...hehehehe....)

Tidak butuh waktu lama saya untuk memberitahu keluhan saya yang sakit kepala dan sekalian minta untuk melakukan cek gigi saya. Hoho...ternyata ada 3 gigi bolong yang perlu di tambal, ditambah ternyata yang bikin kepala saya cenat-cenut disebabkan ada gigi geraham bungsu di sisi kiri bawah tumbuh dengan miring dan menyebabkan tertekannya gigi-gigi di sebelah-sebelahnya serta tumbuh condong ke arah pipi. Yang kalau tidak dicabut, akan berefek bahaya bagi ke depannya. 

Serius saya ketakutan saat googling dan baca sebuah artikel bahwa bila gigi geraham tidak segera ditangani akan timbul efek buruk diantaranya : gigi jadi tumbuh miring, akan jadi tempat tumbuhnya bakteri, bernanah dan bisa hingga kanker mulut.
Jadilah saya selama 3x kunjungan sepulang kerja, rutin datang ke Pak Dokter untuk menambal gigi. Setelah 3 gigi sudah beres di tambal semua dan dinyatakan dalam keadaan baik, barulah saya diberi surat pengantar rujukan untuk melakukan operasi kecil pencabutan gigi geraham. Dengan ilmu mbah google, saya putuskan untuk meminta surat rujukan yang ditujukan ke RS Gigi dan Mulut UNPAD, Bandung.

Lihat link berikut ini untuk proses operasi gigi: Proses operasi impaksi gigi (Odontektomi)

"Gigi bungsu saya masih tertanam di dalam gusi, apakah perlu dilakukan tindakan operasi? Bagaimana kalau tidak di angkat? Apakah membahayakan gigi yang lain? Lalu kapan sebenarnya gigi bungsu itu harus di angkat/ operasi?"
Untuk gigi bungsu yang tumbuh tak sempurna tidak bisa disama-ratakan kasusnya, gigi bungsu yang tertanam akan bergerak perlahan, pergerakannya berbeda untuk tiap orang, Namun tidak  semua gigi bungsu mesti di angkat, jika si gigi bungsu tidak menimbulkan keluhan, terutama dalam usia pertumbuhan maka operasi pengangkatan bisa di tunda. Sebaiknya jangan di tunda operasi bila sudah berkali-kali nyeri, terlebih jika ditemukan adanya abses (manager). Minum obat mungkin bisa menghilangkan nyeri sementara, namun jika terus menerus minum obat akan merusak organ tubuh lainnya.
Pengangkatan sangat di perlukan bila pertumbuhan gigi bungsu tidak normal yang menyebabkan kelainan periodontal antara gigi bungsu dan gigi sebelahnya. Operasi dilakukan untuk mencegah kerusakan tulang yang lebih parah.
Selain itu pengangkatan gigi bungsu bisa dilakukan atas atas indikasi perawatan orthodontik dan bedah orthogenatik, seperti gigi yang miring dan menekan gigi sebelahnya yang jika tidak di operasi  akan menyebabkan susunan gigi lainnya akan tidak teratur.

Biaya kontrol gigi & operasi gigi :
  1. Setiap kunjungan untuk tambal gigi di klinik Dokter, (1x tambal biayanya) --> Rp.150.000 (di kali 3x kunjungan)
  2. Obat pereda sakit (asam mefenamat) dan ada 1 obat lainnya yang harus diminum 4 hari berturut-turut sebelum operasi dilaksanakan guna meminimalisir efek dari pasca operasi. Biaya total resep obat --> Rp.68.000
  3. Rontgen Panoramic di lab Pramita : Rp 340.000
  4. Biaya Pendaftaran pasien baru di RSGM Unpad --> Rp.5.000
  5. Odontektomi di RS Gigi dan Mulut UNPAD - Sekeloa, Bandung --> Rp. 450.000
  6. Menebus resep (2 jenis obat)  dari Spesialis bedah Periodonti --> Rp. 10.000
Dan total kesemua biaya saya bayar sendiri dan tidak bisa di reimburse (sedihnya isi tabungan) hikkss..
Tapi tak apalah saya mengeluarkan biaya sebanyak ini, demi agar nanti saat Program hamil berjalan dan ternyata saya positif hamil (amin) urusan per-gigi-an saya sudah beres dan tidak ada resiko yang nanti ditimbulkan gigi saat Promil saya jalani.

Usai saya melakukan operasi gigi dan dilakukan jahitan di lekukan gusi yang sudah tidak ada giginya lagi, yang saya rasakan di lidah, pipi, gusi, dan bibir saya terasa kebal (baal), bengkak dan terus saja mengeluarkan darah hingga malam, disebabkan efek dari jahitan yang masih baru. Rasanya Itu....spectacular banget, berasa ditonjok, nyut-nyutan, tidur juga nggak bisa tenang (harus posisi miring). Jadi saya sarankan selama 2-3 hari untuk makan-makanan yang lunak dulu saja. Dan saat itu saya hanya makan cream soup / zupa-zupa walaupun untuk mengigit jamur yang kecil pun tidak sanggup.
Selain itu, saat awal-awal usai operasi, usahakan kamu tidak usah masuk kerja. Istirahat dulu setidaknya 1 hari Itu, jangan sering meludah (walau rasanya ingin sekali sering meludah), karena dengan sering meludah membuat gusi kita yang sedang berusaha membekukan darah akan terus mengeluarkan darah dan tidak beku-beku.

Oh iya fyi saja. Saya sudah datang ke ke RSGM Unpad dari mulai tahap pendaftaran pada pukul 08.00 pagi. Dan karena para Dokter bedah sedang mengawas ujian, walhasil saya baru mulai di operasi gigi pada pukul 13.30 WIB. Jadi saran saya, bila anda akan melakukan odontektomi di RSGM milik universitas (FKG) silahkan bawa buku bacaan. Untuk jaga-jaga bila harus menunggu Dokternya / menunggu giliran.

Jadi, jagalah kesehatan gigi kita. Dan bila terasa sakit di gigi kita segera lakukan pemeriksaaan ke Dokter gigi agar bisa meminimalisir resiko yang lebih bahaya di kemudian hari.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature