Top Social

PENGALAMAN OPERASI GIGI GERAHAM BUNGSU (Part 2)

Monday, 21 May 2018
Bismillahi'rahmanirahim.

Senin, 21 Mei 2018.
Pagi ini adalah jadwal saya untuk operasi kecil gigi geraham bungsu (lagi) atau disebut odontektomi.

Awalnya sih gigi bungsu kanan bawah saya tumbuh sekitar 5-6 minggu yang lalu lah. 2 minggu awal nggak ngerasa sakit. So, pede dong hatinya, ah kayaknya ini gigi tumbuhnya bagus. Jadi nggak perlu operasi lagi.
Ehh tahu-tahunya masuk minggu ketiga disuatu siang, kepala rasanya sakittttt pake banget. Pening nggak karuan.
Sampai-sampai saat malam tidur sama suami & lengan suami nyenggol bantal doang, alamak langsung emosi jiwa saya. Rasanya itu loh, ke-senggol dikit pengen langsung nonjok kepala sendiri / nimpukin bantal ke wajah suami.hehehe...

So, pada akhirnya diputuskan-lah untuk cek gigi di sabtu ceria. Kali ini saya pertama kali cek gigi ke Klinik Gigi senyum ceria di bilangan Bintaro. Info klinik gigi tersebut saya dapat dari rekomendasi grup whatsapp Bapak-bapak komplek.

Setibanya di Klinik gigi Senyum Ceria cabang Bintaro, saya dicek giginya & di foto rontgen mungil (hanya di foto area gigi bungsu, tidak seluruh gigi). Hasilnya, Bu Dokter menganjurkan untuk operasi cabut gigi geraham bungsu kanan bawah (langsung panas-dingin).

Setelah selesai pemeriksaan, saya diminta untuk ke bagian kasir. Selain melakukan pembayaran, juga menanyakan soal jadwal Dokter untuk tindakan operasi gigi saya nanti beserta biayanya. Dan jawabannya, saya akan dikabari via telepon sekitar 2-3 hari ke depan perihal jadwal Dokter & Biaya tindakan operasi.

Singkat cerita, di suatu malam, saya akhirnya dihubungi oleh Mbak-Mbak dari Kliniknya tersebut. Sudah happy-lah saya, saat operasi akan dijadwalkan hari sabtunya.
Tapi, saat saya mendengar angka nominal biaya operasi Gigi geraham bungsu yang cuman 1 biji DOANG, disebutkan bahwa biayanya adalah 7,2 JUTA!!

Astagfirullah'aladzim. Ebusedddddd... Langsung rasanya pengen protes ke si Mbak di ujung telepon. Alamak 7,2 jeti cyin! Dikira saya mau operasi usus buntu kali ya, cuman odontektomi 1 gigi sampe segitu biayanya.

Yasudahlah, langsung saja saya menolak dengan nada sopan, bahwa saya dalam keputusan tidak akan melakukan operasi odontektomi di Klinik gigi tersebut.
Sempat sih, Mbaknya menanyakan kenapa saya tidak jadi. Dan sekonyong-konyongnya saya menjawab dengan nada ramah,
"nga jadi deh Mbak. Biayanya mahal banget. Kalo segitu (7,2 juta) mending buat saya qurban nanti sapi seekor / kambing 2 ekor" wakakak....
Dan nampaknya si Mbak di ujung telepon seperti ingin ketawa tetapi ditahan.

Ya iyalah, 7,2 juta cuman buat operasi impaksi gigi 1 bi-ji do-ang!. Perasaan saya survey kesana-kemari, buat operasi gigi geraham bungsu per 1 giginya, kalau di :
  • RS sekelas RS.Santosa & RS.Boromeus Bandung : biayanya kisaran 1-5 sampai 2 juta saja. (siapa yang nggak kenal 2 RS swasta ternama di Kota Bandung tersebut).
  • RSGM UNPAD : Rp.450.000,- saja.
Nah ini, di Klinik Gigi ceria, harga cuman cabut 1 Gigi geraham 7,2 juta. *Tepok jidat*. Fix ini mah, idul adha Agustus nanti mau qurban sapi aja.amin. *toel suami*

Maka diputuskanlah oleh saya, Senin minggu depan akan pulang ke Bandung & kontrol langsung ke RSGM Unpad.

Fakta tentang gigi bungsu :
Gigi  bungsu tersebut merupakan gigi geraham / gigi molar ketiga permanen yang tumbuh paling akhir. Biasanya gigi bungsu tumbuh di usia 18 tahun sampai dengan usia 23 tahun. Dikarenakan tumbuh terakhir maka gigi tersebut akan kekurangan ruang untuk tumbuh dengan baik di rahang atas maupun rahang bawah. Keadaan ini disebut impaksi atau terpendam. Gigi impaksi bisa saja tertutup oleh jaringan lunak (gusi/mukosa mulut), tertutup oleh tulang alveolus, dan bisa tumbuh sebagian atau seluruhnya terpendam di dalam tulang (imbeded).
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada gigi molar ketiga saja tetapi juga memungkinkan terjadi di gigi lainnya seperti gigi geraham kecil / gigi premolar, gigi taring / gigi caninus/ dan gigi seri / gigi insisivus.
Rumah Sakit Gigi dan Mulut
Universitas Padjajaran - Bandung

Proses operasi :

Walau November 2016 yang lalu, saya sudah punya pengalaman menjalani operasi odontektomi gigi geraham kiri bawah, tetapi sepertinya gigi kanan mengikuti jejak untuk harus dicabut kembali.

Sebelum tindakan operasi dimulai, saya disuntikkan obat bius lokal yang membuat mulut, gusi kanan menjalar hingga daun telinga kanan terasa baal, ditambah lidah kanan yang terasa seperti kesemutan.

Dan untuk odontektomi gigi bungsu kanan bawah saya kali ini, dilakukan oleh Ibu dokter cantik berkerudung. 

Awal tindakan saya disuntik obat bius lokal di beberapa titik area gigi yang akan dicabut. Dan saat proses pencabutannya kali ini, sang Dokter sampai dibantu oleh 2 mahasiswa Co-As. Yang 1 pegang sedotan air liur, yang 1 lagi.... jreng-jreng buat megangin kepala saya! 

Iyes kepala saya harus dipegangin biar nggak reflek geser-geser. Soalnya ternyata gigi bungsu saya amat sangat sulit dicabut. Sampe pake acara di bor berulang kali, dicungkil-cungkil, diketok-ketok, bahkan saya bisa ngerasain saat Dokternya harus pakai pose berdiri buat nyabut si gigi saya yang tertanam kokoh bin kuat sekuat semen tembok. Gonta-ganti alat tang juga karena saking amat susahnya diambil.
Bahkan sampe harus juga sang Bu Dokter berkali-kali pakai tenaga dalam buat bikin gigi saya oglek-oglek dulu (tarik kanan-tarik kiri) sampai akhirnya berhasil dicabut sampai akar-akarnya. ***antara pengen meringis tapi juga pengen ngetawain gigi sendiri yang sampe segitunya harus pake drama pencabutan*.


Pasca operasi :

Selesai operasi saya diberi resep antibiotics 12 butir untuk 3 hari (harus dihabiskan) & asam mefenamat yang diminum sebagai pereda rasa sakit.

Sekitar 1,5 jam berlalu, saya masih nampak ceria bisa ngobrol dengan kalimat tidak jelas. Masih bisa senyum walau sambil ngences. Ehhhh....setelah 1,5 jam berlalu & efek obat biusnya sudah mulai hilang, astagfirullah'aladzim ya Rabb.... sakitnya naudzubillah'imindzalik 😣

Kepala kanan samping dan atas seperti ditusuk-tusuk batang kayu, kemudian ditambah rasa sakit gigi di dalam mulut pasca operasi, rasanya jedut-jedut nggak karuan. Belum lagi air liur bercampur darah, bekas robekan gusi membuat lengkap sudah rasa sakit tiada tara yang saya rasakan seharian.

Pengennya cuman minum air. Manalagi Papaku yang sedari pagi menemani saya ke RSGM Unpad, pulangnya mampir dahulu ke rumah makan Gudeg Yu Nap dan membeli seporsi sayur krecek pedas untuk menu berbuka puasa. Alamak..... Makin-makinlah saya tergoda pengen makan sayur krecek pedas favorit saya.
Tapi, nasihat dari Bu Dokter, saya dianjurkan untuk jangan dulu makan makanan pedas dan panas. Karena malah membuat pendarahan tidak cepat berhenti. Disarankannya memakan makanan yang dingin, es krim juga justru diperbolehkan untuk membantu proses mempercepat pembekuan darah pasca operasi.

Belum lagi rasa sakit saya rasakan saat sore hari. Dimana waktu siangnya Saya sempatkan untuk tidur siang. Saat sedang lelap-lelapnya tertidur, sekitar jam 15.30 sore tiba-tiba saya terbangun mendadak dan merasakan rasa yang amat sakit di gigi dan kepala sisi kanan. Sampai-sampai Saya menangis dan hanya bisa tergolek lesu kesakitan di tempat tidur, sembari memanggil Papa untuk mengambil kompres es batu untuk pipi kanan saya.

Singkat cerita, ahirnya tiba juga bedug magrib berbuka Puasa. Ajaibnya nafsu makan saya meningkat. Padahal sebelum-sebelumnya, saya itu dalam sehari hanya makan seringnya saat malam saja sekalian menemani suami makan malam. Pagi dan siang justru saya tidak nafsu makan.

Tapi di kala gigi saya sakitnya ampun-ampunan, justru nafsu makan saya meningkat drastis. Dalam setengah jam saja, saya menghabiskan 2 porsi bubur polos dengan sedikit topping suwiran ayam. Padahal biasanya boro-boro makan bubur, apalagi 2 piring.hehehe... Kemudian dilanjut lagi dengan ngemilin es krim walls rasa cokelat serta pangsit goreng.hahahha... alamak, ini sih bukan doyan, tapi kelaparan campur nafsu makan bergejolak, mentang-mentang lagi di Bandung (surganya kuliner enak nan murah mursida cyin).

Malam harinya, saat sedang asyik nonton TV sama Papa, rasa sakit giginya datang kembali. Ampun, sudah nggak bisa lagi konsentrasi nonton, dan berakhir dengan gulang-guling di kasur sambil sesekali mengelus-elus pipi kanan yang nyerinya aduhai.

Semoga, besok rasa sakitnya sudah reda dan membaik. Dan mudah-mudahan dengan dibereskannya masalah gigi geraham bungsu saya kanan-kiri, bisa menjadi jalan lancarnya program hamil yang sedang saya jalankan. Jadi kelak saat nanti hamil (Amin) sudah tidak ada lagi masalah per-gigi-an, apalagi cabut-cabut gigi yang efeknya malah akan membuat kehamilan saya nanti tidak berjalan nyaman.

Tempat pendaftaran.
Buka dari pukul 08.00 pagi.

Keterangan tambahan :
  1. Operasi Odontektomi (operasi kecil gigi) dilakukan di : RS Gigi dan Mulut (RSGM Unpad).
  2. Alamat : Jalan Sekeloa, Bandung.
  3. Jam buka : pukul 08.00 pagi - 16.00 sore.
  4. Hari : Senin - Minggu (Minggu & Hari Libur tetap buka).
  5. Untuk kasus bedah mulut, layanan operasi dilayani hanya pada Hari : Senin s.d. Jumat.
  6. Untuk Sabtu & Minggu : hanya tersedia layanan Dokter Gigi umum & IGD.
  7. Biaya Pendaftaran : Pasien Baru Rp.5.000,- & Pasien lama Rp.2.000,-.
  8. Biaya odontektomi : Rp. 450.000.
  9. Biaya farmasi : Antibiotics + Asam mefenamat. Total Rp. 21.000 (saja).
  10. Biaya rontgen Gigi : Rp 70.000,- . Dan hanya menunggu 5-10 menit, hasil rontgen panoramic Gigi dapat langsung diambil.
  11. Untuk operasi gigi, tidak bisa dilakukan pada Hari H kedatangan, tetapi akan dijadwalkan terlebih dulu oleh Dokter Co-As, mengingat kuota operasi dalam sehari hanya 5 pasien. Sehingga, untuk kedatangan pertama kali berguna untuk pengecekan Gigi oleh Co-As / Resident / Dokter, serta melakukan Rontgen Gigi.
  12. Disarankan datanglah dari jam setengah 8 pagi untuk memgambil nomer antrian awal. Sehingga Kita tidak menunggu terlalu lama untuk dilakukan observasi Gigi.
  13. Di RSGM Unpad, tersedia pula layanan : tambal Gigi, cabut gigi, periksa gigi, pasang behel (kawat Gigi), dan tindakan operasi bedah mulut.
  14. Untuk pembayaran & pengambilan obat, dilakukan di lantai 2. Dan juga menerima pembuatan kuitansi untuk kebutuhan reimbursement.
Semoga, info diatas bisa memberi manfaat bagi teman-teman di Bandung dan sekitarnya, yang merasa gigi geraham bungsu tumbuh & perlu dicabut.
Semoga lekas sembuh.
10 comments on "PENGALAMAN OPERASI GIGI GERAHAM BUNGSU (Part 2)"
  1. Terimakasih banyak. Sangat bermanfaat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo!. Sami-sami. Alhamdulillah kalo artikel pengalamannya membawa manfaat :)

      Delete
  2. kak mau sharing nih, setelah operasi geraham bungsu bagian kiri, 2 tahun kemudian, gusi kiri bawahku sakiiit banget, ternyata ketusuk2 geraham bungsu atas yang nggak punya lawan saat mingkem. jadi dia turun dan panjang ke bawah karna gravitasi. Nusuk2 sampai gusiku hampir bolong, nggak bisa ngunyah sama sekali. sehingga harus dicabut padahal sehat2 aja giginya :")

    2 minggu setelahnya, gusi kanan bawah ketusuk2 geraham bungsu kanan atas. jadi harus dicabut juga :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walahhh..kok bisa ya.
      Tapi pernah baca-baca artikel kesehatan Gigi, ada juga sih kasus Gigi bungsu bawah dicabut, nggak lama Gigi bungsu atas jadi tumbuh ke bawah efek gravitasi. Dan dikarenakan si Gigi bungsu atas nga ada tempat permukaan rata saat sedang mengunyah (karena Gigi bungsu yg bawah sudah dicabut) makanya doi (si Gigi bungsu atas) bisa tumbuh liar. Makanya disarankan utk dicabut semua Gigi geraham bungsu mau yg atas maupun bawah.

      Tapi kalo di kasus-ku sendiri sih, ini saya Gigi geraham bungsu kanan-kiri bawah sudah dicabut dua2nya. Alhamdulillah yg geraham bungsu atas kanan-kiri nga manja. Sejauh ini Gigi bungsu atas keduanya belum pernah ngerasa sakit.

      Mudah2an sih nga kejadian deh yg Gigi bungsu atas. Mudah2an tumbuh normal aja, biar nga ada acara operasi2 odon lagi. Hayati lelah mangap soalnya.hehe... :D

      Delete
  3. Replies
    1. Iya, hiaya operasi2 odontektomi-nya hanya 450.000.
      Nanti hanya ditambah uang pendaftaran 5.000 + sama obat pereda nyeri & antibiotics nggak nyampe 30.000 kok.

      Cuman tips-nya 1 : datang saja jam setengah 8, lalu ambil nomer antrian cepet2. Agar dapat giliran rontgen Gigi pagi. Lebih untung lagi kalau dapat juga jatah operasi2 hari itu juga.

      Delete
  4. Halo Kak, mau tanya utk harga 450 rb itu dokter spesialis? Pembayaran bs pakai CC?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo. Untuk tindakannya dilakukan langsung oleh Dokter gigi asli (pastinya oleh Dokter Gigi spesialist & di dampingi oleh para Dokter Co-As sebagai asistennya).
      Yahh itung2 mereka nambah pasien kasus gigi sebagai prasyarat pendidikan coas-nya.

      Saya kurang tahu bisa pakai cc/tidak.
      Saran saya cash saja, Namanya juga RS pendidikan. Biar juga nga ribet & cepet Bayarnya.

      Delete
  5. mau tanya donk . itu 450k untuk 1 gigi ? jadi klo 2 900k ?

    ReplyDelete

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post Signature