Top Social

THE SKETCH OF A LIFE #1

Wednesday, 10 October 2018


Hei lihat!
Aku sedang tidak bernafas.
Kali ini aku seperti sedang berada di planet lain.
Sulit bernafas, tapi tidak kehabisan udara.

Mungkin orang-orang diluaran sana, hanya melihat seperti kulit kentang.
Tak berkerat, tapi pula juga tak berpori.
Disinilah aku hidup.
Walau tidak dipungkiri semuanya seperti semburan air.

Kalau kata orang, aku hanya bernyanyi riang.
Toh semua yang mendengarkan berbicara tanpa suara.
Tapi aku sama sekali tidak takut.
Apalagi percaya, bahwa keajaiban tidak pernah ada.

Toh, semua-mua yang sekarang sedang saya lewati....
Bermuara di ujung sana.
Yang tak henti akan menderapkan jantung in hingga ke Hulu Masa.
Dan selama itu belum terjadi, aku tetap mengayuh roda kayu dengan patahan bambu itu.

Hei! Teriak riangnya.
Aku disini!
Kamu kira aku siapa
Berdiam diri tanpa tahu namanya

Aku! Masa lalumu
Yang berteriak nyaring menyapa masa depanmu
Lihatlah di ujung jalan sana
Bahwa aku akan membawa semua matahari ini berfoto bersama di sebuah galeri foto keluarga.

Itulah ceritaku.
Yang tak banyak seekor tikus pun tahu.
Tapi anak kecil itu, akan twrus menanti kedatanganku.
Tak perduli, mau ku kayuh sepeda itu selama 5 menit, 5 jam, 5 hari, bahkan 5 windu pun, akan selalu aku kejar.
Karena.....
Aku tahu, malaikat kecilku akan menungguku melangkahkan derap kakiku dengan lantang.

Mereka tak hanya menungguku.
Tapi mereka pula akan berjalan bersamaku
Bersama pula sepeda usang yang sudah ku-kayuh bertahun lalu.

Dan bila saatnya tiba
Sepedaku tidak akan usang  lagi
Warnanya tak'kan pudar
Karena apa?
Karena mereka adalah cahayaku untuk berjalan melewati mentari


Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post Signature