Featured Posts Slider

FINANCIAL JOURNEY #4 : JENIUS BTPN. SEJENIUS MANFAATNYA

Wednesday, 24 July 2019


Artikel sebelumnya : Financial Journey #3 (asam garam punya 4 akun Bank)

Tulisan ini adalah artikel lanjutan dari artikel Financial planning sebelumnya.
Dan kali ini aku mau membedah sebuah aplikasi baru yang baru hadir 2 tahun terakhir ini di Indonesia. 

Apa lagi kalau bukan aplikasi Jenius keluaran Bank BTPN.

Apa sih Jenius?
Jenius adalah aplikasi perbankan digital revolusioner yang yang dilengkapi dengan kartu debit Visa dan Gerbang Pembayaran Nasional untuk membantu penggunanya melakukan aktivitas finansial seperti menabung, bertransaksi, atau mengatur keuangan dengan lebih mudah, cerdas, dan aman. 

Kenapa kali ini aku ngebahas salah satu aplikasi dari Bank yang mayoritas menangani dana pensiunan?
Jawabannya, saya ulas di bawah ini.

FINANCIAL PLANNING PART #2.
*ceritaku.

Nah, sampailah aku di kuartal kedua di tahun 2019. Saat mau pulang kembali ke Jakarta, saya dan suami melipir dulu ke Mall Ciwalk sejenak sambil menunggu jam keberangkatan moda travel. Sampai akhirnya tanpa sengaja, bertemulah kami dengan booth Jenius-BTPN di mall Ciwalk. 

Beberapa waktu sebelumnya saya dan suami memang sudah mulai penasaran dengan 'aplikasi Jenius' yang sedang nge-trend di kalangan anak muda milenial. Jadi tanpa pikir panjang, kami pun melipir ke booth ini. Dari sinilah semua perombakan pos bank yang dimiliki dirubah. Diantaranya :

1). BANK CIMB NIAGA :
Akun tabungan di Bank Niaga masih tetap dibuka, karena untuk bayar iuran IPL bulanan milik pengembang tempat tinggal.

2). BANK BTPN :
Akhirnya aku buka juga akun Jenius. Dan di akun Jenius ini, sengaja aku bikin (pecah) beberapa pos.

Pos apa saja yang aku buka di Akun Jenius-BTPN?

Jenius, aku pakai untuk :

   (a). Kartu Debit Utama :
Diperuntukan untuk belanja sehari-hari. Setelah suami gajian, sekian persen uangnya langsung  ditransfer ke Jenius-ku dan nanti aku pecah-pecah.

   (b). Kartu Debit Tambahan :


Di Jenius kita bisa minta hingga 3  kartu debit tambahan. Dan kali  ini aku coba  dahulu untuk minta 1 kartu debit tambahan. Kartu debit tambahan ini (kartu ATM tambahan) saya pakai untuk akun menyimpan uang pribadi. Dengan kata lain, digunakan sebagai gantinya akun BCA. Jadi BCA aku tutup selama2nya, soalnya admin Bank BCA per bulannya nyesek cyin ðŸĪŠ.

   (c). Pakai Fitur Flexi Saver :
Fitur Flexi saver dalam aplikasi Jenius ini diperuntukan buat Tabungan pribadi.
Selain itu, dana untuk keperluan bayar Tagihan air + listrik rumah Papa, aku juga ambil dari pos ini tiap bulannya.
Simpan uang di flexi saver gunanya biar uang milik pribadi nggak semuanya tersimpan di kartu ATM tambahan...malah bikin boros.
Jadi sebagian aku masukin ke Flexi saver. Ya anggap saja kayak uang Kita disimpan di 2 kantong berbeda. Jadi nggak cepat habis.


   (d). Pakai Fitur Maxi Saver :
Alias deposito. Kita gausah ke bank buat bikin deposito. Langsung   bisa  apply buka deposito di HP sambil leyeh-leyeh di kasur.
Di menu 'Maxi Saver' ini, aku peruntukan untuk simpan uang Tabungan Wajib Rumah Tangga. Bebas bisa Kita setting sendiri mau buka depositonya berapa bulan.

Nah persentase pemasukan yang di dapat, dipecah jadi gimana sih?
Itu semua pembagiannya bisa kamu baca lengkap ulasan serta penjelasannya secara di detail di artikel blog sebelumnya (Financial Journey Part #3).

So, semoga bermanfaat ya sharing tentang financial kali ini ☺️.

FINANCIAL JOURNEY #3 : ASAM GARAM PUNYA 4 AKUN BANK

Tuesday, 23 July 2019

Bismillahi'rahmanirahim

Siang-siang gini tanggal tua mendekati gajian, jadi kepengen sharing cantik tentang 'FINANCIAL PLANNING' ah.
Terinspirasi karena siang ini ngobrol seru ngalor-ngidul sama sahabat nun disana tentang pengaturan keuangan ☺️
Nah, yuk Kita mulai sharing-nya.

FINANCIAL PLANNING PART #1.
*ceritaku.

Jadi ceritanya ada beberapa temen yang nanya tentang update gimana aku ngatur keuangan sekarang.
Nah berhubung pengaturan keuangan aku di tahun 2019 sudah ada perubahan, biar pembaca blog nggak bingung..., aku ceritain dulu ya pengaturan keuangan aku di awal-awal berumah tangga 😚.

Awal-awal menikah, saldo di tabunganku hanya tinggal Rp.400.000 dan semuanya aku sedekahin.
Jadi per Hari pertama jadi Wife, aku dan suami mengandalkan gaji bulanan. Dimulai dari 0 ceritanya, kayak prinsip pom bensin.hehe....

Dari awal menikah, aku punya 4 Rekening Bank. Terdiri dari :

(1). BANK MANDIRI :

Sejak pindah bekerja ke anak Perusahaan BUMN di kota Bandung, bikin keuangan aku mulai kocar-kacir. Yang sebelumnya bisa ngasih uang buat Papa dalam jumlah lumayan, tapi semenjak dipaksa calon Ibu mertua untuk resign, efek sampingnya jadi bikin nominal gaji aku menciut super drastis. Selain berkurang banyak nominal gaji yang diterima, aku nggak bisa lagi ngasih Papa uang, ditambah pula aku empot-empotan untuk nabung buat persiapan nikah.

Tapi apa daya, karena satu dan lain hal dimana aku terpaksa pindah ke perusahaan lain, akhirnya bikin aku juga harus buka Rekening baru di sebuah bank yang ditunjuk oleh Perusahaan sebagai bank yang mengurus payroll-ku tiap bulan.

Kala itu aku gajian setiap tanggal 25. Dan seketika saat gaji kerja sudah masuk Rekening, seluruh saldonya aku transfer semua ke BCA dan BRI.
Kenapa sih nga disimpen di mandiri aja, Lan?
Because I really really Hate Bank Mandiri so much 😒.

(2). BANK BCA

BCA ini sebenernya satu-satunya Bank kesayanganku. Karena aku bikin akun di Bank BCA semenjak kuliah (2004). Betapa senengnya saat itu saat jadi anak kuliahan dan punya kartu ATM bank BCA.hahaha....

Dari mulai awal kuliah, Lulus kuliah, masuk kerja, resmi jadi karyawan ibukota, sampai menikah pun, Bank BCA bener-bener setia nemenin dompet aku. Nomer Rekeningnya nggak pernah berubah.
Bahkan  saat uang gajian sudah masuk di Rekening Bank Mandiri pun, semua uang  pribadiku dipindah ke akun Bank BCA ini, termasuk untuk menabung uang milik sendiri + hasil jualan kecil-kecilan.

(3). BANK CIMB NIAGA :

Nah, membahas bank  1  ini, dibaliknya ada cerita menarik. Ini adalah akun Bank yang saya buka saat pertama Kali hijrah ke Lippo Karawaci. Bikin akun di bank ini ya tidak lain karena memang Perusahaan menggunakan jasa payroll memakai Bank Niaga ini. 
Dan emang keputusan tepat, bahwa tempat kerjaku dulu pakai Niaga, soalnya aku pribadi seneng banget pake akun Niaga.
Kenapa?
Karena fitur internet banking & mobile banking-nya super duper user friendly. Nyenengin deh buat pakainya. Nggak perlu remote token juga buat dibawa kemana-mana kayak Bank Mandiri dan BCA yang pake token. Repot cuy! Hahaha...

So, after menikah dan udah nggak gajian lagi melalui bank ini, makanya akun Niaga 1 ini diisi dengan saldo untuk nafkah bulanan (alias untuk belanja kebutuhan harian ; belanja bulanan rumah tangga, jajan berdua, uang travel Bdg-Jkt, disimpen disini.

(4). BANK BRI :

Sebenernya dulu dari jaman aku masih jadi anak TK imut-imut, Papa udah bukain aku Rekening di BRI. Sampai akhirnya ketutup sendiri.
Nah sejak kerja di ibukota, aku coba untuk buka Rekening BRI lagi, karena kebetulan Papa pakenya bank BRI. Makanya sengaja aku buka akun ini untuk nransfer kebutuhan Papa lainnya (belanja, isi kulkas, dll) walau nggak seberapa.
Yaaa jadi akun Bank BRI ini isinya nggak begitu banyak. Saldo uang lebih banyak aku simpan di BCA.

Selepas akhirnya Resign, finally akun bank Mandiri aku tutup selama2nya.
Dan officially akhirnya hanya punya 3 akun Rekening :

(a). Bank BCA : untuk kebutuhan pribadi.
(b). Bank BRI : untuk rutin tetep ngirim ke Papa.
(c). Bank CIMB NIAGA : untuk belanja harian & bulanan + tabungan Wajib rumah Tangga.

Setelah Papaku meninggal dan bersamaan dengan nemu 1 Bank dengan kecanggihan fiturnya, akhirnya saya rombak lagi Akun perbankan yg dimiliki 😅.

Apa aja sih yang dirubah untuk pengaturan keuangan saya baru-baru ini?

Jawabannya, akan aku tulis di postingan blog berikutnya ya :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature