Featured Posts Slider

Pengalaman spiritual : Keajaiban Sedekah

Monday, 31 July 2017

Akhirnya saya bisa punya waktu me time dan leyeh-leyeh setelah seminggu yang lalu ngurusin pindahan. Ya walau hanya ke kota sebelah tapi cukup menyita waktu dan tenaga ekstra tentunya. Pencarian rumah ini pun tergolong alhamdulillah cepat dan di permudah. Dimulai kisahnya saat bulan puasa bulan kemarin, dimana untuk mengisi waktu weekend puasa kami, daripada pulang ke Bandung dan haus di perjalanan, hehehe... ditambah daripada di kamar saja nonton TV, saya dan suami niatkan untuk mencari rumah. Dimulai di area Bintaro dekat dengan kantor suami bekerja. Tapi masih belum dapat, dan kami berjalan lagi agak menjauh. Sampai akhirnya pada weekend kedua pencarian, saya dan suami sudah menemukan 1 rumah, tetapi ternyata untuk harganya cukup mahal & diatas budget. Ditambah lagi pemiliknya sangat alot untuk tawar-menawar, ya sudahlah usai kami siang bertemu dengan owner rumah yang kami taksir, kami lanjutkan pencarian ke arah kami pulang kembali ke Jakarta.

Iseng-iseng saja, kami masuk ke 1-2 cluster yang sama sekali tidak direncanakan sebelumnya. Cukup banyak rumah-rumah kosong yang bertuliskan tulisan disewakan / dijual. Ada 1 rumah yang pertama kali saya lihat, saya sudah suka, maka saya coba untuk meneleponnnya. Singkat kata, harga rumah yang saya telepon diatas budget kami, tapi Agen properti tersebut menanyakan budget kami berapa, dan diberikanlah nama sebuah cluster yang letaknya tidak terlalu jauh dari cluster yang sedang kami kunjungi. Meluncurlah kami kesana. 

Kesan pertama kami masuk ke cluster yang di rekomendasikan Agen property tersebut, saya sangat suka sekali. Lingkungannya asri, banyak pohon-poho tinggi membuat suasana komplek adem nan teduh, berkonsep perumahan (tanpa pagar rumah karena saking amannya), terdapat RT dan RW (bukan individual), terutama sistim keamanan lingkungannya one gate system alias 1 pintu akses keluar-masuk, jadi dipastikan aman lingkungannya, ditambah lagi untuk pengurusan keamanan dan pemeliharaan serta kebersihan lingkungan sudah dipegang langsung oleh pihak Bintaro Jaya sendiri (Jaya Group), dan banyak lagi fasilitas yang membuat kami berdua tidak menyangka (untuk kisah rumah baru, akan saya posting di postingan selanjutnya).

Awalnya saya mengunjungi rumah yang tadi di rekomendasikan oleh Agen properti sebelumnya. Sesampainya disana dan melihat ruangan rumahnya satu-per satu, saya tidak terlalu suka karena terkesan gelap (terlalu banyak tembok, sedikit jendela, dapur belakang terkesan pengap dan gelap). Saya dan suami putuskan untuk tidak mengambil rumah ini.
Usai kami melihat-lihat, saya dan suami kembali untuk sekedar memutari komplek tersebut dengan niatan siapa tahu ada rumah yang siap dijual. Tidak dikira, pertama kali kami melihat sebuah rumah yang dari luarnya saja sudah terlihat bersih, putih, bersinar, kinclong lah, kemudian saya & suami tentu saja langsung bertatapan dan saling tersenyum. Turunlah kami dari motor dan langsung menengok keadaan dalam rumah melewati kaca jendela.

Hasilnya? WOW.....sukaaaaaa!!! Putih, bersih, luas, terdapat banyak bukaan jendela serta ventilasi, dipastikan rumahnya terang, teduh dan hemat pencahayaan pikirku. Langsung saja saya menelepon contact number yang tertempel di jendela rumah. Dan alhamdulillah, rumah tersebut masih available. Dan menurut penjaga rumah tersebut (yang dipasrahkan amanat untuk mengurus rumah tersebut), ia akan menghubungi & menanyakan dahulu ke pemilik rumahnya, apakah harga yang kami sanggup bayar di terima oleh sang pemilik. 

Akhirnya langit sudah terasa teduh, sore hari menjelang buka puasa, kami akhiri dengan jalan pulang kembali ke Jakarta. Di sela-sela adzan magrib, kami sempatkan berbuka puasa di Abuba steak. Usai berbuka & sempat berdiskusi berdua tentang keputusan rumah terakhir yang kami lihat tadi sore, diputuskan (dengan Bismillah) kami ambil rumah tersebut. Walau terus terang, untuk dana bayar DP kami sanggup membayarnya, tapi untuk dana pelunasannya sama sekali kami tidak terbayang, kekurangannya akan pakai uang darimana. Memaksakan gaji bulanan suami pun belum tentu cukup untuk menutupi pelunasannya bulan depan.

Ahhh.... tapi kami niatkan basmalah. Sebelum kami membayar DP, kami ke ATM dahulu untuk mengambil uang tepat sejumlah 10% dari Total nominal saldo tabungan selama 2 tahun ini kami menikah. Kami Niatkan di sedekahkan malam itu juga.
Allahu'akbar, baru saja 5 detik saya keluar dari gerai ATM di pinggir jalan dengan membawa uang yang lumayan untuk kami niatkan sedekah malam itu juga,  HP suami berdering tanda sms masuk. Saat saya dan suami membuka pesan tersebut, alhamdulillah, harga rumah yang kami sanggup bayarkan disetujui oleh pemiliknya. Seketika saya & suami langsung berpandang-pandangan dan saling tersenyum dan mengucap hamdalah.

Masha Allah, kami belum menyedekahkan uang yang sudah saya ambil di ATM & masih tersimpan di tas saya. Kami baru saja NIAT, tapi Allah sudah memberikan kemudahan. Gimana tidak, pencarian rumah hanya kami jalanin 2 weekend saja (dan hanya jalan saat hari minggu--berarti kami hanya muter-muter 2 harian). Ditambah pula harga yang sanggup kami bayar untuk membayar rumah tersebut, jauh dari harga jual owner-nya (anggap saja, kami tawar hingga harga sadis dengan kekuatan emak-emak). Allah permudah semua urusan kami walau kami baru Ni-At sedekah. Alhamdulillah ya Allah.

Langsung saja setelah membalas pesan sms tersebut, kami tetap menjalankan niat awal yaitu mencari rumah yatim yang masih buka. Walau sudah hampir pukul setengah 9 malam, syukurlah Rumah Yatim Mizan Amanah masih ada yang buka. Kami sempatkan saja langsung turun dari motor dan bergegas menyerahkan uang yang tidak seberapa ini + sekalian kami menyetorkan zakat fitrah. Dan keesokan paginya kami langsung transfer-kan pembayaran DP rumah. Dari kejadian semalam yang lalu itu, saya mengalaminya sendiri, keajaiban niat sedekah saja sudah dibalas kontan oleh Allah SWT. Sekarang tinggal 1 masalah lagi setelah DP kami bayar, yaitu uang pelunasannya dari mana ya Rabb?

Bulan puasa masih tersisa 2 mingguan. Seperti biasa, saya dan suami sahur, berbuka puasa, shalat berjamaah di kosan mungil kami yang bisa terbilang kecil. Tapi kami coba jalani dan terima serta tetap bersyukur. Hari-hari seperti biasa saya lalui dengan aktifitas ibu rumah tangga & suami bekerja.

Tiba jualah usai lebaran. Saya dan suami bersiap kembali ke Jakarta karena keesokan harinya suami mulai masuk kantor kembali. Masih sisa 3 minggu lagi terhitung tanggal pelunasan rumah. Kami berdua masih memutar otak, darimana kami mendapatkan dana sebesar itu untuk melunasi rumah yang nominalnya saja nampaknya mungkin kami harus pinjam Bank, walau jujur kami pada awalnya ingin menggunakan bank Syariah agar menghindari Riba. Tapi apa daya bahwa salah satu syaratnya yaitu harus menggunakan slip gaji beberapa bulan ke belakang, sedangkan suami saya baru saja pindah perusahaan 3 bulan lalu.

Dan.....pada akhirnya jalan keluar satu-satunya dimana sehari sebelum kami kembali ke Jakarta, saya dan suami putuskan untuk ke Bank CIMB NIAGA serta me-request pinjaman dana ke Bank dengan niatan untuk digunakan untuk pelunasan rumah kami nanti. Surat-surat, dokumen, sudah kami lengkapi dan penuhi. Bismillah, semoga sebelum 3 minggu dana sudah cair dan bisa kami bayarkan pelunasan rumahnya.amin.

Singkat kata, 1 minggu berlalu. Saya beserta suami cukup gelisah, ini kenapa dana pinjaman belum masuk. Bahkan di tengah-tengah penantian, suami masih harus melengkapi dokumen yang kurang (suami sempat kecewa dengan kinerja orang per-Bank-an) yang tidak komplit saat pendataan dan kelengkapan dokumen. Padahal kami sudah ingatkan, apakah perlu K.K (Kartu Keluarga yang dimana sudah kami siapkan saat awal ke Bank di Bandung). Di sisi lain, kami tidak memungkiri, dana kemarin yang kami sedekahkan lumayan cukup besar. Kami hanya memohon pada Allah agar urusan dan niat kami dipermudah dan dilancarkan oleh Allah.
Niat awal kami ingin menghindari Riba. Tapi ternyata Allah memiliki rencana lain.
Di kala dengan berat hati kami terpaksa menggunakan Riba, dan disaat pinjaman Bank belum kunjung kami terima, ternyata Allah sudah siapkan sumber rejeki dari pintu lain. Allah Maha Besar.

Keajaiban Sedekah (part 2).

Sekitar 2 minggu sebelum tanggal pelunasan, tiba-tiba sepulang kantor suami tersenyum sumringah. Baru saja membuka pintu kosan, saya cium tangan, suami sudah menggebu-gebu bercerita, bahwa hari ini dia menerima pekerjaan 140 proyek dalam waktu bersamaan. Yang tentu saja imbasnya karyawan perusahaan mendapat bonus yang lumayan. 
Saya ingat betul kata-kata suami saya malam itu, "Sayang....Mama jangan khawatir, pelunasan rumah udah Papa yang urus, alhamdulillah Papa dapet rejeki.....Insya Allah berkah dan dijamin ini halal 100%". sembari suami memegang kedua tangan saya & tersenyum sumringah. Allahu'Akbar, ya Allah...apakah ini balasan sedekah kami bulan lalu. Engkau bukakan pintu rejeki dari sumber yang tidak pernah kami duga. Allhamdulillahi'rabillalamin.

Dari perjalanan bulan puasa kemarin, membuat saya sendiri semakin yakin, kekuatan dan keajaiban sedekah, ditambah ibadah, doa dan tetap istiqomah, Insya Allah, Allah akan menyediakan jalan dan kemudahan bagi kita dari pintu yang tidak terduga. Allah Maha Besar. 

Pola hidup sehat untuk PCOS (ala Lana)

Tuesday, 25 July 2017

Selamat siang buat yang sedang jalan-jalan dan melipir ke postingan ini hihihi....
Sebenernya udah cukup lama saya ingin posting tentang Pola makan sehat yang cocok untuk PCOS ala Lana ya. Soalnya dari mulai di group whatsapp, whatsapp pribadi, di email blog, di grup FB sampe nge-DM pribadi, banyak yang nanya tentang pola makan yang saya jalankan hingga PCOS saya sembuh (alhamdulillah).

Nah untuk itu, saya kasih garis besarnya saja ya bu-ibu. Tapi ini nggak saklek, untuk menu sehatnya bisa kita modifikasi sesuai sayuran / buah-buahan yang sedang tersedia di kulkas tentunya.
Selamat belanja sehat ala Memsye Lana :)

POLA MAKAN & HIDUP SEHAT :

1). Nasi merah
Saya mulai tidak makan Nasi putih sejak start bln Januari 2017 hingga sekarang (eh tapi pernah bolong makan nasi saat di rumah mertua). Nasi putih saya ganti dengan nasi merah. Nah untuk porsi makannya, semisal kita biasanya ambil nasi putih 1 sendok nasi, untuk nasi merah saya ambil jadi setengah sendok nasi. Dan pelan-pelan (bertahap) pada akhirnya saya sudah berhasil saat setiap makan malam, saya hanya akan ambil 4 sendok makan nasi merah.

2). Jalan santai / olahraga ringan
Pagi / sore hari, usahakan jalan kaki santai minimal 30 menit. Yahh anggap jalan-jalan ke minimarket, belanja, atau menikmati angin sore yang adem.

3). Menu makan (kaya serat rendah lemak)
Menu sarapan ala Memsye Lana biasanya di modifikasi sesuai stok bahan masakan di kulkas / sesuai budget dan tanggal sisa uang belanja bulanan dari suami.hehehe....
  • Pagi : rumusnya adalah kaya serat rendah lemak. Seperti sarapan buah-buahan seperti apel merah/ semangka/pir/kiwi + teh tawar hangat ; oatmeal ; telur rebus (kuning telurnya dikasih ke suami aja ya, untuk nambah Kualitas sperma).
  • Siang : telur rebus/ pecel sayuran/lotek + daging ayam ; baso tahu kukus. 
  • Malam : salad sayur/ salad buah/ pecel + nasi merah ; sayur sop, sayur bayam, sayur kangkung, sayur oyong, dll, dan ikan-ikanan yang dimasak sendiri. Kadang kalau kelaperan ya sate padang + lontong. hahahhaa....
  • Weekend : saatnya cheating day!. Yah jangan ditiru ya, eh tapi ditiru juga boleh soalnya makan enak. Karena saya dan suami hobinya Wisata Kuliner, ya jadi kadang di akhir pekan bisa makan enak mulai dari Bubur ayam di sabtu pagi sambil makan di kasur belum mandi hehehe...., makan siang padang, makan malam steak dulu sebelum nonton ke bioskop. #cieee...pacaran halal nih.

4). Disiplin minum obat
Dan saran saya obat apapun (untuk PCOS) yang diberikan oleh Dokter, agar kita ajeg mengkonsumsinya. Bila pagi obat di konsumsi setelah sarapan (misal: pukul 8 pagi) maka hari-hari berikutnya jam 8 pagi lagi.
Begitupula saat malam hari usai makan malam...jam minumnya ajeg. Kenapa? Agar penyerapan obatnya optimal.

5). Minuman air kayu manis
Terkadang saya mengkonsumsi air kayu manis (untuk resep / cara membuat olahan air kayu manisnya, saya tulis di bawah ya).

Catatan : untuk air Kayu manis ini tidak ada keharusan. Apalagi bagi Moms yang dimana hasil diagnosa Dokter, terdapat Kista (miom) dan sejenisnya, lebih baik jangan  dulu konsumsi air kayu manis.
Alangkah baiknya segera konsultasi langsung ke Dokter Obygn-nya, agar diberi resep dan mintalah arahan pada Dokter, makanan apa saja yang baik & yang pantang untuk di konsumsi.

6). No pati 
Maksudnya disini jangan (atau) kalau masih nggak bisa berpisah dengan roti-rotian, setidaknya mari kita kurang konsumsi makanan yang berbahan dasar pati / tepung.
Contohnya seprti roti-rotian, siomay, gorengan. Nah loh, itu ya gorengan tolong dikasih cuti dulu ya buat main ke meja makan kita.hihihi...

7). Obat inlacin (harus dengan Resep Dokter)
Untuk obat yang 1 ini, wajib dengan resep Dokter ya. Saya konsumsi ini sudah sesuai dengan diagnosa PCOS saya yang disebabkan karena Resisten Insulin. Terlihat dari hasil Laboratorium HOMA-IR saya.
Untuk lebih jelasnya, kenapa saya diresepkan inlacin dengan dosis 400 mg (diminum 1 butir/ Hari) bisa anda baca di kisah Program hamil saya di postingan sebelumnya ya Moms.

8). Konsumsi Asam Folat 
Untuk pemenuhan asam folat kita bisa mengkonsumsi dari sumber buah-buahan atau kita bisa mengkonsumsi vitamin folavit 400. Folavit bisa dibeli bebas di apotik. Di minum sehari 1x setelah makan. Folavit mengandung asam folat yang berguna untuk pembentukan sel otak janin kita.
Kenapa kita harus konsumsi Asam folat padahal belum hamil? Lah kan nanti kalau kita hamil, awal-awal pasti belum 'ngeh/ tahu'. Itu makanya, asam folat kita konsumsi agar pembentukan sel otak janin kita di Trimester awal terjamin dan terjaga dengan baik. 

9). Jangan stress
Tahu nggak ibu-ibu, PCOS alias si sel telur kecil dan bantet tidak indah itu, juga ikut disebabkan karena stress kita. Bikin hormon jadi berantakan. So, kalau lagi pengen ngambek, marah, emosi jiwa, kita banyak-banyakin aja istigfar/ nonton kartun/ dengerin lagu jazz aja, biar hati adem-ayem kembali.

10). Sedekah
Disini sebenarnya saya tidak berniat menggurui. Hanya untuk ikhtiar saya pribadi saja. Dari mulai rutinkan sedekah (sedekah tidak perlu berbentuk uang saja kok), bisa dengan membantu saudara saat ada acara keluarga, memenuhi keperluan dapur orangtua, memberi ke saudara/ anak yatim bisa berupa uang/ pakaian masih layak pakai, memberi makan kucing liar di depan Rumah, dan sebagainya.

11). Ibadah
Kalau saya pribadi menjalankan shalat dhuha & saat bulan puasa kemarin, saya jalankan Rukiyah Mandiri. Untuk cara & langkah Rukiyah mandiri ini, sudah saya tulis di postingan saya sebelumnya ya, bisa di intip di artikel Program Hamil bulan ke-6

12). Tawakal / Berserah diri pada Allah
Usaha terakhir saya adalah berserah diri pada Allah SWT, dan menerima segala yang ditetapkan oleh-Nya. Saya percaya, bahwa saya belum diberi momongan karena Allah memiliki rencana yang lebih indah dan sedang disiapkan untuk saya dan suami. Amin.


Catatan tambahan :

Cara membuat seduhan air kayu manis

Bahan :
- Kayu Manis sepanjang jari telunjuk (4 batang)
- air putih 5 gelas / sesuai selera (kita kira-kira sesuai kebutuhan).
- cengkeh 2-3 butir kecil (kalo nggak ada juga tidak apa-apa. Hanya untuk sedikit tambahan rasa).
- serai (sereh) : 1 batang telunjuk.
- sedikit potongan jahe.
- gula jawa sedikittt (utk rasa-rasa saja, agar air kayu manisnya nanti tidak terlalu sepet di lidah).

Cara membuat :
1). Semua bahan masukan ke dalam panci.
2). Rebus dengan air putih tadi hingga 3 gelas.
3). Rebus sampai mendidih.
4). Dinginkan di suhu ruangan.
5). Lalu setelah dingin, bisa dimasukkan ke Tupperware minuman.
6). Bisa dimasukkan ke dalam kulkas bagian bawah.
7). Diminum pagi / siang hari (segerrr) / sebelum akan tidur malam.

Note :
  • Terkadang saya suka bikin cukup banyak, buat dimasukin ke botol kaca bekas sirup.
  • Untuk komposisi diatas hanya tahan disimpan di dalam kulkas sekitar 1 minggu Kalau lebih dari seminggu, air kayu manisnya masih kita minum, rasanya jadi aneh, terlalu nyirung tajam.
  • Saran saya Diminum 20-30 menit setelah makan nasi ya, agar perut kuat.
  • Jangan diminum sebelum/ setelah kita selesai makan & minum obat dari Dokter (lebih baik ada jeda waktunya, agar tidak mengganggu penyerapan obat dalam tubuh kita).
  • Tips minum obat : baiknya pakai air putih hangat.
  • Suami saya juga kadang Pas selesai makan Malam, saya kasih air putih hangat. Baru 15-20 menit kemudian....minum air kayu manis.
  • Kalau pagi usai bangun tidur, saya & suami biasanya minum air putih hangat 1 gelas. Atau terkadang diseling ganti minum teh hijau tawar hangat 1 gelas / air lemon hangat campur madu sedikit (saat baru bangun & belum makan apapun) 😄

Semoga berkenan dan bermanfaat ya 😃

Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar hamil kembar

Thursday, 13 July 2017

Assalamualaikum, Wr, wb.

Good morning ibu-ibu kece. Pagi ini saya sedang santai sejenak di Rumah Asri Bed and Breakfast. Sebuah Guest House dibilangan Setrasari Kulon, Bandung. Buat saya tempat penginapan ini cozy punya dan so me!Officially, nampaknya akan jadi markas saya untuk bertapa dan menenangkan diri sejenak bila suatu hari dibutuhkan. Untuk cerita lengkapnya, saya bagikan di artikel selanjutnya ya di sini 'Rumah Asri'.

Lanjut ke cerita pagi kali ini. Lusa kemarin tepatnya Rabu, 12 Juli 2017, adalah jadwal cek saya ke Aster. Jam 5 pagi disaat ayam sebelah belum berkokok, saya & suami sudah meluncur menuju travel X-Trans Blok-M. Saya mengejar keberangkatan pukul setengah 6 pagi. Alhamdulillah, karena masih pagi mungkin ya, jalanan Jakarta masih lenggang. Hanya butuh 10 menit saya sudah tiba di depan travel, ajaib.hehehe...

Perjalanan memakan waktu selama 5 jam. Hooooh, betapa jet lag-nya alias pening kepala ini. Sudah ratusan kali saya setia menaiki travel X-Trans ini, dan sepertinya saya sudah ditahap lelah dengan pulang-pergi setiap weekend Jakarta-Bandung. Tapi untuk kepergian ke Bandung hari ini memiliki tujuan mulia, yaitu demi sang buah hati, apapun perjuangannya, sejauh apapun harus ditempuh, demi program hamil ini akan saya tempuh. Tak pelak sudah cukup banyak energi yang saya kuras selama promil ini, dari mulai Jakarta-Bandung ditempuh, tidak ditemani oleh suami seperti kebanyakan para bunda yang ditemani suami saat kunjungan ke Dokter Obygn, energi, fisik, biaya perjalanan, sudah ratusan butir obat yang harus saya konsumsi, hingga untaian doa yang sudah beratus-ratus kali selalu saya panjatkan setiap kali perjalanan Bandung-Jakarta-Bandung.

Read more : Cerita Program Hamilku (dengan PCOS Syndrome)

Pukul 10.00 pagi saya tiba di kota Bandung tercinta. Langsung saya menuju ke Klinik Aster RS. Hasan Sadikin. Setibanya di Aster saya bertemu dengan Teh Merdika yang sama-sama berjuang promil dengan penelitian serta kami bergabung di grup PCOS Fighter Bandung. Sambil menunggu giliran dipanggil Dokter Mulya untuk pemeriksaan USG bergantian, kami bercerita banyak hal, terutama cara menghadapi 'Drama dengan Ibu Mertua'. ahahahha..... Jangan ditanya, drama saya dengan ibu mertua sudah sampai tahap saya crying with silent.hahahaha...

Giliran saya dipanggil untuk USG Transvaginal. Dengan di dampingi oleh Suster Meri, Dokter Mulya melakukan pemeriksaan. Dan saat saya ditunjukkan layar USG, saya senyum sumringah kegirangan. Karena di USG yang kedua kalinya sejak 1 minggu lalu, saya fix dinyatakan sudah sembuh dari PCOS! Sama sekali tidak terlihat sel telur berantai anggur lagi, yang ada justru saya mendapat kejutan manis, bahwa ada 2 sel telur besar & sudah pecah di kanan & kiri!
Seketika Dokter Mulya nyeletuk sembari tersenyum renyah dan menunjukkan gambaran sel telur saya, "Ini sel telur kanan, dan ini yang kiri ya Lana, kalau jadi dua-duanya (bulan ini berhasil), bisa kembar nih....bisa kembar 3".hehehe....


Gambaran Sel telur kiri & kanan.
Menurut Dokter, Kedua sel telur saya besar & sudah pecah.
Waaaaaaa.....langsung saya saya senyum kegirangan. Kembar? Ahhh mungkin Dokter Mulya hanya bercanda selingan saja. Tapi secara logis saya berpikir, sel telur saya ada 2 , terlihat besar & jelas. Kalau ternyata sperma suami saat ovulasi kemarin berhasil menembus sel telur dan berhasil membuahi kedua-duanya, iya yah benar apa yang dikatakan Pak Dokter, bisa kembar tralala-trilili.horeeee..... (husnudzon dan kencangkan doa).

Selesai pemeriksaan, saya kembali ke ruangan untuk diberikan advice oleh Dokter. Dan kebetulan saya pun bertemu dengan Dokter Ade (istri Dokter Mulya). Saya bersama Teh Meri diberi wejangan bijak dari Dokter Ade, bahwa yang namanya menginginkan sesuatu janganlah buru-buru. Bicarakan dengan suami, apa kemauan suami juga untuk penantian anak ini. Agar sama-sama jelas apa yang dimau oleh pasangan.

Dari wejangan tersebut, alhamdulillah saya sendiri beserta suami sudah sangat sering kali saling menceritakan kenginan masing-masing tentang keinginan memiliki momongan dengan segera. Bahkan dengan situasi saya yang belum hamil pun, setiap hari selalu kami hiasi dengan cerita imajinasi kami masing-masing andai our little baby boy and little baby girl sudah hadir di tengah-tengah rumah tangga kecil kami ini.

Tak lupa pula, Dokter Ade memberikan saya copy-an hasil Lab untuk pemeriksaan hormon progesteron saya. Sembari membuka amplop hasil Lab, Dokter Ade cukup senang melihat hormon progesteron saya yang membaik cukup pesat, dimana pada cek Lab saat awal screening (Januari), progesteron saya masih rendah yaitu 0,6. Dan kemarin saat kunjungan ke-5 sekitar bulan Mei, progesteron saya melesat menjadi 11,16. Alhamdulillah.



Sepulang dari Klinik Aster, langsung saja saya turun lift ke lantai 1 dan langsung menelepon suami yang masih di kantor. Dengan mata berkaca-kaca, suamilah yang jadi orang pertama yang selalu tahu hasil pemeriksaan setiap promil saya. Mata berkaca-kaca saya karena bersyukur, walaupun Dokter hanya baru mengatakan sel telur saya bagus, sudah pecah kedua-duanya, kalau berhasil kemungkinan bisa kembar bahkan kembar 3....tapi sudah membuat saya mengucap syukur berkali-kali hari ini.

Doa saya beserta suami sederhana saja, semoga berhasil saya hamil bulan ini. Sangat besar doa dan harapan kami.... mau itu hamil 1, kembar 2 bahkan kembar 3 sekalipun, yang penting saya dan janin saya sehat wal'afiat dan bertumbuh dengan baik dan sempurna sesuai fase-nya. Amin allahuma amin.

Pesan suami tercinta yang ia sampaikan untuk saya dan bikin mood booster beberapa hari ini :
"Mama, jadikan hari ini sebagai mini holiday Mama dulu, berdua sama baby A, menenagkan hati pikiran dan mengistirahatkan badan, sekali-kali perlu lho sayang".
Bismillah, semoga doa, ikhtiar serta kesabaran kami berjuang demi memiliki momongan yang tumbuh sehat, akan segera berbuah manis. Amin ya rabal alamin.

Read more : Rekomendasi Dokter Kandungan di Bandung

Cerita Program Hamilku (dengan PCOS syndrome)


Kali ini saya akan berbagi cerita (kisah) pengalaman saya dalam ikhtiar Program Hamil.
Promil yang saya jalankan ini berbeda dengan ibu-ibu normal kebanyakan loh, yang dimana biasanya mereka hanya dianugerahi 1 sel telur sa-ja.

Saya memiliki PCOS syndrome (eitsss... PCOS itu bukan penyakit ya!!). PCOS singkat katanya adalah Syndrom yang dimana metabolisme kita tidak berjalan dengan baik dan mempengaruhi infertilitas kita. Hal tersebut bisa diketahui dari banyaknya sel telur yang kita miliki tetapi kecil-kecil & bentuknya berantai dan tidak matang.

Wanita yang terkena PCOS adalah wanita istimewa, karena dia memiliki peluang besar 'Hamil Kembar' (bahkan bisa hamil hingga kembar 5, saking banyaknya sel telur yang dimiliki hehehe....).



Dalam program hamil saya ini, banyak sekali perjuangan pola hidup sehat yang harus saya jalankan. Apalagi jangan ditanya, obat yang saya konsumsi sudah ratusan butir. Untuk bunda yang ingin lebih kenal dengan si PCOS ini, kisah pengalaman dan perjuangan promil saya, bisa di intip dibawah ya Moms.


Silahkan Bunda-bunda ataupun calon Bunda bisa memilih artikel yang ingin dibaca dengan meng-klik link artikel di bawah ini.  Happy reading :)

Jangan pernah menyerah, pun jangan pernah terburu-buru. Allah menunda sesuatu (hal) karena tersimpan sebuah kebaikan untuk kita. Tetaplah berbaik sangka pada-Nya. Sempurnakan seluruh ikhtiar kita dengan kekuatan Doa. Insya Allah tidak ada usaha yang sia-sia.
  1. Langkah Awal menjalani Program Hamil
  2. Rekomendasi Dokter Kandungan di Bandung
  3. Pola Hidup sehat untuk PCOS
  4. Diet GM. Diet sehatnya PCOS Fighter
  5. Makanan sehat untuk Ibu Hamil
  6. Pantangan makanan bagi Ibu Hamil
- Program Hamil Bulan ke-1 : PCOS Survivor

- Program Hamil Bulan ke-2 : Indung Telur sehat kesayangan

- Program Hamil Bulan ke-3 : Pemeriksaan HSG

- Program Hamil Bulan ke-4 : Promil vs. Penelitian

- Program Hamil Bulan ke-5 : Pemeriksaan Folikel Dominan (Ovulasi)

- Program Hamil Bulan ke-6 : PCOS sembuh, sel telur membesar

- Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar Hamil Kembar

- Program Hamil Bulan ke-8 : Saatnya Promil mandiri



    Program Hamil Bulan ke-6 : PCOS sembuh, sel telur membesar

    Friday, 7 July 2017


    Artikel sebelumnya : Program Hamil Bulan ke-5 : Pemeriksaan Folikel Dominan (Ovulasi)

    Assalamualaikum, Wr, wb.

    Hari ini adalah pemeriksaan Promil saya yang menginjak kunjungan ke-8, tepat seminggu setelah lebaran 1438 H berlalu.
    Dan kunjungan kontrol saya ke Aster kali ini cukup special. Kenapa? Karena selain akhirnya saya ditemani kontrol oleh suami tercinta untuk pertama kalinya, ditambah lagi saya dan suami dapat kabar baik.

    Ceritanya saya & suami baru saja turun dari kereta Api dengan menempuh perjalanan panjang Jawa Timur - Bandung dengan perjalanan selama 14 jam. Asli tepos deh pantat kece saya. Tapi pagi itu (setibanya kami di Bandung) saya & suami langsung tancap gas ke Klinik Aster. Seharusnya jadwal cek saya bukan hari itu, tapi beberapa hari sebelumnya. Hanya saja berhubung sang adik ipar menikah di Jawa Timur seminggu setelah lebaran & tiket pulang ke Bandung tanggal 3 Juli malam, alhasil jadwal kontrol saya tidak sesuai jadwal konsul + stok obat saya habis blas (otomatis saya bolong minum obat).

    Singkat cerita, saya & suami sudah sampai di Klinik Aster. Dan taraaa...... Pak Dokternya sudah tidak ada di klinik. Dengan rasa lelah kami yang amat sangat, badan kecapean, baru sampai Bandung pagi ini, terlambat datang kontrol, Dokter sudah tidak ada, alhasil dengan urat malu yang akhirnya saya putus, maka saya beranikan untuk whatsapp Dokter Mulya & istrinya. Berharap ada keajaiban dunia beliau bisa kembali ke klinik demi pasien 1 ini.
    * Maafkan saya Dok, karena apa daya....obat saya sudah habis & besoknya sudah kembali ke Jakarta.

    Pertama kali Dokter Mulya bertemu dengan suamiku, comment pertama beliau adalah, "kami mirippppp". Horeee...jodoh sejati berarti.
    Kemudian dilanjutkan dengan rutinitas pemeriksaan seperti biasa yang tidak lain dan tidak bukan adalah bertemu dengan "timbangan Horor milik Bu Dokter".hehehe....
    Bagi para peserta penelitian di grup PCOS, pasti nggak asing lagi dengan istilah timbangan horor milik Dokter Ade. Timbangan yang isinya angka-angka kejujuran & tidak bisa dibohongi walaupun kita bilang di depan Dokter bahwa kita sudah rajin diet, olahraga, No karbo dsb.hehehe....

    Dilanjut dengan saya diminta pindah ke ruangan sebelah untuk pemeriksaan USG Transvaginal. Ditemani oleh suami, saya sudah tidak deg-deg-an.... mengingat bagi ibu muda yang sedang menjalankan promil, pemeriksaan USG Transvaginal adalah hal yang menyenangkan, karena kita bisa melihat sangat jelas keadaan rahim & sel telur kita secara fakta dan aktual, terpercaya pula (berasa slogan warta-berita).

    Sodok kanan-sodok kiri alat USG-nya, dan berjumpalah dengan rahim saya yang menurut Pak Dokter, rahim saya sangat sehat, terlihat jelas 3 garisnya (triple line), tempat menempelnya janin dalam keadaan baik & sehat.
    Ditambah lagi, alhamdulillah-nya dari hasil USG dinyatakan oleh Pak Dokter bahwa saya sudah tidak ada PCOS lagi (alias tidak ada lagi sel telur kecil-berantai). Baru saja 2 detik usai mendengar penjelasan dari Dokter bahwa saya sudah tidak ada PCO-nya, rasanya ingin jingkrak-jingkrak nari.

    Read more : Jangan (pernah) tanya, 'Kapan Saya Hamil'

    Gimana nggak senang coba? Dengan penuh kesabaran selama 6 bulan ini saya berjuang melebihi kadar Ibu normal kebanyakan Yang  dianugerahi hanya 1 sel telur saja.

    Tetapi di sisi lain, Dokter berkata bahwa wanita PCOS (sel telur banyak) adalah wanita yang istimewa. Ia disebut wanita istimewa dikarenakan berpeluang besar memiliki bayi kembar bukan hanya 2 tapi bisa 3 bahkan 5 bayi kembar sekaligus dalam kehamilannya.
    Alasan Ilmiahnya adalah karena wanita PCOS memiliki sel telur yang banyak, sehingga bila ada lebih dari 1 sperma berhasil menembus sel telur & berhasil membuahi sel-sel telur (dominan) tersebut, maka peluang pembentukan embrio lebih dari 1 sangat mungkin terjadi.

    Kembali ke perjuangan Promil saya yang penuh perjuangan. Dimulai dari hal paling simpel yaitu saya harus memiliki hati yang ekstra sabar dari nyinyiran orang-orang. Dilanjut dengan konsumsi obat tanpa henti (dalam 1 bulannya, saya mengkonsumsi 90 butir obat & bisa lebih bila ditambah vitamin c), hingga merasakan efek sampingnya mual-mual, pusing, sakit kepala (hampir) tidak tertahankan, muntah-muntah, diare berulang-kali, ditambah menjalankan diet No karbo, No pati, self healing, emosi naik-turun secara signifikan, hufff.... cukup melelahkan.
    Maafkan istrimu ini wahai suamiku, karena pasien PCOS salah satu gejalanya adalah emosinya naik-turun, bila dibanding wanita normal kebanyakan. Hal itu dipengaruhi hormon androgen Mama berlebih, Pa... :(
    Dan kebetulan di hari kontrol saya hari itu, tepat saat saya sedang masuk masa subur. Dan dilihat dari USG, sepertinya juga tepat sedang dalam masa ovulasi. Alhasil Dokternya ngasih advice untuk rajin-rajinnya ngolah anak.hahaha... Apalagi kalau dilihat, sepertinya sudah ovulasi dari semalam (dan ovulasi itu hanya 24 jam). Sedikit kecewa sih kami, karena saat masa subur beberapa hari kemarin (dan rahim saya terasa cenat-cenut), saya & suami masih di Jawa Timur dan sibuk mengurus pernikahan adik ipar. sehingga tidak ada quality time bagi kami di liburan panjang kali ini.

    Oh iya, kalau ditanya apa saja terapi yang saya lakukan dan membuat PCOS saya sembuh serta berhadiah ada sel telur besar 5 biji yang terlihat di layar USG Transvaginal, jujur saja saya tidak terlalu mengikuti diet ketat lagi, karena bulan puasa kemarin saya hanya ingin fokus ibadah. Tapi mungkin juga menjadi jawaban doa Ramadhan saya :
    1. Selama bulan puasa, ikhtiar yang saya jalankan : Puasa Ramadhan seperti yang lainnya.
    2. Saat suami bekerja & saya banyak waktu di rumah, setiap rentang selesai shalat dzuhur hingga menjelang ashar, saya lebih memperbanyak membaca dzikir istigfar dengan bersender di tepi dipan tempat tidur, hingga terkadang saya bablas ketiduran siang dengan masih memakai mukena (walau jarang). 
    3. Kalau diingat-ingat, padahal setiap buka puasa, saya lebih sering makan takjilnya gorengan  & biji salak yang notabene kandungan patinya banyak. (jangan ditiru ya, kalau ketahuan Dokter bisa horor nih timbangannya).hehehe....
    4. Suami saya selalu tiba pulang kerja 10-15 menit setelah adzan magrib. Itu makanya, saya sempatkan untuk shalat magrib duluan sendiri 2 menit setelah berbuka puasa air teh manis dan melakukan Ruqyah mandiri (termasuk saat usia shalat Dzuhur juga).
    5. Usai shalat dzuhur, saya akan membaca Yasin.
    6. Terkadang, usai shalat shubuh, saya akan menjalankan Ruqyah mandiri.

    Wallahu'alam. Kami serahkan semuanya pada Allah, karena saya percaya bahwa rejeki anak adalah sepenuhnya Hak Allah.
    Setidaknya saya dan suami sudah ikhtiar bukan hanya doa, tetapi usaha dengan berobat, bolak-balik Jakarta-Bandung, meminum obat yang tidak sedikit, hingga menyita waktu & energi juga sudah kami jalani. Dan pada akhirnya semua kembali pada kehendak Allah. Saya dan suami sangat berharap semoga ikhtiar dan doa kami ini berbuah hasil yang barokah serta disegerakan diberikan keturunan sehat wal'afiat yang menambah lagi rasa syukur kami pada Gusti Allah.amin.

    p.s. : Langkah Ruqyah mandiri :
    • Sering-sering ber-dzikir Istigfar
    • Ruqyah mandiri dilakukan dengan berdoa ulang sebanyak 3x.
    • Diawali dengan (setiap 1 siklus) berdoa:
    • (1). Al-Fatihah 1x    : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
    • (2). Ayat Kursi 1x    : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
    • (3). Qulhu 1x            : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
    • (3). Al-Falaq 1x        : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
    • (4). An-Nas 1x          : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa.
    • Setiap 1 siklus berdoa (dan ditiupkan ke telapak tangan), lalu usapkan ke: wajah, kedua telinga, tangan kanan-tangan kiri, dada, perut, bagian bawah perut, lanjut hingga ke kaki kanan dan kaki kiri.
    • Diulang kembali hingga 3x.
    • Setiap kali 1 siklus berdoa & diusapkan ke seluruh badan, jangan lupa diiringi dalam hati untuk berdoa : memohon pada Allah SWT agar kita dijauhkan dari bala, fitnah dunia, godaan syaitan, jin,  dan hal-hal yang tidak baik lainnya. Terutama kita memohon untuk selalu dalam lindungan Allah SWT setiap saat, dimanapun, kapanpun. Insya Allah, amin.

    Read more : Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar hamil kembar

    Custom Post Signature

    Custom Post  Signature