Featured Posts Slider

FINANCIAL JOURNEY #2 : FINANCIAL ADVICE

Monday, 27 November 2017



FINANCIAL ADVICE FOR MARRIED COUPLES

Perjalanan keuangan Rumah-tangga itu memang bisa menguras energi dan perasaan, karena setelah saya dan suami menikah dan menata keuangan mulai dari Nol (ya, 24 jam setelah kami menikah, saldo di ATM saya hanya 400 ribu rupiah saja & saya sedekahkan semuanya). Walhasil Rumah tangga kami dimulai dari Nol (seperti prinsip Pom bensin). Dan saya serta suami hanya mengandalkan gaji bulanan.

Untuk yang bertanya, "loh Lana, kan pasti setelah menikah, dapat uang cecepan amplop dari para tamu undangan resepsi?"
Yap. Dari resepsi pernikahan Saya & suami, sudah pasti tentunya kami dapat amplop cecepan dari para tamu undangan yang total jumlahnya lumayan besar. Tetapi seluruh uang cecepan tersebut (amplop para Tamu) kami serahkan seluruhnya ke orangtua kami.
Jadi, setelah kami menikah....ya memang hanya gaji kerja bulanan saja yang kami andalkan untuk menyambung hidup berumah-tangga dari Nol.

Maka sejak itulah, saya berprinsip dan menjalankan konsep Keuangan rumah tangga yang dipercayakan oleh suami kepada saya, dengan menggunakan Rumus "Hemat Pangkal Kaya". 
Bersyukurnya saya, suami sangat tidak rewel dengan kebiasaan saya memasak masakan rumahan.

Setiap bulan kami hanya punya porsi secukupnya untuk hidup, hampir seluruh pendapatan ditabung dan dijadikan investasi / tabungan wajib. Dengan kata lain, kami selalu berusaha agar setidaknya 50% dari pemasukan yang di dapat dari gaji, kami tabungkan ke Rekening Bank, dan tidak akan kami pergunakan untuk pengeluaran rutin bulanan, melainkan untuk hal-hal urgent ataupun untuk dana liburan (honeymoon) akhir tahun, atau travelling entah kemana.

Itulah kenapa, pada tengah tahun maupun akhir tahun, saya sendiri atau bersama suami bisa Staycation sejenak di Hotel sembari liburan akhir pekan, atau travelling keluar pulau maupun backpacker-an keluar negeri jika dana mencukupi.

Buat kami, yang berumah-tangga dari titik Nol, tidak mengandalkan orangtua, prinsip mengatur keuangan dengan terperinci dan menggunakannya se-efisien mungkin, menjadi jurus jitu kami bisa mencukupi kebutuhan kami termasuk hiburan dan liburan.

Jadi, kali ini saya akan sedikit berbagi tips n trik penggunaan keuangan Rumah tangga yang saya kelola. Semoga bisa sedikit membantu :

  • Belanjakan uangmu untuk kebutuhan pokok (makan, minum dan kualitas istirahat untuk jangka panjang seperti membeli bantal, guling, seprai dengan kualitas bagus).
  • Jangan pernah malu dan malas untuk belanja di mang sayur & memasak seminggu 5x (senin-jumat).
  • Tidak perlu beli pakaian & aksesoris yang ujung-ujungnya hanya kamu simpan di lemari. Belilah pakaian yang memang jangka waktu pemakaiannya long term (awal beli memang cukup mahal, tapi membuatmu tidak membeli baju baru dalam 1 tahun bahkan lebih).
  • Paksakan untuk saving (menabung) 50% dari total penghasilan suami+istri / salah satunya bila istri tidak bekerja.
  • Kalau memang tidak bisa saving sebesar 50%, pastikan tetap disiplin untuk menabung setiap bulannya dengan Nominal yang tetap setiap bulannya. Dan hanya boleh dipergunakan untuk hal-hal yang urgent / liburan.
  • Selalu miliki 1 Rekening (1 akun bank) yang dikhususkan untuk Penyimpanan Dana Darurat. Bisa dalam bentuk 1 akun Rekening terpisah dengan akun Rekening lainnya yang sering kita pergunakan untuk belanja harian (tidak disatukan dengan kartu ATM untuk pengeluaran kamu sehari-hari). Untuk jelasnya, saya bahas di sini Financial Journey #1 
  • Jangan mudah tergoda dengan barang-barang ber-Label 'Sale /Diskon'. Karena pada akhirnya kebutuhan paling utama manusia hanyalah makanan dan tempat tinggal yang layak (tidak kehujanan, tidak kepanasan). Selebihnya hanyalah 'kepengen ini-itu" yang ujung-ujungnya hanya kita letakkan di pojok kamar, digantungan lemari. Dan semua hal / barang-barang tersebut bukanlah hal-hal prioritas bagi saya dan suami. 
  • Untuk dana transportasi, bisa kami tekan dengan menggunakan motor pribadi (tidak memakai mobil/ taksi). Lumayan, selain bisa menikmati angin segar, juga mengajarkan kami untuk hidup sederhana, secukupnya saja.
  • Bila menginginkan beli barang-barang dengan harga sekali gesek lumayan menguras dana bulanan (seperti membeli rak dapur, kursi, lemari) maka kami akan menggunakan pos Dana Darurat (tabungan Wajib), dan bagaimana pun caranya, bulan depan jumlah npminal tabungan yang dimasukkan harus lebih sehingga menutupi dana jebol yang bulan kemarin kami sempat ambil.
  • Untuk budget peralatan lenong buat saya seperti bedak, lipstik dan sebagainya, alhamdulillah tidak menguras. Mungkin dikarenakan saya sendiri juga tidak terlalu suka untuk ber-make up cetar. Bagi saya, kulit yang sehat adalah kulit yang jarang terpapar alat lenong. Cukup bedak tipis, sedikit sepuhan blush on tipis, lipstik yang tidak mencolok, eye shadow warna senada dengan blush on, sudah membuat suami saya bilang bahwa istrinya 'Cantik". 
  • Jangan pernah perhitungan saat belanja buah-buahan & juga vitamin. Karena kesehatan Kita & pasangan adalah prioritas utama. Lebih baik Kita lebihkan 100-200 ribu rupiah untuk pos pembelian buah-buahan serta vitamin dalam sebulan, dibanding harus mengeluarkan sekian juta untuk rawat jalan hingga rawat inap di RS.
  • Jika Kita memiliki Asuransi Kesehatan yang sudah di cover oleh perusahaan tempat kerja, maka jangan di sia-sia-kan. Gunakan manfaat Asuransi Kesehatan yang di dapat, dengan semisal pergunakan untuk check up kesehatan maupun check-up kontrol Gigi rutin secara berkala (setidaknya scalling gigi 4 bulan sekali).
  • Saya & suami masing-masing memegang kartu kredit sendiri. Tapi kartu kredit ini hanya kami pergunakan untuk membeli Tiket penerbangan dan membayar Hotel (dimana selalu diberi keringanan potongan/ Discount bagi Nasabah bank-bank tertentu bila menggunakan Kartu kredit dari produk Bank tersebut). Dan keesokan harinya saat Tagihan keluar, langsung kami lunasi dengan m-banking.
  • Kartu kredit yang masing-masing kami miliki pun berfungsi sebagai 'ATM Darurat'. Yang bila semisal saya & suami sedang berada di kota / Negara yang berbeda, sedangkan ada anggota keluarga kami masing-masing yang tiba-tiba masuk RS, maka penggunaan kartu kredit amat membantu untuk meng-handle jenis-jenis pembayaran darurat seperti itu.
  • Kami membiasakan agar tidak pernah berhutang! Ya, bisa dibilang kami berdua tidak suka dengan berhutang. Itu kenapa semaksimal mungkin bila kami menginginkan sebuah barang tertentu dengan harga lumayan tinggi, kami akan menabung dahulu 1-2 bulan agar pada bulan berikutnya kami bisa membeli barang tersebut secara cash. Tips lainnya, kamu bisa intip website / akun media sosial toko tersebut, dan biasanya dalam bulan-bulan tertentu biasanya toko mereka melakukan sale besar-besaran (misal : menjelang Hari Raya, menjelang natal, diskon tengah tahun, diskon akhir tahun, diskon bulan ulang tahun toko tersebut,dsb).
  • Dari hidup hemat & bijak dalam menggunakan uang itulah, maka seminggu sebelum gajian, dimana di saat orang kebanyakan bokek, justru kami masih bisa menikmati jalan-jalan dan sesekali wisata kuliner, ngemil J.CO selusin berdua, ngadem siang Hari di cafe dan lanjut nonton bioskop. 

Dari awal bulan pertama pernikahan, saya sudah membuat sebuah Format Excel di laptop & mencatat seluruh pengeluaran kami berdua secara aktual dan detail. Dari situ saya bisa melihat & mengetahui bahwa ada pengeluaran yang bisa saya cut karena sebenarnya tidak perlu & bisa dimasukkan ke pos Tabungan / pos pengeluaran lainnya.

Bagi yang ingin minta format Excel Pencatatan Keuangan Rumah Tangga yang saya pergunakan selama ini, silahkan bisa tulis email kamu di kolom comment di bawah ini / bisa kirim email ke saya. Nanti akan saya kirimkan format excel-nya ya :)

Semoga tips dan trik sederhana ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang bingung mengatur perencanaan keuangan Rumah tangga, terutama bisa berguna untuk para Newly weds (Pengantin baru, karena Ujian Pernikahan dimulai setelah kamu menjadi Suami dan Istri). Enjoy the rules and be happy.

Read more : Rumah Tangga. Pembelajaran tanpa akhir

ISTILAH UMUM DALAM DUNIA BLOG DAN WEB

Saturday, 25 November 2017


Hello readers. Kali ini blog Lanalouie akan berbagi ilmu tentang bahasa 'planet' yang pastinya asing banget di telinga beberapa blogger apalagi blogger pemula.

Bahasa planet ini tapi cukup sering kita dengar di mesin pencarian google. Nah, makanya saya rangkum seringkas mungkin ya. Semoga membantu.

  1. Alexa rank: merupakan rangking website yang berasal dari Amerika. Semakin baik Alexa rank, artinya website / blog kamu tandanya semakin banyak dicari dan dibaca orang. Biasanya Alexa rank ini harus di install dahulu di komputer/ laptop kita. dan Notifikasinya akan muncul di pojok kanan Tab halaman website/ blog kita.
  2. Backlink dofollow: link terbaca di google.
  3. Backlink nofollow: link tidak terbaca di google. Biasanya nih bagi yang suka dapat Sponsor post, beberapa brand yang menawarkan kerjasama, akan meminta artikel yang kita post untuk di setting 'Nofollow'.
  4. Backlink: link di website lain atau search engine yang mengarah ke blog kita.
  5. Blogwalking: berkunjung ke blog/website lain. Ya istilah katanya jalan-jalan.
  6. Clonning blog: meniru suatu blog dari tulisan hingga template (kloning)
  7. Domain authortity (DA): sebuah ukuran kepercayaan sebuah situs atau website berdasarkan rujukan yang berasal dari mesin pencari dan pengguna (dirangking dalam skala 1-100, semakin 
  8. External link: hyperlink dalam satu tulisan di blog post yang diarahkan ke website luar.
  9. Google analytics: layanan gratis dari Google yang menampilkan statistik pengunjung sebuah situs web.
  10. Heading tag (H1, H2, H3, dst): html tag untuk membedakan tingkatan judul dalam blog post. Biasanya digunakan untuk sub judul, poin-poin, dll. Kalimat yang diformat dengan heading tag biasanya akan lebih terbaca oleh mesin pencari karena dianggap menjadi poin dalam suatu tulisan.
  11. Internal link: hyperlink dalam suatu tulisan di blog post yang diarahkan ke blog tersebut.
  12. Keyword density: pengulangan kata kunci dalam sebuah tulisan.
  13. Keyword suggestion: kata kunci yang disarankan oleh goggle saat kita memakai mesin pencari.
  14. Keyword: kata kunci yang banyak muncul di search engine.
  15. Linkbuilding: cara untuk mendapatkan backlink dari website lain menuju website anda (salah satunya dengan membuat dummy blog & blogwalking)
  16. Meta description: ringkasan konten blog post yang muncul di search engine.
  17. Mobile site: tampilan website di perangkat mobile (seperti smartphone atau tablet).
  18. Offsite: optimisasi pageviews dari luar (menyebarkan backlink, dll).
  19. Otoritas blog : kepemilikan blog. dengan mengisi data di http:/aboutme.google.com
  20. Page authority (PA): rangking yang menunjukkan seberapa besar chance yang dimiliki blog kita untuk muncul di mesin pencari (skala 1-100, semakin besar semakin baik)
  21. Pageviews (PV): jumlah halaman di suatu blog dibaca.
  22. Permalink: url yang kita dapatkan setelah blog post di-publish.
  23. Responsive: template dapat menyesuaikan sesuai perangkat yang dipakai untuk membuka website. apabila di PC/laptop, tampilannya akan full website, sedangkan apabila di smartphone atau tablet akan otomatis mobile site yang lebih cepat loading.
  24. SEO friendly template : tampilan desain blog yang mobile site responsive dan tidak berat saat di-load (hanya butuh beberapa detik untuk loading). tidak terlalu banyak ornamen, suara dan gambar berukuran besar di dalamnya.
  25. SEO onsite: optimisasi pageviews dari dalam (membuat konten yang menarik, keyword, heading, dll).
  26. Source traffic: sumber orang menemukan blog kita (bisa dari google, social media atau website lain).
  27. Spam score: penalti dari google akibat spamming (terlalu banyak menaruh backlink dofollow atau spam comment di blog lain).
  28. Top level domain: website/blog dengan url .com atau .net .co dll. domain yang sudah independen tidak bergantung dari domain lain seperti .blogspot.co.id

SAYAP AYAM & BAKSO BAKAR MANIS-PEDAS

Sayap ayam & bakso bakar manis-pedas

Siang ini ceritanya saya dan Pak suami lagi mager (walau sebenernya saya sebagai Ibu rumah tangga yang giat) nggak mager-mager banget. Dari bangun pagi udah absen kehadiran di mang sayur komplek sebelah, lanjut nyapu rumah, ngepel, masang rak sepatu, dan berakhir dengan mandi pagi, disambung laper.

Nah, tiba-tiba saja bakso bakar langsung mampir dipikiran. Dikarenakan tempat jual bakso bakar di kota ini tidak ada (kalau di Bandung sih gampang banget nemunya), tapi ngidam ini tidak berkesudahan, walhasil akhirnya angkat pantat dan menuju dapur mungil kesayangan.

Dengan ilmu resep dan inisiatif ala emak-emak yang udah khatam pinter masak seperti saya (seriusan, saya itu pintar masak & sudah diakui oleh keluarga besar terutama suami), akhirnya terciptalah ide membuat sendiri Bakso bakar ala Memsye Lana.

So, kali ini akan saya bahas-tuntas tentang cara memasak bakso bakar dan sayap ayam bakar. 
Bisa dipraktekkan dengan sangat mudah, hanya butuh bahan pokok sayap ayam & bakso beberapa butir.

Bahan-bahannya :
  1. 12 butir bakso potong jadi 2 bagian / bakso bulat utuh (sesuai selera)
  2. Sayap ayam 4 potong -- dipotong menjadi 3 bagian (sesuai selera)
  3. Note : bisa diganti dengan paha ayam, udang, cumi 
  4. 1 sdm saos sambal
  5. 1/2 sdm saos tomat
  6. 1 sdt saos tiram saori
  7. Kecap manis / kecap manis pedas (sesuai selera)
Bumbu halus :
  1. 4 siung bw.putih
  2. 3 siung bw.merah (kecil) 
  3. 1/2 sdt ketumbar
  4. 1/4 potong jahe (sesuai selera, bila tidak suka bisa di skip)
  5. garam secukupnya
  6. gula pasir / gula jawa secukupnya
Cara mengolah :
  1. Haluskan bumbu halus (uleg halus)
  2. Kemudian panaskan wajan
  3. Beri sedikit minyak untuk menumis
  4. Tumis bumbu halus hingga aromanya keluar
  5. Masukkan saos-saosan
  6. Tambahkan sedikit air
  7. Masukkan sayap ayam + bakso 
  8. Aduk rata hingga air sat & bumbu meresap dalam ayam dan baksonya.
  9. Sisihkan
  10. Tusuk bakso & ayam menggunakan tusukan sate
  11. Bakar dengan api sedang & sesekali dioles ulang dengan bumbu tadi
  12. Sajikan dengan taburan parsley / irisan tipis daun bawang
  13. Bisa ditambahkan : tusukan potongan tomat atau paprika (merah, kuning, hijau)
  14. Taburi bawang goreng jika suka.
Selain murah-meriah bahannya (tidak pakai tepung aci/kanji) alias baso bakar abal-abal, mudah membuatnya, hemat waktu pula (saya hanya membuatnya butuh waktu 20 menit saja). 
Dan terutama menjadi cemilan bersih nan sehat, khususnya bagi anak-anak dan keluarga tercinta.

Selamat mencoba & dijamin bisa menjadi salah satu pilihan menu sehat di weekend favorit bersama dengan suami dan anak-anak tercinta.

FINANCIAL JOURNEY #1 : FINANCIAL PLANNING

Monday, 13 November 2017

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin menulis tentang Keuangan Rumah tangga yang selama ini saya kelola. Tapi pada akhirnya baru muncul trigger buat nulis setelah minggu kemarin bikin status di IG, eh tau-taunya ada yang nge-DM serta whatsapp dan nanya gimana sih cara saya me-manage keuangan dan pengeluaran rumah tangga, padahal saya hanyalah Ibu rumah Tangga plus mereka heran kok masih bisa jalan-jalan liburan (travelling) keluar kota bahkan keluar negeri. 

Awalnya, saya hanya jawab sebisa saya. Tapi setelah ada beberapa orang yang nanya dengan inti pertanyaan yang sama, 'How I manage my money'. Jadinya menelurkan ide untuk saya jabarkan dengan super jelas di blog kesayangan.

Jadi awalnya saat 1 bulan sebelum menikah, saya sudah mengajak calon suami untuk mulai membahas tentang Konsep Pengeluaran Rumah Tangga kami nanti. Alhamdulillahnya, calon suami nggak menolak, justru mendukung.

Makanya saya langsung buatkan Pos pengeluaran (normal) dalam Rumah tangga kebanyakan di Indonesia (saya bisa tahu macam-macam pengeluaran rumah tangga sebelum nikah, soalnya saya sudah hidup tanpa Ibu 20 tahun lebih, so alhasil pengeluaran apa saja yang biasa dikeluarkan sebuah rumah tangga, saya tahu jelas. Uangnya sih yaaa masih pake uang Papa saya hehe...).

Berikut saya jabarkan penggunaan keuangan Rumah tangga kami. Semoga bermanfaat.

PEMASUKAN RUMAH TANGGA

Dikarenakan saat ini saya sedang tidak bekerja, maka sumber pemasukan Rumah tangga ada di tangan suami. Di setiap tanggal 25 setiap bulannya, adalah tanggal Suami tercinta gajian.

Yap, suami dengan berbaik hati selalu memberi tahu tanggal beliau gajian. Jadi, saat tanggal 25 pagi hari, senyum istri akan merekah bak taman bunga 1 taman. Kenapa? Soalnya di pagi hari setibanya suami sudah di kantor, ia akan mengirimkan pesan cukup romantis dengan kalimat, 
"Mama, ini ya Papa sudah transfer (nominal sekian) untuk kebutuhan bulanan rumah tangga ke Rekening Mama. Tolong diatur dengan baik ya. Papa percaya sama Mama bisa mengatur keuangan keluarga kecil kita. terimakasih"

Terus terang saya termasuk penggemar berat pengguna layanan dari BANK CIMB NIAGA, karena banyak sekali kemudahan yang saya temukan, dari mulai fasilitas mobile Banking-nya yang mobile friendly, hingga internet Banking yang menu-menunya amat sangat mudah saya pakai.

Salah satu kelebihan lainnya, m-Pin untuk bertransaksi langsung masuk ke HP kita via SMS (tidak perlu repot-repot kita harus membawa token kemana-mana).
Saya nga suka ribet bawa token, kalo tiba-tiba ilang/ jatuh malah bikin tambah repot.


PENGELUARAN RUMAH TANGGA

1ZAKAT & SEDEKAH

Bagi saya dan suami, kami sudah sepakat bahwa Zakat dan Sedekah tidak kami masukkan ke budget pengeluaran bulanan (terpisah). Jadi di saat suami sudah menerima gajinya, maka langsung akan dipotong untuk Zakat & Sedekah hari itu juga dan langsung dilakukan.
Dengan begitu, setiap tanggal 25 (saat suami men-transfer sejumlah dana untuk pengeluaran bulanan ke Rekening Istri), itu sudah murni 100% untuk tabungan wajib + pengeluaran rutin bulanan.


2. TABUNGAN WAJIB  55%

Setelah saya menerima dana untuk pengeluaran Bulanan Rumah tangga, maka saya akan langsung memasukan dana sebesar 55% dari keseluruhan dana yang diterima pagi itu, untuk saya masukkan ke Rekening Tabungan Wajib.

Saya memang sengaja membuat 2 Rekening bank terpisah di Bank Cimb Niaga disertai kartu Debit, sehingga uang yang akan saya investasikan ini (55% dari pemasukan) tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Rekening terpisah tersebut, masing-masing dipergunakan sbb :
  1. Rekening A   :  untuk pengeluaran harian & belanja bulanan dalam sebulan pengeluaran,
  2. Rekening B : Tabungan Wajib, yang dimana khusus saya peruntukkan untuk menyimpan sejumlah dana dengan Nominal tertentu (tiap bulannya nominal yang kita masukkan tetap dan tidak berubah). Dana tersebut juga tidak boleh dipergunakan untuk kebutuhan bulanan. 
Tabungan wajib (Saldo di Rekening B) hanya akan kami gunakan untuk hal-hal yang dalam pengunaannya nanti memerlukan dana besar dalam sekali pengeluaran, seperti : 
  • keperluan membayar rumah dalam jumlah besar
  • dana liburan (meliputi pembelian tiket pesawat, booking hotel)
  • penukaran mata uang Rupiah bila kami perlu untuk menukarnya dengan mata uang asing.
  • untuk wisata kuliner selama liburan.
  • Dana darurat :bila sewaktu-waktu kami sakit ataupun harus ke Dokter gigi
Jadi hukumnya BIG No No bagi kami untuk memakai Dana Tabungan Wajib untuk pengeluaran belanja kebutuhan rutin bulanan.

#NoteToMyself untuk Pos pengeluaran diatas masih bisa saya revisi di kemudian hari bila kelak sudah hadirnya anak (Amin ya Allah). Saya kepikiran bila nanti anak kesayangan kami sudah hadir, maka Pos Tabungan Wajib akan dipecah lagi menjadi 25% Tabungan Wajib & 30% Kebutuhan anak tentunya.

3. BIAYA HIDUP 30%

Untuk Biaya hidup disini kami menggunakan 30% dari pemasukan yang di dapat.
Dan biaya hidup ini akan saya pecah untuk beberapa sub-pengeluaran seperti :
  1. Belanja harian : saya pergunakan untuk belanja sayuran, daging-dagingan, buah-buahan, rempah-rempah. Sekedar catatan, untuk menghemat dana belanja, saya selalu masak di rumah Senin - Jumat.
  2. Keperluan dapur : minyak goreng 2 liter, beras merah, kecap, penyedap masakan, serta bumbu-bumbu dapur lainnya yang diperlukan untuk memasak sehari-hari. 
  3. Kebutuhan rumah tangga : seperti membeli pengharum pakaian, pengharum ruangan, cairan pembersih kamar mandi, dll.
  4. Kebutuhan pribadi : meliputi toiletries seperti sabun mandi, shampo, sikat gigi, pasta gigi.

4GAYA HIDUP 15%

Tidak dipungkiri, saya dan suami juga masih senang untuk jajan, makan diluar atau istilahnya wisata kuliner ceria saat kami pulang ke Bandung. Kenapa, karena dengan belum hadirnya Bayi sehat nan menggemaskan di tengah-tengah rumah tangga kami, maka salah satu cara kami Bahagia yang dengan Ma-Kan!.ahahahaa... 

Ya, terus-terang, hingga sudah menikah pun, kami berdua masih sangat hobi makan diluar. Entah itu hanya sekedar istrinya doyan beli lumpia basah 2 porsi sekaligus sekali makan, dan suami seneng ngemil shinlin saat nonton bioskop, dan ditambah jajan-jajanan rakyat seperti gorengan, atau sesekali go-food, delivery pizza ataupun ngemil apple pie McD.
Itulah mengapa saya masih ngotot bikin pos jajan, secara kalau sudah pulang ke Bandung....kuliner enak bertebaran dan bikin lidah ini bergoyang ngiler. Dan tidak lupa juga kami masih menyempatkan untuk membeli makanan untuk Orangtua. 
"Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving." -- Warren Buffet

Bersyukurnya, saya dan suami bukanlah tipe konsumtif harus membeli baju baru setiap bulannya atau makan di cafe setiap malam minggu. 
Kami bisa terlihat hanya pakai baju itu-itu saja, kaos kesayangan yang itu-itu saja. Tetapi pakaian yang kami pakai kenapa masih terlihat bersih dan bagus.... karena saat kami membeli pakaian, saya dan suami akan membeli baju dengan kualitas bahan yang baik, sehingga akan bernilai pakai tinggi (awet dipakai).

Seperti contohnya untuk :
  • t-shirt : saya & suami sudah jatuh hati dengan 1 merk : Uniqlo. Koleksi kaos kami berdua di dominasi merk Uniqlo karena menurut saya kualitas bahan kain Uniqlo lebih bagus, tebal, menyerap keringat dan awet dipakai, bila dibanding dengan HnM ataupun Giordano (kedua merk tersebut bahan kainnya tipis sehingga saya harus double pakai tank-top lagi, setelah dicuci 3x saja sudah muncul serabut kain). Disamping itu kami membeli kaos serupa dengan beberapa varian warna sehingga tidak bosan & bisa di mix n match.  Selebihnya adalah kaos-kaos suvenir saat kami travelling atau oleh-oleh keluarga. 
  • Baju resmi : Dikarenakan kami tinggal diluar kota dan memiliki banyak teman di Bandung, maka setiap kali ada acara resmi (undangan pernikahan), tentu saja kami akan sulit untuk bisa hadir. So, pakaian resmi menjadi salah satu jenis pakaian yang akan jarang kami kenakan.
  • Baju pergi / jalan-jalan : mungkin karena saya & suami punya mental dan pemikiran, "nyaman nomer 1", jadinya setiap kami pergi liburan atau mengunjungi orangtua di Bandung, kami akan memakai pakaian yang menurut kami nyaman dan yang penting masih sopan, dikarenakan kami masih menjadi penggemar setia akomoda travel setiap kami pulang ke Bandung. 

Dan selama menunggu hadirnya momongan, saya dan suami sepakat akan terus berikhtiar mencari rezeki dengan jalan halal dan baik serta istiqomah rutin bersedekah.
Karena saya ingat sekali dengan nasihat Papa, bahwa dengan cara sedekah, maka Allah akan menjaga Rumah tangga kami, menjaga apa yang kami makan dan menjadi berkah (bukan penyakit) serta menolak bala (cobaan berat). amin ya rabal'alamin.

Untuk Artikel & tips menarik selanjutnya tentang mengatur keuangan rumah tangga, kamu bisa langsung klik Link di bawah ini.


Read more : Financial Journey #2 (Financial Advice for Married Couples)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature