Top Social

SYARAT PEMBUATAN SURAT KETERANGAN KEMATIAN & AKTA KEMATIAN

Saturday, 15 December 2018


Bismillahi'rahmanirahim.

Akhirnya terkumpul lagi energi buat nulis. Setelah sekian minggu masih sibuk mengurusi ini dan itu. Walau untuk badan rasanya sekarang capek luar biasa.

Sejak H+1 (sehari setelah) Papa meninggal, hanya saya satu-satunya anak yang masih punya energi untuk ngurusin dokumen-dokumen dan surat-surat. Berulang kali keliling datengin Pak RT, RW, ke Kelurahan, Pemkot, Rumah Sakit, ngurusin Asabri ke Dislitibangau, ke tukang fotocopi udah belasan kali, muterin Cimahi-Bandung ngurus ini-itu, berkali-kali bolak-balik ke Kelurahan, mondar-mandir ke Bank, bikin 32 buah kunci duplikat Rumah, perjalanan Bintaro-Bandung ratusan kilometer ditempuh, mondar-mandir ngurusin Asabri ke DISLITIBANGAU dan ngurusin pembuatan buku Yasin untuk Tahlilan 40 harian Papa. Semuanya dilakonin SENDIRIAN.

Agenda minggu ini saya masih ngurusin urusan Taspen dan perihal Pensiunan Papa. 

Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya mengurus Surat Kematian & alur yang harus dilalui agar mendapat Surat Keterangan Kematian (tingkat Kelurahan) yang dibutuhkan untuk mengurus dokumen-dokumen resmi lainnya. Syarat-syaratnya antara lain :

A. PEMBUATAN SURAT KETERANGAN KEMATIAN (Dikeluarkan oleh Kelurahan setempat)

  1. Surat Pengantar RT. Lalu dibawa ke RW.
  2. Surat Pengantar RW. Lalu dibawa ke Kelurahan, dengan di lampirkan pula :
  3. 1 lembar fotokopi KTP Almarhum/ Almarhumah.
  4. 1 lembar KK (Kartu Keluarga) Alm/ Almh.
  5. 1 lembar Surat Kematian Asli yang dikeluarkan oleh RS/ Puskesmas setempat (jika meninggalnya di rumah/ bukan di RS, maka lampirkan Surat Kronologis Kematian dari pihak Kepolisian setempat).
  6. Sertakan (bawa) KTP Asli, KK Asli Almarhum/ Almarhumah.
  7. Serahkan ke Kelurahan, sehingga pihak Kelurahan akan menerbitkan 'Surat Keterangan Kematian' yang nantinya dapat digunakan sementara untuk pengurusan seperti : Asabri, Yasau, Taspen, Pengambilan saldo & penutupan Rekening Alm/ Almh, dan lain sebagainya.
  8. Surat Keterangan Kematian tingkat Kelurahan tsb pula, juga dapat digunakan untuk pengajuan (pembuatan) Akta Kematian yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota, dengan syarat yang akan saya jelaskan di point berikutnya.


B. PEMBUATAN AKTA KEMATIAN (Dikeluarkan oleh Pemerintah Kota setempat)

  1. Surat Keterangan Kematian dari Kelurahan & Rumah Sakit (ASLI).
  2. KTP Asli Alm/Almh (KTP Asli tersebut akan diambil oleh Disdukcapil & nanti ditukar dengan Akta Kematian).
  3. FC (Fotokopi) KTP Pelapor (anak Almarhum) &  fotokopi KTP 2 orang saksi (ketiganya yang sudah e-KTP)
  4. FC Kartu Keluarga (Alm)
  5. FC Surat Nikah (Alm)
  6. FC Akta Kelahiran (Alm)
  7. FC SK Pensiun (Alm)
  8. FC Akta Kelahiran Anak (Alm)
  9. Surat Kuasa & Cap RT/RW (bila yang memprosesnya bukan anak Alm; misal kerabat/ tetangga).
  10. Masukkan dalam map kuning.
  11. Serahkan ke Pemkot bagian pengurusan Pembuatan Akta Kematian.
  12. Proses dokumen hingga dikeluarkannya Akta Kematian kurang lebih 1 bulan.
  13. Catatan : sifat Akta Kematian yang dikeluarkan Pemkot, bersifat KUAT dan LEGAL dibanding Surat Keterangan Kematian yang dikeluarkan oleh Kelurahan.
  14. Akta Kematian ini nanti dapat dipergunakan secara Legal sebagai pengganti KTP Almarhum/ Almarhumah (yang sudah dikembalikan ke Disdukcapil).
  15. Ke depannya, Akta Kematian tersebut SAH & LEGAL untuk digunakan dalam mengurus : Surat Fatwa Waris hingga ke Pengadilan Negeri & Pengadilan Agama, Balik nama sertifikat Rumah, tanah, dan hal legal lainnya berkaitan dengan harta kepemilikan Almarhum yang dipindah nama-kan kepada Anak-anaknya.


Di artikel berikutnya, Insha Allah saya akan membagikan pengalaman saya dalam mengurus dokumen pencairan Asabri (Asuransi Abri khsuus bagi purnawirawan TNI), Yasau, Taspen, pencairan ke bank serta penutupan rekening almarhum, dan juga persiapan apa saja yang diperlukan untuk Tahlilan beserta biaya-biaya pengeluaran yang dibutuhkan. Satu-per satu akan saya coba untuk diulas alur prosesnya.

Demikian pengalaman saya mengurus Surat Kematian Ayahanda tercinta. Semoga apa yang saya tulis ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang masih bingung mengurus Surat Kematian kerabat/ pun Keluarga, dan semoga Insha Allah tulisan-tulisan saya ini kelak bisa menjadi amal jariyah saya. Amin ya rabal'alamin.
Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature