Top Social

Featured Posts Slider

Dori goreng tepung mix sayuran

Monday, 14 August 2017

Ceritanya weekend kemarin tepatnya hari sabtu pagi, hari ini bagi kami adalah quality time day! Karena setelah 2 akhir pekan ke belakang bersibuk ria dengan pindahan, dan disambung dengan weekend berikutnya dengan main bongkar-pasang lemari pakaian baru yang baru saja dibeli dari IKEA....so, weekend ini dikarenakan tidak pulang ke Bandung, maka dihabiskan dengan quality time berdua. 

Sabtu pagi yang cerah, buka gorden putih, buka jendela kamar agar udara segar masuk ke dalam seantero ruangan. Dilanjut seperti biasa tugas rutin pagi, saya akan mengurus cucian baju serta sapu-sapu halaman luar, sedangkan suami membantu menyapu & mengepel lantai dalam rumah.
Dilanjut setelah rumah bagian dalam dan luar sudah bersih kinclong, akhirnya saya mulai kembali ke markas saya tercinta tidak lain dan tidak bukan adalah 'perdapuran'. Horeeeee......

Pagi itu saya sengaja ingin masak spesial untuk suami. Masak menu yang tentunya kesukaan suami, apalagi kalau bukan ikan dori. Dan kebetulan sekali saya juga sedang menjalankan Diet GM hari ke-6 yang menunya terdiri dari daging/ ikan serta sayuran. Maka, pas banget nih dengan menu yang ingin saya buat spesial untuk suami. 
Berikut bahan-bahan dan cara mengolahnya :

BAHAN-BAHAN :
  1. ikan dori sudah dalam bentuk potongan memanjang (2 buah)
  2. udang segar
  3. Kubis ungu (purple cauliflower)
  4. 2 buah kentang 
  5. buncis
  6. Tepung terigu (dibuat 2 adonan : adonan basah & adonan tepung kering)
  7. Garam secukupnya
  8. Merica sesuai selera
  9. 3 siung bawang putih cincang
  10. Penyedap rasa sapi (saya memakai totole)
  11. Bubuk parsley kering (optional)
  12. Keju cheddar (optional)
  13. Jeruk lemon peras (optional)
CARA MEMASAK :

A. Mengolah Ikan dori & buncis
  1. Buat adonan tepung terigu basah (campurkan terigu + garam + merica + penyedap + beri sedikit air).
  2. Buat adonan tepung terigu kering (campurkan terigu + garam + merica)
  3. Lumuri ikan dori dan buncis dengan adonan basah, lalu masukan ke adonan tepung kering.
  4. Goreng ikan dori & buncis hingga kering.
  5. Angkat & tiriskan.
B. Mengolah udang
  1. Kupas udang segar dari kulitnya
  2. Cuci bersih 
  3. Oseng bawang putih cincang hingga harum aromanya
  4. Masukan udangnya dan diaduk hingga berubah warna kemerahan.
  5. Angkat & tiriskan.
C. Mengolah kubis ungu & kentang
  1. Iris tipis kubis ungu
  2. Potong 1 buah kentang menjadi 6, lalu kukus hingga matang
  3. Angkat & sisihkan.
PLATTING & SERVING :


  1. Siapkan piring lebar
  2. Tata seluruh bahan masakan yang telah matang sesuai selera
  3. Setelah penataan, taburkan persley (peterseli kering) diatas kentang kukus yang masih hangat.
  4. Beri keju parut diatas ikan dori kering. Sajikan dengan perasan jeruk lemon.

Saya sendiri lebih suka menggunakan kubis ungu, bukan hanya mempercantik penampilan makanan secara keseluruhan tetapi juga terdapat kandungan alami dengan gizi yang lengkap dalam kubis ungu. Kubis ini mengandung vitamin C, vitamin E, vitamin K, magnesium, kalsium, zat besi, betakaroten, folat, thiamine, pridoksin, dan masih banyak lagi. Selain itu, Anda juga dapat memperoleh sejumlah nutrisi lainnya seperti serat, protein, gula alami, air, dan karbohidrat. 


1. Diet
Kol ungu hanya mengandung 33 kalori. Disamping itu, sayuran ini juga tinggi serat sehingga cocok bagi Anda yang sedang diet.

2. Makanan otak

Karena tinggi vitamin K dan antosianin, kol ungu juga disebut bermanfaat bagi kesehatan mental dan meningkatkan konsentrasi. Sayuran ini juga dapat mencegah kerusakan saraf, menurunkan risiko Alzheimer dan demensia.


3. Membantu detoksifikasi tubuh
Kandungan vitamin C yang tinggi membuat sayuran ini mampu menghilangkan racun (radikal bebas dan asam urat).

4. Mencegah kanker
Kandungan lupeol, sinigrin dan sulforaphane pada kol ungu diklaim dapat merangsang aktivitas enzim dan menghambat pertumbuhan kanker. Sebuah studi pernah menemukan, terjadinya penurunan kasus kanker payudara ketika sayuran ini rutin dikonsumsi sejumlah wanita.

5. Meringankan sakit kepala
Kompres daun kol ungu dapat membantu meringankan sakit kepala. Caranya mudah, hancurkan daun kubis, simpan di kain, dan terapkan di dahi. Minum jus kol ungu setiap hari, juga membantu meringankan sakit kepala.

Diet GM. Diet sehatnya PCOS Fighter

Tuesday, 8 August 2017

Diet GM. Diet sehat tanpa ribet!

Halo Moms.
Ceritanya udah dari seminggu lalu grup whatsapp PCOS Fighter Bandung rame banget tang-ting-tung. Selain heboh sama kematian mendadak Dr.Oz, seminggu kemarin juga heboh dengan rencana Diet GM berjamaah. Dimana para ibu-ibu muda nan kece yang bulan ini belum coba Diet GM, mau rame-rame ngejalanin diet tersebut. Selain agar ada temen dietnya bareng-bareng, juga sepakat untuk setiap menu yang di konsumsi sesuai ketentuan aturan Dietnya, bisa di posting juga di Instagram. Pake hastag #DietGMPcosFighterBDG dan @pcossquadbandungdietGM.


Saya sendiri menjalankan diet ini bukan dengan tujuan kuruslah, langsinglah, saya hanya ingin menjalani pola hidup sehat saja. Karena rumus bersahabat dengan PCOS sebenarnya hanya 4 hal utama diantaranya : Pola makan sehat, olahraga rutin, jauhi stress & wajib bahagia.
Hanya 4 rumus utama diataslah, yang akan membuat PCOS sembuh dan sel telur akan besar serta pecah, sehingga hadiahnya bisa hamil.amin. Untuk urusan langsinglah, itu hanya bonus.hehehehe....

Rumus konsumsi menu sehat ala Diet GM ini sendiri sebenarnya simpel dan dijalankan hanya 7 hari saja (seminggu dalam sebulan) :
  • Day 1 (Hari Senin)     : hanya mengkonsumsi buah-buahan saja (kecuali : pisang).
  • Day 2 (Hari Selasa)    : hanya mengkonsumsi sayur-sayuran saja (kecuali : pisang).
  • Day 3 (Hari Rabu)     :  hanya mengkonsusmi sayur + buah-buahan (kecuali : pisang).
  • Day 4 (Hari Kamis)   :  hanya mengkonsumsi pisang / kiwi / melon. jambu kluhtuk + susu.
  • Day 5 (Hari Jumat)   :  hanya mengkonsumsi daging, ikan dan tomat.
  • Day 6 (Hari Sabtu)    :  hanya mengkonsumsi daging, ikan dan sayuran.
  • Day 7 (Hari Minggu) :  hanya mengkonsumsi nasi merah, jus buah & sayuran.

Hasilnya walau baru hari pertama? Seruuuuuuu....
Bukan hanya tang-ting-tung HP, jepretan menu yang di share di grup whatsapp / facebook maupun di Instagram masing-masing, tapi berasa makin erat persaudaraanya. Di satu sisi, selama sejarah saya mengikuti grup di WA, hanya grup inilah yang terasa 'Ruh-nya' hidup. Rame, saling bertukar pengalaman promil, saling menguatkan para ibu-ibu yang masih berjuang dengan promilnya & bersahabat dengan PCOS-nya, bahkan bisa berbagi ilmu tentang per-make-up-an, menu makan sehat, cara mengatasi drama dengan Emak mertua dan masih banyak lagi manfaat-manfaat yang terjadi dalam grup ini.

Pengalaman saya pribadi mengikuti grup ini nggak hanya melulu hidup hanya sebatas di dunia gadget, tapi dalam keseharian juga bertemu, saling memotivasi, bersilaturahmi. 
Salah satunya saat acara yang digelar di Rumah Tahfidz Qur'an (Mesjid Nuurssalam) Bandung, pada 20 Mei 2017 lalu. Dimana kita para PCOS Fighter di area Bandung berniat untuk memberikan sedikit rejeki kami untuk anak-anak sholeh-sholehah penghafal Al-Qur'an. Selain itu juga meminta doanya agar kami-kami yang sedang berjuang memiliki momongan.amin.
Alhamdulillah, setelah hadir di perhelatan penuh berkah tersebut, saat bulan Ramadhan kemarin banyak pula yang mendapat berkah hamil. Dan saya pribadi juga merasakan kebaikannya dengan saat USG awal bulan Juli, Dokter Mulya memberi kabar baik bahwa PCOS saya sudah sembuh, sel telur saya bisa besar & pecah. Alhamdulillah.


Dan dengan bertemu anak-anak sholeh-sholehah, penghafal Al - Qur'an, dengan doa-doa yang dilantunkan, membuat saya sendiri belajar untuk berdamai dengan masa lalu, lebih menenangkan hati, dan terutama belajar lebih husnu'dzan (berbaik sangka) kepada Allah SWT. Karena saya percaya, Allah belum memberikan saya momongan karena Allah ingin lebih mempersiapkan saya dan suami kelak menjadi orangtua yang mendidik anaknya dengan kesalihan dan bijaksana.amin.

Berikut foto-foto kegiatan PCOS Fighter Bandung saat berkunjung ke rumah Tahfidz Qur'an (Mesjid Nuurssalam) Bandung :








Pengalaman spiritual : Keajaiban Sedekah

Monday, 31 July 2017

Akhirnya saya bisa punya waktu me time dan leyeh-leyeh setelah seminggu yang lalu ngurusin pindahan. Ya walau hanya ke kota sebelah tapi cukup menyita waktu dan tenaga ekstra tentunya. Pencarian rumah ini pun tergolong alhamdulillah cepat dan di permudah. Dimulai kisahnya saat bulan puasa bulan kemarin, dimana untuk mengisi waktu weekend puasa kami, daripada pulang ke Bandung dan haus di perjalanan, hehehe... ditambah daripada di kamar saja nonton TV, saya dan suami niatkan untuk mencari rumah. Dimulai di area Bintaro dekat dengan kantor suami bekerja. Tapi masih belum dapat, dan kami berjalan lagi agak menjauh. Sampai akhirnya pada weekend kedua pencarian, saya dan suami sudah menemukan 1 rumah, tetapi ternyata untuk harganya cukup mahal & diatas budget. Ditambah lagi pemiliknya sangat alot untuk tawar-menawar, ya sudahlah usai kami siang bertemu dengan owner rumah yang kami taksir, kami lanjutkan pencarian ke arah kami pulang kembali ke Jakarta.

Iseng-iseng saja, kami masuk ke 1-2 cluster yang sama sekali tidak direncanakan sebelumnya. Cukup banyak rumah-rumah kosong yang bertuliskan tulisan disewakan / dijual. Ada 1 rumah yang pertama kali saya lihat, saya sudah suka, maka saya coba untuk meneleponnnya. Singkat kata, harga rumah yang saya telepon diatas budget kami, tapi Agen properti tersebut menanyakan budget kami berapa, dan diberikanlah nama sebuah cluster yang letaknya tidak terlalu jauh dari cluster yang sedang kami kunjungi. Meluncurlah kami kesana. 

Kesan pertama kami masuk ke cluster yang di rekomendasikan Agen property tersebut, saya sangat suka sekali. Lingkungannya asri, banyak pohon-poho tinggi membuat suasana komplek adem nan teduh, berkonsep perumahan (tanpa pagar rumah karena saking amannya), terdapat RT dan RW (bukan individual), terutama sistim keamanan lingkungannya one gate system alias 1 pintu akses keluar-masuk, jadi dipastikan aman lingkungannya, ditambah lagi untuk pengurusan keamanan dan pemeliharaan serta kebersihan lingkungan sudah dipegang langsung oleh pihak Bintaro Jaya sendiri (Jaya Group), dan banyak lagi fasilitas yang membuat kami berdua tidak menyangka (untuk kisah rumah baru, akan saya posting di postingan selanjutnya).

Awalnya saya mengunjungi rumah yang tadi di rekomendasikan oleh Agen properti sebelumnya. Sesampainya disana dan melihat ruangan rumahnya satu-per satu, saya tidak terlalu suka karena terkesan gelap (terlalu banyak tembok, sedikit jendela, dapur belakang terkesan pengap dan gelap). Saya dan suami putuskan untuk tidak mengambil rumah ini.
Usai kami melihat-lihat, saya dan suami kembali untuk sekedar memutari komplek tersebut dengan niatan siapa tahu ada rumah yang siap dijual. Tidak dikira, pertama kali kami melihat sebuah rumah yang dari luarnya saja sudah terlihat bersih, putih, bersinar, kinclong lah, kemudian saya & suami tentu saja langsung bertatapan dan saling tersenyum. Turunlah kami dari motor dan langsung menengok keadaan dalam rumah melewati kaca jendela.

Hasilnya? WOW.....sukaaaaaa!!! Putih, bersih, luas, terdapat banyak bukaan jendela serta ventilasi, dipastikan rumahnya terang, teduh dan hemat pencahayaan pikirku. Langsung saja saya menelepon contact number yang tertempel di jendela rumah. Dan alhamdulillah, rumah tersebut masih available. Dan menurut penjaga rumah tersebut (yang dipasrahkan amanat untuk mengurus rumah tersebut), ia akan menghubungi & menanyakan dahulu ke pemilik rumahnya, apakah harga yang kami sanggup bayar di terima oleh sang pemilik. 

Akhirnya langit sudah terasa teduh, sore hari menjelang buka puasa, kami akhiri dengan jalan pulang kembali ke Jakarta. Di sela-sela adzan magrib, kami sempatkan berbuka puasa di Abuba steak. Usai berbuka & sempat berdiskusi berdua tentang keputusan rumah terakhir yang kami lihat tadi sore, diputuskan (dengan Bismillah) kami ambil rumah tersebut. Walau terus terang, untuk dana bayar DP kami sanggup membayarnya, tapi untuk dana pelunasannya sama sekali kami tidak terbayang, kekurangannya akan pakai uang darimana. Memaksakan gaji bulanan suami pun belum tentu cukup untuk menutupi pelunasannya bulan depan.

Ahhh.... tapi kami niatkan basmalah. Sebelum kami membayar DP, kami ke ATM dahulu untuk mengambil uang tepat sejumlah 10% dari Total nominal saldo tabungan selama 2 tahun ini kami menikah. Kami Niatkan di sedekahkan malam itu juga.
Allahu'akbar, baru saja 5 detik saya keluar dari gerai ATM di pinggir jalan dengan membawa uang yang lumayan untuk kami niatkan sedekah malam itu juga,  HP suami berdering tanda sms masuk. Saat saya dan suami membuka pesan tersebut, alhamdulillah, harga rumah yang kami sanggup bayarkan disetujui oleh pemiliknya. Seketika saya & suami langsung berpandang-pandangan dan saling tersenyum dan mengucap hamdalah.

Masha Allah, kami belum menyedekahkan uang yang sudah saya ambil di ATM & masih tersimpan di tas saya. Kami baru saja NIAT, tapi Allah sudah memberikan kemudahan. Gimana tidak, pencarian rumah hanya kami jalanin 2 weekend saja (dan hanya jalan saat hari minggu--berarti kami hanya muter-muter 2 harian). Ditambah pula harga yang sanggup kami bayar untuk membayar rumah tersebut, jauh dari harga jual owner-nya (anggap saja, kami tawar hingga harga sadis dengan kekuatan emak-emak). Allah permudah semua urusan kami walau kami baru Ni-At sedekah. Alhamdulillah ya Allah.

Langsung saja setelah membalas pesan sms tersebut, kami tetap menjalankan niat awal yaitu mencari rumah yatim yang masih buka. Walau sudah hampir pukul setengah 9 malam, syukurlah Rumah Yatim Mizan Amanah masih ada yang buka. Kami sempatkan saja langsung turun dari motor dan bergegas menyerahkan uang yang tidak seberapa ini + sekalian kami menyetorkan zakat fitrah. Dan keesokan paginya kami langsung transfer-kan pembayaran DP rumah. Dari kejadian semalam yang lalu itu, saya mengalaminya sendiri, keajaiban niat sedekah saja sudah dibalas kontan oleh Allah SWT. Sekarang tinggal 1 masalah lagi setelah DP kami bayar, yaitu uang pelunasannya dari mana ya Rabb?

Bulan puasa masih tersisa 2 mingguan. Seperti biasa, saya dan suami sahur, berbuka puasa, shalat berjamaah di kosan mungil kami yang bisa terbilang kecil. Tapi kami coba jalani dan terima serta tetap bersyukur. Hari-hari seperti biasa saya lalui dengan aktifitas ibu rumah tangga & suami bekerja.

Tiba jualah usai lebaran. Saya dan suami bersiap kembali ke Jakarta karena keesokan harinya suami mulai masuk kantor kembali. Masih sisa 3 minggu lagi terhitung tanggal pelunasan rumah. Kami berdua masih memutar otak, darimana kami mendapatkan dana sebesar itu untuk melunasi rumah yang nominalnya saja nampaknya mungkin kami harus pinjam Bank, walau jujur kami pada awalnya ingin menggunakan bank Syariah agar menghindari Riba. Tapi apa daya bahwa salah satu syaratnya yaitu harus menggunakan slip gaji beberapa bulan ke belakang, sedangkan suami saya baru saja pindah perusahaan 3 bulan lalu.

Dan.....pada akhirnya jalan keluar satu-satunya dimana sehari sebelum kami kembali ke Jakarta, saya dan suami putuskan untuk ke Bank CIMB NIAGA serta me-request pinjaman dana ke Bank dengan niatan untuk digunakan untuk pelunasan rumah kami nanti. Surat-surat, dokumen, sudah kami lengkapi dan penuhi. Bismillah, semoga sebelum 3 minggu dana sudah cair dan bisa kami bayarkan pelunasan rumahnya.amin.

Singkat kata, 1 minggu berlalu. Saya beserta suami cukup gelisah, ini kenapa dana pinjaman belum masuk. Bahkan di tengah-tengah penantian, suami masih harus melengkapi dokumen yang kurang (suami sempat kecewa dengan kinerja orang per-Bank-an) yang tidak komplit saat pendataan dan kelengkapan dokumen. Padahal kami sudah ingatkan, apakah perlu K.K (Kartu Keluarga yang dimana sudah kami siapkan saat awal ke Bank di Bandung). Di sisi lain, kami tidak memungkiri, dana kemarin yang kami sedekahkan lumayan cukup besar. Kami hanya memohon pada Allah agar urusan dan niat kami dipermudah dan dilancarkan oleh Allah.
Niat awal kami ingin menghindari Riba. Tapi ternyata Allah memiliki rencana lain.
Di kala dengan berat hati kami terpaksa menggunakan Riba, dan disaat pinjaman Bank belum kunjung kami terima, ternyata Allah sudah siapkan sumber rejeki dari pintu lain. Allah Maha Besar.

Keajaiban Sedekah (part 2).

Sekitar 2 minggu sebelum tanggal pelunasan, tiba-tiba sepulang kantor suami tersenyum sumringah. Baru saja membuka pintu kosan, saya cium tangan, suami sudah menggebu-gebu bercerita, bahwa hari ini dia menerima pekerjaan 140 proyek dalam waktu bersamaan. Yang tentu saja imbasnya karyawan perusahaan mendapat bonus yang lumayan. 
Saya ingat betul kata-kata suami saya malam itu, "Sayang....Mama jangan khawatir, pelunasan rumah udah Papa yang urus, alhamdulillah Papa dapet rejeki.....Insya Allah berkah dan dijamin ini halal 100%". sembari suami memegang kedua tangan saya & tersenyum sumringah. Allahu'Akbar, ya Allah...apakah ini balasan sedekah kami bulan lalu. Engkau bukakan pintu rejeki dari sumber yang tidak pernah kami duga. Allhamdulillahi'rabillalamin.

Dari perjalanan bulan puasa kemarin, membuat saya sendiri semakin yakin, kekuatan dan keajaiban sedekah, ditambah ibadah, doa dan tetap istiqomah, Insya Allah, Allah akan menyediakan jalan dan kemudahan bagi kita dari pintu yang tidak terduga. Allah Maha Besar. 

Pola hidup sehat untuk PCOS (ala Lana)

Tuesday, 25 July 2017

Selamat siang buat yang sedang jalan-jalan dan melipir ke postingan ini hihihi....
Sebenernya udah cukup lama saya ingin posting tentang Pola makan sehat yang cocok untuk PCOS ala Lana ya. Soalnya dari mulai di group whatsapp, whatsapp pribadi, di email blog, di grup FB sampe nge-DM pribadi, banyak yang nanya tentang pola makan yang saya jalankan hingga PCOS saya sembuh (alhamdulillah).

Nah untuk itu, saya kasih garis besarnya saja ya bu-ibu. Tapi ini nggak saklek, untuk menu sehatnya bisa kita modifikasi sesuai sayuran / buah-buahan yang sedang tersedia di kulkas tentunya.
Selamat belanja sehat ala Memsye Lana :)

POLA MAKAN & HIDUP SEHAT :

1). Nasi merah
Saya mulai tidak makan Nasi putih sejak start bln Januari 2017 hingga sekarang (eh tapi pernah bolong makan nasi saat di rumah mertua). Nasi putih saya ganti dengan nasi merah. Nah untuk porsi makannya, semisal kita biasanya ambil nasi putih 1 sendok nasi, untuk nasi merah saya ambil jadi setengah sendok nasi. Dan pelan-pelan (bertahap) pada akhirnya saya sudah berhasil saat setiap makan malam, saya hanya akan ambil 4 sendok makan nasi merah.

2). Jalan santai / olahraga ringan
Pagi / sore hari, usahakan jalan kaki santai minimal 30 menit. Yahh anggap jalan-jalan ke minimarket, belanja, atau menikmati angin sore yang adem.

3). Menu makan (kaya serat rendah lemak)
Menu sarapan ala Memsye Lana biasanya di modifikasi sesuai stok bahan masakan di kulkas / sesuai budget dan tanggal sisa uang belanja bulanan dari suami.hehehe....
  • Pagi : rumusnya adalah kaya serat rendah lemak. Seperti sarapan buah-buahan seperti apel merah/ semangka/pir/kiwi + teh tawar hangat ; oatmeal ; telur rebus.
  • Siang : telur rebus/ pecel sayuran/lotek + daging ayam ; baso tahu kukus. 
  • Malam : salad sayur/ salad buah/ pecel + nasi merah ; sayur sop, sayur bayam, dan ikan-ikanan yang dimasak sendiri. Kadang kalau kelaperan ya sate padang + lontong. hahahhaa....
  • Weekend : saatnya cheating day!. Yah jangan ditiru ya, eh tapi ditiru juga boleh soalnya makan enak. Karena saya dan suami hobinya Wisata Kuliner, ya jadi kadang di akhir pekan bisa makan enak mulai dari Bubur ayam di sabtu pagi sambil makan di kasur belum mandi hehehe...., makan siang padang, makan malam steak dulu sebelum nonton ke bioskop. #cieee...pacaran halal nih.

4). Disiplin minum obat
Dan saran saya obat apapun (untu PCOS) yang diberikan oleh Dokter, agar kita ajeg mengkonsumsinya. Bila pagi obat di konsusmi setelah sarapan (misal: pukul 8 pagi) maka hari-hari berikutnya jam 8 pagi lagi. Begitupula saat malam hari usai makan malam. Kenapa? Agar penyerapan obatnya optimal.

5). Minuman air kayu manis
Terkadang saya mengkonsumsi air kayu manis (untuk resep / cara membuat olahan air kayu manisnya, saya tulis di bawah ya).

6). No pati 
Maksudnya disini jangan (atau) kalau masih nggak bisa berpisah dengan roti-rotian, setidaknya mari kita kurang konsumsi makanan yang berbahan dasar pati / tepung.
Contohnya seprti roti-rotian, siomay, gorengan. Nah loh, itu ya gorengan tolong dikasih cuti dulu ya buat main ke meja makan kita.hihihi...

7). Obat inlacin (dengan Resep Dokter)
Untuk obat yang 1 ini, wajib dengan resep Dokter ya. Saya konsumsi ini sudah sesuai dengan diagnosa PCOS saya yang disebabkan karena Resisten Insulin. Terlihat dari hasil Laboratorium HOMA-IR saya.
Untuk lebih jelasnya, kenapa saya diresepkan inlacin dengan dosis 400 mg, bisa anda baca di kisah Program hamil saya di postingan sebelumnya ya Moms.

8). Konsumsi Asam Folat 
Untuk pemenuhan asam folat kita bisa mengkonsumsi dari sumber buah-buahan atau kita bisa mengkonsumsi vitamin folavit 400. Folavit bisa dibeli bebas di apotik. Di minum sehari 1x setelah makan. Folavit mengandung asam folat yang berguna untuk pembentukan sel otak janin kita. Kenapa kita harus konsumsi Asam folat padahal belum hamil? Lah kan nanti kalau kita hamil, awal-awal pasti belum 'ngeh/ tahu'. Itu makanya, asam folat kita konsumsi agar pembentukan sel otak janin kita di Trimester awal terjamin dan terjaga dengan baik. 

9). Jangan stress
Tahu nggak ibu-ibu, PCOS alias si sel telur kecil dan bantet tidak indah itu, juga ikut disebabkan karena stress kita. Bikin hormon jadi berantakan. So, kalau lagi pengen ngambek, marah, emosi jiwa, kita banyak-banyakin aja istigfar/ nonton kartun/ dengerin lagu jazz aja, biar hati adem-ayem kembali.

10). Sedekah
Disini sebenarnya saya tidak berniat menggurui. Hanya untuk ikhtiar saya pribadi saja. Dari mulai rutinkan sedekah (sedekah tidak perlu berbentuk uang saja kok, bisa dengan membantu saudara, memenuhi keperluan dapur orangtua, memberi ke saudara/ anak yatim bisa berupa uang/ pakaian masih layak pakai, memberi makan kucing, dan sebagainya.

11). Ibadah
Kalau saya pribadi menjalankan shalat dhuha & saat bulan puasa kemarin, saya jalankan Rukiyah Mandiri. Untuk cara & langkah Rukiyah mandiri ini, sudah saya tulis di postingan saya sebelumnya ya, bisa di intip di artikel Program Hamil bulan ke-6

12). Tawakal / Berserah diri pada Allah
Usaha terakhir saya adalah berserah diri pada Allah SWT, dan menerima segala yang ditetapkan oleh-Nya. Saya percaya, bahwa saya belum diberi momongan karena Allah memiliki rencana yang lebih indah dan sedang disiapkan untuk saya dan suami. Amin.


Catatan tambahan :

Cara membuat seduhan air kayu manis

Bahan :
- Kayu Manis sepanjang jari telunjuk (4 batang)
- air putih 5 gelas / sesuai selera (kita kira-kira sesuai kebutuhan).
- cengkeh 2-3 butir kecil (kalo nggak ada juga tidak apa-apa. Hanya untuk sedikit tambahan rasa).
- serai (sereh) : 1 batang telunjuk.
- sedikit potongan jahe.
- gula jawa sedikittt (utk rasa-rasa saja, agar air kayu manisnya nanti tidak terlalu sepet di lidah).

Cara membuat :
1). Semua bahan masukan ke dalam panci.
2). Rebus dengan air putih tadi hingga 3 gelas.
3). Rebus sampai mendidih.
4). Dinginkan di suhu ruangan.
5). Lalu setelah dingin, bisa dimasukkan ke Tupperware minuman.
6). Bisa dimasukkan ke dalam kulkas bagian bawah.
7). Diminum pagi / siang hari (segerrr) / sebelum akan tidur malam.

Note :
  • Terkadang saya suka bikin cukup banyak, buat dimasukin ke botol kaca bekas sirup.
  • Untuk komposisi diatas hanya tahan disimpan di dalam kulkas sekitar 1 minggu Kalau lebih dari seminggu, air kayu manisnya masih kita minum, rasanya jadi aneh, terlalu nyirung tajam.
  • Saran saya Diminum 15-20 menit setelah makan nasi ya, agar perut kuat.
  • Jangan diminum sebelum/ setelah kita selesai makan & minum obat dari Dokter.
  • Tips : minum obat : baiknya pakai air putih hangat.
  • Suami saya jg kadang Pas selesai makan Malam, saya kasih air putih hangat. Baru 15-20 menit kemudian...minum air kayu manis.
  • Kalau pagi usai bangun tidur, saya & suami biasanya minum air putih hangat 1 gelas. Atau terkadang diseling ganti minum teh hijau tawar hangat 1 gelas (saat baru bangun & belum makan apapun) 😄

Semoga berkenan dan bermanfaat ya 😃

Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar hamil kembar

Thursday, 13 July 2017

Assalamualaikum, Wr, wb.

Good morning ibu-ibu kece. Pagi ini saya sedang santai sejenak di Rumah Asri Bed and Breakfast. Sebuah Guest House dibilangan Setrasari Kulon, Bandung. Buat saya tempat penginapan ini cozy punya dan so me!Officially, nampaknya akan jadi markas saya untuk bertapa dan menenangkan diri sejenak bila suatu hari dibutuhkan. Untuk cerita lengkapnya, saya bagikan di artikel selanjutnya ya di sini 'Rumah Asri'.

Lanjut ke cerita pagi kali ini. Lusa kemarin tepatnya Rabu, 12 Juli 2017, adalah jadwal cek saya ke Aster. Jam 5 pagi disaat ayam sebelah belum berkokok, saya & suami sudah meluncur menuju travel X-Trans Blok-M. Saya mengejar keberangkatan pukul setengah 6 pagi. Alhamdulillah, karena masih pagi mungkin ya, jalanan Jakarta masih lenggang. Hanya butuh 10 menit saya sudah tiba di depan travel, ajaib.hehehe...

Perjalanan memakan waktu selama 5 jam. Hooooh, betapa jet lag-nya alias pening kepala ini. Sudah ratusan kali saya setia menaiki travel X-Trans ini, dan sepertinya saya sudah ditahap lelah dengan pulang-pergi setiap weekend Jakarta-Bandung. Tapi untuk kepergian ke Bandung hari ini memiliki tujuan mulia, yaitu demi sang buah hati, apapun perjuangannya, sejauh apapun harus ditempuh, demi program hamil ini akan saya tempuh. Tak pelak sudah cukup banyak energi yang saya kuras selama promil ini, dari mulai Jakarta-Bandung ditempuh, tidak ditemani oleh suami seperti kebanyakan para bunda yang ditemani suami saat kunjungan ke Dokter Obygn, energi, fisik, biaya perjalanan, sudah ratusan butir obat yang harus saya konsumsi, hingga untaian doa yang sudah beratus-ratus kali selalu saya panjatkan setiap kali perjalanan Bandung-Jakarta-Bandung.

Read more : Cerita Program Hamilku (dengan PCOS Syndrome)

Pukul 10.00 pagi saya tiba di kota Bandung tercinta. Langsung saya menuju ke Klinik Aster RS. Hasan Sadikin. Setibanya di Aster saya bertemu dengan Teh Merdika yang sama-sama berjuang promil dengan penelitian serta kami bergabung di grup PCOS Fighter Bandung. Sambil menunggu giliran dipanggil Dokter Mulya untuk pemeriksaan USG bergantian, kami bercerita banyak hal, terutama cara menghadapi 'Drama dengan Ibu Mertua'. ahahahha..... Jangan ditanya, drama saya dengan ibu mertua sudah sampai tahap saya crying with silent.hahahaha...

Giliran saya dipanggil untuk USG Transvaginal. Dengan di dampingi oleh Suster Meri, Dokter Mulya melakukan pemeriksaan. Dan saat saya ditunjukkan layar USG, saya senyum sumringah kegirangan. Karena di USG yang kedua kalinya sejak 1 minggu lalu, saya fix dinyatakan sudah sembuh dari PCOS! Sama sekali tidak terlihat sel telur berantai anggur lagi, yang ada justru saya mendapat kejutan manis, bahwa ada 2 sel telur besar & sudah pecah di kanan & kiri!
Seketika Dokter Mulya nyeletuk sembari tersenyum renyah dan menunjukkan gambaran sel telur saya, "Ini sel telur kanan, dan ini yang kiri ya Lana, kalau jadi dua-duanya (bulan ini berhasil), bisa kembar nih....bisa kembar 3".hehehe....


Gambaran Sel telur kiri & kanan.
Menurut Dokter, Kedua sel telur saya besar & sudah pecah.
Waaaaaaa.....langsung saya saya senyum kegirangan. Kembar? Ahhh mungkin Dokter Mulya hanya bercanda selingan saja. Tapi secara logis saya berpikir, sel telur saya ada 2 , terlihat besar & jelas. Kalau ternyata sperma suami saat ovulasi kemarin berhasil menembus sel telur dan berhasil membuahi kedua-duanya, iya yah benar apa yang dikatakan Pak Dokter, bisa kembar tralala-trilili.horeeee..... (husnudzon dan kencangkan doa).

Selesai pemeriksaan, saya kembali ke ruangan untuk diberikan advice oleh Dokter. Dan kebetulan saya pun bertemu dengan Dokter Ade (istri Dokter Mulya). Saya bersama Teh Meri diberi wejangan bijak dari Dokter Ade, bahwa yang namanya menginginkan sesuatu janganlah buru-buru. Bicarakan dengan suami, apa kemauan suami juga untuk penantian anak ini. Agar sama-sama jelas apa yang dimau oleh pasangan.

Dari wejangan tersebut, alhamdulillah saya sendiri beserta suami sudah sangat sering kali saling menceritakan kenginan masing-masing tentang keinginan memiliki momongan dengan segera. Bahkan dengan situasi saya yang belum hamil pun, setiap hari selalu kami hiasi dengan cerita imajinasi kami masing-masing andai our little baby boy and little baby girl sudah hadir di tengah-tengah rumah tangga kecil kami ini.

Tak lupa pula, Dokter Ade memberikan saya copy-an hasil Lab untuk pemeriksaan hormon progesteron saya. Sembari membuka amplop hasil Lab, Dokter Ade cukup senang melihat hormon progesteron saya yang membaik cukup pesat, dimana pada cek Lab saat awal screening (Januari), progesteron saya masih rendah yaitu 0,6. Dan kemarin saat kunjungan ke-5 sekitar bulan Mei, progesteron saya melesat menjadi 11,16. Alhamdulillah.



Sepulang dari Klinik Aster, langsung saja saya turun lift ke lantai 1 dan langsung menelepon suami yang masih di kantor. Dengan mata berkaca-kaca, suamilah yang jadi orang pertama yang selalu tahu hasil pemeriksaan setiap promil saya. Mata berkaca-kaca saya karena bersyukur, walaupun Dokter hanya baru mengatakan sel telur saya bagus, sudah pecah kedua-duanya, kalau berhasil kemungkinan bisa kembar bahkan kembar 3....tapi sudah membuat saya mengucap syukur berkali-kali hari ini.

Doa saya beserta suami sederhana saja, semoga berhasil saya hamil bulan ini. Sangat besar doa dan harapan kami.... mau itu hamil 1, kembar 2 bahkan kembar 3 sekalipun, yang penting saya dan janin saya sehat wal'afiat dan bertumbuh dengan baik dan sempurna sesuai fase-nya. Amin allahuma amin.

Pesan suami tercinta yang ia sampaikan untuk saya dan bikin mood booster beberapa hari ini :
"Mama, jadikan hari ini sebagai mini holiday Mama dulu, berdua sama baby A, menenagkan hati pikiran dan mengistirahatkan badan, sekali-kali perlu lho sayang".
Bismillah, semoga doa, ikhtiar serta kesabaran kami berjuang demi memiliki momongan yang tumbuh sehat, akan segera berbuah manis. Amin ya rabal alamin.

Read more : Rekomendasi Dokter Kandungan di Bandung

Cerita Program Hamilku (dengan PCOS syndrome)


Kali ini saya akan berbagi cerita (kisah) pengalaman saya dalam ikhtiar Program Hamil.
Promil yang saya jalankan ini berbeda dengan ibu-ibu normal kebanyakan loh, yang dimana biasanya mereka hanya dianugerahi 1 sel telur sa-ja.

Saya memiliki PCOS syndrome (eitsss... PCOS itu bukan penyakit ya!!). PCOS singkat katanya adalah Syndrom dimana terdapat banyak sel telur tetapi kecil-kecil & bentuknya berantai. Wanita yang terkena PCOS adalah wanita istimewa, karena dia memiliki peluang besar 'Hamil Kembar' (bahkan bisa hamil hingga kembar 5, saking banyaknya sel telur yang dimiliki hehehe....).

Dalam program hamil saya ini, banyak sekali perjuangan pola hidup sehat yang harus saya jalankan. Apalagi jangan ditanya, obat yang saya konsumsi sudah ratusan butir. Untuk bunda yang ingin lebih kenal dengan si PCOS ini, kisah pengalaman dan perjuangan promil saya, bisa di intip dibawah ya Moms.

Silahkan Bunda-bunda ataupun calon Bunda bisa memilih artikel yang ingin dibaca dengan meng-klik link artikel di bawah ini.  Happy reading :)

Jangan pernah menyerah, pun jangan pernah terburu-buru. Allah menunda sesuatu (hal) karena tersimpan sebuah kebaikan untuk kita. Tetaplah berbaik sangka pada-Nya. Sempurnakan seluruh ikhtiar kita dengan kekuatan Doa. Insya Allah tidak ada usaha yang sia-sia.
  1. Langkah Awal menjalani Program Hamil
  2. Rekomendasi Dokter Kandungan di Bandung
  3. Pola Hidup sehat untuk PCOS
  4. Diet GM. Diet sehatnya PCOS Fighter
- Program Hamil Bulan ke-1 : PCOS Survivor

- Program Hamil Bulan ke-2 : Indung Telur sehat kesayangan

- Program Hamil Bulan ke-3 : Pemeriksaan HSG

- Program Hamil Bulan ke-4 : Promil vs. Penelitian

- Program Hamil Bulan ke-5 : Pemeriksaan Folikel Dominan (Ovulasi)

- Program Hamil Bulan ke-6 : PCOS sembuh, sel telur membesar

- Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar Hamil Kembar




Custom Post Signature

Custom Post  Signature