Top Social

Featured Posts Slider

PENGALAMAN OPERASI GIGI GERAHAM BUNGSU (Part 2)

Monday, 21 May 2018


Bismillahi'rahmanirahim.

Senin, 21 Mei 2018.
Pagi ini adalah jadwal saya untuk operasi kecil gigi geraham bungsu (lagi) atau disebut odontektomi.

Awalnya sih gigi bungsu kanan bawah saya tumbuh sekitar 5-6 minggu yang lalu lah. 2 minggu awal nggak ngerasa sakit. So, pede dong hatinya, ah kayaknya ini gigi tumbuhnya bagus. Jadi nggak perlu operasi lagi.
Ehh tahu-tahunya masuk minggu ketiga disuatu siang, kepala rasanya sakittttt pake banget. Pening nggak karuan.
Sampai-sampai saat malam tidur sama suami & lengan suami nyenggol bantal doang, alamak langsung emosi jiwa saya. Rasanya itu loh, ke-senggol dikit pengen langsung nonjok kepala sendiri / nimpukin bantal ke wajah suami.hehehe...

So, pada akhirnya diputuskan-lah untuk cek gigi di sabtu ceria. Kali ini saya pertama kali cek gigi ke Klinik Gigi senyum ceria di bilangan Bintaro. Info klinik gigi tersebut saya dapat dari rekomendasi grup whatsapp Bapak-bapak komplek.

Setibanya di Klinik gigi Senyum Ceria cabang Bintaro, saya dicek giginya & di foto rontgen mungil (hanya di foto area gigi bungsu, tidak seluruh gigi). Hasilnya, Bu Dokter menganjurkan untuk operasi cabut gigi geraham bungsu kanan bawah (langsung panas-dingin).

Setelah selesai pemeriksaan, saya diminta untuk ke bagian kasir. Selain melakukan pembayaran, juga menanyakan soal jadwal Dokter untuk tindakan operasi gigi saya nanti beserta biayanya. Dan jawabannya, saya akan dikabari via telepon sekitar 2-3 hari ke depan perihal jadwal Dokter & Biaya tindakan operasi.

Singkat cerita, di suatu malam, saya akhirnya dihubungi oleh Mbak-Mbak dari Kliniknya tersebut. Sudah happy-lah saya, saat operasi akan dijadwalkan hari sabtunya.
Tapi, saat saya mendengar angka nominal biaya operasi Gigi geraham bungsu yang cuman 1 biji DOANG, disebutkan bahwa biayanya adalah 7,2 JUTA!!

Astagfirullah'aladzim. Ebusedddddd... Langsung rasanya pengen protes ke si Mbak di ujung telepon. Alamak 7,2 jeti cyin!
Emang dikira saya mau operasi usus buntu kali ya, cuman odontektomi 1 gigi sampe segitu biayanya.

Yasudahlah, langsung saja saya menolak dengan nada sopan, bahwa saya dalam keputusan tidak akan melakukan operasi odontektomi di Klinik gigi tersebut.
Sempat sih, Mbaknya menanyakan kenapa saya tidak jadi. Dan sekonyong-konyongnya saya menjawab dengan nada ramah,
"nga jadi deh Mbak. Biayanya mahal banget. Kalo segitu (7,2 juta) mending buat saya qurban nanti sapi seekor / kambing 2 ekor" wakakak....
Dan nampaknya si Mbak di ujung telepon seperti ingin ketawa tetapi ditahan.

Ya iyalah, 7,2 juta cuman buat operasi impaksi gigi 1 bi-ji do-ang!. Perasaan saya survey kesana-kemari, buat operasi gigi geraham bungsu per 1 giginya, kalau di :
  • RS sekelas RS.Santosa & RS.Boromeus Bandung : biayanya kisaran 1-5 sampai 2 juta saja. (siapa yang nggak kenal 2 RS swasta ternama di Kota Bandung tersebut).
  • RSGM UNPAD : Rp.450.000,- saja.

Nah ini, di Klinik Gigi senyum ceria, harga cuman cabut 1 Gigi geraham 7,2 juta. *Tepok jidat*. Fix ini mah, idul adha Agustus nanti mau qurban sapi aja.amin. *toel suami*

Maka diputuskanlah oleh saya, Senin minggu depan akan pulang ke Bandung & kontrol langsung ke RSGM Unpad.

Fakta tentang gigi bungsu :

Gigi  bungsu tersebut merupakan gigi geraham / gigi molar ketiga permanen yang tumbuh paling akhir. Biasanya gigi bungsu tumbuh di usia 18 tahun sampai dengan usia 23 tahun. Dikarenakan tumbuh terakhir maka gigi tersebut akan kekurangan ruang untuk tumbuh dengan baik di rahang atas maupun rahang bawah. Keadaan ini disebut impaksi atau terpendam. Gigi impaksi bisa saja tertutup oleh jaringan lunak (gusi/mukosa mulut), tertutup oleh tulang alveolus, dan bisa tumbuh sebagian atau seluruhnya terpendam di dalam tulang (imbeded).
Kondisi ini tidak hanya terjadi pada gigi molar ketiga saja tetapi juga memungkinkan terjadi di gigi lainnya seperti gigi geraham kecil / gigi premolar, gigi taring / gigi caninus/ dan gigi seri / gigi insisivus.
Rumah Sakit Gigi dan Mulut
Universitas Padjajaran - Bandung

Proses operasi :

Walau November 2016 yang lalu, saya sudah punya pengalaman menjalani operasi odontektomi gigi geraham kiri bawah, tetapi sepertinya gigi kanan mengikuti jejak untuk harus dicabut kembali.

Sebelum tindakan operasi dimulai, saya disuntikkan obat bius lokal yang membuat mulut, gusi kanan menjalar hingga daun telinga kanan terasa baal, ditambah lidah kanan yang terasa seperti kesemutan.

Dan untuk odontektomi gigi bungsu kanan bawah saya kali ini, dilakukan oleh Ibu dokter cantik berkerudung. 

Awal tindakan saya disuntik obat bius lokal di beberapa titik area gigi yang akan dicabut. Dan saat proses pencabutannya kali ini, sang Dokter sampai dibantu oleh 2 mahasiswa Co-As. Yang 1 pegang sedotan air liur, yang 1 lagi.... jreng-jreng buat megangin kepala saya! 

Iyes kepala saya harus dipegangin biar nggak reflek geser-geser. Soalnya ternyata gigi bungsu saya amat sangat sulit dicabut. Sampe pake acara di bor berulang kali, dicungkil-cungkil, diketok-ketok, bahkan saya bisa ngerasain saat Dokternya harus pakai pose berdiri buat nyabut si gigi saya yang tertanam kokoh bin kuat sekuat semen tembok. Gonta-ganti alat tang juga karena saking amat susahnya diambil.
Bahkan sampe harus juga sang Bu Dokter berkali-kali pakai tenaga dalam buat bikin gigi saya oglek-oglek dulu (tarik kanan-tarik kiri) sampai akhirnya berhasil dicabut sampai akar-akarnya. ***antara pengen meringis tapi juga pengen ngetawain gigi sendiri yang sampe segitunya harus pake drama pencabutan*.


Pasca operasi :

Selesai operasi saya diberi resep antibiotics 12 butir untuk 3 hari (harus dihabiskan) & asam mefenamat yang diminum sebagai pereda rasa sakit.

Sekitar 1,5 jam berlalu, saya masih nampak ceria bisa ngobrol dengan kalimat tidak jelas. Masih bisa senyum walau sambil ngences. Ehhhh....setelah 1,5 jam berlalu & efek obat biusnya sudah mulai hilang, astagfirullah'aladzim ya Rabb.... sakitnya naudzubillah'imindzalik 😣

Kepala kanan samping dan atas seperti ditusuk-tusuk batang kayu, kemudian ditambah rasa sakit gigi di dalam mulut pasca operasi, rasanya jedut-jedut nggak karuan. Belum lagi air liur bercampur darah, bekas robekan gusi membuat lengkap sudah rasa sakit tiada tara yang saya rasakan seharian.

Pengennya cuman minum air. Manalagi Papaku yang sedari pagi menemani saya ke RSGM Unpad, pulangnya mampir dahulu ke rumah makan Gudeg Yu Nap dan membeli seporsi sayur krecek pedas untuk menu berbuka puasa. Alamak..... Makin-makinlah saya tergoda pengen makan sayur krecek pedas favorit saya.
Tapi, nasihat dari Bu Dokter, saya dianjurkan untuk jangan dulu makan makanan pedas dan panas. Karena malah membuat pendarahan tidak cepat berhenti. Disarankannya memakan makanan yang dingin, es krim juga justru diperbolehkan untuk membantu proses mempercepat pembekuan darah pasca operasi.

Belum lagi rasa sakit saya rasakan saat sore hari. Dimana waktu siangnya Saya sempatkan untuk tidur siang. Saat sedang lelap-lelapnya tertidur, sekitar jam 15.30 sore tiba-tiba saya terbangun mendadak dan merasakan rasa yang amat sakit di gigi dan kepala sisi kanan. Sampai-sampai Saya menangis dan hanya bisa tergolek lesu kesakitan di tempat tidur, sembari memanggil Papa untuk mengambil kompres es batu untuk pipi kanan saya.

Singkat cerita, ahirnya tiba juga bedug magrib berbuka Puasa. Ajaibnya nafsu makan saya meningkat. Padahal sebelum-sebelumnya, saya itu dalam sehari hanya makan seringnya saat malam saja sekalian menemani suami makan malam. Pagi dan siang justru saya tidak nafsu makan.

Tapi di kala gigi saya sakitnya ampun-ampunan, justru nafsu makan saya meningkat drastis. Dalam setengah jam saja, saya menghabiskan 2 porsi bubur polos dengan sedikit topping suwiran ayam. Padahal biasanya boro-boro makan bubur, apalagi 2 piring.hehehe... Kemudian dilanjut lagi dengan ngemilin es krim walls rasa cokelat serta pangsit goreng.hahahha... alamak, ini sih bukan doyan, tapi kelaparan campur nafsu makan bergejolak, mentang-mentang lagi di Bandung (surganya kuliner enak nan murah mursida cyin).

Malam harinya, saat sedang asyik nonton TV sama Papa, rasa sakit giginya datang kembali. Ampun, sudah nggak bisa lagi konsentrasi nonton, dan berakhir dengan gulang-guling di kasur sambil sesekali mengelus-elus pipi kanan yang nyerinya aduhai.

Semoga, besok rasa sakitnya sudah reda dan membaik. Dan mudah-mudahan dengan dibereskannya masalah gigi geraham bungsu saya kanan-kiri, bisa menjadi jalan lancarnya program hamil yang sedang saya jalankan. Jadi kelak saat nanti hamil (Amin) sudah tidak ada lagi masalah per-gigi-an, apalagi cabut-cabut gigi yang efeknya malah akan membuat kehamilan saya nanti tidak berjalan nyaman.

Tempat pendaftaran.
Buka dari pukul 08.00 pagi.

Keterangan tambahan :
  1. Operasi Odontektomi (operasi kecil gigi) dilakukan di : RS Gigi dan Mulut (RSGM Unpad).
  2. Alamat : Jalan Sekeloa, Bandung.
  3. Jam buka : pukul 08.00 pagi - 16.00 sore.
  4. Hari : Senin - Minggu (Minggu & Hari Libur tetap buka).
  5. Untuk kasus bedah mulut, layanan operasi dilayani hanya pada Hari : Senin s.d. Jumat.
  6. Untuk Sabtu & Minggu : hanya tersedia layanan Dokter Gigi umum & IGD.
  7. Biaya Pendaftaran : Pasien Baru Rp.5.000,- & Pasien lama Rp.2.000,-.
  8. Biaya odontektomi : Rp. 450.000.
  9. Biaya farmasi : Antibiotics + Asam mefenamat. Total Rp. 21.000 (saja).
  10. Biaya rontgen Gigi : Rp 70.000,- . Dan hanya menunggu 5-10 menit, hasil rontgen panoramic Gigi dapat langsung diambil.
  11. Untuk operasi gigi, tidak bisa dilakukan pada Hari H kedatangan, tetapi akan dijadwalkan terlebih dulu oleh Dokter Co-As, mengingat kuota operasi dalam sehari hanya 5 pasien. Sehingga, untuk kedatangan pertama kali berguna untuk pengecekan Gigi oleh Co-As / Resident / Dokter, serta melakukan Rontgen Gigi.
  12. Disarankan datanglah dari jam setengah 8 pagi untuk memgambil nomer antrian awal. Sehingga Kita tidak menunggu terlalu lama untuk dilakukan observasi Gigi.
  13. Di RSGM Unpad, tersedia pula layanan : tambal Gigi, cabut gigi, periksa gigi, pasang behel (kawat Gigi), dan tindakan operasi bedah mulut.
  14. Untuk pembayaran & pengambilan obat, dilakukan di lantai 2. Dan juga menerima pembuatan kuitansi untuk kebutuhan reimbursement.
Semoga, info diatas bisa memberi manfaat bagi teman-teman di Bandung dan sekitarnya, yang merasa gigi geraham bungsu tumbuh & perlu dicabut.
Semoga lekas sembuh.

PENGALAMAN SPIRITUAL : ALLAH SEBAIK-BAIK PERENCANA

Friday, 4 May 2018

Bismillahirahmanir'rahim.

Akhirnya masuk juga bulan Mei 2018. Bulan di mana bagi saya sangat ditunggu-tunggu, yaitu menjelang Bulan Ramadhan. Dan di samping itu, ada beberapa hal membahagiakan yang Allah beri pada saya dan suami di bulan penuh berkah ini. alhamdulillah.

Kalau dilihat-lihat memang beberapa minggu ke belakang, semangat saya menulis di blog kesayangan sedang menurun, walau sebenarnya ide-ide postingan yang ingin dituangkan sudah berbaris rapih di noted HP. Karena di bulan April kemarin, saya mengawali bulan dengan liburan bersama suami, melepas penat suami dengan pekerjaannya sekalian dia menyambut tempat kerjanya yang baru.

Dan hari ini sebenarnya adalah hari ke-5 suami baru saja masuk kerja di tempat kerja barunya. Perusahaan baru yang membuatnya senang, bangga terutama terlihat senyum sumringahnya, terlihat beban besar di pundaknya seperti terbang menguap dan digantikan dengan pelangi-pelangi alangkah indahmu.hehehe.... alhamdulilah.

Dan lucunya lagi, walau hari ini terhitung baru hari ke-5 suami bekerja di perusahaan baru, hari ini pun ia sudah diberi tugas negara (dinas) oleh kantornya hehehe... Dan nggak tanggung-tanggung, alhamdulillah tugas dinasnya dikirim ke Pulau Dewata. Jadinya, di hari ini, di kala suami sibuk ngurusin kerjaan, sang istri yang mempesona ini ditinggalin sendirian untuk menikmati me time di akhir pekan. Memang sih, sempat sebel juga karena weekend quality time kami kali ini sedikit diganggu dengan pekerjaannya. Makanya malam ini saya sempatkan buka-buka laptop menengok blog tercinta sembari mengisi waktu.

Tapi setelah dipikir-pikir dan mengenang perjalanan & perjuangan rumah tangga kami di 3 tahun ke belakang, alhamdulillah ya Rabb, sekarang banyak sekali nikmat yang kami dapatkan dari Allah. 
Memang benar ya apa kata orang diluaran sana, "Sehabis hujan, Terbitlah pelangi".




Allah Maha Baik.
Kalau diruntut, rezeki yang di dapat kami sejak bulan Ramadhan setahun kemarin, cara datangnya pun bisa dibilang ajaib. Yaitu rezekinya selalu datang AMAT SANGAT TEPAT saat kami membutuhkan pertolongan dari Allah SWT. 

Dengan kata lain, di saat Allah beri kami ujian (cobaan) ; di saat hati saya & suami dilanda deg-deg-an dengan terngiang kalimat di kepala kami berdua, "cobaan apalagi ini ya Allah yang datang pada kami?"
Ternyata yang kami perlukaan saat itu hanya cukup bersabar saja kurang dari sebulan.
Dengan sekejap Allah beri jalan keluar yang mudah maupun rezeki yang datangnya (tidak pernah secuil pun) kami duga sebelumnya.
Entah semua hal baik, kebaikan dan rezeki ini kami dapatkan dari sumber yang mana, karena banyak hal yang bisa terjadi.
Dari doa orangtua, dari ibadah kami, dari doa-doa kami hanya meminta pada Allah, buah manis dari hidup prihatin yang kami jalankan 2 tahun sebelumnya, dari doa-doa para kucing yang kami beri makan dengan ikhlas, dari orang-orang asing yang kami temui di jalan, atau mungkin juga dari rasa syukur kami pada Allah dalam keadaan apapun yang menimpa kami.
Karena saya haqul-yakin, "Jika kita bersyukur, maka Allah akan tambahkan nikmat syukurnya".

Dan perjalanan rumah-tangga kami di 3 tahun berjalan ini, sudah cukup banyak memberi saya banyak sekali pelajaran yang berharga. Tidak melulu hal-hal yang bahagia, cukup banyak kesedihan, rasa prihatin dan elusan dada serta airmata yang saya dan suami jalani hingga akhirnya kami bisa sampai ke titik berkah saat ini.

Tidak banyak yang tahu. Saat Allah memberi kami ujian dan cobaan bertubi-tubi, berbulan-bulan lamanya, rasanya hanya sajadah-lah yang menjadi teman baik kami. Di kala saya benar-benar harus bekerja sampai tulang di banting-banting (geret-geret, angkat-angkat kardus material ratusan kilogram setiap hari tanpa bantuan), berjibaku dengan rasanya direndahkan orang-orang sekitar yang memandang rendah pekerjaan saya, ditambah bertepatan suami juga mendapat ujiannya sendiri. Membuat kami sempat sama-sama merenungkan diri dan lebih mendekatkan diri pada Allah.

Dan sekali lagi, ternyata benar, Allah itu Dekat dengan hamba-Nya yang mendekat kepada Allah. Dan saya pribadi semakin yakin, bahwa Allah sesuai prasangka (baik) hamba-Nya.


Lesson learned in (my) Life :
Menyerahkan segala sesuatu kepada Allah, kepasrahan diri kepada-Nya, ridha dengan ketetapan-Nya, berprasangka baik (husnudzan) kepada-Nya, dan menunggu jalan keluar yang diberikam-Nya adalah buah-buah iman yang paling utama dan sifat kaum mukmin yang mulia.
Ketika seorang hamba telah dapat meyakini balasan yang baik dan menyandarkan seluruh hidupnya kepada Allah SWT, maka ia (Insya Allah) denngan ridho Allah akan mendapatkan pertolongan dari Allah tanpa ia duga sedikit pun.
Dari Abu Hurairah radhiallahu' anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,  
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً  (رواه البخاري، رقم  7405 ومسلم ، رقم 2675 )
“Allah Ta’ala berfirman, 'Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari."
(HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675).

RESEP : AYAM JAMUR SAUS TIRAM

Friday, 20 April 2018

Ini adalah postingan lanjutan tentang resep masakan lainnya yang saya eksekusi hari ini untuk menu brunch suami.

Alhamdulillah, nilainya 8. Enak dan ludes disantap. Semoga sholat jumat'an Pak suami nggak sambil ngantuk-ngantuk ya, karena makannya lahap.hehehe...

Nah, langsung saja saya share resep masakan dadakan hasil kreasi saya sendiri hari ini ya.

CHICKEN MUSHROOM WITH OYSTER SAUCE ala Nyonya Lana.

BAHAN-BAHAN :
  • Jamur tiram setengah kilo (sesuai selera).
  • Ayam 1/4 kg dipotong dadu/ memanjang.
  • Cabe rawit 3 iris miring.
  • Bawang putih 4 siung, iris tipis.
  • Bawang merah 5 biji, iris tipis.
  • Potongan daun bawang 3 tangkai.
  • Jahe 2 cm iris tipis.
  • Daun salam 2 lembar.
  • Kecap manis 2 sdm.
  • Saos tiram 1 sdm.
  • Ulekan sambal cabe merah 2 sdm (sesuai selera, bisa di skip jika tidak suka pedas).

CARA MASAK :

  • Masukkan minyak 2 sdm ke dalam wajan.
  • Bawang merah, bw.putih, cabe rawit, jahe, daun salam di oseng hingga setengah matang & harum.
  • Masukkan potongan ayam. Aduk rata hingga setengah matang.
  • Tuangkan kecap manis diatas ayam, dan aduk / oseng kembali.
  • Masukkan saos tiram + ulekan sambal.
  • Masukkan jamur yang sudah ditiriskan.
  • Aduk rata.
  • Beri air putih matang 1/4 gelas.
  • Masukkan garam + gula pasir/ gula jawa.
  • Aduk rata kembali hingga matang.
  • Tes rasa (cicipi ulang).
  • Masukkan potongan daun bawang.
  • Oseng kembali sebentar (1 menit) agar daun bawang tidak layu.
  • Sajikan dengan selada hijau segar & kerupuk udang.
Porsi : untuk 3 orang.


RESEP TONGSENG AYAM JAMUR


Bismillahi'rahmanirahim.

Assalamualaikum ibu-ibu kece yang sedang dilanda galau nan bimbang mau masakin apa lagi yang buat anak-anak dan suami tercinta.

So, kali ini saya mau mem-posting beberapa artikel resep masakan dari hasil saya memasak minggu ini. Jadi jangan heran ya, kalau langsung akan ada beberapa postingan resep masakan berderet di blog lanalouie kali ini.

Nah, untuk postingan kali ini, saya mau berbagi resep masakan menu Tongseng ayam, yang alhamdulillah berhasil saya eksekusi dengan hasil rasanya yang enak bin lezat. Padahal ini baru pertama kali praktek masak dengan resep khas keluarga kemuning tercinta. Horeeee....
Makanya saya pede banget untuk nge-share hasil masakan ini.hehehe...

So, silahkan dicontek resepnya untuk di praktekkan di dapur kesayangan. Asal jangan dicuri artikel ini ya, dan diganti dengan nama lain.

TONGSENG AYAM ala Nyonya Lana

Haluskan bumbu-bumbu :

  • Kemiri 7 butir
  • Jahe 3 cm 
  • kunyit 3 cm
  • Bawang putih 5 butir
  • Bawang merah 7-8 butir
  • ketumbar 1 sendok teh
  • minyak 2 sendok makan
  • Seluruh bumbu diatas tadi, di blender / di uleg hingga halus (kalo saya, masakan lebih enak bila bumbu-bumbu rempah diuleg sendiri).

LANGKAH 1 :
  1. Siapkan santan 800 ml di dalam panci rebusan.
  2. Didihkan air santan & aduk perlahan (mencegah santan tidak pecah).
  3. Masukkan bumbu yang tadi dihaluskan ke dalam air santan.
  4. Masukkan daun salam 2.
  5. Serai 1-2 batang, yang sudah di pipihkan.
  6. Jahe 3 cm (iris tipis).
  7. Aduk kembali hingga tercampur & jaga santan tidak pecah.
  8. Masak sampai mendidih.
  9. Matikan kompor. Sisihkan.
(kalau saya: setelah santan bumbu kuning tadi matang, kemudian disaring, sehingga ampas bumbu ulekan terpisah & air santan bumbu kuningnya bersih dari ampas bumbu).

LANGKAH 2 :
  1. Masukkan 2 sdm minyak ke dalam wajan.
  2. Masukkan bawang merah 6 butir yang diiris tipis.
  3. Cabai rawit merah 2-6 buah, iris tipis serong.
  4. Masukkan potongan jamur.
  5. Kemudian oseng bahan-bahan diatas hingga setengah matang.
  6. Masukkan ayam 1 ekor yg sudah dipotong.
  7. Beri kecap manis 4-5 sdm / sesuai selera.
  8. Aduk rata hingga ayam tercampur dengan kecap.
  9. Masukkan kuah santan bumbu kuning yang tadi disisihkan & sudah disaring terlebih dahulu.
  10. Masukkan potongan kol (kubis) 300 gram.
  11. Beri garam 1 sdt.
  12. Merica 1/2 sdt.
  13. Gula pasir 1 sendok teh.
  14. Aduk rata.
  15. Tes rasa.
  16. Masukkan potongan daun bawang 6 batang (yang sudah dipotong-potong dengan ukuran 2 cm).
  17. Tomat 3 buah yang sudah diiris.
  18. Aduk rata kembali.
  19. Matangkan: sekitar 15-20 menit / hingga sekiranya tongseng matang.
  20. Tes rasa kembali.

Sajikan dengan nasi hangat, taburan bawang goreng, perkedel kentang & kerupuk udang.
Jangan lupa berdoa dahulu. 😇

LONG VACATION AT SINGAPORE (CHAPTER 1)

Wednesday, 11 April 2018
Source : Getty images

Tepat seminggu lalu saya dan suami silaturahmi (kembali) ke Singapura. Untuk kunjungan kami kali ini terbilang beda. Bukan lagi hanya sekedar jalan-jalan santai mejeng dan berfoto ria, tetapi tujuan utamanya adalah ke Universal Studio Singapore (USS) horeeeee!! Untuk cerita kunjungan kami ke USS, di artikel berikutnya ya, akan saya tulis.

Terus-terang liburan kami ke SG untuk kali ini, awalnya dengan niatan liburan mumpung suami punya libur menjelang pindah kerja ke perusahaan baru, sekalian mumpung passport suami mendekati expired (6 bulan sebelum masa berakhir passport). Ehh nggak tahunya suami punya ide untuk liburan kali ini kita ke Universal Studio. Kapan lagi kami berdua punya waktu kosong panjang seperti ini. Maka tak tanggung-tanggung, kali ini kami liburan panjang hampir seminggu di Singapura. 

Di tahun-tahun sebelumnya liburan kami ke Singapore, biasanya kami menggunakan Air Asia, tapi kali ini saya & suami mencoba maskapai baru yaitu Scoot Airlines. Dan tentu saja seperti biasanya kami mengandalkan pemesanan tiket pesawat & booking penginapan menggunakan Traveloka. Konsumen setia Traveloka nih ceritanya!


Dan liburan kali ini pula, suami mempercayakan saya untuk memilih tempat menginap. Terus terang saya dan suami memiliki prinsip yang sama, bahwa untuk penginapan kami cukup mengandalkan Hostel yang sering digunakan oleh backpackers. Dengan itu kami bisa saving dana penginapan dengan jumlah lumayan (bila dibanding dengan booking hotel). Dana lebihnya toh bisa kami peruntukkan untuk pos jalan-jalan & kuliner.
Lagipula penginapan toh hanya kami gunakan untuk tidur malam saja, seblebihnya dari pukul  10 pagi hingga tengah malam, dipastikan saya dan suami akan menjelajah tempat-tempat di negara tersebut.

So, selama di Singapura, dengan bantuan booking via Traveloka, saya memilih 7 Wonders Hostel yang terletak di Jalan Besar. Dari segi lokasinya juga hanya berjarak 600 meter dari stasiun MRT Farrer Park. Dan di dekatnya pun terdapat City Square Mall dengan berbagai toko seperti Uniqlo, Decathlon hingga Foodcourt Republic yang lumayan cukup besar.

Keuntungan lainnya kami memilih 7 Wonders Hostel yang berada di kawasan Farrer Park, antara lain :

  • Selain kawasan tersebut juga lumayan banyak dihuni muslim (jadi suami bisa solat Jumat-an), 
  • Farrer Park juga dekat pula dengan Mustafa Center. Tentu itu juga keuntungan bagi kami yang biasanya dulu saat kami travelling sebelumnya, kalau mau ke Mustafa harus terburu-buru hanya karena mengejar MRT jam terakhir (jam 11 malam).
  • Nah untuk kali ini, walau kami menjelajah Singapura seharian hingga mendekati jam 11 malam pun, kami tidak perlu khawatir mengejar MRT jam-jam terakhir, karena cukup dengan menaiki MRT jurusan Farrer Park, kami bisa sekalian pulang. Sesampainya disana, kami sekalian puas -puasim muterin Mustafa Center bahkan bisa hingga jam 2 malam dini hari, karena Mustafa center buka 24 jam.
  • Selesai memborong gadget & cokelat, kami jadi hanya tinggal jalan kaki sekitar 500-700 meter ke tempat penginapan (tanpa harus kebingungan nggak dapat MRT / pun ngejar bus malam untuk pulang.

7 Wonders Hostel
Address257 Jln Besar, Singapore 208930
Phone+65 6291 3774

Free breakfast every morning (7.30 am - 9.30 am)

Sesampainya kami di hostel pukul 3 sore, pas dengan waktunya check-in, kami sempatkan beristirahat sejenak. Lanjut sore harinya kami menuju Bugis street. Rencananya untuk menikmati makan malam bersama Hafiz, sahabat baik kami yang tinggal dan menjadi warganegara disana.
Tak perlu lama untuk kami memilih tempat makan, kali ini kami memilih menu ringan dimsum rekomendasi Hafiz, dan rasanya enak. Cukup untuk menganjal perut di malam hari, tapi tidak kekenyangan.

Menikmati makan malam dimsum sembari bertemu kangen



Setelah kenyang menyantap dimsum, lanjut Hafiz mengajak kami menikmati menu Dessert 
di Dessert First





Menu dessert di kedai es ini terbilang cukup terkenal di banyak kalangan bule, bahkan hingga mendekati larut malam pun, kedai dessert first satu ini masih dipenuhi oleh penggunjung. Selain varian minuman dinginnya banyak pilihan yang tentu saja menyegarkan, cemilannya pun juga unik-unik. Cemilan tepat menyudahi perjalanan kami hari pertama di Singapura dengan cuacanya yang cukp panas walau malam hari. 


Dan akhirnya tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan kami harus bergegas ke stasiun MRT menuju Farrer Park.

JELAJAH TERMINAL 3 ULTIMATE, BANDARA SOEKARNO HATTA - INDONESIA


Ceritanya seminggu lalu saya dan suami melancong alias geret koper untuk liburan melepas penat. Dan negara yang dituju kali ini, kita cari yang aman dan sudah dikunjungi. Alasannya sih sebenarnya sepele, kangen naik MRT & baru kesampaian cita-cita untuk liburan ke Universal Studio Singapore. Makanya dibela-belain liburannya ke negara singa lagi. Terus terang, saya sendiri masih belum bosan untuk bolak-balik ke SG. Selain negaranya super bersih (teman dekat saya tahu banget, standar bersih saya itu bisa dibilang grade 9 - of 10), saya dan suami juga masih kangen buat makan chilli crab di Makansutra Gluttons bay, makanya seneng aja kalau harus melancong ke Singapore lagi.

Dan setelah sekian waktu kami belum sempat lagi mengunjungi bandara Soetta (Terminal 3), akhirnya kali ini saya berkesempatan untuk bisa masuk dan langsung merasakan kemewahan tampilan baru bandara T3 Soetta. Yes! Asli....desain interior bandara T3 Internasional kali ini membuat kami cukup berdecak kagum. Lebih tepatnya terlihat jelas bahwa desain T3 mirip plek dengan Changi Airport (mungkin arsiteknya sama kali ya, atau terinspirasi). 
Jadinya sepulang dari Singapore, turun dari pesawat, masuk ke bandara, atmosfirnya masih berasa di dalam bandara Changi. Yahhh walau tidak se-wah Changi yang setiap sudutnya sudah berjajar toko-toko branded dunia.

Diperkirakan terminal baru (T3 ini) luasnya kisaran 4,3 ha dan mampu menampung lalu lintas 25 juta pengguna bandara setiap tahunnya. Semoga ini adalah langkah awal untuk penerbangan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara.

Terminal 3 Bandara Ultimate ini (T3) dilengkapi pula dengan sistem keamanan yang di klaim setara dengan standar terbaru bandara Internasional, yaitu seperti :
  • Baggage Handling System (BHS) level 5 : diguakan untuk mendeteksi adanya bom maupun barang terlarang yang masuk dalam kawasan bandara.
  • Airport Security system (ASS) : teknologi yang engintegrasikan seluruh peralatan seperti CCTV, X-Ray, Fire Alarm System, Public Address System dan Access Control System menjadi satu kesatuan sistem yang dapat mendeteksi apabila ada orang yang dicurigai termasuk DPO.
Sebagai antisipasi kondisi energi di masa depan, sudah menjadi trend di bandara di kota-kota besar dunia tidak hanya berlomba menampilkan desain modern dan gaya arsitektur terbaru tetapi juga mulai memberikan fokus pada kenyamanan yang lebih serta menghadirkan gaya bangunan dengan pendekatan konsep ramah lingkungan.

Terminal 3 terbaru juga menerapkan Fully IBMS (Intelligence Building Management System), sebuah teknologi yang mengatur agar terminal 3 menjadi suatu bangunan yang mengusung konsep eco green, yaitu mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik dan sebagainya. Dengan konsep mandiri energi maka kejadian 2012 silam dapat diantisipasi, saat itu pemasok daya listrik ke sistem radar terbakar yang mengakibatkan kacaunya kurang lebih 101 penerbangan domestik dan internasional serta pengalihan pendaratan lainnya. Terminal 3 juga akan menerapkan Rain Water System, yaitu teknologi yang memanfaatkan kembali air hujan dengan mengolah air hujan tersebut agar dapat digunakan sebagai air bersih. Lalu untuk penghematan penggunaan air, juga akan menerapkan Recycle Water System, suatu teknologi yang mampu mendaur ulang air toilet untuk kembali digunakan menjadi air toilet atau penggunaan lain selain konsumsi. Lalu yang termutakhir adalah penghematan energi di mana penerangan menggunakan teknologi yang mengatur terang redup secara otomatis disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu.

Berikut penampakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta - Indonesia :





Luas T3 Ultimate, mengalahkan Terminal 3 Changi, Singapura
Terminal 3 memiliki total luas 422.804 meter persegi. Dengan luas bangunan sekitar 331.101 meter persegi, gedung parkir 85.878 meter persegi, dan bangunan penumpang VVIP 6.124 meter persegi. Luas Terminal 3 lebih besar dari Terminal 3 Bandara Changi Singapura, namun masih kalah dengan Terminal 4 Changi yang memiliki luas setara 27 lapangan sepak bola.








Terus-terang setibanya saya kembali ke Tanah Air dan berjalan menuju Imigrasi, aura T3 kedatangan sudah 11-12 dengan Changi, AC-nya terasa dingin sejuk, karpet biru terhampar, gambar-gambar karikatur yang terselip di setiap pojok toilet maupun tempat alat pemadam kebakaran membuat tampilannya semakin eye-catchy. Mungkin juga semakin dipercantik karena menjelang ASian Games 2018 yang nanti akan diadakan di bulan Agustus ini. 

Bahkan saat mengunjungi lantai 3 T3, sudah banyak toko-toko brand terkenal bertebaran, dan banyak  pula resto berjejer seperti Tous le jours, marugame udon, Warung Tekko, Hollycow, kedai nasi padang dan masih banyak lagi. Jadi, bagi kamu yang nanti kelaparan tiba-tiba, sudah tidak perlu khawatir, karena tenant makannya sudah sekelas mall. Bahkan seperti berjalan-jalan di dalam mall (padahal itu dalam bandara loh). 
Good job Angkasa Pura. Saya bangga dengan tampilan bandara Internasional Indonesia kali ini. Semoga ke depannya, kebersihan, tampilan serta fitur canggih lainnya tetap menghias bandara kebangaan Indonesia kita bersama.

RESEP CREAMY CHEESE OREO

Tuesday, 16 January 2018

Assalamualaikum.

Halo ibu-ibu kece, ceritanya kemarin Senin saya n Pak suami seperti biasa jalanin intermittent fasting (IF) 😊.

Nah dikarenakan sudah menjalankan IF selama lebih dari 18 jam, sang istri pengen bikin happy Pak suami tentunya dengan bikin sesuatu yg sehat tapi juga enak.

Yawis akhirnya eksekusi praktek bikin Creamy cheese oreo.
Berikut ya resepnya :

Bahan-bahan
  • 1 bungkus Oreo rasa vanila.
  • 100-150 gram Keju cheddar diparut5
  • 200 ml susu cair (saya pakai susu ultra). Bisa diganti dengan pakai susu bubuk putih yang dicairkan dengan 200 ml air matang.
  • 3 sdm / setengah sachet susu kental manis yg putih
  • 1 sdm mentega / blue band. 
  • 1 sdm gula pasir (sesuai selera) 
  • 1/4 sdt garam. 
  • 3 sdm Tepung maizena campur dalam 200 ml Air putih matang.
  • Topping: Oreo & keju parut secukupnya, selai kacang, bisa diganti dengan cacahan kecil buah stroberi ataupun es krim vanilla (atau apa saja sesuai selera)


Cara Membuat :

1). Pisahkan biskuit oreo dengan isian krimnya, lalu hancurkan biskuit hingga menjadi bubuk tidak perlu terlalu halus.

2). Campurkan air sebanyak 200ml dengan 3 sendok makan tepung maizena, aduk rata kemudian sisihkan.

3). Panaskan susu cair di dalam sauce pan dengan api sedang (aduk pelan), lalu tambahkan keju parut + isian cream dari biskuit oreo + mentega + gula pasir. lalu aduk hingga semua larut dan tercampur rata.

4). Tambahkan susu kental manis dan 1/4 sendok teh garam, aduk secara merata hingga adonan mulai mengental.

5). Setelah agak mendidih, langkah terakhir masukan larutan cairan tepung maizena, aduk hingga kental dan meletup-letup (terlihat buih-buih tanda sudah panas merata).

6). Angkat adonan, lalu dinginkan beberapa saat hingga uap panasnya mengilang (+/- diamkan 8-10 menit).

7). Siapkan gelas bening atau cup, masukan secara bertumpuk : bubuk Oreo - beberapa sendok adonan tadi - keju parut - bubuk Oreo - adonan keju lagi (lakukan hingga berlapis-lapis sesuai selera).

8). Setelah cup mulai penuh taburi atasnya dengan keju parut dan topping lainnya (bisa diganti dengan selai, chocochips, dan lain-lain).

9). Masukan ke dalam kulkas / chiller selama 1 jam atau lebih makin dingin semakin enak.

Creamy cheese oreo siap dinikmati. Jangan lupa basmallah terlebih dahulu. 😊

Rumah Tangga (pembelajaran tiada akhir)

Saturday, 13 January 2018

Halo ibu-ibu cantik. Lanalouie kembali lagi nih, setelah absen beberapa hari (saja) sih ya.

Kali ini saya akan menulis dan berbagi pengalaman tentang asam-manisnya berumah-tangga jauh dari orangtua, jauh dari kota tempat kita tinggal sedari kecil, dan jauh dari zona nyaman kita.

Part 1 : (Agustus 2015 - January 2017)

2 bulan sebelum kami menikah, kami sudah sepakat agar kelak setelah menikah, kami harus keluar dari rumah orangtua. Karena bagi kami masing-masing (saya & suami) memiliki prinsip : setelah menikah, seorang anak harus keluar dari rumah orangtuanya dan hidup membangun rumah-tangga dengan mandiri.


Dimasa itu, perjalanan kami dalam berumah-tangga sudah diuji. Dari mulai pekerjaan yang terpaksa saya jalani demi menjalankan permintaan seseorang** hikss....., bekerja di lingkungan & jenis pekerjaan yang menguras airmata saya setiap hari-setiap pagi-setiap malam, berangkat kerja pukul 6 pagi untuk apel pagi (yang sebenarnya tidak penting & tidak ada hubungannya dengan performa kerja), lembur hampir setiap hari tetapi tidak dibayar sepeserpun, bahkan bisa pulang jam 1 malam tanpa diberi transportasi dari perusahaan, belum lagi pekerjaan yang saya kerjakan adalah pekerjaan yang pantasnya dilakukan oleh pria (bukan wanita yang ingin hamil).

Dikala saat saya bisa pulang pukul 6 malam, sampai rumah pun saya belum bisa ber-istirahat karena masih dilanjut dengan memasak untuk makan malam suami, serta mencuci baju agar esok paginya sebelum saya berangkat kerja, saya bisa menjemur dahulu.

Di sisi lain, dengan keputusan kami untuk hidup mandiri setelah menikah (tidak tinggal di rumah orangtua ataupun rumah mertua) melainkan nge-kost berdua, mengajarkan saya serta suami untuk lebih mandiri, lebih sensitif, cekatan, inisiatif dan juga lebih terarah menjalankan misi rumah tangga kami.
Tidak dipungkiri, di 1 tahun awal pernikahan, kami lebih sering dihiasi dengan drama emosi. Itu semua adalah proses menyatukan 2 isi kepala & 2 karakter berbeda dari 2 orang yang berbeda latar belakang didikan, dan keluarga.

Tengah-tengah tahun saya bekerja, suami diberi cobaan harus berhenti kerja (diminta mengajukan Resign oleh perusahaan), dikarenakan perusahaan tempat ia bekerja sedang dikurangi kucuran dananya dari 'Bapak perusahaannya' (dana saham L*** Group sedang jor-joran dialirkan ke proyek pengembangan Mall Mata**** online, sehingga berimbas pada anak-anak perusahaan lainnya mendapat kucuran yang sedikit & mengakibatkan harus melakukan pemotongan karyawan di seluruh lini Divisi).
Oleh karena itulah, berdampak dengan dilakukannya pemberhentian Karyawan-karyawannya yang bergaji tinggi. Otomatis selama beberapa bulan, suami sempat istirahat di rumah & saya yang bekerja.

Notes :
NAFKAH MERUPAKAN KEWAJIBAN SUAMI

Pada dasarnya, wanita (perempuan), ia merupakan bagian masyarakat yang dijamin kehidupannya sepanjang fase usianya. Baik ia sebagai anak, isteri, ibu atau saudara perempuan. Kaum lelaki dari keluarganyalah yang bertanggung jawab atas kehidupannya. Wanita tidak wajib untuk menanggung nafkah keluarga. 

Bila wanita sudah berkeluarga, maka kebutuhan dan keperluan rumah serta anak-anaknya menjadi tanggung jawab sang suaminya. Ini merupakan salah satu bentuk penghormatan Islam terhadap kaum wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآأَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ 

Kaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. [an Nisaa`/4 : 34].


Part 2 : (February 2017 - July 2017)

Di tahun kedua pernikahan ini, perjalanan nomaden menyapa saya di tengah-tengah perjalanan rumah tangga yang tidak kami sangka.

Akhir Desember 2016 saya memutuskan untuk resign dari perusahaan tempat saya bekerja (setelah mendapatkan petunjuk dari shalat istikharah selama 3 mingguan). Di sisi lain saya juga sempatkan usaha meminta mutasi kerja ke Jakarta, tetapi di Jakarta kosong (tidak ada posisi yang menurut HRD pusat).

Di pertengahan Januari 2017, Allah Maha mengetahui ikhtiar & kesabaran hamba-Nya. Alhamdulillah dengan kehendak Allah, suami mendapat tawaran kerja di Jakarta dengan penghasilan yang lebih tinggi dari penghasilan sebelumnya. Allah seperti tiba-tiba memberi banyak sekali kemudahan & kelancaran yang sama-sekali tidak pernah kami sangka-sangka.
Setelah Allah tutup sumber rejeki suami, ditambah pula Allah berikan kelelahan teramat sangat dan pekerjaan tidak manusiawi bagi saya di perusahaan tempat saya bekerja, dan tiba-tiba Allah kejutkan kami dengan lembaran kisah berikutnya.

Minggu, 26 Februari 2017 kami pindah ke Kota Jakarta.
Sebulan sebelumnya, pencarian kost untuk suami-istri cukup menyita perhatian kami selama sebulan penuh. Dari mulai suami survey ke Jakarta p.p. 1 hari, mencari di internet, hingga akhirnya dapat juga kami sebuah kost yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor tempat suami bekerja.
Kami pindahan barang-barang masih menggunakan kardus yang kami beli di Cibadak - Bandung (saat itu kami belum punya koper besar, walhasil untuk pindahan kami memakai 5 kardus super besar yang dibeli di cibadak). Bener-bener dari nol. Pindahan aja pake kardus.hehehe.....

Cerita perjuangan kami bertahan di kota tanpa nyawa ini (Jakarta) pun dimulai. Hari pertama kami datang, ternyata kost yang sebelumnya sudah dijanjikan sudah siap ditempati, ternyata masih dalam keadaan belum 100% selesai renovasi. Padahal kami sudah tiba disana dengan Go Box berisikan barang-barang bawaan kami dari Bandung (5 kardus super besar + 1 unit kulkas hadiah pernikahan dari teman kerja + lemari plastik 4 laci isi peralatan makan & alat masak sederhana). Kebayang, saat itu betapa emosinya saya. Padahal 2 hari sebelum kedatangan kami, saya sudah membayar DP & sudah menanyakan apakah sudah siap ditempati, Dan pihak sana mengatakan sudah siap untuk ditempati.

Kami tiba pada hari minggu (kuturut ayah ke Kota....ehhh). Dengan renovasi kamar  kpst yang masih kotor, belum beres, sangat belum layak huni, akhirnya terpaksa kami tempati jua (badan sudah kelelahan, bawaan super banyak, nga mungkin untuk cari kost lain di hari yang sama). Hayati lelah, Bu.
Malam pertama kami tinggal disana jangan dibilang bisa leyeh-leyeh. Berdua hingga larut malam kami bongkar dus besar berisi barang bawaan, kami bersihkan sendiri kamar yang sebenarnya masih sangat belum layak huni. Tapi itu menjadi cerita seru perjalanan kami di kota asing, kota yang berada diluar zona nyaman kami berdua.

Seru!
5 bulan kami mencicipi nge-kost disebuah kamar kost kecil, yang dimana kalau kami berjalan dalam kamar, sudah bersenggolan dengan dipan tempat tidur saking kecilnya kamar kost.hihihi.... Mandi pun, akan terdengar jelas, karena jarak tempat tidur & kamar mandi dalam...hanya berjarak 2 ubin saja. hehehe...
Belum lagi, dapur bersama diluar sangat kotor dan jorok, kadang suka melihat mickey mouse lari di pojokan dapur. Alhasil saat bulan Ramadhan, setiap sebelum shubuh & menjelang berbuka puasa, Saya akan masak dalam kamar untuk menu sahur serta menu berbuka puasa untuk Saya & suami.

Di kala suami pulang kerja, aroma kamar bau asap kompor, kamar bau ayam goreng, kamar bau masakan terasi kangkung, dan sebagainya bisa tercium, hal tersebut terjadi karena saya memasak dalam kamar. Kalau diingat-ingat sekarang, pengalaman 5 bulan kami mencicipi ngekost, merasakan prihatin serta kakunya Kota Jakarta, membuat Saya dan suami tertawa lepas. Masa-masa itulah, justru adalah masa-masa dimana Rumah tangga kami semakin diuji, justru semakin kokoh, semakin kuat, semakin berserah diri pada Allah. Dan dari perjuangan serta keprihatinan yang kami lewati itu, pada akhirnya Allah hadiahkan sebuah rumah mungil Nan Asri yang kini kami tempati dengan sangat nyaman & Bahagia. Rumah yang saya tempati sekarang dengan suami, adalah berkah dari perjalanan penuh kesabaran, doa serta berkah sedekah.

Read more : Pengalaman spiritual (Keajaiban Sedekah)


Part 3 : (22 July 2017 - present)

Sebulan setelah lebaran, Alhamdulillah pada akhirnya saya dan suami pindah tempat tinggal ke Kota lain (kota sebelahnya Jakarta). Ditambah dengan pertimbangan kami niatkan untuk mencari tempat tinggal, bukan nge-kost lagi.

Setelah pencarian tempat tinggal yang kami jalankan di bulan Ramadhan, akhirnya Kami dipertemukan dengan sebuah Kota yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan akan tinggal menetap disana, 1% pun nama Kota tersebut tidak pernah terlintas dalam benak kami.
**p.s. : sudah bertahun-tahun lamanya saya punya impian ingin sekali tinggal di sebuah Kota yang suasananya seperti di Canberra-Australia / Singapura.


Lesson learned in my life : "fokuslah pada apa yang Kita inginkan, Kita sukai. Resapi, masukan dalam doa & bayangkan Kita berada di tempat yang memang kita impikan tersebut. Insya Allah.... Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya".

Bintaro. Kota mandiri yang saat pertama kalinya kami menginjakan kaki disana, saya dan suami langsung menyukainya & berdecak kagum. Karena Kota itu bisa dikatakan one stop living. Jalan rayanya yang super besar, berjejer ratusan pepohonan rimbun di sisi kanan-kiri jalan raya (jadi mirip dengan Singapura sedikit), ke pasar modern dekat, ke McD, pizza hut, KFC, gramedia, Hero, giant, Carrefour, Ace  hardware, informa tinggal melipir dalam 10 menit perjalanan saja, jogging track dimana-mana, RS international jaraknya hanya 1 km, Mall bertaraf international dengan banyak tenant bertebaran, cari tempat makan dari kaki 5 sampai bintang 5 tersedia.

Terus-terang sama sekali tidak terbayangkan secuil-pun oleh kami, bahwa akan bertempat-tinggal dan menjadi warga di kota serba komplit nan modern ini.
Karena yang kami yakini saat itu, hanyalah hijrah keluar dari Kota Bandung dan bertahan hidup untuk mencari kehidupan  & pemasukan yang lebih baik lagi di Ibukota.

Alhamdulillah wa'syukurillah. Dengan perjalanan pencarian rumah yang kami jalankan selama Bulan Ramadhan dari mulai siang bolong, kepanasan, kehausan, boncengan motor berdua, bolak-balik setiap weekend di bulan puasa kami gerilya dari 1 cluster ke cluster lainnya mencari rumah yang masih manusiawi harganya, pada akhirnya kami dipertemukan dengan sangat mudah dengan rumah yang kami tempati sekarang ini (saya beri nama 'istana mungil').

Pertama kali suami melihat rumah pilihan kami, ia langsung menatap mata istrinya yang berbinar-binar terpesona dengan dapur dalamnya. Ya, suami amat-sangat mengerti, bahwa 1 hal terbesar yang palingan istrinya idam-idamkan selama menikah, adalah "DAPUR". hahahahaha...

Harap maklum saja, saat dulu kami nge-kost di Bandung....dapurnya adalah dapur bersama dan berada di lantai 1 (sedangkan kamar saya lantai 2). Walhasil terkadang saya masak di kamar karena namanya dapur bersama di kost-an, kadang suka rebutan dapur-lah, atau gas habis-lah, dan terutama rasa malu saya pakai dapur tiap Hari, kan kurang enak sama penghuni kamar lainnya.

Belum lagi dilanjut saat saya beserta suami tinggal di kost Jakarta, lebih prihatin lagi, saya masaknya di dalam kamar sempit (lebih kecil dibanding kamar kost kami sewaktu di Bandung).

Kembali ke cerita saya pindah ke Kota baru (rumah 'istana mungil'). Ternyata kejutan dari Allah buat saya dan suami masih berlanjut.
Saya ingat sekali, di malam pertama kami tinggal di 'istana mungil' kami ini, saya & suami (masih) tidur beralaskan karpet busa yang sudah kempes.hikss.... Baru kepikiran akan beli kasur sebulan lagi setelah gajian karena uangnya habis blas. Malam itu kami tidur dengan berteman akrab bersama nyamuk, hawa panas udara di dalam rumah, serta karpet kempes. Teringat saat paginya saya & suami bangun, punggungnya pegal-pegal tiada tara, kulitnya bentol merah dicium nyamuk. Dan kami pun.... hanya tertawa.

Saat itu saya & suami tertawa geli keesokan paginya seraya berbincang, "sayang.....ini sih kecilllll, kita tidur di karpet kempes yang permukaannya sama rata dengan lantai, dibanding cobaan dan ujian yang Allah kasih yang lalu-lalu".

Dan ternyata dari sekian banyak ujian yang sudah Allah berikan dari awal pernikahan kami, tidak kami sangka bahwa di hari kedua kami tinggal di Kota yang baru ini, Allah berikan banyak Rejeki yang datangnya tidak pernah kami duga sebelumnya :


  1. Kami diberi sebuah kasur ukuran queen bed oleh Kakak yang kebetulan hari itu datang menengok adiknya. Ya, sebuah kasur yang masih terbilang baru beberapa bulan lalu dibeli, masih terasa empuk dan enak untuk tidur. Alhamdulillah, jadi di malam hari kedua kami tinggal di istana mungil, kami sudah tidur pakai kasurrrrrrr... hehehe....
  2. Hari dimana kami pindah rumah, saldo di Rekening tabungan hanya tinggal 110.000 rupiah saja. Kemudian kami pergunakan 100.000-nya untuk mengisi token listrik. Dana tabungan kami pun langsung ludes karena sudah digunakan untuk banyak keperluan pengeluaran seperti bayar rumah, biaya pindahan tempo lalu dari Bandung ke Jakarta, biaya lebaran, hingga dipergunakan untuk dana dalam rangka acara pernikahan Adik suami.
  3. Uang Dana tabungan rumah tangga kami bisa dibilang Nol, lebih tepatnya tinggal tersisa 10.000 rupiah saja. Tapi ternyata Allah melihat semua perjuangan rumah tangga kami dari titik Nol, tanpa diduga Allah berikan Rejeki dari arah yang tidak kami sangka sebelumnya. Yaitu dimana seminggu setelah kami pindahan, suami mendapatkan bonus dari kantornya karena proyek perusahaan-nya berjalan lancar. Alhamdulillah. (Dari situ saya semakin yakin, Allah akan selalu menolong hamba-Nya).
  4. Tidak terbayang, kami akan mendapat Rejeki secepat ini. Hanya dalam kurun waktu 1 minggu, kami sudah membeli : 1 unit lemari pakaian 4 tingkat dari Ikea (1,9 juta), 1 unit AC 1,5 PK (5,5 juta), 7 buah box super-duper besar ukuran @30Liter (total harga box 2,3 juta), serta seperangkat lengkap alat masak marble hadiah untuk sang istri yang akhirnya kegirangan punya dapur (2,5 juta). Belum lagi 1 kasur queen bed yang dihadiahi oleh Kakak.
  5. Yang awalnya saldo di Rekening tabungan hanya sepuluh ribu perak sa-ja, tetapi hanya dalam 7 Hari Allah berikan kami : kasur queen bed, lemari pakaian, AC, 7 box transparan super besar, serta 1 set perangkat memasak. Alhamdulillah. Terus terang, kalo saya hitung secara kalkulator, nalar saya & suami langsung geleng-geleng kepala. Gimana nggak coba, uang habis blas, gajian masih sebulan lagi, tapi sudah punya semua barang-barang ini. Dan kami makin yakin, inilah berkah dari Allah. Alhamdulillah.

Read more : Financial journey #2 (Financial advice for married couples)


Perjalanan kami pun masih berlanjut hingga sekarang. Bahkan walau saat ini keuangan rumah-tangga kami sudah pulih kembali, saya tetap menjalankan tanggung-jawab saya untuk selalu memberikan laporan pengeluaran bulanan rumah tangga kami kepada suami.

Dari situ pulalah, mengutip dari ucapan suami : 
"Sisi positifnya Mama nyatetin semua pengeluaran belanja bulanan Kita  dengan detail & dikasih liat ke Papa saat akhir bulan, bikin Papa sebagai suami menaruh percaya pada istri, bahwa bisa mengelola keuangan rumah-tangga dengan bertanggung jawab".

Kalimat sederhananya sih, suami tidak akan men-judge istrinya boros bila suaminya pun tahu persis pengeluaran rumah tangga apa saja yang sudah dikeluarkan oleh istri untuk pemenuhan kebutuhan bulanan rumah tangga (mulai dari belanja sayuran, makanan, jajan, kuliner di cafe, shopping dll).

Dengan istri mencatat pengeluaran bulanan, suami jadi tahu dan paham, bahwa gaji yang ia berikan dipergunakan dengan jelas. Jadi Insya Allah tidak akan ada tudingan pada istri, bahwa istrinya boros. Karena suami tahu dengan sangat jelas, borosnya pembelanjaan untuk penggunaan apa saja.

So, buat teman-teman dan terutama pengantin baru atau ibu rumah tangga yang masih bingung mengelola keuangan rumah tangga, bisa contek tips Perencanaan Keuangan yang sudah pernah Saya ulas sebelumnya. Dan bagi yang mau format Excel Pengeluaran Bulanan Rumah tangga versi saya, bisa kirim email ke saya & nanti akan saya kirimkan form excel-nya ke alamat email Anda.

Semoga sharing pengalaman ini bisa sedikit membawa manfaat ya bagi teman-teman dan para ibu kece.

Read more : Financial Journey #1 (Financial planning)

Custom Post Signature

Custom Post Signature