TIPS JITU BAGI PASANGAN YANG MENCARI RUMAH PERTAMA

Thursday, 6 August 2020

Postingan sebelumnya : Step by Step Proses KPR rumah pertama


Kebanyakan 2 tujuan utama seseorang menikah adalah memiliki keturunan & memiliki rumah sendiri. Tapi bagi pasangan muda yang baru saja menikah dan karirnya masih biasa saja (bukan keturunan anak konglomerat), mendapatkan sebuah rumah adalah impian maju-mundur butuh nyali dan isi kantong yang lumayan besar.


Nah, seperti janji aku di postingan blog sebelumnya, maka kali ini aku mau sharing Tips jitu bagi pasangan yang baru awal-awal menikah / newly weds/ calon pengantin yang akan segera menikah dan ingin membeli hunian pertama kalinya tanpa bantuan kucuran orang tua maupun warisan.


Oh iya, kalau mau harga beli rumahnya rada murah (dengan harga miring), aku suggest cari & beli lah rumah yang masih indent (belum siap huni ; harus tunggu proses bangun sekitar 12-24 bulan pembangunan).

Karena biasanya bila belinya dari tangan pertama/ tangan kedua (sudah pernah ada pemiliknya sebelumnya), otomatis pasti harganya sudah naik. Belum lagi nanti kita akan mengeluarkan biaya ekstra untuk entah itu renovasi ; perbaikan, perubahan fisik bangunan dan sebagainya. Dan itu semua lebih menyita kantong. Kecuali kalau rumah tersebut sudah siap dihuni dan tidak perlu dibenahi kembali.


Tips-tips tersebut diantaranya :


  1. Mulai-lah giat survey datengin Marketing gallery Developer. Pegang nomer contact salah satu marketingnya. Catet bulan ulang tahun Developernya karena kalo mereka birthday, suka ngadain promo gila-gilaan. Berlaku juga buat Bank.
  2. Greceplah booking unit di harga Pre-sale (pas perumahan belum di publish/ di iklan-kan oleh pihak Developer), niscaya harganya miring sekali alias bisa jauh selisih lebih rendah dibanding harga sudah launching ke public.
  3. Jangan pernah keluarin Uang DP dulu & disetorkan ke Developer, sebelum kita berkonsultasi dengan Notaris. Ingat itu! Jadi, saranku sambil menyelam survey-survey rumah, juga menyelam cari info Notaris / PPAT di kotamu.
  4. Kepoin bulan ulang tahun Bank yang kamu incer, agar nanti kalau ada promo KPR, kamu cepet kebagian kuota. Tapi sebelumnya harus nemu dulu rumah yang diincer ya.
  5. Pastikan saat kamu sudah membayar / Transfer biaya BPHTB dan AJB, mintakan kwitansi asli dari Developer.
  6. Jangan pernah menunda pembayaran BPHTB & AJB. Justru better lunasi 2 biaya tersebut diawal. Karena semakin berjalannya waktu, bertambahnya tahun, biasanya biaya BPHTB, AJB, biaya notaris, biaya provisi dan administrasi bank, biaya asuransi dan biaya-biaya lainnya akan makin naik. 
  7. Pilihlah bank yang sudah terjaga credibility / kredibilitasnya.
  8. JANGAN tergiur dengan promo Bank yang awalnya rendah fixed rate-nya, karena kelak nanti setelah 5-7 tahun kemudian, angka bunganya bisa terjun melambung hingga 11% gila-gilaan.
  9. Ingatkan melalui email ke pihak Notaris agar setelah proses pemecahan Sertifikat HGB oleh Developer, agar mintakan ke Notaris untuk Sertifikat tersebut di upgrade ke SHM. (Biaya upgrade HGB ke SHM kalau di ibukota dan sekitarnya kisaran 4 juta rupiah).
  10. Tanggal penarikan cicilan itu bebas bisa kita minta jadwalkan ke Pihak Bank. Maka tips-nya carilah tanggal pengajuan Auto-Debet cicilan di kisaran Tanggal Akhir bulan-Awal bulan (bukan pertengahan).
  11. Ingat, keterlambatan bayar akan dapat denda 0,2%. Misal kalau kamu gajian range tanggal 25-30 akhir bulan, maka minta autodebet tiap tanggal 2 atau 3.
  12. Di kala kamu mau Akad di Bank, mintalah jadwal Jam sepagi mungkin (09.00 wib). Why? Karena saat bank baru buka, secara psikologis : orang/ pihak Bank, Notaris dll masih dalam keadaan mood yang baik belum exhausted. Trust me, suasananya akan mencair.
  13. Singkatnya, setiap kali membeli rumah di Developer (bukan dari tangan pertama/ tangan kedua, dst) dipastikan sertifikatnya masih dalam bentuk HGB. Jadi harus kita sendiri dengan bantuan Notaris, meng-upgrade Sertifikat menjadi SHM ke BPN. 
  14. SUPER PENTING! Tiap kali kamu lihat harga jual unit rumah, maka siapkanlah Dana 15% dari harga unit tsb untuk : 10%-nya bayar  DP & 5%-nya untuk biaya-biaya meliputi (Notaris, BPHTB & AJB, biaya asuransi jiwa dan asuransi kebakaran serta biaya Akad KPR yang akan ditarik H+1 setelah Akad).


Last But Not Least . . .

Biaya BPHTB dan AJB memang cukup menguras kantong. Itu kenapa makanya aku di awal sudah ingetin, kalau mau beli rumah siapkan dana bukan 10% untuk DP tok, tapi 15% paling pas mepet. Karena BPHTB & AJB adalah Pos kedua yang paling menguras biaya setelah pos biaya DP 10%.


Tapi bagi temen-temen yang misal beli unit rumah dengan embel-embel "Free BPHTB & AJB". Eits..... jangan seneng dulu. Biasanya mereka masukkan 2 biaya tersebut terselubung ke Nilai harga beli rumah, maupun biaya lainnya.


Dan terakhir...Pencarian rumah itu jodoh-jodohan. Jadi, nggak usah pusing dulu cari rumahnya, tapi siapkan-lah dulu DANA-nya. Jadi kelak saat kalian sudah ketemu rumah, lokasi, lingkungan yang cocok, kamu dan pasangan sudah siap juga dengan DANA-nya ya.

Happy hunting!

Tetep ikhtiar dan tawakal.


Next, nanti aku mau posting juga tentang ulasan ikhtiar apa yang saya & suami lakukan selama ini. Mudah-mudahan bisa berkenan dan membawa manfaat.

Akhir kata. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Kesalahan milik saya, dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Wassalamualaikum.

Post Comment
Post a comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Dont be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature