Featured Posts Slider

RESEP : AYAM JAMUR SAUS TIRAM

Friday, 20 April 2018

Ini adalah postingan lanjutan tentang resep masakan lainnya yang saya eksekusi hari ini untuk menu brunch suami.

Alhamdulillah, nilainya 8. Enak dan ludes disantap. Semoga sholat jumat'an Pak suami nggak sambil ngantuk-ngantuk ya, karena makannya lahap.hehehe...

Nah, langsung saja saya share resep masakan dadakan hasil kreasi saya sendiri hari ini ya.

CHICKEN MUSHROOM WITH OYSTER SAUCE ala Nyonya Lana.

BAHAN-BAHAN :
  • Jamur tiram setengah kilo (sesuai selera).
  • Ayam 1/4 kg dipotong dadu/ memanjang.
  • Cabe rawit 3 iris miring.
  • Bawang putih 4 siung, iris tipis.
  • Bawang merah 5 biji, iris tipis.
  • Potongan daun bawang 3 tangkai.
  • Jahe 2 cm iris tipis.
  • Daun salam 2 lembar.
  • Kecap manis 2 sdm.
  • Saos tiram 1 sdm.
  • Ulekan sambal cabe merah 2 sdm (sesuai selera, bisa di skip jika tidak suka pedas).

CARA MASAK :

  • Masukkan minyak 2 sdm ke dalam wajan.
  • Bawang merah, bw.putih, cabe rawit, jahe, daun salam di oseng hingga setengah matang & harum.
  • Masukkan potongan ayam. Aduk rata hingga setengah matang.
  • Tuangkan kecap manis diatas ayam, dan aduk / oseng kembali.
  • Masukkan saos tiram + ulekan sambal.
  • Masukkan jamur yang sudah ditiriskan.
  • Aduk rata.
  • Beri air putih matang 1/4 gelas.
  • Masukkan garam + gula pasir/ gula jawa.
  • Aduk rata kembali hingga matang.
  • Tes rasa (cicipi ulang).
  • Masukkan potongan daun bawang.
  • Oseng kembali sebentar (1 menit) agar daun bawang tidak layu.
  • Sajikan dengan selada hijau segar & kerupuk udang.
Porsi : untuk 3 orang.


RESEP TONGSENG AYAM JAMUR


Bismillahi'rahmanirahim.

Assalamualaikum ibu-ibu kece yang sedang dilanda galau nan bimbang mau masakin apa lagi yang buat anak-anak dan suami tercinta.

So, kali ini saya mau mem-posting beberapa artikel resep masakan dari hasil saya memasak minggu ini. Jadi jangan heran ya, kalau langsung akan ada beberapa postingan resep masakan berderet di blog lanalouie kali ini.

Nah, untuk postingan kali ini, saya mau berbagi resep masakan menu Tongseng ayam, yang alhamdulillah berhasil saya eksekusi dengan hasil rasanya yang enak bin lezat. Padahal ini baru pertama kali praktek masak dengan resep khas keluarga kemuning tercinta. Horeeee....
Makanya saya pede banget untuk nge-share hasil masakan ini.hehehe...

So, silahkan dicontek resepnya untuk di praktekkan di dapur kesayangan. Asal jangan dicuri artikel ini ya, dan diganti dengan nama lain.

TONGSENG AYAM ala Nyonya Lana

Haluskan bumbu-bumbu :

  • Kemiri 7 butir
  • Jahe 3 cm 
  • kunyit 3 cm
  • Bawang putih 5 butir
  • Bawang merah 7-8 butir
  • ketumbar 1 sendok teh
  • minyak 2 sendok makan
  • Seluruh bumbu diatas tadi, di blender / di uleg hingga halus (kalo saya, masakan lebih enak bila bumbu-bumbu rempah diuleg sendiri).

LANGKAH 1 :
  1. Siapkan santan 800 ml di dalam panci rebusan.
  2. Didihkan air santan & aduk perlahan (mencegah santan tidak pecah).
  3. Masukkan bumbu yang tadi dihaluskan ke dalam air santan.
  4. Masukkan daun salam 2.
  5. Serai 1-2 batang, yang sudah di pipihkan.
  6. Jahe 3 cm (iris tipis).
  7. Aduk kembali hingga tercampur & jaga santan tidak pecah.
  8. Masak sampai mendidih.
  9. Matikan kompor. Sisihkan.
(kalau saya: setelah santan bumbu kuning tadi matang, kemudian disaring, sehingga ampas bumbu ulekan terpisah & air santan bumbu kuningnya bersih dari ampas bumbu).

LANGKAH 2 :
  1. Masukkan 2 sdm minyak ke dalam wajan.
  2. Masukkan bawang merah 6 butir yang diiris tipis.
  3. Cabai rawit merah 2-6 buah, iris tipis serong.
  4. Masukkan potongan jamur.
  5. Kemudian oseng bahan-bahan diatas hingga setengah matang.
  6. Masukkan ayam 1 ekor yg sudah dipotong.
  7. Beri kecap manis 4-5 sdm / sesuai selera.
  8. Aduk rata hingga ayam tercampur dengan kecap.
  9. Masukkan kuah santan bumbu kuning yang tadi disisihkan & sudah disaring terlebih dahulu.
  10. Masukkan potongan kol (kubis) 300 gram.
  11. Beri garam 1 sdt.
  12. Merica 1/2 sdt.
  13. Gula pasir 1 sendok teh.
  14. Aduk rata.
  15. Tes rasa.
  16. Masukkan potongan daun bawang 6 batang (yang sudah dipotong-potong dengan ukuran 2 cm).
  17. Tomat 3 buah yang sudah diiris.
  18. Aduk rata kembali.
  19. Matangkan: sekitar 15-20 menit / hingga sekiranya tongseng matang.
  20. Tes rasa kembali.

Sajikan dengan nasi hangat, taburan bawang goreng, perkedel kentang & kerupuk udang.
Jangan lupa berdoa dahulu. 😇

LONG VACATION AT SINGAPORE (CHAPTER 1)

Wednesday, 11 April 2018
Source : Getty images

Tepat seminggu lalu saya dan suami silaturahmi (kembali) ke Singapura. Untuk kunjungan kami kali ini terbilang beda. Bukan lagi hanya sekedar jalan-jalan santai mejeng dan berfoto ria, tetapi tujuan utamanya adalah ke Universal Studio Singapore (USS) horeeeee!! Untuk cerita kunjungan kami ke USS, di artikel berikutnya ya, akan saya tulis.

Terus-terang liburan kami ke SG untuk kali ini, awalnya dengan niatan liburan mumpung suami punya libur menjelang pindah kerja ke perusahaan baru, sekalian mumpung passport suami mendekati expired (6 bulan sebelum masa berakhir passport). Ehh nggak tahunya suami punya ide untuk liburan kali ini kita ke Universal Studio. Kapan lagi kami berdua punya waktu kosong panjang seperti ini. Maka tak tanggung-tanggung, kali ini kami liburan panjang hampir seminggu di Singapura. 

Di tahun-tahun sebelumnya liburan kami ke Singapore, biasanya kami menggunakan Air Asia, tapi kali ini saya & suami mencoba maskapai baru yaitu Scoot Airlines. Dan tentu saja seperti biasanya kami mengandalkan pemesanan tiket pesawat & booking penginapan menggunakan Traveloka. Konsumen setia Traveloka nih ceritanya!


Dan liburan kali ini pula, suami mempercayakan saya untuk memilih tempat menginap. Terus terang saya dan suami memiliki prinsip yang sama, bahwa untuk penginapan kami cukup mengandalkan Hostel yang sering digunakan oleh backpackers. Dengan itu kami bisa saving dana penginapan dengan jumlah lumayan (bila dibanding dengan booking hotel). Dana lebihnya toh bisa kami peruntukkan untuk pos jalan-jalan & kuliner.
Lagipula penginapan toh hanya kami gunakan untuk tidur malam saja, seblebihnya dari pukul  10 pagi hingga tengah malam, dipastikan saya dan suami akan menjelajah tempat-tempat di negara tersebut.

So, selama di Singapura, dengan bantuan booking via Traveloka, saya memilih 7 Wonders Hostel yang terletak di Jalan Besar. Dari segi lokasinya juga hanya berjarak 600 meter dari stasiun MRT Farrer Park. Dan di dekatnya pun terdapat City Square Mall dengan berbagai toko seperti Uniqlo, Decathlon hingga Foodcourt Republic yang lumayan cukup besar.

Keuntungan lainnya kami memilih 7 Wonders Hostel yang berada di kawasan Farrer Park, antara lain :

  • Selain kawasan tersebut juga lumayan banyak dihuni muslim (jadi suami bisa solat Jumat-an), 
  • Farrer Park juga dekat pula dengan Mustafa Center. Tentu itu juga keuntungan bagi kami yang biasanya dulu saat kami travelling sebelumnya, kalau mau ke Mustafa harus terburu-buru hanya karena mengejar MRT jam terakhir (jam 11 malam).
  • Nah untuk kali ini, walau kami menjelajah Singapura seharian hingga mendekati jam 11 malam pun, kami tidak perlu khawatir mengejar MRT jam-jam terakhir, karena cukup dengan menaiki MRT jurusan Farrer Park, kami bisa sekalian pulang. Sesampainya disana, kami sekalian puas -puasim muterin Mustafa Center bahkan bisa hingga jam 2 malam dini hari, karena Mustafa center buka 24 jam.
  • Selesai memborong gadget & cokelat, kami jadi hanya tinggal jalan kaki sekitar 500-700 meter ke tempat penginapan (tanpa harus kebingungan nggak dapat MRT / pun ngejar bus malam untuk pulang.

7 Wonders Hostel
Address257 Jln Besar, Singapore 208930
Phone+65 6291 3774

Free breakfast every morning (7.30 am - 9.30 am)

Sesampainya kami di hostel pukul 3 sore, pas dengan waktunya check-in, kami sempatkan beristirahat sejenak. Lanjut sore harinya kami menuju Bugis street. Rencananya untuk menikmati makan malam bersama Hafiz, sahabat baik kami yang tinggal dan menjadi warganegara disana.
Tak perlu lama untuk kami memilih tempat makan, kali ini kami memilih menu ringan dimsum rekomendasi Hafiz, dan rasanya enak. Cukup untuk menganjal perut di malam hari, tapi tidak kekenyangan.

Menikmati makan malam dimsum sembari bertemu kangen



Setelah kenyang menyantap dimsum, lanjut Hafiz mengajak kami menikmati menu Dessert 
di Dessert First





Menu dessert di kedai es ini terbilang cukup terkenal di banyak kalangan bule, bahkan hingga mendekati larut malam pun, kedai dessert first satu ini masih dipenuhi oleh penggunjung. Selain varian minuman dinginnya banyak pilihan yang tentu saja menyegarkan, cemilannya pun juga unik-unik. Cemilan tepat menyudahi perjalanan kami hari pertama di Singapura dengan cuacanya yang cukp panas walau malam hari. 


Dan akhirnya tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan kami harus bergegas ke stasiun MRT menuju Farrer Park.


[ Tulisan & pengalaman milik sendiri. Bukan Sponsored Post / Content Placement ]


JELAJAH TERMINAL 3 ULTIMATE, BANDARA SOEKARNO HATTA - INDONESIA


Ceritanya seminggu lalu saya dan suami melancong alias geret koper untuk liburan melepas penat. Dan negara yang dituju kali ini, kita cari yang aman dan sudah dikunjungi. Alasannya sih sebenarnya sepele, kangen naik MRT & baru kesampaian cita-cita untuk liburan ke Universal Studio Singapore. Makanya dibela-belain liburannya ke negara singa lagi. Terus terang, saya sendiri masih belum bosan untuk bolak-balik ke SG. Selain negaranya super bersih (teman dekat saya tahu banget, standar bersih saya itu bisa dibilang grade 9 - of 10), saya dan suami juga masih kangen buat makan chilli crab di Makansutra Gluttons bay, makanya seneng aja kalau harus melancong ke Singapore lagi.

Dan setelah sekian waktu kami belum sempat lagi mengunjungi bandara Soetta (Terminal 3), akhirnya kali ini saya berkesempatan untuk bisa masuk dan langsung merasakan kemewahan tampilan baru bandara T3 Soetta. Yes! Asli....desain interior bandara T3 Internasional kali ini membuat kami cukup berdecak kagum. Lebih tepatnya terlihat jelas bahwa desain T3 mirip plek dengan Changi Airport (mungkin arsiteknya sama kali ya, atau terinspirasi). 
Jadinya sepulang dari Singapore, turun dari pesawat, masuk ke bandara, atmosfirnya masih berasa di dalam bandara Changi. Yahhh walau tidak se-wah Changi yang setiap sudutnya sudah berjajar toko-toko branded dunia.

Diperkirakan terminal baru (T3 ini) luasnya kisaran 4,3 ha dan mampu menampung lalu lintas 25 juta pengguna bandara setiap tahunnya. Semoga ini adalah langkah awal untuk penerbangan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara.

Terminal 3 Bandara Ultimate ini (T3) dilengkapi pula dengan sistem keamanan yang di klaim setara dengan standar terbaru bandara Internasional, yaitu seperti :
  • Baggage Handling System (BHS) level 5 : diguakan untuk mendeteksi adanya bom maupun barang terlarang yang masuk dalam kawasan bandara.
  • Airport Security system (ASS) : teknologi yang engintegrasikan seluruh peralatan seperti CCTV, X-Ray, Fire Alarm System, Public Address System dan Access Control System menjadi satu kesatuan sistem yang dapat mendeteksi apabila ada orang yang dicurigai termasuk DPO.
Sebagai antisipasi kondisi energi di masa depan, sudah menjadi trend di bandara di kota-kota besar dunia tidak hanya berlomba menampilkan desain modern dan gaya arsitektur terbaru tetapi juga mulai memberikan fokus pada kenyamanan yang lebih serta menghadirkan gaya bangunan dengan pendekatan konsep ramah lingkungan.

Terminal 3 terbaru juga menerapkan Fully IBMS (Intelligence Building Management System), sebuah teknologi yang mengatur agar terminal 3 menjadi suatu bangunan yang mengusung konsep eco green, yaitu mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik dan sebagainya. Dengan konsep mandiri energi maka kejadian 2012 silam dapat diantisipasi, saat itu pemasok daya listrik ke sistem radar terbakar yang mengakibatkan kacaunya kurang lebih 101 penerbangan domestik dan internasional serta pengalihan pendaratan lainnya. Terminal 3 juga akan menerapkan Rain Water System, yaitu teknologi yang memanfaatkan kembali air hujan dengan mengolah air hujan tersebut agar dapat digunakan sebagai air bersih. Lalu untuk penghematan penggunaan air, juga akan menerapkan Recycle Water System, suatu teknologi yang mampu mendaur ulang air toilet untuk kembali digunakan menjadi air toilet atau penggunaan lain selain konsumsi. Lalu yang termutakhir adalah penghematan energi di mana penerangan menggunakan teknologi yang mengatur terang redup secara otomatis disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu.

Berikut penampakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta - Indonesia :





Luas T3 Ultimate, mengalahkan Terminal 3 Changi, Singapura
Terminal 3 memiliki total luas 422.804 meter persegi. Dengan luas bangunan sekitar 331.101 meter persegi, gedung parkir 85.878 meter persegi, dan bangunan penumpang VVIP 6.124 meter persegi. Luas Terminal 3 lebih besar dari Terminal 3 Bandara Changi Singapura, namun masih kalah dengan Terminal 4 Changi yang memiliki luas setara 27 lapangan sepak bola.








Terus-terang setibanya saya kembali ke Tanah Air dan berjalan menuju Imigrasi, aura T3 kedatangan sudah 11-12 dengan Changi, AC-nya terasa dingin sejuk, karpet biru terhampar, gambar-gambar karikatur yang terselip di setiap pojok toilet maupun tempat alat pemadam kebakaran membuat tampilannya semakin eye-catchy. Mungkin juga semakin dipercantik karena menjelang ASian Games 2018 yang nanti akan diadakan di bulan Agustus ini. 

Bahkan saat mengunjungi lantai 3 T3, sudah banyak toko-toko brand terkenal bertebaran, dan banyak  pula resto berjejer seperti Tous le jours, marugame udon, Warung Tekko, Hollycow, kedai nasi padang dan masih banyak lagi. Jadi, bagi kamu yang nanti kelaparan tiba-tiba, sudah tidak perlu khawatir, karena tenant makannya sudah sekelas mall. Bahkan seperti berjalan-jalan di dalam mall (padahal itu dalam bandara loh). 
Good job Angkasa Pura. Saya bangga dengan tampilan bandara Internasional Indonesia kali ini. Semoga ke depannya, kebersihan, tampilan serta fitur canggih lainnya tetap menghias bandara kebangaan Indonesia kita bersama.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature