Top Social

Featured Posts Slider

FINANCIAL JOURNEY #1 : FINANCIAL PLANNING

Monday, 13 November 2017

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin menulis tentang Keuangan Rumah tangga yang selama ini saya kelola. Tapi pada akhirnya baru muncul trigger buat nulis setelah minggu kemarin bikin status di IG, eh tau-taunya ada yang nge-DM serta whatsapp dan nanya gimana sih cara saya me-manage keuangan dan pengeluaran rumah tangga, padahal saya hanyalah Ibu rumah Tangga plus mereka heran kok masih bisa jalan-jalan liburan (travelling) keluar kota bahkan keluar negeri. 

Awalnya, saya hanya jawab sebisa saya. Tapi setelah ada beberapa orang yang nanya dengan inti pertanyaan yang sama, 'How I manage my money'. Jadinya menelurkan ide untuk saya jabarkan dengan super jelas di blog kesayangan.

Jadi awalnya saat 1 bulan sebelum menikah, saya sudah mengajak calon suami untuk mulai membahas tentang Konsep Pengeluaran Rumah Tangga kami nanti. Alhamdulillahnya, calon suami nggak menolak, justru mendukung.

Makanya saya langsung buatkan Pos pengeluaran (normal) dalam Rumah tangga kebanyakan di Indonesia (saya bisa tahu macam-macam pengeluaran rumah tangga sebelum nikah, soalnya saya sudah hidup tanpa Ibu 20 tahun lebih, so alhasil pengeluaran apa saja yang biasa dikeluarkan sebuah rumah tangga, saya tahu jelas. Uangnya sih yaaa masih pake uang Papa saya hehe...).

Berikut saya jabarkan penggunaan keuangan Rumah tangga kami. Semoga bermanfaat.

PEMASUKAN RUMAH TANGGA

Dikarenakan saat ini saya sedang tidak bekerja, maka sumber pemasukan Rumah tangga ada di tangan suami. Di setiap tanggal 25 setiap bulannya, adalah tanggal Suami tercinta gajian.

Yap, suami dengan berbaik hati selalu memberi tahu tanggal beliau gajian. Jadi, saat tanggal 25 pagi hari, senyum istri akan merekah bak taman bunga 1 taman. Kenapa? Soalnya di pagi hari setibanya suami sudah di kantor, ia akan mengirimkan pesan paling romantis dengan kalimat, 
"Mama sayang, ini ya Papa sudah transfer (nominal sekian) untuk kebutuhan bulanan rumah tangga ke Rekening Mama. Tolong diatur dengan baik ya. Papa percaya sama Mama sudah mengatur keuangan keluarga kecil kita"

Terus terang saya termasuk penggemar berat pengguna layanan dari BANK CIMB NIAGA, karena banyak sekali kemudahan yang saya temukan, dari mulai fasilitas mobile Banking-nya yang mobile friendly, hingga internet Banking yang menu-menunya amat sangat mudah saya pakai.

Salah satu kelebihan lainnya, m-Pin untuk bertransaksi langsung masuk ke HP kita via SMS (tidak perlu repot-repot kita harus membawa token kemana-mana).
Saya nga suka ribet bawa token, kalo tiba-tiba ilang/ jatuh malah bikin tambah repot.


PENGELUARAN RUMAH TANGGA

1ZAKAT & SEDEKAH

Bagi saya dan suami, kami sudah sepakat bahwa Zakat dan Sedekah tidak kami masukkan ke budget pengeluaran bulanan (terpisah). Jadi di saat suami sudah menerima gajinya, maka langsung akan dipotong untuk Zakat & Sedekah hari itu juga dan langsung dilakukan.
Dengan begitu, setiap tanggal 25 (saat suami men-transfer sejumlah dana untuk pengeluaran bulanan ke Rekening Istri), itu sudah murni 100% untuk tabungan wajib + pengeluaran rutin bulanan.


2. TABUNGAN WAJIB  55%

Setelah saya menerima dana untuk pengeluaran Bulanan Rumah tangga, maka saya akan langsung memasukan dana sebesar 55% dari keseluruhan dana yang diterima pagi itu, untuk saya masukkan ke Rekening Tabungan Wajib.

Saya memang sengaja membuat 2 Rekening bank terpisah di Bank Cimb Niaga disertai kartu Debit, sehingga uang yang akan saya investasikan ini (55% dari pemasukan) tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Rekening terpisah tersebut, masing-masing dipergunakan sbb :
  1. Rekening A   :  untuk pengeluaran harian & belanja bulanan dalam sebulan pengeluaran,
  2. Rekening B : Tabungan Wajib, yang dimana khusus saya peruntukkan untuk menyimpan sejumlah dana dengan Nominal tertentu (tiap bulannya nominal yang kita masukkan tetap dan tidak berubah). Dana tersebut juga tidak boleh dipergunakan untuk kebutuhan bulanan. 
Tabungan wajib (Saldo di Rekening B) hanya akan kami gunakan untuk hal-hal yang dalam pengunaannya nanti memerlukan dana besar dalam sekali pengeluaran, seperti : 
  • keperluan membayar rumah dalam jumlah besar
  • dana liburan (meliputi pembelian tiket pesawat, booking hotel)
  • penukaran mata uang Rupiah bila kami perlu untuk menukarnya dengan mata uang asing.
  • untuk wisata kuliner selama liburan.
  • Dana darurat :bila sewaktu-waktu kami sakit ataupun harus ke Dokter gigi
Jadi hukumnya BIG No No bagi kami untuk memakai Dana Tabungan Wajib untuk pengeluaran belanja kebutuhan rutin bulanan.

#NoteToMyself untuk Pos pengeluaran diatas masih bisa saya revisi di kemudian hari bila kelak sudah hadirnya anak (Amin ya Allah). Saya kepikiran bila nanti anak kesayangan kami sudah hadir, maka Pos Tabungan Wajib akan dipecah lagi menjadi 25% Tabungan Wajib & 30% Kebutuhan anak tentunya.

3. BIAYA HIDUP 30%

Untuk Biaya hidup disini kami menggunakan 30% dari pemasukan yang di dapat.
Dan biaya hidup ini akan saya pecah untuk beberapa sub-pengeluaran seperti :
  1. Belanja harian : saya pergunakan untuk belanja sayuran, daging-dagingan, buah-buahan, rempah-rempah. Sekedar catatan, untuk menghemat dana belanja, saya selalu masak di rumah Senin - Jumat.
  2. Keperluan dapur : minyak goreng 2 liter, beras merah, kecap, penyedap masakan, serta bumbu-bumbu dapur lainnya yang diperlukan untuk memasak sehari-hari. 
  3. Kebutuhan rumah tangga : seperti membeli pengharum pakaian, pengharum ruangan, cairan pembersih kamar mandi, dll.
  4. Kebutuhan pribadi : meliputi toiletries seperti sabun mandi, shampo, sikat gigi, pasta gigi.

4GAYA HIDUP 15%

Tidak dipungkiri, saya dan suami juga masih senang untuk jajan, makan diluar atau istilahnya wisata kuliner ceria saat kami pulang ke Bandung. Kenapa, karena dengan belum hadirnya Bayi sehat nan menggemaskan di tengah-tengah rumah tangga kami, maka salah satu cara kami Bahagia yang dengan Ma-Kan!.ahahahaa... 

Ya, terus-terang, hingga sudah menikah pun, kami berdua masih sangat hobi makan diluar. Entah itu hanya sekedar istrinya doyan beli lumpia basah 2 porsi sekaligus sekali makan, dan suami seneng ngemil shinlin saat nonton bioskop, dan ditambah jajan-jajanan rakyat seperti gorengan, atau sesekali go-food, delivery pizza ataupun ngemil apple pie McD.
Itulah mengapa saya masih ngotot bikin pos jajan, secara kalau sudah pulang ke Bandung....kuliner enak bertebaran dan bikin lidah ini bergoyang ngiler. Dan tidak lupa juga kami masih menyempatkan untuk membeli makanan untuk Orangtua. 
"Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving." -- Warren Buffet

Bersyukurnya, saya dan suami bukanlah tipe konsumtif harus membeli baju baru setiap bulannya atau makan di cafe setiap malam minggu. 
Kami bisa terlihat hanya pakai baju itu-itu saja, kaos kesayangan yang itu-itu saja. Tetapi pakaian yang kami pakai kenapa masih terlihat bersih dan bagus.... karena saat kami membeli pakaian, saya dan suami akan membeli baju dengan kualitas bahan yang baik, sehingga akan bernilai pakai tinggi (awet dipakai).

Seperti contohnya untuk :
  • t-shirt : saya & suami sudah jatuh hati dengan 1 merk : Uniqlo. Koleksi kaos kami berdua di dominasi merk Uniqlo karena menurut saya kualitas bahan kain Uniqlo lebih bagus, tebal, menyerap keringat dan awet dipakai, bila dibanding dengan HnM ataupun Giordano (kedua merk tersebut bahan kainnya tipis sehingga saya harus double pakai tank-top lagi, setelah dicuci 3x saja sudah muncul serabut kain). Disamping itu kami membeli kaos serupa dengan beberapa varian warna sehingga tidak bosan & bisa di mix n match.  Selebihnya adalah kaos-kaos suvenir saat kami travelling atau oleh-oleh keluarga. 
  • Baju resmi : Dikarenakan kami tinggal diluar kota dan memiliki banyak teman di Bandung, maka setiap kali ada acara resmi (undangan pernikahan), tentu saja kami akan sulit untuk bisa hadir. So, pakaian resmi menjadi salah satu jenis pakaian yang akan jarang kami kenakan.
  • Baju pergi / jalan-jalan : mungkin karena saya & suami punya mental dan pemikiran, "nyaman nomer 1", jadinya setiap kami pergi liburan atau mengunjungi orangtua di Bandung, kami akan memakai pakaian yang menurut kami nyaman dan yang penting masih sopan, dikarenakan kami masih menjadi penggemar setia akomoda travel setiap kami pulang ke Bandung. 

Walau di sisi lain, Saya tidak menampik bahwa saya juga ingin memiliki sendiri uang di tangan. 
Selain uang jajan yang juga rutin suami berikan untuk saya (alhamdulillah....makasih Pa, sering-sering ya kasih Mama uang jajan. Nanti Mama doain rejeki Papa lancar, halal, berlimpah.amin), saya juga masih mencoba untuk usaha berjualan (jasa titip Ikea).

Kegiatan berjualan ini saya lakukan, selain untuk mengisi waktu, juga keuntungan yang saya dapat bisa saya pergunakan untuk bersedekah sendiri serta memenuhi kebutuhan rutin bagi perempuan yang tidak berlebihan.

Dan selama menunggu hadirnya momongan, saya dan suami sepakat akan terus berikhtiar mencari rezeki dengan jalan halal dan baik serta istiqomah rutin bersedekah.
Karena saya ingat sekali dengan nasihat Papa, bahwa dengan cara sedekah, maka Allah akan menjaga Rumah tangga kami, menjaga apa yang kami makan dan menjadi berkah (bukan penyakit) serta menolak bala (cobaan berat). amin ya rabal'alamin.

RANDOM QUESTIONS TAG

Thursday, 26 October 2017


Dapet random questions yang berseliweran di kepala.
Langsung nggak pakai mikir, demi memunculkan ke-eksistensi-an saya dalam jagad raya per-blogger-an, akhirnya saya pilih tema 'Trivia quiz about Daily Activity' (sebenarnya banyak tema lainnya sih).

So, berikut hasil wawancara diri sendiri hehehe..... :

1. What are 5 little things that make you happy?
Main sama kucing, travelling, dekorasi rumah, makan sate kambing bumbu kecap, dapat uang jajan dari suami hwehehe.....

2. If it's possible to live your live like a movie, which movie would you choose?
Hmm.... kayaknya saya ingin banget jadi pemeran pendamping di film-nya Kingsman. Secara... selain film ber-genre Secret Agent adalah film favorit sepanjang hidup, jadi pendamping utamanya mau banget lah. Kayaknya seru, punya pacar Agen Rahasia. Ngaak apa ditinggalin, karena saya juga ikut dia keliling dunia dan menyamar ahahahaa....

3. Style Icon?

Julia Engel (http://galmeetsglam.com/)

4. Current favorite singer?
Spice Girls and Boyzone

5. Tell me one thing you really regret?

Salah pilih jurusan kuliah!!

6. What's the last thing you did for the first time?

USG & HSG test untuk program hamil saya.

7. Signature scent?
Kenzo with Flower in the air.

8. Name your 5 favourite foods?

Kepiting saos Singapore @ Esplanade foodcourt, sate kambing bumbu kecap, bakso urat tenis, sushi, kue sous.

9. Your style?

Celana kulot, white shirt, flat sandals and oversized Totebag

10. 3 things you can't live without?
My husband, my phone, chocolate ice cream!

11. Whats would you do if you won the lottery 10 milliar Rupiah  & detail please ?
Beli rumah beserta isinya 3 milliar ; kasih ke orangtua 1 milliar ; bikin 1 rumah kontrakan full furnished dengan tema futuristic & multifungsi 1 milliar ; investasi di saham 1 milliar ; Deposito 1 milliar ; 
Tebar sedekah 1 milliar ke 100 Rumah Yatim ; untuk suami 1 milliar ; Travelling, jalan-jalan keliling dunia, wisata kuliner bareng orangtua & suami 1 milliar.

12. Guiltiest pleasure?
Kepiting saos Singapore & 🍣 sushi.

13. Where would your dream holiday be

Sweden, Canberra, Lombok island

14. What 3 words describe you?
Caring, overthinking and perfectionist.

15. Whats your favourite music ?
Acid Jazz & K-Pop

16. Who's your favourite superhero?
Iron Man and Doraemon (iya bener.... Doraemon pahlawannya Nobita banget kan!)

17. Whats your favourite radio station?
RASE FM Bandung

18. Whats your favourite sport ?
Yoga, swimming and jogging

19. Your life motto?
Jadilah orang baik, kapanpun dan dimanapun serta kepada siapapun. Karena karma baik / pun karma buruk itu ada.

20. If you could change your name to anything what would your new name be ?
Lana Louis.


21. What's your favourite TV program?
Grey's Anatomy & Married at first sight.

22. Do you prefer sunrises or sunset ?
Sunset


23. What's your favourite flower?
White rose and white lily

24. What's your favourite board game?
Monopoly! I can buy hotels

25. If you could join any music group, which would you want to join?

Spice Girls

26. What is your biggest fear?

Alone and lonely

27. What movies could you watch over and over and still love 
Twilight Saga. I really love handsome vampire.

28. Do you have any strange phobias?

I think, I haven't.


29. What do you want to know about the future?
Apakah cita-cita masa kecil saya kesampaian untuk tinggal di luar negeri. Dan bertempat tinggal di sebuah perumahan besar (tanpa pagar rumah). Setiap sore, banyak anak-anak muda main sepeda & skateboard.

30. Honestly, are things going the way you planned?
Nope! I wish I could turn back time ...... When I'm 19 years old.

STAYCATION AT RUMAH ASRI BED AND BREAKFAST, BANDUNG

Saturday, 14 October 2017
Tampak depan Rumah Asri Bed and Breakfast

Beberapa bulan lalu sebelum bulan Ramadhan tiba, di saat saya dan suami masih bertempat tinggal di kota penuh sesak (Jakarta), saya memutuskan untuk menjauh sejenak. Menjauh dari keruwetan dan panasnya ibukota. Syukurlah kala itu suami mengijinkan saya untuk berlibur dan bersantai sekalian berkontemplasi dengan diri sendiri.

Ya. Kalau bisa di bilang, saya memang bisa dikatakan salah satu wanita yang punya kebiasaan cukup unik (bukan aneh). Dalam setiap tahunnya pasti selalu saja ada agenda menjalankan ritual 'Me time'. Yaitu dengan berdiam diri sejenak beberapa hari di sebuah kota maupun tempat yang menurut saya tenang, nyaman, aman, saya menyukai lokasinya, dan terutama hati ini (akan) tenang kembali sepulang saya menjalankan liburan tersebut. 

Alhamdulillah-nya, dengan tanpa perang dingin, drama suami-istri, hihihi.... justru suami dengan senang hati menyuruh saya untuk berlibur sendiri sejenak dengan menyewa sebuah penginapan. Maka setelah semalaman saya melakukan pencarian melalui aplikasi Traveloka yang diajarkan oleh suami, pada akhirnya pilihan saya jatuh kepada Kota Bandung tercinta. 

Di aplikasi Traveloka yang saya gunakan, terdapat banyak sekali pilihan hotel maupun penginapan tersedia. Dari mulai fasilitas yang sederhana sampai fasilitas yang paling lengkap, bisa saya pilih sesuka hati. Tinggal klik pilihan hotel yang mau dilihat, kemudian buka galeri fotonya dan langsung dengan mudah bisa kita bayangkan suasana kamarnya dan sekitarnya.
Dan keuntungan lainnya, harga yang tertera di Traveloka harganya sudah all in, sehingga saya terutama Pak suami yang bayarin sudah tidak usah pusing lagi memikirkan biaya-biaya tambahan yang mungkin muncul.

Senangnya lagi, pilihan pembayarannya banyak macamnya, bisa menggunakan kartu kredit, kartu debit, transfer via ATM dan masih banyak lagi. Dan tentu saja, bagi kami pasangan suami-istri yang anti mengutang, dipastikan kami akan membayarnya via internet banking hahaha....

Ritual berbincang sejenak dengan diri sendiri kali ini, saya lakukan di kota Bandung. Kota yang memang sudah menjadi selayaknya kota kelahiran saya. Dan pilihan saya bukanlah seperti pikiran kebanyakan orang diluaran sana yang harus berlibur di hotel mewah, layanan tersedia, room service 24 hours, terdapat kolam renang, dan sebagainya. Bukan fasilitas penginapan itu yang saya inginkan. Pilihan saya justru jatuh ke sebuah penginapan dengan konsep Homey. 

Setelah melakukan pencarian dengan mudah (padahal baru pertama kali diajarin suami pakai Traveloka mobile apps), saya pun langsung jatuh hati dengan sebuah penginapan yang konsepnya selayaknya seperti rumah sendiri, yang asri, tenang, jauh dari titik keramaian, tidak perlu ada fasilitas lengkap, tapi justru poin penting yaitu rasa ketenangan yang saya dapat. Maka langsung saja tanpa pikir panjang, Rumah Asri Bed and Breakfast menjadi pilihan saya satu-satunya untuk menjadi tempat saya menenangkan hati, jiwa, fisik dan mental.

Terus terang, dari berbagai pengalaman saya travelling ke beberapa kota di dalam negeri maupun saat backpacker-an keluar negeri beberapa kali, saya dan suami sudah menggunakan aplikasi Traveloka. Seperti trip saya kala menonton Jazz festival di Singapura, lalu honeymoon ke Lombok bersama suami yang notabene juga travelmate saat masih single hihihi...., lanjut saat second honeymoon tahun lalu ke Bali, serta acara-acara keluarga besar di Jawa Tengah yang pastinya harus memesan transportasi dan penginapan dari jauh-jauh minggu.


Ruangan depan dimana para tamu yang akan menginap, akan disambut dengan interior cantik.
Di ruang depan pun dipajang pula barang khas Bandung seperti kain-kain batik tradisional, sandal untuk di rumah, serta kalung etnik cantik

Di saat jam sarapan, saya akan duduk santai sambil menyantap sarapan sederhana ala menu rumahan, sembari menghirup udara pagi Bandung yang segar dan menenangkan

Saat saya menginap 3 hari 2 malam disana dengan aktifitas setiap pagi sarapan sambil menikmati menu-menu pilihan ala rumahan, ada juga menu sosis dan kentang goreng serta jus buah nan sehat, rasanya seperti berada di rumah sendiri, tetapi saya sama-sekali tidak disibukkan dengan rutinitas rumah tangga yang justru membuat saya stress dan kelelahan.

Siang menjelang, walau langit Bandung terlihat terang, tetapi angin semilirnya masih tetap terasa di dalam kamar karena terdapat banyak bukaan jendela di setiap kamarnya. Bila mati gaya sudah melanda, saya bisa duduk-duduk cantik di ruang terbuka yang disediakan untuk para tamu. Ataupun dengan transportasi yang mudah di dapat, saya bisa menggunakan ojek online untuk memesan transportasi dan menikmati jalan-jalan siang ke Mall terdekat (Parijs van Java Mall).

Ruang terbuka hijau dengan suasanya yang asri, teduh dan menenangkan.
Sembari membuka laptop & menyeruput minuman dingin yang disediakan, saya juga bisa menikmati pemandangan rumput segar dan bunga cantik yang tertata rapih 

Rumah Asri ini memang tidak terlalu jauh jaraknya dari mall PVJ. Sehingga sangta menyenangkan bagi saya yang terkadang ingin jalan-jalan ke Mall Bandung yang buat saya auranya beda, tidak seperti Mall Jakarta yang hanya menjual brand-brand ternama tapi terasa seperti bangunan megah yang terasa mati tanpa nyawa dan udara.

Atau bahkan kalau kamu ingin mencari-cari baju cantik dan lanjut ke salon, tidak perlu jauh-jauh. Cukup dengan kamu berjalan kaki santai ke arah gerbang masuk komplek Sukasari sambil melihat-lihat rumah cantik nan megah, maka di sisi kiri jalan, kamu akan menemukan sebuah butik yang tersembunyi & di dalamnya enuh dengan baju-baju cantik nan menggemaskan serta ada pula pakaian pesta nan glamor yang jarang bisa kamu temukan di Mall. Atau bila sesekali kamu ingin mempercantik tampilanmu atau memanjakan rambutmu dengan creambath, kamu juga akan menemukan salon kecantikan tepat di depan gerbang pintu masuk komplek. Dan terutama harganya tidak akan mencekik dompet seperti kebanyakan harga salon di mall! Kece kan...

Tampilan depan area masuk Penginapan.
Terlihat langsung meja penerima tamu di sisi kiri & kesan homey yang terasa

Setelah puas dengan jalan-jalan keliling kota Bandung tercinta dan bersilaturahmi dengan sahabat-sahabat, saya bisa pulang sesuka hati, dan tetap merasa nyaman setibanya di penginapan. Pelayanannya yang ramah, kebersihan ruangannya yang selalu terjaga setiap harinya serta tak lupa suasana penginapannya yang seperti 'pulang ke rumah'. Ahhhhh....sangat menyenangkan.

Bila kamu merasa lapar di malam hari, disini juga disediakan pesanan menu makan ringan, seperti kentang sosis, indomie, pisang cokelat keju dan sebagainya. Tapi eitss...pesanan makanan untuk diantar ke kamar hanya hingga pukul 10 malam. Selebihnya, kalau kita lapar ya harus tahan hingga pagi atau bisa go food tentunya.

Dari liburan sejenak menenangkan pikiran dan hati ini di Rumah Asri, membuat saya lebih merasa tenang kembali. Seperti self healing. Tidak perlu yang mahal-mahal hingga liburan keluar negeri dan mengeluarkan budget akomodasi serta biaya penerbangan yang menguras kantong. Bagi saya, hanya dengan liburan staycation menenangkan seperti ini, sudah membuat jiwa saya kembali lagi ke raga.hehehe...

Dan nampaknya, Rumah Asri ini akan menjadi salah satu penginapan yang masuk dalam list tempat saya menenangkan pikiran dan hati sejenak, bila suatu saat nanti saya membutuhkan ketenangan kembali di kota Bandung.

So, saatnya kembali saya siap-siaga mencari lagi destinasi staycation berikutnya bagi saya sendiri di tempat bahkan kota lain. 

Buat kamu-kamu yang membutuhkan ketenangan sejenak, silahkan coba Rumah Asri Bed and Breakfast. Semoga bisa membantu kamu menemukan ketenangan sebenarnya dibalik hiruk-pikuk pekerjaan, serta keruwetan hidup yang harus kita jalani setiap hari. Happy holiday gals!
See you in Bandung van Java!

Protected by Copyscape

* * *
[ Tulisan & pengalaman milik sendiri Bukan Content Placement / Sponsored Post ]

Solo Travelling? Why Not

Tuesday, 3 October 2017

Siapa sih yang tidak suka liburan? Pasti kita semua suka, apalagi dengan hectic-nya pekerjaan yang kita lakukan dan menjadi rutinitas sehari-hari, dipastikan liburan itu akan menjadi waktu yang paling kita nanti-nanti.

Untuk liburan pun bisa kita lakukan bersama dengan teman-teman, sahabat tersayang, pasanganmu bahkan bisa kamu lakukan sendiri. Ya! Liburan sendiri atau sering disebut dengan solo traveler. Melakukan perjalanan seorang diri juga bisa menjadi ajang diri kita merasakan rasanya keluar dari zona nyaman, merasakan pengalaman baru, keseruan baru yang kita rasakan saat berlibur dan sepulang dari liburan, siapa tahu akan melahirkan diri kita yang baru.

Nah, kali ini saya akan membagikan beberapa tips buat kamu-kamu yang akan melakukan solo travel, alias buat kamu-kamu yang berencana liburan sendiri.

1. Persiapkan Fisik dan Mental kamu
  Hal paling utama yang harus kamu perhatikan sebelum melakukan persiapan liburan adalah persiapkan kondisi fisik kamu dan mental. Karena selama perjalanan kita akan menemui segala kemungkinan, penglaman baru yang bisa saja menyita fisik dan mental kamu, semisal berjalan jauh dikarenakan bus yang kamu naiki ban-nya bocor sedangkan kamu mengejar waktu untuk segera tiba ditujuan sebelum malam tibs, dan tentu saja membuat mental kamu harus siap menghadapi hal-hal baru yang akan kamu temui nanti.

2. Bawa dan lengkapi identitas diri
   KTP, passport adalah sekian barang wajib yang harus kamu persiapkan dan ditaruh di tasyang mudah dijangkau. Persiapkan pula selain dokumen asli, juga fotocopy-nya. Tak lupa untuk identitas diri lainnya bisa kamu simpan juga dalam bentuk softcopy dan kau simpan dalam folder email. Kenapa? Untuk jaga-jaga bila saja kemungkinan terburuk terjadi (tas kamu hilang), dan softcopy dokumen yang kamu simpan dalam email bisa menjadi penolong pertama kamu untuk bisa membantu kamu saat di bandara nanti.

3. Rencanakan Perjalanan kamu
    Melakukan solo travel bukan berarti membuatmu pergi ke kota / negara tujuan yang akan kamu kunjungi tanpa persiapan. Segala sesuatunya harus kamu persiapkan dengan matang. Dari mulai transportasi yang akan kamu gunakan, akomodasi/penginapan selama berlibur, konsumsi selama perjalanan, obat-obatan darurat, tujuan liburan kamu kemana saja, dan juga perhitungan budget selama liburan disana. Semua hal ini sangat penting kita persiapkan, agar saat liburan kita nanti, kita sudah tidak bingung sendiri harus kemana dan naik transportasi apa.


4. Persiapkan budget liburan dengan terencana
   Tidak dipungkiri budget / dana untuk liburan itu wajib kita persiapkan dengan cukup matang. Dari mulai pengeluaran untuk transportasi, penginapan, tujuan wisata kamu hingga beli souvenir atau barang-barang lucu disana yang membuat kamu jatuh cinta sejak pertama lihat dan ingin membelinya sebagai kenang-kenangan liburan kamu nanti. Maka, bisa kamu persiapkan seluruh dana tersebut dengan menabung dari jauh-jauh bulan, mencari promo tiket penerbangan, melakukan perbandingan prmo harga penginapan dan sebagainya. Sehingga saat kamu pulang liburan, uangmu tidak akan kosong-melompong di tabungan dan kamu masih bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari kamu sepulang liburan tanpa harus berhutang / membayar hutang kartu kredit yang lumayan menyita gaji kamu.

5. Tidak perlu membawa banyak bawaan
    Karena kamu melakukan liburan sendiri, saya sarankan untuk membawa 1 tas backpack untuk kamu bawa dan 1 tas serbaguna yang mudah kamu slempangkan di bahu kamu (untuk membawa passport, dompet, uang). Kenapa? Dengan 1 tas backpack yang kamu pergunakan, akan memudahkan mobilisasi kamu saat melakukan perjalanan. Dan bila saat liburan kamu akan usai dan kamu membeli oleh-oleh yang cukup banyak, kamu bisa membeli tas dadakan saja, sehingga bawaan yang kamu bawa saat berangkat liburan tidak membuat kamu kerepotan sendiri tentunya.

6. Siapkan gadget dan informasi penting
    Kita tidak tahu sama sekali akan bertemu dengan kejadian/ pengalaman apa selama perjalanan liburan nanti. Jadi tidak ada salahnya untuk kita persiapkan informasi tambahan yang kita save di gadget kita, semisal nomer darurat yang mudah untuk dihubungi, nomer teman/saudara/kerabat yang kebetulan tinggal di kota yang kita kunjungi tersebut (bila siapa tahu kita dalam keadaan darurat), nomer RS dan kantor polisi yang terdapat di kota tersebut, dan tak lupa catatan kecil yang sengaja kita tulis dan simpan di dalam tas (ber-isi-kan informasi : nama lengkap, alamat tempat tinggal, nomer darurat yang mudah untuk dihubungi).

So, itulah tips-tips penting yang bisa kamu jadikan panduan untuk kamu mempersiapkan solo travel kamu. Dan tentu saja jangan lupa juga, berdoa sebelum berangkat dan selama di perjalanan hingga tiba di tempat tujuan, agar dimanapun kita berada, selalu dalam lindungan Allah SWT.amin.

Happy holiday gals! 


Protected by Copyscape

* * *
[ Tulisan Asli pengalaman milik sendiri Bukan Content Placement / Sponsored Post ]

Tips mengatur budget untuk liburan seru


Cuti! 
Buat kamu-kamu karyawan dan pekerja 9 to 5, tentu tidak asing dengan kata berharga satu ini. 1 kata pamungkas yang menjadi Hak hidup seorang pekerja seperti saya contohnya.

Cuti bagi saya sendiri (khususnya sekarang, dimana saat ini saya sedang bekerja di sebuah perusahaan yang seperti kerja rodi-sapi perah) otomatis cuti sangat saya perlukan. Yahh... dalam kata lain memberi waktu beberapa hari untuk saya istirahat sebelum kembali beraktivitas.

Di sisi lain, cuti itu ibarat sebuah privillege yang musti saya diambil walau entah penggunaannya pun untuk apa. Dan untuk cuti kali ini bagi saya tema-nya bukan lagi mengejar liburan, tapi lebih ke istirahat total. Tapiiii, ngomong-ngomong istirahat total, saya kan nga sakit, dan tidur doang pas ambil cuti kan nggak seru. Sedangkan Ibu Lana butuh yang namanya istirahat fisik & istirahat mental dengan amat sa-ngat! Bersifat urgent-lah.

Masalahnya, untuk ide liburannya pun saya masih mati ide. Entah saking kecapeannya jiwa raga ini, atau saking masih ter-konsen dengan prioritas saya yang lainnya. hmmm.... 
Nah, karena liburan itu dibagi 2 macam (tanggal merah & tanggal hitam tapi ambil cuti) buat saya, jenis liburan apapun itu harus terencana dengan cukup matang. Itu kenapa saya harus mempersiapkan itinerary sederhana versi saya sendiri. So, berikut beberapa tips liburan yang harus kita persiapkan agar liburan ala cuti kita berjalan lancar :

  1. Sebaiknya kamu rencanakan untuk ke 2-3 tempat liburan dan belum pernah kamu datangi sebelumnya, Kenapa? Selain euphoria tempat dan pengalaman baru, tujuan wisata baru pun bisa memperluas cakrawala isi kepala kita yang sedang kusut ataupun bikin kamu menambah referensi tempat liburan sebagai kenangan manis kamu dengan sahabat ataupun pasangan kamu tersayang. Kalau destinasi yang kamu rencanakan lebih dari 3 tempat (dengan waktu cuti singkat, bisa-bisa kamu hanya akan menguras kelelahan fisik selama di perjalanan dan tidak bisa menikmati moment 'berkontemplasi' dengan diri sendiri, serta kesempatan menggali budaya dan mengenal karakter manusia di lokasi liburan menjadi tak total.
  2. Tinggallah di sebuah tempat wisata / liburan setidaknyna 3 hari. Dan dengan menggunakan itinerrary / list tempat mana saja yang akan kamu kunjungi, bisa bikin banget langsung ambil rencana seperti sewa motor, atau menanyakan ke CS di hotel tempat kamu meninggap arah dan transportasi apa yang harus kamu gunakan menuju destinasi yang sudah kamu rencanakan. Coba bayangkan bila sebelum liburan kamu tidak mempersiapkan at least tempat yang ingin kamu kunjungi. Apesnya saat tidak ada wifi, internet mati/ hadphone low batt, kamu jadi tidak bisa browsing internet untuk mencari destinasi liburan kamu secara mendadak. 
  3. Setiap hari saat kamu sedang menikmati liburan, sisakan waktu 15-20 menit untuk  diri kamu berkontemplasi (berbincang dengan diri sendiri). Tanyakan pada diri sendiri: benarkah langkah-langkah karier yang sedang kamu jalankan saat  ini sudah selaras dengan passion dalam hidup kamu? Apakah pekerjaan kamu sebanding dengan nilai yang bisa kamu dapatkan (mungkin fasilitas kesehatan, bonus, penghargaan dari perusahaan atas kinerja kita, atau justru kita hanya diperas seperti cucian). Dengan begitu, setelah cuti panjang berakhir, bukan hanya otak dan badan menjadi segar kembali, tapi juga kepastian akan rencana karier kita ke depannya.
  4. Sebaiknya 1-2 hari sebelum cuti kamu habis, luangkan untuk diri kamu sudah berada dalam perjalan pulang. Yah setidaknya 1 hari sebelum hari kamu masuk kerja lagi, kamu sudah berada di rumah. Selain beres-beres mengeluarkan pakaian kotor kamu di pagi hari dan memasukan ke laundry, kamu juga jadi punya waktu beberapa jam untuk bernafas dan menyiapkan energi baru kamu untuk keesokan harinya. 
Source : giphy

Sedangkan untuk pos budget (dana), juga harus kamu rencanakan dari jauh-jauh hari dengan baik loh, agar sepulang dari liburan, isi dompet kamu tidak garis lurus! hehehe.....

Ini dia yang harus kamu masukan dalam list penting kamu, diantaranya :

Budget Transportasi ( 25% )
Sebaiknya saat kita akan membeli tiket, pilihlah pembelian tiket round trip, sehingga jika kamu kebablasan belanja dan kehabisan uang, kamu tidak perlu khawatir bahwa kamu masih bisa pulang ke kota asal dengan selamat.

Budget Penginapan ( 20% )
Carilah jauh-jauh hari penginapan sebelum tanggal keberangkatan, sehingga kamu bisa meng-estimasi biaya yang dikeluarkan. Jika Anda akan lebih banyak berada di luar kama, tak ada salahnya memilih penginapan bertipe bed & breakfast yang lebih murah dibanding hotel. Kenapa? Karena sejak kamu selesai sarapan hingga matahari tenggelam, dipastikan kan, kamu diluar hostel dan sedang explore tempat lliburanmu.

Oh ya, pengalaman saya beberapa kali liburan di Indonesia ataupun keluar negeri, bisa banget kamu gunakan pemesanan hostel yang budget friendly untuk para traveller (seperti yang biasa saya dan suami gunakan saat travelling ke Singapore), kami coba untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi AirBnB (walau pada akhirnya cancel karena full booked di tanggal yang kami inginkan) dan langsung saja kami ganti pemesanan via Traveloka.

Budget Makanan ( 15% )
Biaya makan harus dicadangkan sebanyak biaya makan satu hari dikali jumlag hari selama liburan,
Jika tempat liburan kamu membutuhkan waktu tempuh kurang lebih sehari, perlu dipersiapkan ppula biaya makan (cemilan) selama perjalanan. Oh ya, tips tambahan dari saya, siapkan pul cemilan kesukaan kamu. Karena walau saat di daerah liburan kamu pasti ada saja yang menjual jajan favoritmu, bisa jadi harganya lebih mahal 2-3 kali lipat dibanding kamu beli di minimarket sebelah rumah. Tak lupa selalu bawa botol minum kosong yang nanti bisa kamu isi ulang di perjalanan saat kamu mamppir ke minimarket.

Budget Rekreasi ( 15% )
Di tempat liburan akan ada saja beberapa tempat rekreasi yang bisa dikunjungi. Tetapkan anggaran untuk rekreasi ini, kemudian sesuaikan dengan tujuan atau tempat rekreasinya. Siapkan pula tambahan 10-20% dari budget rekreasimu ini untuk dana jaga-jaga bila ada biaya tiket masuk, sewa pagung saat musum hujan, dan lainnya.

Budget Oleh-Oleh ( 15% )
Seneng sih kalau pulang liburan kita memberi oleh-oleh kepada kerabat, teman, bahkan keluarga tercinta. Namun kepuasan emosi itu sering membuat kita jadi boros dan tidak terkontrol untuk mengeluarkan uang Pikirkanlah baik-baik sebelum kamu akan pergi, alias buatlah daftar siapa saja nama-nama yang akan kamu belikan oleh-oleh. Jadi selain pos pengeluaran kamu 'tidak bengkak tiba-tiba;, dan bikin kamu juga tahu berapa rupiah atau berapa Dollar-kah yang harus kamu sisihkan secara cash untuk dana oleh-oleh nanti.

Budget Biaya Tak Terduga ( 10% )
Biaya cadangan ini pentingggggg pake banget deh. Kenapa? Untuk menghindari kurangnya dana liburan yang sudah kamu anggarkan sebelumnya. Apalagi kalau misalkan nih kita sebagai cewek-cewek yang kalap belanja dan matanya langusng ijo ngeliat suvenir-suvenir terpajang cantik di sentra suvenir shop, tentu saja kita ingin sekali memborongnya.
Nah dana darurat / budget tak terduga ini bisa kamu gunakan, sehingga saat kamu kembali ke rumah & berhasil memiliki sivenir cantik impian kamu, kamu tidka merasa berhutang ke siapapun, apalagi kalau berhutang ke travelmate kamu maupun hutang dengan kartu kredit. 

So, selamat merancanakan liburan cuti kamu ya cantik!

Pssst.....jangan lupa, awali semua rencana, dan perjalanan liburan kamu dengan berdoa. Agar kamu sehat selalu, selamat saat liburan hingga pulang kembali lagi ke rumah tercinta.


Read more : Singapore Trip (3D2N)


Protected by Copyscape

* * *

[ Tulisan Asli pengalaman milik sendiri Bukan Content Placement / Sponsored Post ]

8 Reasons why I Love IKEA!

Sunday, 10 September 2017

IKEA. Nggak pernah terbayang bahwa saya akan menjadi IKEA lovers sejati.

Pada awal saya jatuh cinta dengan IKEA saat saya masih stay di Bandung bersama suami saya. Saat itu usia pernikahan kami masih bisa dibilang masih awal-awal pernikahan. Kami, sang pengantin baru yang masih berdoa adanya keajaiban bisa mendapat rumah, pada akhirnya memutuskan untuk berumah-tangga mandiri. Dimulai dahulu dengan nge-kost di kota Bandung.

Walau pernikahan kami diawali dengan nge-kost (bukan dapat rumah pemberian orangtua) seperti kebanyakan orang kaya diluaran sana, tapi bagi kami, inilah esensi rumah tangga sebenarnya. Dari bawah, dimulai dari titik Nol, berjuang bersama-sama.

Singkat cerita, dimulailah di awal tahun pernikahan kami, kami mengunjungi IKEA untuk pertama kalinya. Hasilnya? Wowwww....saya dan suami tentu saja jatuh cinta. Apalagi bagi saya yang bercita-cita menjadi Desain interior (tapi nggak kesampean), hahahaha.... tentu saja melihat display-display produk IKEA yang beragam dan di tata dengan sangat cantiknya, makin membuat saya dan suami jatuh cinta amat sangat.

Dan tanpa disadari, mungkin Allah mengabulkan ucapan-ucapan kecil kami pada waktu itu. Bahwa tanpa kami sangka, Allah beri kenikmatan untuk kami tinggal di sebuah kota yang jaraknya tidak terlalu jauh menuju ke IKEA. Dan itu semua kami dapat dengan pengalaman spiritual Keajaiban Sedekah yang saya sempat posting di artikel sebelumnya.

Foto kebersamaan saya dan suami beserta kakak-kakak saya tersayang.
Kita semua langsung janjian di IKEA dan makan siang bersama
(foto diambil : April 2016)

Salah satu pojok display IKEA yang bikin senyum-senyum sang istri deh.hehehe...

Bed cover selera saya & suami, karena rumah kami memiliki konsep warna Black and White


Alasan saya jatuh cinta dengan IKEA itu banyak banget. Bahkan sangat membantu saya dalam melengkapi keperluan rumah tangga.ahahaha...

1. Hemat Pangkal Kaya
   Ya! Dengan berbelanja di IKEA, saya dan suami merasakan efek positifnya. Harga produk di IKEA tidak se-sadis di toserba-toserba kebanyakan (terutama produk-produk yang menyangkut perdapuran ya). Coba saja sesekali Anda iseng untuk mengecek harga 1 sudip masak berbahan campuran stainless & plastik. Untuk di IKEA sendiri, harga 1 sudipnya adalah Rp.14.900. Sedangkan saya sudah cek di Supermarket H*ri-*H*ri, 1 sudip masak berharga Rp.31.000-an. Hemat bukan. Bahkan saya bisa mengoleksi beberapa jenis sudip sesuai kebutuhan masak tanpa harus tongpes.

2. Kualitas terjamin
   Pada awalnya saya berpikir, Harga menentukan kualitas. Oke, itu memang benar. Tapi pengecualian untuk produk-produk yang dijual di IKEA. Bayangkan saja, sudip bahan plastik yang saya ceritakan di poin 1 diatas, kan bahan handle-nya berbahan plastik. Untuk sudip yang dibeli di supermarket pada umumnya, bila sudah sering kita gunakan memasak diatas teflon panas, maka lama-kelamaan bahan handle/ pegang  plastiknya akan meleleh. Nggak indah lah rupanya.
Sedangkan untuk sudip yang saya beli di IKEA. Walau justru sepenuhnya 100% berbahaan plastik dan dengan pemakaian setiap hari saya gunakan, belum pernah sudip-sudip saya meleleh.

Di sisi lain, tidak dipungkiri karena sebagian besar produk ini berasal dari Swedia, tentu saja kualitasnya mumpuni dan tahan lama. Bahkan teflon ukuran 28 cm pun amat sangat berat untuk saya angkat. Bergaransi hingga 25 tahun pula.

3. Mempercantik tampilan
   Tidak dipungkiri, dengan saya membeli barang-barang IKEA (terutama alat-alat dapur) dengan warna yang senada, minimalist, penuh dengan variasi yang membuat meja dapur terlihat cantik dan tentu juga membuat tampilan dapur mungil saya 'bernafas'. Apalagi ditunjang dengan alat masak baru (panci dan 2 set teflon ukuran 24 cm dan 28 cm) hadiah ulang tahun dari suami saya bulan lalu.hihihi...
Dari awal saya menikah, saya pun sudah menyampaikan pada suami bahwa untuk area kkekuasaan Nyonya Rumah a(yaitu dapur) saya ingin memiliki perkakas yang memang multifungsi dan multiguna tanpa harus memiliki beberapa jenis alat masak berbeda. Cukup 2-3 item tapi bisa dipakai untuk beragam cara masak.

4. Desainnya yang elegan
    Sebulan lalu saya dan suami di awal kami pindah rumah,  kami membeli sebuah lemari pakaian dari IKEA. Walau repotnya adalah harus merakit dari awal, tapi membuat weekend kami menjadi punya cerita. Apalagi di awal weekend kami baru pindah di kota baru.
Dan untuk desain lemarinya pun terlihat simple, minimalis, tidak makan tempat, dan terutama tidak banyak makan tempat.

5. Dapat disesuaikan dengan konsep rumah
   Saya cukup gembira mendapat katalog baru IKEA 2018. Pasalnya, alat-alat rumah tangga yang dijual memiliki variasi yang lengkap. Bisa disesuaikan dengan konsep hunian yang ingin kita miliki, disesuaikan dengan warna, material bahkan ukuran masing-masing ruangan.

6. One stop Home Shopping
    Udah paling oke deh bagi saya dan beberapa ibu-ibu kebanyakan, bahwa IKEA menjadi 1 stop home shopping. Dari mulai kita mencari piring dan gelas berbagai desain, karpet, kasur, meja, rak, lemari pakaian, jemuran handuk, panci masak, box transparan, bor, bahkan hingga bunga imitasi serta lukisan pun ada. A-Z deh komplitnya. Bahkan kalau saya menutup mata dan acak membayangkan perlengkapan rumah tangga paling sepele yang saya butuhkan sekelas sikat pembersih kloset hingga bantal bayi, juga ada! Bahkan lagi, kita mau mencari pisau, gunting, talenan, piring buah, tissue, hingga tool kit sekalipun, juga tersedia.

7. Warehouse tertata dengan rapih
    Serunya belanja di IKEA itu, selain kita bisa melihat pemandangan indah produk perlengkapan rumah, kita juga bisa membayangkan tata letak barang yang nanti kita pilih (sebelum membayar). Bisa kita visualisasikan dengan jelas. Untuk tirai, karpet, motif lukisan, hingga corak seprai bisa kita pilih sesuai dengan selera kita. Dan khusus untuk barang-barang besar & berat, konsep IKEA ini terbilang unik. Para konsumen tidak menyusahkan pekerja disana. Kita hanya melihat contoh display produk lemari /barang besar yang kita inginkan, catat kode rak barangnya, dan di perjalanan akhir kita menuju kasir, kita akan disambut dengan gudang maha besar berisikan gudang IKEA yang terbuka lebar. Kita bisa telusuri gang-gang kecil berisikan rak sesuai dengan nomer dan kode produk.

Buat saya, konsep IKEA ini belum pernah saya temui di toko interior kompetitor. Dari sini, konsumen di zaman milenial ini tentu sudah pintar-pintar. Dan bisa menggunakan tenaganya sendiri untuk mengambil produk yang diinginkan. 

8. Menambah income Ibu Rumah Tangga
   Tidak pernah disangka, dengan kehadiran IKEA yang tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal sekarang (kurang lebih sekitar 14-15 KM), bisa menjadikan saya sumber tambahan pemasukan rumah Tangga yang tidka seberapa tapi lumayan. Saya bisa membuka 'Jasa Titip' IKEA yang sudah saya geluti 2 bulan ini.
Alhamdulillah, selain bisa menambah sedikit pemasukan untuk membeli sudip atau saringan teh, saya juga bisa membantu para teman-teman dan ibu-ibu yang tidak sempat untuk keluar kota (ke IKEA) tapi mereka ingin memiliki produk di IKEA.

Banyak sekali keuntungan bagi para ibu-ibu yang tinggal di luar kota kebanyakan, dan lebih memilih membeli produk rumah tangga di Jasa titip IKEA ini, diantaranya :
  • Bisa hemat transportasi dong tentunya (tidak perlu menyiapkan dana pengeluaran  berlapis) : seperti mobil pribadi, bis, travel, terutama biaya bensin.
  • Hemat biaya Tol dan parkir berjam-jam.
  • Hemat tidak perlu mengeluarkan biaya makan (apalagi bila membawa anak-anak).
  • Waktu me time bersama keluarga di kota sendiri tidak terbuang hanya karena perjalanan jauh.
Walau terus terang, tidak dipungkiri & saya sarankan, bila kelak ada waktu liburan bersama keluarga, bisa sesekali ajak suami & anak-anak untuk jalan-jalan ke IKEA. Selain siapkan waktu weekend, berangkatlah cukup pagi agar tiba di IKEA saat masih pukul 10 pagi. Dijamin masih dapat parkiran mobil. Dan tentu saja ini yang paling saya sarankan, siapkan dana ya bagi para suami. Siapa tau nanti sang istri tercinta akan kalap belanja perlengkapan rumah tangga.hahaha... 

Tapi worthed it banget kok belanja produk IKEA. Tahan lama. 

So, bagi kami IKEA menjadi bagian cerita Rumah mungil kami saat ini. 

Custom Post Signature

Custom Post  Signature