Top Social

Featured Posts Slider

Resep creamy cheese oreo

Tuesday, 16 January 2018

Assalamualaikum.

Halo ibu-ibu kece, ceritanya kemarin Senin saya n Pak suami seperti biasa jalanin intermittent fasting (IF) 😊.

Nah dikarenakan sudah menjalankan IF selama lebih dari 18 jam, sang istri pengen bikin happy Pak suami tentunya dengan bikin sesuatu yg sehat tapi juga enak.

Yawis akhirnya eksekusi praktek bikin Creamy cheese oreo.
Berikut ya resepnya :

Bahan-bahan
  • 1 bungkus Oreo rasa vanila.
  • 100-150 gram Keju cheddar diparut5
  • 200 ml susu cair (saya pakai susu ultra). Bisa diganti dengan pakai susu bubuk putih yang dicairkan dengan 200 ml air matang.
  • 3 sdm / setengah sachet susu kental manis yg putih
  • 1 sdm mentega / blue band. 
  • 1 sdm gula pasir (sesuai selera) 
  • 1/4 sdt garam. 
  • 3 sdm Tepung maizena campur dalam 200 ml Air putih matang.
  • Topping: Oreo & keju parut secukupnya, selai kacang, bisa diganti dengan cacahan kecil buah stroberi ataupun es krim vanilla (atau apa saja sesuai selera)


Cara Membuat :

1). Pisahkan biskuit oreo dengan isian krimnya, lalu hancurkan biskuit hingga menjadi bubuk tidak perlu terlalu halus.

2). Campurkan air sebanyak 200ml dengan 3 sendok makan tepung maizena, aduk rata kemudian sisihkan.

3). Panaskan susu cair di dalam sauce pan dengan api sedang (aduk pelan), lalu tambahkan keju parut + isian cream dari biskuit oreo + mentega + gula pasir. lalu aduk hingga semua larut dan tercampur rata.

4). Tambahkan susu kental manis dan 1/4 sendok teh garam, aduk secara merata hingga adonan mulai mengental.

5). Setelah agak mendidih, langkah terakhir masukan larutan cairan tepung maizena, aduk hingga kental dan meletup-letup (terlihat buih-buih tanda sudah panas merata).

6). Angkat adonan, lalu dinginkan beberapa saat hingga uap panasnya mengilang (+/- diamkan 8-10 menit).

7). Siapkan gelas bening atau cup, masukan secara bertumpuk : bubuk Oreo - beberapa sendok adonan tadi - keju parut - bubuk Oreo - adonan keju lagi (lakukan hingga berlapis-lapis sesuai selera).

8). Setelah cup mulai penuh taburi atasnya dengan keju parut dan topping lainnya (bisa diganti dengan selai, chocochips, dan lain-lain).

9). Masukan ke dalam kulkas / chiller selama 1 jam atau lebih makin dingin semakin enak.

Creamy cheese oreo siap dinikmati. Jangan lupa basmallah terlebih dahulu. 😊

Rumah Tangga (pembelajaran tiada akhir)

Saturday, 13 January 2018

Halo ibu-ibu cantik. Lanalouie kembali lagi nih, setelah absen beberapa hari (saja) sih ya.

Kali ini saya akan menulis dan berbagi pengalaman tentang asam-manisnya berumah-tangga jauh dari orangtua, jauh dari kota tempat kita tinggal sedari kecil, dan jauh dari zona nyaman kita.

Buat saya pribadi, saya amat bersyukur Alhamdulillah, dimana setelah menikah (tepatnya seminggu setelah menikah & sepulangnya Saya serta suami dari bulan madu), kami langsung pulang ke 'rumah sementara kami'. Bukan ke rumah orangtua / mertua.

Memang tidak dipungkiri, rasa prihatin pasti kami rasakan selama perjalanan 3 tahun terakhir ini, tapi sisi positifnya kami  jadi sudah merasakan pembelajaran rumah tangga dari hari pertama menikah dan dari Nol tanpa ada pengaruh, hingga intervensi / cara pandang orangtua.
Di sisi lain, kemandirian kami masing-masing juga sudah cukup terasah sedari kami belum menikah, dimana saat kami masih single, nge-kost & merantau bekerja diluar Kota untuk beberapa tahun lamanya.

Part 1 : (Agustus 2015 - January 2017)

2 bulan sebelum kami menikah, kami sudah sepakat agar kelak setelah menikah, kami harus keluar dari rumah orangtua. Karena bagi kami masing-masing (saya & suami) memiliki prinsip : setelah menikah, seorang anak harus keluar dari rumah orangtuanya dan hidup membangun rumah-tangga dengan mandiri.


Dimasa itu, keprihatinan kami dalam berumah-tangga sudah diuji. Dari mulai pekerjaan yang terpaksa saya jalani demi menjalankan permintaan Ibu mertua hikss....., bekerja di lingkungan & jenis pekerjaan yang menguras airmata saya setiap hari-setiap pagi-setiap malam, berangkat kerja pukul 6 pagi untuk apel pagi (yang sebenarnya tidak penting & tidak ada hubungannya dengan performa kerja), lembur hampir setiap hari tetapi tidak dibayar sepeserpun, bahkan bisa pulang jam 1 malam tanpa diberi transportasi dari perusahaan, belum lagi pekerjaan yang saya kerjakan adalah pekerjaan yang pantasnya dilakukan oleh pria (bukan wanita yang ingin hamil).

Dikala saat saya bisa pulang pukul 6 malam, sampai rumah pun saya belum bisa ber-istirahat karena masih dilanjut dengan memasak untuk makan malam suami, serta mencuci baju agar esok paginya sebelum saya berangkat kerja, saya bisa menjemur dahulu.

Dengan keluarnya kami dari rumah orangtua-lah, mengajarkan saya serta suami untuk lebih mandiri, lebih sensitif, cekatan, inisiatif dan juga lebih terarah menjalankan misi rumah tangga kami.
Tidak dipungkiri, di 1 tahun awal pernikahan, kami lebih sering dihiasi dengan drama emosi. Itu semua adalah proses menyatukan 2 isi kepala & 2 karakter berbeda dari 2 orang yang berbeda latar belakang didikan, dan keluarga.

Ada 1 Hal yang bagi sebagian besar rumah-tangga, hal ini adalah hal yang cukup sensitif. Yaitu 'Pengelolaan Keuangan Rumah-tangga'.
Untung saja, sedari sebelum menikah, saya & suami sudah membuat perjanjian (kesepakatan sebelum menikah). Dimana bahwa untuk pengelolaan keuangan rumah tangga akan sepenuhnya dipegang oleh Saya (dengan syarat) saya selalu mengelola keuangan dengan bijak dan terperinci serta bertanggung-jawab.

Yes betul! Walau saat itu saya dan suami bekerja, saya selalu membuat catatan pengeluaran konsumsi bulanan kami ke dalam Excel. Dan setiap akhir bulan, akan Saya kirim via email ke email suami untuk beliau lihat.
Dengan kata lain, suami jadi bisa melihat, gaji bulanan yang suami percayakan kepada istri untuk sang istri kelola....digunakan untuk apa saja.

Dan tentu saja, form Excel untuk mencatat pengeluaran rumah tangga kami sudah melalui serangkaian fit n proper test, sehingga saat disodorkan ke suami, suami sudah tahu jelas dengan detail pos pengeluaran apa saja yang ada dalam rumah tangga kami.
**Untuk lebih detailnya mengenai pembagian pos pengelolaan keuangan rumah tangga, bisa di intip disini.

Notes :
NAFKAH MERUPAKAN KEWAJIBAN SUAMI

Pada dasarnya, wanita (perempuan), ia merupakan bagian masyarakat yang dijamin kehidupannya sepanjang fase usianya. Baik ia sebagai anak, isteri, ibu atau saudara perempuan. Kaum lelaki dari keluarganyalah yang bertanggung jawab atas kehidupannya. Wanita tidak wajib untuk menanggung nafkah keluarga. 

Bila wanita sudah berkeluarga, maka kebutuhan dan keperluan rumah serta anak-anaknya menjadi tanggung jawab sang suaminya. Ini merupakan salah satu bentuk penghormatan Islam terhadap kaum wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآأَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ 

Kaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. [an Nisaa`/4 : 34].


Part 2 : (February 2017 - July 2017)

Di tahun kedua ini perjalanan nomaden menyapa saya di tengah-tengah perjalanan rumah tangga yang tidak kami sangka.
Akhir Desember 2016 saya memutuskan untuk resign dari perusahaan yang sudah membuat saya amat-sangat kelelahan fisik & mental serta berdampak pada gagalnya ikhtiar kehamilan saya.

26 Februari 2017 kami pindah ke Kota Jakarta. Sebulan sebelumnya pencarian kost untuk suami-istri cukup menyita perhatian kami selama sebulan penuh. Dari mulai suami survey ke Jakarta p.p. 1 hari, mencari di internet, hingga akhirnya dapat juga kami sebuah kost yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor tempat suami bekerja.

Cerita perjuangan kami bertahan di kota tanpa nyawa ini (Jakarta) pun dimulai. Hari pertama kami datang, ternyata kost yang sudah dijanjikan sudah siap ditempati, ternyata masih dalam keadaan belum 100% selesai renovasi. Padahal kami sudah tiba disana dengan Go Box berisikan barang-barang bawaan kami dari Bandung (5 kardus super besar + 1 unit kulkas + lemari plastik 4 laci isi peralatan makan & alat masak sederhana). Kebayang, saat itu betapa emosinya saya. Padahal 2 hari sebelum kedatangan kami, saya sudah membayar DP & sudah menanyakan apakah sudah siap ditempati, Dan pihak sana mengatakan sudah siap untuk ditempati.

Kami tiba pada hari minggu (kuturut ayah ke Kota....ehhh). Dengan renovasi kamar yang masih kotor, belum beres, akhirnya terpaksa kami tempati jua (badan sudah kelelahan, bawaan super banyak, nga mungkin untuk cari kost lain di hari yang sama). Hayati lelah.
Malam pertama kami tinggal disana jangan dibilang bisa leyeh-leyeh. Kami pindahan barang-barang masih menggunakan kardus yang kami beli di Cibadak-Bandung (saat itu kami belum punya koper besar, walhasil untuk pindahan kami memakai 5 kardus super besar yang dibeli di cibadak).
Berdua hingga larut malam kami bongkar barang bawaan, kami bersihkan sendiri kamar yang sebenarnya masih belum siap huni. Tapi itu menjadi cerita seru perjalanan kami di kota asing, kota yang berada diluar zona nyaman kami berdua.

Seru!
5 bulan kami mencicipi nge-kost disebuah kamar kost kecil, yang dimana kalau kami berjalan dalam kamar, sudah bersenggolan dengan dipan tempat tidur saking kecilnya kamar kost.hihihi.... Mandi pun, akan terdengar jelas, karena jarak tempat tidur & kamar mandi dalam...hanya berjarak 2 ubin saja. hehehe...
Belum lagi, dapur bersama diluar sangat kotor dan jorok. Alhasil saat bulan Ramadhan, setiap sebelum shubuh & menjelang berbuka puasa, Saya akan masak dalam kamar untuk menu sahur serta menu berbuka puasa untuk Saya & suami.

Di kala suami pulang kerja, aroma kamar bau asap kompor, kamar bau ayam goreng, kamar bau masakan terasi kangkung, dan sebagainya bisa tercium, hal tersebut terjadi karena saya memasak dalam kamar. Kalau diingat-ingat sekarang, pengalaman 5 bulan kami mencicipi ngekost, merasakan prihatin serta kakunya Kota Jakarta, membuat Saya dan suami tertawa lepas. Masa-masa itulah, justru adalah masa-masa dimana Rumah tangga kami semakin diuji, justru semakin kokoh, semakin kuat, semakin berserah diri pada Allah. Dan dari perjuangan serta keprihatinan yang kami lewati itu, pada akhirnya Allah hadiahkan sebuah rumah mungil Nan Asri yang kini kami tempati dengan sangat nyaman & Bahagia. Rumah yang saya tempati sekarang dengan suami, adalah berkah dari perjalanan penuh kesabaran, doa serta berkah sedekah.

Read more : Pengalaman spiritual (Keajaiban Sedekah)


Part 3 : (22 July 2017 - present)

Sebulan setelah lebaran, Alhamdulillah pada akhirnya saya dan suami pindah ke lain, keluar dari Jakarta. Kami diberi rezeki tinggal di sebuah Kota yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan sedetik pun, 1% pun nama Kota tersebut tidak pernah terlintas dalam benak kami.
Kota mandiri yang saat pertama kalinya kami menginjakan kaki disana, saya dan suami langsung berdecak kagum. Karena Kota itu bisa dikatakan one stop living. Jalan rayanya yang super besar, berjejer ratusan pepohonan rimbun di sisi kanan-kiri jalan raya (jadi mirip dengan Singapura sedikit), ke pasar modern dekat, ke McD, pizza hut, KFC, gramedia, Hero, giant, Carrefour, Ace  hardware, informa tinggal melipir dalam 10 menit perjalanan saja, jogging track dimana-mana, RS international jaraknya hanya 1 km, Mall bertaraf international dengan banyak tenant bertebaran, cari tempat makan dari kaki 5 sampai bintang 5 tersedia. Sama-sekali tidak terbayangkan secuil-pun oleh kami, bahwa akan bertempat-tinggal dan menjadi warga di kota serba komplit nan modern ini.
Karena yang kami yakini saat itu, hanyalah hijrah keluar dari Kota Bandung dan bertahan hidup untuk mencari kehidupan  & pemasukan yang lebih baik lagi di Ibukota.

Alhamdulillah wa'syukurillah. Dengan perjalanan pencarian rumah yang kami jalankan selama Bulan Ramadhan dari mulai siang bolong, kepanasan, kehausan, boncengan motor berdua, bolak-balik setiap weekend di bulan puasa kami gerilya dari 1 cluster ke cluster lainnya mencari rumah yang masih manusiawi harganya, pada akhirnya kami dipertemukan dengan sangat mudah dengan rumah yang kami tempati sekarang ini (saya beri nama 'istana mungil').

Pertama kali suami melihat rumah pilihan kami, ia langsung menatap mata istrinya yang berbinar-binar terpesona dengan dapur dalamnya. Ya, suami amat-sangat mengerti, bahwa 1 hal terbesar yang palingan istrinya idam-idamkan selama menikah, adalah "DAPUR". hahahahaha...
Harap maklum saja, saat dulu kami nge-kost di Bandung....dapurnya adalah dapur bersama dan berada di lantai 1 (sedangkan kamar saya lantai 2). Walhasil terkadang saya masak di kamar karena namanya dapur bersama di kost-an, kadang suka rebutan dapur-lah, atau gas habis-lah, dan terutama rasa malu saya pakai dapur tiap Hari, kan kurang enak sama penghuni kamar lainnya.

Belum lagi dilanjut saat saya beserta suami tinggal di kost Jakarta, lebih prihatin lagi, saya masaknya di dalam kamar sempit (lebih kecil dibanding kamar kost kami sewaktu di Bandung).

Kembali ke cerita saya pindah ke Kota baru (rumah 'istana mungil'). Ternyata kejutan dari Allah buat saya dan suami masih berlanjut.
Saya ingat sekali, di malam pertama kami tinggal di 'istana mungil' kami ini, saya & suami (masih) tidur beralaskan karpet busa yang sudah kempes.hikss.... Baru kepikiran akan beli kasur sebulan lagi setelah gajian karena uangnya habis blas. Malam itu kami tidur dengan berteman akrab bersama nyamuk, hawa panas udara di dalam rumah, serta karpet kempes. Teringat saat paginya saya & suami bangun, punggungnya pegal-pegal tiada tara, kulitnya bentol merah dicium nyamuk. Dan kami pun.... hanya tertawa.

Saat itu saya & suami tertawa geli keesokan paginya seraya berbincang, "sayang.....ini sih kecilllll, kita tidur di karpet kempes yang permukaannya sama rata dengan lantai, dibanding cobaan dan ujian yang Allah kasih yang lalu-lalu".

Dan ternyata dari sekian banyak ujian yang sudah Allah berikan dari awal pernikahan kami, tidak kami sangka bahwa di hari kedua kami tinggal di Kota yang baru ini, Allah berikan banyak Rejeki yang datangnya tidak pernah kami duga sebelumnya :


  1. Kami diberi sebuah kasur ukuran queen bed oleh Kakak yang kebetulan hari itu datang menengok adiknya. Ya, sebuah kasur yang masih terbilang baru beberapa bulan lalu dibeli, masih terasa empuk dan enak untuk tidur. Alhamdulillah, jadi di malam hari kedua kami tinggal di istana mungil, kami sudah tidur pakai kasurrrrrrr... hehehe....
  2. Hari dimana kami pindah rumah, saldo di Rekening tabungan hanya tinggal 110.000 rupiah saja. Kemudian kami pergunakan 100.000-nya untuk mengisi token listrik. Dana tabungan kami pun langsung ludes karena sudah digunakan untuk banyak keperluan pengeluaran seperti bayar rumah, biaya pindahan tempo lalu dari Bandung ke Jakarta, biaya lebaran, hingga dipergunakan untuk dana dalam rangka acara pernikahan Adik suami.
  3. Uang Dana tabungan rumah tangga kami bisa dibilang Nol, lebih tepatnya tinggal tersisa 10.000 rupiah saja. Tapi ternyata Allah melihat semua perjuangan rumah tangga kami dari titik Nol, tanpa diduga Allah berikan Rejeki dari arah yang tidak kami sangka sebelumnya. Yaitu dimana seminggu setelah kami pindahan, suami mendapatkan bonus dari kantornya karena proyek perusahaan-nya berjalan lancar. Alhamdulillah. (Dari situ saya semakin yakin, Allah akan selalu menolong hamba-Nya).
  4. Tidak terbayang, kami akan mendapat Rejeki secepat ini. Hanya dalam kurun waktu 1 minggu, kami sudah membeli :  unit 1 lemari pakaian 4 tingkat dari Ikea, 1 unit AC 1,5 PK, 7 buah box super-duper besar ukuran @30Liter, serta seperangkat lengkap alat masak marble hadiah untuk sang istri yang akhirnya kegirangan punya dapur.
  5. Yang awalnya saldo di Rekening tabungan hanya sepuluh ribu perak sa-ja, tetapi hanya dalam 7 Hari Allah berikan kami : kasur queen bed, lemari pakaian, AC, 7 box transparan super besar, serta 1 set perangkat memasak. Alhamdulillah. Terus terang, kalo saya hitung secara kalkulator, nalar saya & suami langsung geleng-geleng kepala. Gimana nggak coba, uang habis blas, gajian masih sebulan lagi, tapi sudah punya semua barang-barang ini. Dan kami makin yakin, inilah berkah dari Allah. Alhamdulillah.

Read more : Financial journey #2 (Financial advice for married couples)


Perjalanan kami pun masih berlanjut hingga sekarang. Bahkan walau saat ini keuangan rumah-tangga kami sudah pulih kembali, saya tetap menjalankan tanggung-jawab saya untuk selalu memberikan laporan pengeluaran bulanan rumah tangga kami kepada suami.

Dari situ pulalah, mengutip dari ucapan suami : 
"Sisi positifnya Mama nyatetin semua pengeluaran belanja bulanan Kita  dengan detail & dikasih liat ke Papa saat akhir bulan, bikin Papa sebagai suami menaruh percaya pada istri, bahwa bisa mengelola keuangan rumah-tangga dengan bertanggung jawab".

Kalimat sederhananya sih, suami tidak akan men-judge istrinya boros bila suaminya pun tahu persis pengeluaran rumah tangga apa saja yang sudah dikeluarkan oleh istri untuk pemenuhan kebutuhan bulanan rumah tangga (mulai dari belanja sayuran, makanan, jajan, kuliner di cafe, shopping dll).

Dengan istri mencatat pengeluaran bulanan, suami jadi tahu dan paham, bahwa gaji yang ia berikan dipergunakan dengan jelas. Jadi Insya Allah tidak akan ada tudingan pada istri, bahwa istrinya boros. Karena suami tahu dengan sangat jelas, borosnya pembelanjaan untuk penggunaan apa saja.

So, buat teman-teman dan terutama pengantin baru atau ibu rumah tangga yang masih bingung mengelola keuangan rumah tangga, bisa contek tips Perencanaan Keuangan yang sudah pernah Saya ulas sebelumnya. Dan bagi yang mau format Excel Pengeluaran Bulanan Rumah tangga versi saya, bisa kirim email ke saya & nanti akan saya kirimkan form excel-nya ke alamat email Anda.

Semoga sharing pengalaman ini bisa sedikit membawa manfaat ya bagi teman-teman dan para ibu kece.

Read more : Financial Journey #1 (Financial planning)

REVIEW DECATHLON INDONESIA, ALAM SUTRA

Monday, 1 January 2018

Hallo readers. di penghujung tahun 2017 dengan liburan long weekend full 4 hari bersama suami, kami habiskan dengan kedatangan adik ipar yang menginap di istana mungil kami dan disusul oleh Papa & Mama in law (mertua).

Menghabiskan 2 hari berturut-turut weekend seru kali ini, saya dan suami tidak mudik ke Bandung, melainkan kedatangan adik ipar yang ingin ke IKEA untuk pertama kalinya. Terlihat sangat excited nampaknya. Dibuktikan di hari pertama (sabtu) kami bertiga menghabiskan waktu di IKEA selama 6 jam, dilanjut melipir ke Decathlon Indonesia yang baru saja opening di 22 Desember 2017 lalu.

So, kali ini saya ingin membagi keseruan saya, suami & adik muterin Decathlon yang terletak di Alam Sutra. Tepatnya berdiri megah di sebelah kiri IKEA Alam Sutra. Jadi bagi kami yang kakinya sudah super pegel dan puas muterin isi IKEA sambil belanja macem-macem, dengan disambung tawaf di Decathlon, sukses membuat malamnya kaki saya dan suami bersahabat dengan salonpas hahaha....




Mendengar berita bahwa Decathlon akan buka di Indonesia saja, sudah kegirangan. Gimana nggak, kalau akhirnya perusahaan perlengkapan olahraga raksasa asal Perancis, membuka bisnisnya di Indonesia. Decathlon sendiri berdiri pada 1976 serta merupakan salah satu ritel peralatan olah raga ternama di dunia yang memiliki lebih dari 1.200 toko yang beroperasi di lebih dari 35 negara. Di Decathlon sendiri, mereka memproduksi alat-alat olahraga dari 60 cabang olahraga.

Decathlon di Indonesia juga memproduksi untuk ekspor dan memenuhi pasar lokal oleh produksi lokal “Buatan Indonesia”.
Decathlon Indonesia ini juga akan membuka beberapa toko “omnicommerce” di 35 kota dan meliputi semua pulau di Indonesia.
Di samping itu sepertinya Decathlon akhirnya dibangun di Indonesia karena terlihat antusiasme masyarakat perkotaan yang sering kita lihat di jaman sekarang sudah lebih memilih gaya hidup sehat ketimbang weekend jalan-jalan dan makan (kurang) sehat di mall tanpa di-imbangi pengeluaran kalori. Hal ini juga didukung dengan semakin banyaknya taman bermain dan taman terbuka hijau di perkotaan yang bisa menjadi tempat beragam aktivitas bermain dan berolah raga.

FOR INDONESIAN, BY INDONESIAN, TO MAKE SPORTS ACCESSIBLES TO THE MANY

Saya sendiri pertama kali kesana dengan berjalan kaki tidak lebih dari 5 menit dari IKEA, sudah tiba di basement parkir mobil. Lalu menaiki anak tangga ke lantai 1, langsung masuk ke pintu masuknya yang dihiasi dengan kalimat penyemangat berolahraga dengan dinding kontras berwarna biru ciri khas Decathlon.

Saat masuk, langsung terlihat cukup luas pemandangan rak-rak alat-alat olahraga. Dari mulai kaos bola, sarung tangan, tenda kemah, lanjut ke rak-rak berikutnya tergantung rapih baju aerobik, barbel, celana basket pria, peralatan pingpong hingga baju balet balerina super lucu juga tersedia. Memang sih tidak terlalu luas besaran ruangannya, cukup-lah untuk memajang perlengkapan olahraga tanpa harus berjalan super pegal seperti di IKEA. 

Agar lebih jelasnya, berikut foto hasil jepretan amatir saya saat berkunjung kesana :



















Bisa sambil main bulu tangkis di indoor




di basement juga tersedia lapangan olahraga yang bisa kamu dan teman-teman pergunakan....gratis

Dan akan masih ada banyak produk-produk olahraga menarik lainnya disini. Sepertinya next month harus di-agenda-kan untuk kesini lagi, dan muterin serta dilihat satu per satu barang-barang olahraga yang dipajang, karena kemarin terus-terang belum puas karena hanya sebentar dikarenakan sudah mendekati magrib dan kaki sudah super pegal. Oh ya, jangan lupa ya kalau kesini, bawa kantong belanjaan sendiri, karena disini tidak disediakan plastik untuk membawa Barang belanjaan kita setelah Kita membayar di kasir. Tapi disediakan pula kantong belanjaan yang bisa kita beli dengan harga 18.000 rupiah. Lumayan bisa digunakan kembali untuk membawa belanjaan dari pasar karena kapasitasnya yang lumayan sedang ukurannya.

So, untuk yang masih bingung minggu depan mau kemana, bisa nih Decathlon jadi salah satu destinasi baru untuk cuci-mata. Jangan lupa pakai pakaian dan sepatu yang nyaman ya, siapa tau mau mencicipi main basket, futsal, pingpong di sore harinya. Semangat dan selalu Hidup sehat nomer 1 ya.

Resep Schotel macaroni keju kukus

Saturday, 23 December 2017

Assalamualaikum ibu-ibu kece.
Long weekend (again) di Desember ini, saya praktek bikin Mac n cheese alias Macaroni schotel. Tapi untuk cara bikinnya kali ini, tidak saya panggang (karena lagi males ngebuka oven yang watt-nya tinggi hihihi...) melainkan saya kukus.

Alhamdulillah-nya, suami langsung komen dengan jujur : rasanya enak endolita, gurihnya pas, takaran susu-nya pas jadi nga bikin eneg, cheesy (kejunya) terasa, terutama... Istrinya BERHASIL bikin macaroni schotel kukus ini.horreee.. 🤗
Nah, jadi kali ini saya ingin berbagi resep macaroni schotel panggang ala Nyonya Andelane.hehehe...

Porsi : untuk adonan 5-6 ramekin (5-6 cetakan keramik untuk macaroni).

Bahan-bahan :
  1. macaroni mentah 150 gr.
  2. Bawang putih 5 butir cincang halus.
  3. Bawang Bombay secukupnya potong tipis memanjang.
  4. Susu putih UHT 150 cc.
  5. Wortel cincang kecil halus.
  6. Jamur 2-3 lembar, cincang kasar 
  7. Sosis 1 buah / baso 3 butir (cincang kasar). Bila tidak ada, bisa diganti daging cincang (Saya pakai daging ayam cincang).
  8. Kornet beef pronas 1 bungkus.
  9. Telur 2 butir
  10. Lada / merica bubuk
  11. Penyedap rasa : royco rasa sapi / totole rasa jamur.
  12. Keju parut 
  13. Keju kraft mudah lumer.
  14. Terigu 2 sdm
  15. Mentega (untuk olesan ramekin).

Cara membuat :

  1. Rebus macaroni (rebus dan berikan 3 sdm minyak & taburan garam agar tidak lengket saat ditiriskan). Jangan terlalu matang.
  2. Kocok telur : (Telur 1 butir + campurkan terigu & susu putih, kocok) & (telur 1 butir kocok lepas).
  3. Masukkan mentega 2 sdm ke dalam Teflon.
  4. Masukkan : bawang putih & bombay oseng rata hingga harum.
  5. Masukkan potongan wortel + jamur + daging cincang (sosis/ baso) + kornet aduk rata.
  6. Masukkan telur yg sudah dicampur terigu & susu putih cair 150 ml. Aduk rata.
  7. Berikan taburan : merica bubuk, penyedap rasa sesuai selera, tes rasa. Aduk rata.
  8. Masukkan makaroni yang sudah ditiriskan, campur rata.
  9. Masukkan kocokan telur, aduk hingga tercampur seluruhnya, tes rasa kembali.
  10. Setelah matang, biarkan hangat sejenak. Kemudian taburi keju parut.
  11. Masukkan ke dalam cetakan ramekin (jangan terlalu penuh, karena nanti untuk taburan keju).
  12. Masukkan ke dalam kukusan yang sebelumnya sudah dipanaskan & siap digunakan. Jangan lupa tutup kukusan dibungkus kain, agar air tidak menetes ke adonan.
  13. Kukus selama 35 menit. Setelah 35 menit berlalu, buka kukusan lalu taburi lagi taburan keju kraft parut mudah leleh
  14. Tutupi kembali & kukus selama 10 menit.
  15. Setelah matang & terlihat keju meleleh, angkat & sajikan dengan taburan persley serta saos sambal.

Selamat mencoba & happy long weekend.

Review Xiaomi Mi A1 (bikin jatuh hati)

Thursday, 14 December 2017

Alhamdulillah wa'syukurillah.

Cerita awalnya dilatar belakangi oleh HP saya tersayang Xiaomi Mi4i yang sudah suka ngadat setelah lebih dari 2 tahun penggunaan. Ngadatnya seperti apa? Itu tuh, ini HP suka mati sendiri tiba-tiba / saat setiap kali sedang buka browser, sms, galeri dan semacamnya, tiba-tiba halamannya tertutup sendiri. Horor kan bagi saya yang lagi betah nonton film Gerard Butler di Youtube. 
Dibilang kesel iya, dibilang gemes iya, tapi masih sayang. Soalnya ini HP dibeli dari kocek sendiri dengan pencarian yang maha lama, sampai pada akhirnya Pak suami kala itu (2 tahun silam) turun tangan untuk membantu istrinya ini mencari HP sesuai kebutuhan saya yang hobi menulis (blog).

Singkat ceritanya, dikarenakan sering ngadat, ya kadang saya restart sendiri HP tersebut. Dan 2 malam yang lalu disaat saya sudah berselimutkan selimut hangat kesayangan, tiba-tiba saja suami mengajak saya bermain sulap. Kontan saja saya tertawa. Saya diminta memejamkan mata. 1 menit kemudian saya diminta membuka mata, dan voila sudah ada 1 unit HP Xiaomi baru nan cantik diatas bantal. 

Yuhuuu.. HP baru dari suami tercinta. Kata beliau....udah dari lama pengen nyenengin istrinya, kayak ngebeliin sesuatu yang dibutuhkan (bukan diinginkan tapi nggak terlalu dibutuhkan). Nah, pada akhirnya moment-nya tepat, di kala HP istri tercinta sudah bikin gemes-gemes kesel. Akhirnya suami ngasih surprise juga. Terimakasih Papa.
Jadi keinget sama kejutan sepatu olahraganya tahun lalu yang saya ceritain di sini.



Keesokan malamnya setelah sehari sebelumnya dikasih HP baru, saya dan suami jalan-jalan malam ke Grapari yang terletak di Bintaro XChange untuk menukar sim card menjadi nano simcard. So, taraaa HP baru resmi dipergunakan. Walau dalam hati sedih juga sih, HP kesayangan yang suka ngadat tapi kece itu, sudah menemani saya setiap hari untuk menelepon dan bersilaturahmi dengan orang-orang tercinta. Dan niat saya, HP tersebut daripada disimpan lama, akan saya jual, dan hasil penjualannya rencana ingin sebagian saya berikan ke orangtua & sebagian kecil di sedekahkan. Semoga HP-nya membawa kebaikan.amin.


Oh ya, berikut ulasan HP Xiaomi Mi A1 yang coba saya cari infonya di internet.
Kabarnya Mi A1 ini baru saja diluncurkan pada 5 September 2017 dan merupakan hasil kerja sama Xiaomi dengan Google, yang diwadahi dalam proyek Android One

Sebenarnya, apa itu Android One?
Inisiatif Android One pertama kali dimunculkan Google di ajang konferensi developer tahunan Google I/O, Juni 2014 lalu. Kala itu, Google membayangkan Android One sebagai proyek yang akan membuat miliaran orang di seluruh dunia bisa mendapatkan smartphone murah, berkualitas, lalu terhubung ke internet.
Jadi Android One bukan sekadar proyek pengadaan ponsel dengan harga yang bisa terjangkau oleh konsumen menengah. Google ingin seluruh penduduk dunia terhubung ke dunia maya. 

Keistimewaan lainnnya Mi A1 ini, dia memiliki :
  • layar, dual camera
  • full metal body. 
  • Mi A1 ini sudah terkoneksi dan tersinkronisasi dengan Google account kita. (Siapa sih yang tidak punya akun keluaran Google seperti gmail, youtube, google drive dan sebagainya). 
  • Sensor : Finger print
  • RAM : 4GB
  • Kapasitas baterai : 3000 mAh (mampu bertahan hingga 9 jam Screen On Time)
  • Cangkang logam Mi A1 : spesifikasi layar berukuran 5,5 inci dengan resolusi full-HD.
  • 3 pilihan warna : gold, rose gold, dan black.
  • Kamera : ganda (dual camera) di bagian belakang ; resolusi megapxl.
  • Disejajarkan dengan : OnePlus 5 dan IPhone 7.
  • Satu kamera memiliki bidang pandang lebar (wide), sementara lainnya tele untuk foto portrait dengan efek background yang buram (blur).
  • Kualitas blur yang dihasilkan kamera tele Xiaomi Mi A1 sebanding dengan kamera digital tipe DSLR.

Nah kembali ke cerita saya. Bagian serunya... saat semalam saya mencoba salah satu fitur andalan Google... langsung bikin saya tertawa lepas alias ngakak, dan suami geleng-geleng kepala ngeliatin istrinya ketawa puas. Hal sepele sih sebenarnya, nggak lain dan nggak bukan, saya bermain dengan fitur Goggle Assistant.
Booo...berasa punya temen kocak ya. Nah, dibawah ini saya share beberapa percakapan saya dengan Google Assistant yang bikin saya tertawa puas malam-malam.






Tadi pagi sempet kepikiran, kayaknya Mbak Google Asistant tersebut,
r
esmi akan saya beri nama 'Cindy'

Untuk yang berencana mau ganti HP dengan fitur yang mumpuni, tampilan yang kece, ukuran yang tidak terlalu besar tapi kapsitasnya besar dan terutama terkoneksi dengan Google, Xiaomi Mi A1 bisa menjadi pilihan kamu. Selamat mencoba!

Custom Post Signature

Custom Post  Signature