JALAN JAJAN DI YOGYAKARTA

Friday, 21 February 2020

Akhirnya setelah cukup lama vakum nggak nulis, barusan usai shalat maghrib tiba-tiba kangen lagi nulis di blog kesayangan.
Walau ini tergolong cerita liburan beberapa waktu lalu, tapi setiap mengingatnya, cukup bikin saya kangen ini kembali lagi kesana.

Ya. Akhir tahun lalu (Desember 2019) dengan rencana cukup matang, usai urusan tahlilan setahunnya Papa dilaksanakan, saya dan suami akhirnya sepakat menghilangkan penat, lelah dan kurang piknik ini dengan trip sederhana murah-meriah ke Yogyakarta! yeayyy.

Tanpa pikir panjang, saya meng-iya-kan ajakan suami untuk liburan ke Yogya dalam rangka akhir tahun 2019. Ceritanya sih karena sudah 2 tahun kami nggak kemana-mana selain hanya di Bintaro dan paling-paling sesekali rutin pulang ke Bandung menjenguk orangtua. Selebihnya ya hidup sederhana di Bintaro sembari menabung demi bisa (cicil rumah) niatnya sih.hehe.... 

Dan kali ini ini saya akan membagikan keseruan kami liburan di Yogyakarta selama 4 hari 3 malam.


Sudah dari seminggu sebelum keberangkatan, saya sudah mulai cicil packing-packing baju kami berdua (maklum) nyuci-nyetrika sendiri.hihi..

Dan saat malam keberangkatan, kami naik dahulu KRL ke stasiun Gambir. Kebetulan kami dapat tiket kereta yang malam, niatnya sih agar bisa istirahat tidur malam di kereta (perjalanan sekitar 10 jam ya Jakarta-Yogya), sehingga tiba di stasiun Tugu Yogya sekitar 04.30 shubuh. 

Perjalanan kami alhamdulillah lancar, dan sesampainya di stasiun Tugu masih tanpak lenggang suasananya. Setelah pukul 06.00 pagi dan sudah cukup terang, kami titip dahulu koper besar kami ke penitipan di stasiun, dan kami sengaja mencari sarapan pagi disekitaran luar area stasiun. Pagi itu suami menemukan soto yang tidak jauh letaknya dari seberang Malioboro.

Sempat pula kami berjalan pagi di Malioboro dan merasakan pagi disana. Dengan badan sudah cukup lengket keringetan, bertemulah kami dengan kedai es krim dan mencoba beristirahat sejenak. Tak lama kami melanjutkan jalan kaki kami menelusuri pinggiran Malioboro yang dimana para pedagang masih banyak yang belum berjualan, dan ada pula yang masih membuka terpal jualan.

Mungkin karena kelelahan dan pegalnya kaki, akhirnya tidak terlalu jauh menjajaki Malioboro, kami putuskan untuk kembali ke stasiun pukul 10.00 pagi, mengambil motor dan check in hotel, dan ki ini kami booking penginapan di Viure Guest House, via aplikasi traveloka. Yaa setidaknya kalaupun belum bisa check in, niatnya saya akan menunggu di lobby penginapan, sedangkan suami mengambil motor di tempat sewa motor.


Hari pertama kami berlibur di Yogya hanya kami habiskan dengan kuliner. Setelah siang check in, mandi dan beristirahat sejenak, sorenya kami jalan-jalan sore menjelang malam ke daerah Malioboro kembali untuk mencicipi wisata kuliner nasi angkringan.


Wahh....jangan ditanya, walau kami lokal, tapi porsi internasional xixixi... alias malam itu kami pesan makanan porsi setengah gunung, saking lapernya. Walau pesan nasi kucing dan segala macam varian per-sate-an, habis Rp.100.000 lebih hahaha... Kebayang nggak sebanyak apa kami mengambil porsi nasi kucing dan teman-temannya.
Lanjut malam makin gelap, tapi Yogyakarta Makin membuat kami senang menjelajahi Kota yogya. Yah hitung-hitung honeymoon sambil refreshing sederhana.

Saya dan suami sengaja bermotor malam ria menikmati langit yogya yang sedang cerah, tidak hujan, anginnya hangat. Sampai akhirnya karena tidak ada rencana, kami belok ke arah Alun-alun Yogya.

Wihiiii.... Seru, meriah. Banyak warna-warni Kendaraan unik di Alun-alun. Awalnya sih ragu, tapi karena penasaran dan senengnya ngeliat kerlap-kerlip Kendaraan unik yang digoseh kayak sepeda tapi gemerlap lampu dan musik, akhirnya saya tertarik menaiki ini. Dan Karena lagi musim liburan, harga sewanya Rp.100.000,- . Walau lumayan mahal, tapi kapan lagi kan saya dan suami cekakak-cekikik ketawa seru nge-goseh sambil ditemani lagu Tulus dan kerlap-kerlip lampu hias kendaraan.


Alhamdulillah... Hari pertama kami kuliner malam angkringan, menikmati keramahan Alun-alun sambil menaiki mobil hias, dan di tutup dengan makan angkringan lagi dengan menu jagung bakar dan roti bakar.

Postingan selanjutnya saya akan ceritakan pengalaman liburan hari kedua di Yogya yang tak kalah serunya.

Post Comment
Post a comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Dont be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature