CUKUP UNTUK SECUKUPNYA DIRI

By Lana - November 22, 2022


Why I decided to take a break!

Setiap 2-3 minggu sekali selama 10 bulan terakhir, kerjaan-ku hanya mengklik tab "postingan baru" di blog sendiri, berharap bahwa diriku menemukan sebuah inspirasi dan membentuk paragraf-paragraf yang menjadi sebuah untaian kata.

Menulis bagiku adalah salah satu bentuk ekspresi dalam hati, apa yang dirasa, apa yang dilihat, apa yang dipendam, tanpa harus berbicara langsung. Karena bagiku pribadi, bertemu langsung orang-orang yang sudah ku kenal dengan pasti (bahkan mereka masuk dalam lingkaran kedua intiku) sangat melalahkan dean menguras tenaga terutama batiniah.

Mungkin, mungkin... semakin bertambahnya usia membuat aku lebih jeli melihat yang namanya "kepalsuan" dalam diri masing-masing orang. Sampai-sampai hanya dengan berkata / berucap 1-2 bait kalimat yang terlontar langsung dari mulut ini, rasanya sudah membuka setengah persenjataan self-defense-ku. 


Dan atau, bahkan bisa jadi, rasa sakit yang masih dibawa dalam inner child diri ini, membentuk diriku untuk menciptakan rasa aman sendiri. Cukup banyak sekali orang-orang yang selalu aku ringankan kesulitan mereka, yang selalu aku mudahkan saat mereka kesusahan, yang aku bantu ringankan saat mereka tenggelam dengan ujiannya......ahhh ya Allah, ternyata mereka pula yang menjadi BIG FIVE orang-orang yang dengan sadar menyakiti aku. Secara mental & spiritual.

Dan itu amatlah mengganggu diriku aku sudah berjalan tertatih dalam hidup demi bisa mencoba menjalani hidup yang normal di depan pasangan dan keluarganya.


Aku lebih tepatnya belum muak! Tapi sudah amat sangat kecewa dengan semua-mua yang aku temui hingga usaiku sekarang mendekati 40 tahun tidak lama lagi. Tapi mereka lagi-lagi hanya memanfaatkan...ah entah apaitu disebut memanfaatkan kelemahanku yang selalu people pleaser , memanfaatkan sisi diriku yang tidak bisa menolak saat orang lain apalagi keluarga meminta bantuan. Tapi dibalik baik-baiknya di awal mereka meminta bantuan, di belakangku mereka amat sangat menyita kelelahan lahir dan bathinku terutama.


Ohhh jijiknya lagi. Dikala (amat sangat jarang sekali) aku gantian meminta secuil bantuan mereka, mereka dengan jahatnya hanya berkata singkat atas nama, ....

"Dek.....kalau kamu nggak bisa, atau apapun alasan kamu, kan ada orang lain kok yang bisa gantiin kamu!

oh What The Fuck are you!

Diriku yang terdalam hanya bisa menangis membayangkan bagaimana aku empot-empotannya membantu mereka-mereka semua orang kaya berkedok minta bantuan, tapi di kala aku sekali-nya saja mengemis iba dan meminta secuil bantuan yang tidak menyulitkan mereka 24 jam, mereka hanya berpaling dan seperti melempar tai di mulutku dan berkata, "urusin aja deh hidup lo sendiri!".

Hahahahahaaaa........

You!

Kamu!

Kalian!

Yang menciptakan sisi monster dalam diri aku dan berhasil menumbuhkannya, di kala aku ingin berdamai dengan masa lalu yang amat sangat menjijikan dan sangat meng-goblok-kan!


Sore ini. Jam 4 sore lebih 14 menit....aku hanya bisa menatap dedaunan hijau yang jatuh dari pohon tabebuya. Berharap....aku menyerah pada hidup. Bukan, bukan karena aku tidak semangat akan hidup. Lebih tepatnya aku hanya ingin beristirahat. Menghilang. Entah sekejap ataupun selamanya itu terserah Allah. Ku siap dua-dua-nya. Ingin coba melarikan diri. Berhenti mengurus orang, berhenti mengurus kesulitan orang, berhenti mengurus kesusahan orang, berhenti dengan menjadi bagian peran kemunafikan di lingkaran mereka berbalut agama. Yang bak bagai berbulu domba tapi munafik. Senang memanfaatkan diriku yang sudah menjadi monster & terbentuk karena perlakuan mereka sendiri!!


Entahlah.

Sekarang bila ada manusia baik bertanya.....apa tujuan hidupku Tahun depan?

ohh.... Aku akan menjawab dengan lantang, "aku menginginkan kematian utnuk diriku dengan cara yang baik, se-segera mungkin. Muak sudah aku dengan perlakuan mereka. Hanya bisa berbaik hati padaku bila ada maunya. Tapi dikala aku secuil saja minta bantuan, mereka langung menutup pintu ; mengatakan aku lemah ; memberi aku tausiah berkepanjangan akan hadist ; dan terutama berkata Tidak dengan alasan mereka sudah sibuk dengan urusan keluarganya!"


Dear......kalian.

Yang katanya berkuasa atas sepertiga hidupku.

Aku tidak akan tertawa saat kalian sakit, saat kalian kesusahan, saat kalian butuh bantuan tangan dariku, bahkan waktuku. 

Tapi ingatlah..... saat aku kelak meninggalkan kalian (apapun bentuknya), aku akan menjadi manusia / arwah yang TERTAWA PALING KERAS!!


Don't worry. Aku tidak akan pernah berniat melakukan hal paling bodoh di dunia.

Aku hanya berniat untuk bertanya pada Tuhan :

  1. Dear God, aku ingin istirahat. Istirahat dengan hidupku. 
  2. Dear God, hentikan dulu, paused, mute dahulu semua perjalan hidup. Ijinkan aku melihat indahnya awan tanpa harus membersihkan daun yang jatuh.
  3. Dear God, bila Kau tidak mampu menghilangkan semua yang menguras kelelahan ku, setidaknya hapus saja memori otakku secara permanen. Permanently DELETED!. Total dibersihkan. Bak komputer yang di install ulang seluruh aplikasi dari nol. Siapa tahu hidupku jauhhhh lebih ringan. 

Hello World! 
Aku tunggu episode itu.
Tapi jika memang tidak akan kejadian, setidaknya......ambil aku saat sedang lelah-lelahnya.
Jadikan kepergianku, adalah hukuman terindah bagi mereka.

  • Share:

You Might Also Like

0 comments

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Dont be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature