Top Social

Featured Posts Slider

RESEP : AYAM JAMUR SAUS TIRAM

Friday, 20 April 2018

Ini adalah postingan lanjutan tentang resep masakan lainnya yang saya eksekusi hari ini untuk menu brunch suami.

Alhamdulillah, nilainya 8. Enak dan ludes disantap. Semoga sholat jumat'an Pak suami nggak sambil ngantuk-ngantuk ya, karena makannya lahap.hehehe...

Nah, langsung saja saya share resep masakan dadakan hasil kreasi saya sendiri hari ini ya.

CHICKEN MUSHROOM WITH OYSTER SAUCE ala Nyonya Lana.

BAHAN-BAHAN :
  • Jamur tiram setengah kilo (sesuai selera).
  • Ayam 1/4 kg dipotong dadu/ memanjang.
  • Cabe rawit 3 iris miring.
  • Bawang putih 4 siung, iris tipis.
  • Bawang merah 5 biji, iris tipis.
  • Potongan daun bawang 3 tangkai.
  • Jahe 2 cm iris tipis.
  • Daun salam 2 lembar.
  • Kecap manis 2 sdm.
  • Saos tiram 1 sdm.
  • Ulekan sambal cabe merah 2 sdm (sesuai selera, bisa di skip jika tidak suka pedas).

CARA MASAK :

  • Masukkan minyak 2 sdm ke dalam wajan.
  • Bawang merah, bw.putih, cabe rawit, jahe, daun salam di oseng hingga setengah matang & harum.
  • Masukkan potongan ayam. Aduk rata hingga setengah matang.
  • Tuangkan kecap manis diatas ayam, dan aduk / oseng kembali.
  • Masukkan saos tiram + ulekan sambal.
  • Masukkan jamur yang sudah ditiriskan.
  • Aduk rata.
  • Beri air putih matang 1/4 gelas.
  • Masukkan garam + gula pasir/ gula jawa.
  • Aduk rata kembali hingga matang.
  • Tes rasa (cicipi ulang).
  • Masukkan potongan daun bawang.
  • Oseng kembali sebentar (1 menit) agar daun bawang tidak layu.
  • Sajikan dengan selada hijau segar & kerupuk udang.
Porsi : untuk 3 orang.


RESEP TONGSENG AYAM JAMUR


Bismillahi'rahmanirahim.

Assalamualaikum ibu-ibu kece yang sedang dilanda galau nan bimbang mau masakin apa lagi yang buat anak-anak dan suami tercinta.

So, kali ini saya mau mem-posting beberapa artikel resep masakan dari hasil saya memasak minggu ini. Jadi jangan heran ya, kalau langsung akan ada beberapa postingan resep masakan berderet di blog lanalouie kali ini.

Nah, untuk postingan kali ini, saya mau berbagi resep masakan menu Tongseng ayam, yang alhamdulillah berhasil saya eksekusi dengan hasil rasanya yang enak bin lezat. Padahal ini baru pertama kali praktek masak dengan resep khas keluarga kemuning tercinta. Horeeee....
Makanya saya pede banget untuk nge-share hasil masakan ini.hehehe...

So, silahkan dicontek resepnya untuk di praktekkan di dapur kesayangan. Asal jangan dicuri artikel ini ya, dan diganti dengan nama lain.

TONGSENG AYAM ala Nyonya Lana

Haluskan bumbu-bumbu :

  • Kemiri 7 butir
  • Jahe 3 cm 
  • kunyit 3 cm
  • Bawang putih 5 butir
  • Bawang merah 7-8 butir
  • ketumbar 1 sendok teh
  • minyak 2 sendok makan
  • Seluruh bumbu diatas tadi, di blender / di uleg hingga halus (kalo saya, masakan lebih enak bila bumbu-bumbu rempah diuleg sendiri).

LANGKAH 1 :
  1. Siapkan santan 800 ml di dalam panci rebusan.
  2. Didihkan air santan & aduk perlahan (mencegah santan tidak pecah).
  3. Masukkan bumbu yang tadi dihaluskan ke dalam air santan.
  4. Masukkan daun salam 2.
  5. Serai 1-2 batang, yang sudah di pipihkan.
  6. Jahe 3 cm (iris tipis).
  7. Aduk kembali hingga tercampur & jaga santan tidak pecah.
  8. Masak sampai mendidih.
  9. Matikan kompor. Sisihkan.
(kalau saya: setelah santan bumbu kuning tadi matang, kemudian disaring, sehingga ampas bumbu ulekan terpisah & air santan bumbu kuningnya bersih dari ampas bumbu).

LANGKAH 2 :
  1. Masukkan 2 sdm minyak ke dalam wajan.
  2. Masukkan bawang merah 6 butir yang diiris tipis.
  3. Cabai rawit merah 2-6 buah, iris tipis serong.
  4. Masukkan potongan jamur.
  5. Kemudian oseng bahan-bahan diatas hingga setengah matang.
  6. Masukkan ayam 1 ekor yg sudah dipotong.
  7. Beri kecap manis 4-5 sdm / sesuai selera.
  8. Aduk rata hingga ayam tercampur dengan kecap.
  9. Masukkan kuah santan bumbu kuning yang tadi disisihkan & sudah disaring terlebih dahulu.
  10. Masukkan potongan kol (kubis) 300 gram.
  11. Beri garam 1 sdt.
  12. Merica 1/2 sdt.
  13. Gula pasir 1 sendok teh.
  14. Aduk rata.
  15. Tes rasa.
  16. Masukkan potongan daun bawang 6 batang (yang sudah dipotong-potong dengan ukuran 2 cm).
  17. Tomat 3 buah yang sudah diiris.
  18. Aduk rata kembali.
  19. Matangkan: sekitar 15-20 menit / hingga sekiranya tongseng matang.
  20. Tes rasa kembali.

Sajikan dengan nasi hangat, taburan bawang goreng, perkedel kentang & kerupuk udang.
Jangan lupa berdoa dahulu. 😇

LONG VACATION AT SINGAPORE (CHAPTER 1)

Wednesday, 11 April 2018

Tepat seminggu lalu saya dan suami silaturahmi (kembali) ke Singapura. Untuk kunjungan kami kali ini terbilang beda. Bukan lagi hanya sekedar jalan-jalan santai mejeng dan berfoto ria, tetapi tujuan utamanya adalah ke Universal Studio Singapore (USS) horeeeee!! Untuk cerita kunjungan kami ke USS, di artikel berikutnya ya, akan saya tulis.

Terus-terang liburan kami ke SG untuk kali ini, awalnya dengan niatan liburan mumpung suami punya libur menjelang pindah kerja ke perusahaan baru, sekalian mumpung passport suami mendekati expired (6 bulan sebelum masa berakhir passport). Ehh nggak tahunya suami punya ide untuk liburan kali ini kita ke Universal Studio. Kapan lagi kami berdua punya waktu kosong panjang seperti ini. Maka tak tanggung-tanggung, kali ini kami liburan panjang hampir seminggu di Singapura. 

Di tahun-tahun sebelumnya liburan kami ke Singapore, biasanya kami menggunakan Air Asia, tapi kali ini saya & suami mencoba maskapai baru yaitu Scoot Airlines. Dan tentu saja seperti biasanya kami mengandalkan pemesanan tiket pesawat & booking penginapan menggunakan Traveloka. Konsumen setia Traveloka nih ceritanya!


Dan liburan kali ini pula, suami mempercayakan saya untuk memilih tempat menginap. Terus terang saya dan suami memiliki prinsip yang sama, bahwa untuk penginapan kami cukup mengandalkan Hostel yang sering digunakan oleh backpackers. Dengan itu kami bisa saving dana penginapan dengan jumlah lumayan (bila dibanding dengan booking hotel). Dana lebihnya toh bisa kami peruntukkan untuk pos jalan-jalan & kuliner.
Lagipula penginapan toh hanya kami gunakan untuk tidur malam saja, seblebihnya dari pukul  10 pagi hingga tengah malam, dipastikan saya dan suami akan menjelajah tempat-tempat di negara tersebut.

So, selama di Singapura, dengan bantuan booking via Traveloka, saya memilih 7 Wonders Hostel yang terletak di Jalan Besar. Dari segi lokasinya juga hanya berjarak 600 meter dari stasiun MRT Farrer Park. Dan di dekatnya pun terdapat City Square Mall dengan berbagai toko seperti Uniqlo, Decathlon hingga Foodcourt Republic yang lumayan cukup besar.

Keuntungan lainnya kami memilih 7 Wonders Hostel yang berada di kawasan Farrer Park, antara lain :

  • Selain kawasan tersebut juga lumayan banyak dihuni muslim (jadi suami bisa solat Jumat-an), 
  • Farrer Park juga dekat pula dengan Mustafa Center. Tentu itu juga keuntungan bagi kami yang biasanya dulu saat kami travelling sebelumnya, kalau mau ke Mustafa harus terburu-buru hanya karena mengejar MRT jam terakhir (jam 11 malam).
  • Nah untuk kali ini, walau kami menjelajah Singapura seharian hingga mendekati jam 11 malam pun, kami tidak perlu khawatir mengejar MRT jam-jam terakhir, karena cukup dengan menaiki MRT jurusan Farrer Park, kami bisa sekalian pulang. Sesampainya disana, kami sekalian puas -puasim muterin Mustafa Center bahkan bisa hingga jam 2 malam dini hari, karena Mustafa center buka 24 jam.
  • Selesai memborong gadget & cokelat, kami jadi hanya tinggal jalan kaki sekitar 500-700 meter ke tempat penginapan (tanpa harus kebingungan nggak dapat MRT / pun ngejar bus malam untuk pulang.

7 Wonders Hostel
Address257 Jln Besar, Singapore 208930
Phone+65 6291 3774

Free breakfast every morning (7.30 am - 9.30 am)

Sesampainya kami di hostel pukul 3 sore, pas dengan waktunya check-in, kami sempatkan beristirahat sejenak. Lanjut sore harinya kami menuju Bugis street. Rencananya untuk menikmati makan malam bersama Hafiz, sahabat baik kami yang tinggal dan menjadi warganegara disana.
Tak perlu lama untuk kami memilih tempat makan, kali ini kami memilih menu ringan dimsum rekomendasi Hafiz, dan rasanya enak. Cukup untuk menganjal perut di malam hari, tapi tidak kekenyangan.

Menikmati makan malam dimsum sembari bertemu kangen



Setelah kenyang menyantap dimsum, lanjut Hafiz mengajak kami menikmati menu Dessert 
di Dessert First





Menu dessert di kedai es ini terbilang cukup terkenal di banyak kalangan bule, bahkan hingga mendekati larut malam pun, kedai dessert first satu ini masih dipenuhi oleh penggunjung. Selain varian minuman dinginnya banyak pilihan yang tentu saja menyegarkan, cemilannya pun juga unik-unik. Cemilan tepat menyudahi perjalanan kami hari pertama di Singapura dengan cuacanya yang cukp panas walau malam hari. 


Dan akhirnya tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan kami harus bergegas ke stasiun MRT menuju Farrer Park.

JELAJAH TERMINAL 3 ULTIMATE, BANDARA SOEKARNO HATTA - INDONESIA


Ceritanya seminggu lalu saya dan suami melancong alias geret koper untuk liburan melepas penat. Dan negara yang dituju kali ini, kita cari yang aman dan sudah dikunjungi. Alasannya sih sebenarnya sepele, kangen naik MRT & baru kesampaian cita-cita untuk liburan ke Universal Studio Singapore. Makanya dibela-belain liburannya ke negara singa lagi. Terus terang, saya sendiri masih belum bosan untuk bolak-balik ke SG. Selain negaranya super bersih (teman dekat saya tahu banget, standar bersih saya itu bisa dibilang grade 9 - of 10), saya dan suami juga masih kangen buat makan chilli crab di Makansutra Gluttons bay, makanya seneng aja kalau harus melancong ke Singapore lagi.

Dan setelah sekian waktu kami belum sempat lagi mengunjungi bandara Soetta (Terminal 3), akhirnya kali ini saya berkesempatan untuk bisa masuk dan langsung merasakan kemewahan tampilan baru bandara T3 Soetta. Yes! Asli....desain interior bandara T3 Internasional kali ini membuat kami cukup berdecak kagum. Lebih tepatnya terlihat jelas bahwa desain T3 mirip plek dengan Changi Airport (mungkin arsiteknya sama kali ya, atau terinspirasi). 
Jadinya sepulang dari Singapore, turun dari pesawat, masuk ke bandara, atmosfirnya masih berasa di dalam bandara Changi. Yahhh walau tidak se-wah Changi yang setiap sudutnya sudah berjajar toko-toko branded dunia.

Diperkirakan terminal baru (T3 ini) luasnya kisaran 4,3 ha dan mampu menampung lalu lintas 25 juta pengguna bandara setiap tahunnya. Semoga ini adalah langkah awal untuk penerbangan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa bandara.

Terminal 3 Bandara Ultimate ini (T3) dilengkapi pula dengan sistem keamanan yang di klaim setara dengan standar terbaru bandara Internasional, yaitu seperti :
  • Baggage Handling System (BHS) level 5 : diguakan untuk mendeteksi adanya bom maupun barang terlarang yang masuk dalam kawasan bandara.
  • Airport Security system (ASS) : teknologi yang engintegrasikan seluruh peralatan seperti CCTV, X-Ray, Fire Alarm System, Public Address System dan Access Control System menjadi satu kesatuan sistem yang dapat mendeteksi apabila ada orang yang dicurigai termasuk DPO.
Sebagai antisipasi kondisi energi di masa depan, sudah menjadi trend di bandara di kota-kota besar dunia tidak hanya berlomba menampilkan desain modern dan gaya arsitektur terbaru tetapi juga mulai memberikan fokus pada kenyamanan yang lebih serta menghadirkan gaya bangunan dengan pendekatan konsep ramah lingkungan.

Terminal 3 terbaru juga menerapkan Fully IBMS (Intelligence Building Management System), sebuah teknologi yang mengatur agar terminal 3 menjadi suatu bangunan yang mengusung konsep eco green, yaitu mengatur pengeluaran air, penggunaan listrik dan sebagainya. Dengan konsep mandiri energi maka kejadian 2012 silam dapat diantisipasi, saat itu pemasok daya listrik ke sistem radar terbakar yang mengakibatkan kacaunya kurang lebih 101 penerbangan domestik dan internasional serta pengalihan pendaratan lainnya. Terminal 3 juga akan menerapkan Rain Water System, yaitu teknologi yang memanfaatkan kembali air hujan dengan mengolah air hujan tersebut agar dapat digunakan sebagai air bersih. Lalu untuk penghematan penggunaan air, juga akan menerapkan Recycle Water System, suatu teknologi yang mampu mendaur ulang air toilet untuk kembali digunakan menjadi air toilet atau penggunaan lain selain konsumsi. Lalu yang termutakhir adalah penghematan energi di mana penerangan menggunakan teknologi yang mengatur terang redup secara otomatis disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu.

Berikut penampakan Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta - Indonesia :





Luas T3 Ultimate, mengalahkan Terminal 3 Changi, Singapura
Terminal 3 memiliki total luas 422.804 meter persegi. Dengan luas bangunan sekitar 331.101 meter persegi, gedung parkir 85.878 meter persegi, dan bangunan penumpang VVIP 6.124 meter persegi. Luas Terminal 3 lebih besar dari Terminal 3 Bandara Changi Singapura, namun masih kalah dengan Terminal 4 Changi yang memiliki luas setara 27 lapangan sepak bola.








Terus-terang setibanya saya kembali ke Tanah Air dan berjalan menuju Imigrasi, aura T3 kedatangan sudah 11-12 dengan Changi, AC-nya terasa dingin sejuk, karpet biru terhampar, gambar-gambar karikatur yang terselip di setiap pojok toilet maupun tempat alat pemadam kebakaran membuat tampilannya semakin eye-catchy. Mungkin juga semakin dipercantik karena menjelang ASian Games 2018 yang nanti akan diadakan di bulan Agustus ini. 

Bahkan saat mengunjungi lantai 3 T3, sudah banyak toko-toko brand terkenal bertebaran, dan banyak  pula resto berjejer seperti Tous le jours, marugame udon, Warung Tekko, Hollycow, kedai nasi padang dan masih banyak lagi. Jadi, bagi kamu yang nanti kelaparan tiba-tiba, sudah tidak perlu khawatir, karena tenant makannya sudah sekelas mall. Bahkan seperti berjalan-jalan di dalam mall (padahal itu dalam bandara loh). 
Good job Angkasa Pura. Saya bangga dengan tampilan bandara Internasional Indonesia kali ini. Semoga ke depannya, kebersihan, tampilan serta fitur canggih lainnya tetap menghias bandara kebangaan Indonesia kita bersama.

RESEP CREAMY CHEESE OREO

Tuesday, 16 January 2018

Assalamualaikum.

Halo ibu-ibu kece, ceritanya kemarin Senin saya n Pak suami seperti biasa jalanin intermittent fasting (IF) 😊.

Nah dikarenakan sudah menjalankan IF selama lebih dari 18 jam, sang istri pengen bikin happy Pak suami tentunya dengan bikin sesuatu yg sehat tapi juga enak.

Yawis akhirnya eksekusi praktek bikin Creamy cheese oreo.
Berikut ya resepnya :

Bahan-bahan
  • 1 bungkus Oreo rasa vanila.
  • 100-150 gram Keju cheddar diparut5
  • 200 ml susu cair (saya pakai susu ultra). Bisa diganti dengan pakai susu bubuk putih yang dicairkan dengan 200 ml air matang.
  • 3 sdm / setengah sachet susu kental manis yg putih
  • 1 sdm mentega / blue band. 
  • 1 sdm gula pasir (sesuai selera) 
  • 1/4 sdt garam. 
  • 3 sdm Tepung maizena campur dalam 200 ml Air putih matang.
  • Topping: Oreo & keju parut secukupnya, selai kacang, bisa diganti dengan cacahan kecil buah stroberi ataupun es krim vanilla (atau apa saja sesuai selera)


Cara Membuat :

1). Pisahkan biskuit oreo dengan isian krimnya, lalu hancurkan biskuit hingga menjadi bubuk tidak perlu terlalu halus.

2). Campurkan air sebanyak 200ml dengan 3 sendok makan tepung maizena, aduk rata kemudian sisihkan.

3). Panaskan susu cair di dalam sauce pan dengan api sedang (aduk pelan), lalu tambahkan keju parut + isian cream dari biskuit oreo + mentega + gula pasir. lalu aduk hingga semua larut dan tercampur rata.

4). Tambahkan susu kental manis dan 1/4 sendok teh garam, aduk secara merata hingga adonan mulai mengental.

5). Setelah agak mendidih, langkah terakhir masukan larutan cairan tepung maizena, aduk hingga kental dan meletup-letup (terlihat buih-buih tanda sudah panas merata).

6). Angkat adonan, lalu dinginkan beberapa saat hingga uap panasnya mengilang (+/- diamkan 8-10 menit).

7). Siapkan gelas bening atau cup, masukan secara bertumpuk : bubuk Oreo - beberapa sendok adonan tadi - keju parut - bubuk Oreo - adonan keju lagi (lakukan hingga berlapis-lapis sesuai selera).

8). Setelah cup mulai penuh taburi atasnya dengan keju parut dan topping lainnya (bisa diganti dengan selai, chocochips, dan lain-lain).

9). Masukan ke dalam kulkas / chiller selama 1 jam atau lebih makin dingin semakin enak.

Creamy cheese oreo siap dinikmati. Jangan lupa basmallah terlebih dahulu. 😊

Rumah Tangga (pembelajaran tiada akhir)

Saturday, 13 January 2018

Halo ibu-ibu cantik. Lanalouie kembali lagi nih, setelah absen beberapa hari (saja) sih ya.

Kali ini saya akan menulis dan berbagi pengalaman tentang asam-manisnya berumah-tangga jauh dari orangtua, jauh dari kota tempat kita tinggal sedari kecil, dan jauh dari zona nyaman kita.

Part 1 : (Agustus 2015 - January 2017)

2 bulan sebelum kami menikah, kami sudah sepakat agar kelak setelah menikah, kami harus keluar dari rumah orangtua. Karena bagi kami masing-masing (saya & suami) memiliki prinsip : setelah menikah, seorang anak harus keluar dari rumah orangtuanya dan hidup membangun rumah-tangga dengan mandiri.


Dimasa itu, perjalanan kami dalam berumah-tangga sudah diuji. Dari mulai pekerjaan yang terpaksa saya jalani demi menjalankan permintaan seseorang** hikss....., bekerja di lingkungan & jenis pekerjaan yang menguras airmata saya setiap hari-setiap pagi-setiap malam, berangkat kerja pukul 6 pagi untuk apel pagi (yang sebenarnya tidak penting & tidak ada hubungannya dengan performa kerja), lembur hampir setiap hari tetapi tidak dibayar sepeserpun, bahkan bisa pulang jam 1 malam tanpa diberi transportasi dari perusahaan, belum lagi pekerjaan yang saya kerjakan adalah pekerjaan yang pantasnya dilakukan oleh pria (bukan wanita yang ingin hamil).

Dikala saat saya bisa pulang pukul 6 malam, sampai rumah pun saya belum bisa ber-istirahat karena masih dilanjut dengan memasak untuk makan malam suami, serta mencuci baju agar esok paginya sebelum saya berangkat kerja, saya bisa menjemur dahulu.

Di sisi lain, dengan keputusan kami untuk hidup mandiri setelah menikah (tidak tinggal di rumah orangtua ataupun rumah mertua) melainkan nge-kost berdua, mengajarkan saya serta suami untuk lebih mandiri, lebih sensitif, cekatan, inisiatif dan juga lebih terarah menjalankan misi rumah tangga kami.
Tidak dipungkiri, di 1 tahun awal pernikahan, kami lebih sering dihiasi dengan drama emosi. Itu semua adalah proses menyatukan 2 isi kepala & 2 karakter berbeda dari 2 orang yang berbeda latar belakang didikan, dan keluarga.

Tengah-tengah tahun saya bekerja, suami diberi cobaan harus berhenti kerja (diminta mengajukan Resign oleh perusahaan), dikarenakan perusahaan tempat ia bekerja sedang dikurangi kucuran dananya dari 'Bapak perusahaannya' (dana saham L*** Group sedang jor-joran dialirkan ke proyek pengembangan Mall Mata**** online, sehingga berimbas pada anak-anak perusahaan lainnya mendapat kucuran yang sedikit & mengakibatkan harus melakukan pemotongan karyawan di seluruh lini Divisi).
Oleh karena itulah, berdampak dengan dilakukannya pemberhentian Karyawan-karyawannya yang bergaji tinggi. Otomatis selama beberapa bulan, suami sempat istirahat di rumah & saya yang bekerja.

Notes :
NAFKAH MERUPAKAN KEWAJIBAN SUAMI

Pada dasarnya, wanita (perempuan), ia merupakan bagian masyarakat yang dijamin kehidupannya sepanjang fase usianya. Baik ia sebagai anak, isteri, ibu atau saudara perempuan. Kaum lelaki dari keluarganyalah yang bertanggung jawab atas kehidupannya. Wanita tidak wajib untuk menanggung nafkah keluarga. 

Bila wanita sudah berkeluarga, maka kebutuhan dan keperluan rumah serta anak-anaknya menjadi tanggung jawab sang suaminya. Ini merupakan salah satu bentuk penghormatan Islam terhadap kaum wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: 

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَآأَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ 

Kaum lelaki itu adalah pemimpin kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (kaum lelaki) atas sebagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (kaum lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. [an Nisaa`/4 : 34].


Part 2 : (February 2017 - July 2017)

Di tahun kedua pernikahan ini, perjalanan nomaden menyapa saya di tengah-tengah perjalanan rumah tangga yang tidak kami sangka.

Akhir Desember 2016 saya memutuskan untuk resign dari perusahaan tempat saya bekerja (setelah mendapatkan petunjuk dari shalat istikharah selama 3 mingguan). Di sisi lain saya juga sempatkan usaha meminta mutasi kerja ke Jakarta, tetapi di Jakarta kosong (tidak ada posisi yang menurut HRD pusat).

Di pertengahan Januari 2017, Allah Maha mengetahui ikhtiar & kesabaran hamba-Nya. Alhamdulillah dengan kehendak Allah, suami mendapat tawaran kerja di Jakarta dengan penghasilan yang lebih tinggi dari penghasilan sebelumnya. Allah seperti tiba-tiba memberi banyak sekali kemudahan & kelancaran yang sama-sekali tidak pernah kami sangka-sangka.
Setelah Allah tutup sumber rejeki suami, ditambah pula Allah berikan kelelahan teramat sangat dan pekerjaan tidak manusiawi bagi saya di perusahaan tempat saya bekerja, dan tiba-tiba Allah kejutkan kami dengan lembaran kisah berikutnya.

Minggu, 26 Februari 2017 kami pindah ke Kota Jakarta.
Sebulan sebelumnya, pencarian kost untuk suami-istri cukup menyita perhatian kami selama sebulan penuh. Dari mulai suami survey ke Jakarta p.p. 1 hari, mencari di internet, hingga akhirnya dapat juga kami sebuah kost yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kantor tempat suami bekerja.
Kami pindahan barang-barang masih menggunakan kardus yang kami beli di Cibadak - Bandung (saat itu kami belum punya koper besar, walhasil untuk pindahan kami memakai 5 kardus super besar yang dibeli di cibadak). Bener-bener dari nol. Pindahan aja pake kardus.hehehe.....

Cerita perjuangan kami bertahan di kota tanpa nyawa ini (Jakarta) pun dimulai. Hari pertama kami datang, ternyata kost yang sebelumnya sudah dijanjikan sudah siap ditempati, ternyata masih dalam keadaan belum 100% selesai renovasi. Padahal kami sudah tiba disana dengan Go Box berisikan barang-barang bawaan kami dari Bandung (5 kardus super besar + 1 unit kulkas hadiah pernikahan dari teman kerja + lemari plastik 4 laci isi peralatan makan & alat masak sederhana). Kebayang, saat itu betapa emosinya saya. Padahal 2 hari sebelum kedatangan kami, saya sudah membayar DP & sudah menanyakan apakah sudah siap ditempati, Dan pihak sana mengatakan sudah siap untuk ditempati.

Kami tiba pada hari minggu (kuturut ayah ke Kota....ehhh). Dengan renovasi kamar  kpst yang masih kotor, belum beres, sangat belum layak huni, akhirnya terpaksa kami tempati jua (badan sudah kelelahan, bawaan super banyak, nga mungkin untuk cari kost lain di hari yang sama). Hayati lelah, Bu.
Malam pertama kami tinggal disana jangan dibilang bisa leyeh-leyeh. Berdua hingga larut malam kami bongkar dus besar berisi barang bawaan, kami bersihkan sendiri kamar yang sebenarnya masih sangat belum layak huni. Tapi itu menjadi cerita seru perjalanan kami di kota asing, kota yang berada diluar zona nyaman kami berdua.

Seru!
5 bulan kami mencicipi nge-kost disebuah kamar kost kecil, yang dimana kalau kami berjalan dalam kamar, sudah bersenggolan dengan dipan tempat tidur saking kecilnya kamar kost.hihihi.... Mandi pun, akan terdengar jelas, karena jarak tempat tidur & kamar mandi dalam...hanya berjarak 2 ubin saja. hehehe...
Belum lagi, dapur bersama diluar sangat kotor dan jorok, kadang suka melihat mickey mouse lari di pojokan dapur. Alhasil saat bulan Ramadhan, setiap sebelum shubuh & menjelang berbuka puasa, Saya akan masak dalam kamar untuk menu sahur serta menu berbuka puasa untuk Saya & suami.

Di kala suami pulang kerja, aroma kamar bau asap kompor, kamar bau ayam goreng, kamar bau masakan terasi kangkung, dan sebagainya bisa tercium, hal tersebut terjadi karena saya memasak dalam kamar. Kalau diingat-ingat sekarang, pengalaman 5 bulan kami mencicipi ngekost, merasakan prihatin serta kakunya Kota Jakarta, membuat Saya dan suami tertawa lepas. Masa-masa itulah, justru adalah masa-masa dimana Rumah tangga kami semakin diuji, justru semakin kokoh, semakin kuat, semakin berserah diri pada Allah. Dan dari perjuangan serta keprihatinan yang kami lewati itu, pada akhirnya Allah hadiahkan sebuah rumah mungil Nan Asri yang kini kami tempati dengan sangat nyaman & Bahagia. Rumah yang saya tempati sekarang dengan suami, adalah berkah dari perjalanan penuh kesabaran, doa serta berkah sedekah.

Read more : Pengalaman spiritual (Keajaiban Sedekah)


Part 3 : (22 July 2017 - present)

Sebulan setelah lebaran, Alhamdulillah pada akhirnya saya dan suami pindah tempat tinggal ke Kota lain (kota sebelahnya Jakarta). Ditambah dengan pertimbangan kami niatkan untuk mencari tempat tinggal, bukan nge-kost lagi.

Setelah pencarian tempat tinggal yang kami jalankan di bulan Ramadhan, akhirnya Kami dipertemukan dengan sebuah Kota yang sebelumnya tidak pernah kami bayangkan akan tinggal menetap disana, 1% pun nama Kota tersebut tidak pernah terlintas dalam benak kami.
**p.s. : sudah bertahun-tahun lamanya saya punya impian ingin sekali tinggal di sebuah Kota yang suasananya seperti di Canberra-Australia / Singapura.


Lesson learned in my life : "fokuslah pada apa yang Kita inginkan, Kita sukai. Resapi, masukan dalam doa & bayangkan Kita berada di tempat yang memang kita impikan tersebut. Insya Allah.... Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya".

Bintaro. Kota mandiri yang saat pertama kalinya kami menginjakan kaki disana, saya dan suami langsung menyukainya & berdecak kagum. Karena Kota itu bisa dikatakan one stop living. Jalan rayanya yang super besar, berjejer ratusan pepohonan rimbun di sisi kanan-kiri jalan raya (jadi mirip dengan Singapura sedikit), ke pasar modern dekat, ke McD, pizza hut, KFC, gramedia, Hero, giant, Carrefour, Ace  hardware, informa tinggal melipir dalam 10 menit perjalanan saja, jogging track dimana-mana, RS international jaraknya hanya 1 km, Mall bertaraf international dengan banyak tenant bertebaran, cari tempat makan dari kaki 5 sampai bintang 5 tersedia.

Terus-terang sama sekali tidak terbayangkan secuil-pun oleh kami, bahwa akan bertempat-tinggal dan menjadi warga di kota serba komplit nan modern ini.
Karena yang kami yakini saat itu, hanyalah hijrah keluar dari Kota Bandung dan bertahan hidup untuk mencari kehidupan  & pemasukan yang lebih baik lagi di Ibukota.

Alhamdulillah wa'syukurillah. Dengan perjalanan pencarian rumah yang kami jalankan selama Bulan Ramadhan dari mulai siang bolong, kepanasan, kehausan, boncengan motor berdua, bolak-balik setiap weekend di bulan puasa kami gerilya dari 1 cluster ke cluster lainnya mencari rumah yang masih manusiawi harganya, pada akhirnya kami dipertemukan dengan sangat mudah dengan rumah yang kami tempati sekarang ini (saya beri nama 'istana mungil').

Pertama kali suami melihat rumah pilihan kami, ia langsung menatap mata istrinya yang berbinar-binar terpesona dengan dapur dalamnya. Ya, suami amat-sangat mengerti, bahwa 1 hal terbesar yang palingan istrinya idam-idamkan selama menikah, adalah "DAPUR". hahahahaha...

Harap maklum saja, saat dulu kami nge-kost di Bandung....dapurnya adalah dapur bersama dan berada di lantai 1 (sedangkan kamar saya lantai 2). Walhasil terkadang saya masak di kamar karena namanya dapur bersama di kost-an, kadang suka rebutan dapur-lah, atau gas habis-lah, dan terutama rasa malu saya pakai dapur tiap Hari, kan kurang enak sama penghuni kamar lainnya.

Belum lagi dilanjut saat saya beserta suami tinggal di kost Jakarta, lebih prihatin lagi, saya masaknya di dalam kamar sempit (lebih kecil dibanding kamar kost kami sewaktu di Bandung).

Kembali ke cerita saya pindah ke Kota baru (rumah 'istana mungil'). Ternyata kejutan dari Allah buat saya dan suami masih berlanjut.
Saya ingat sekali, di malam pertama kami tinggal di 'istana mungil' kami ini, saya & suami (masih) tidur beralaskan karpet busa yang sudah kempes.hikss.... Baru kepikiran akan beli kasur sebulan lagi setelah gajian karena uangnya habis blas. Malam itu kami tidur dengan berteman akrab bersama nyamuk, hawa panas udara di dalam rumah, serta karpet kempes. Teringat saat paginya saya & suami bangun, punggungnya pegal-pegal tiada tara, kulitnya bentol merah dicium nyamuk. Dan kami pun.... hanya tertawa.

Saat itu saya & suami tertawa geli keesokan paginya seraya berbincang, "sayang.....ini sih kecilllll, kita tidur di karpet kempes yang permukaannya sama rata dengan lantai, dibanding cobaan dan ujian yang Allah kasih yang lalu-lalu".

Dan ternyata dari sekian banyak ujian yang sudah Allah berikan dari awal pernikahan kami, tidak kami sangka bahwa di hari kedua kami tinggal di Kota yang baru ini, Allah berikan banyak Rejeki yang datangnya tidak pernah kami duga sebelumnya :


  1. Kami diberi sebuah kasur ukuran queen bed oleh Kakak yang kebetulan hari itu datang menengok adiknya. Ya, sebuah kasur yang masih terbilang baru beberapa bulan lalu dibeli, masih terasa empuk dan enak untuk tidur. Alhamdulillah, jadi di malam hari kedua kami tinggal di istana mungil, kami sudah tidur pakai kasurrrrrrr... hehehe....
  2. Hari dimana kami pindah rumah, saldo di Rekening tabungan hanya tinggal 110.000 rupiah saja. Kemudian kami pergunakan 100.000-nya untuk mengisi token listrik. Dana tabungan kami pun langsung ludes karena sudah digunakan untuk banyak keperluan pengeluaran seperti bayar rumah, biaya pindahan tempo lalu dari Bandung ke Jakarta, biaya lebaran, hingga dipergunakan untuk dana dalam rangka acara pernikahan Adik suami.
  3. Uang Dana tabungan rumah tangga kami bisa dibilang Nol, lebih tepatnya tinggal tersisa 10.000 rupiah saja. Tapi ternyata Allah melihat semua perjuangan rumah tangga kami dari titik Nol, tanpa diduga Allah berikan Rejeki dari arah yang tidak kami sangka sebelumnya. Yaitu dimana seminggu setelah kami pindahan, suami mendapatkan bonus dari kantornya karena proyek perusahaan-nya berjalan lancar. Alhamdulillah. (Dari situ saya semakin yakin, Allah akan selalu menolong hamba-Nya).
  4. Tidak terbayang, kami akan mendapat Rejeki secepat ini. Hanya dalam kurun waktu 1 minggu, kami sudah membeli : 1 unit lemari pakaian 4 tingkat dari Ikea (1,9 juta), 1 unit AC 1,5 PK (5,5 juta), 7 buah box super-duper besar ukuran @30Liter (total harga box 2,3 juta), serta seperangkat lengkap alat masak marble hadiah untuk sang istri yang akhirnya kegirangan punya dapur (2,5 juta). Belum lagi 1 kasur queen bed yang dihadiahi oleh Kakak.
  5. Yang awalnya saldo di Rekening tabungan hanya sepuluh ribu perak sa-ja, tetapi hanya dalam 7 Hari Allah berikan kami : kasur queen bed, lemari pakaian, AC, 7 box transparan super besar, serta 1 set perangkat memasak. Alhamdulillah. Terus terang, kalo saya hitung secara kalkulator, nalar saya & suami langsung geleng-geleng kepala. Gimana nggak coba, uang habis blas, gajian masih sebulan lagi, tapi sudah punya semua barang-barang ini. Dan kami makin yakin, inilah berkah dari Allah. Alhamdulillah.

Read more : Financial journey #2 (Financial advice for married couples)


Perjalanan kami pun masih berlanjut hingga sekarang. Bahkan walau saat ini keuangan rumah-tangga kami sudah pulih kembali, saya tetap menjalankan tanggung-jawab saya untuk selalu memberikan laporan pengeluaran bulanan rumah tangga kami kepada suami.

Dari situ pulalah, mengutip dari ucapan suami : 
"Sisi positifnya Mama nyatetin semua pengeluaran belanja bulanan Kita  dengan detail & dikasih liat ke Papa saat akhir bulan, bikin Papa sebagai suami menaruh percaya pada istri, bahwa bisa mengelola keuangan rumah-tangga dengan bertanggung jawab".

Kalimat sederhananya sih, suami tidak akan men-judge istrinya boros bila suaminya pun tahu persis pengeluaran rumah tangga apa saja yang sudah dikeluarkan oleh istri untuk pemenuhan kebutuhan bulanan rumah tangga (mulai dari belanja sayuran, makanan, jajan, kuliner di cafe, shopping dll).

Dengan istri mencatat pengeluaran bulanan, suami jadi tahu dan paham, bahwa gaji yang ia berikan dipergunakan dengan jelas. Jadi Insya Allah tidak akan ada tudingan pada istri, bahwa istrinya boros. Karena suami tahu dengan sangat jelas, borosnya pembelanjaan untuk penggunaan apa saja.

So, buat teman-teman dan terutama pengantin baru atau ibu rumah tangga yang masih bingung mengelola keuangan rumah tangga, bisa contek tips Perencanaan Keuangan yang sudah pernah Saya ulas sebelumnya. Dan bagi yang mau format Excel Pengeluaran Bulanan Rumah tangga versi saya, bisa kirim email ke saya & nanti akan saya kirimkan form excel-nya ke alamat email Anda.

Semoga sharing pengalaman ini bisa sedikit membawa manfaat ya bagi teman-teman dan para ibu kece.

Read more : Financial Journey #1 (Financial planning)

REVIEW DECATHLON INDONESIA, ALAM SUTRA

Monday, 1 January 2018

Hallo readers. di penghujung tahun 2017 dengan liburan long weekend full 4 hari bersama suami, kami habiskan dengan kedatangan adik ipar yang menginap di istana mungil kami dan disusul oleh Papa & Mama in law (mertua).

Menghabiskan 2 hari berturut-turut weekend seru kali ini, saya dan suami tidak mudik ke Bandung, melainkan kedatangan adik ipar yang ingin ke IKEA untuk pertama kalinya. Terlihat sangat excited nampaknya. Dibuktikan di hari pertama (sabtu) kami bertiga menghabiskan waktu di IKEA selama 6 jam, dilanjut melipir ke Decathlon Indonesia yang baru saja opening di 22 Desember 2017 lalu.

So, kali ini saya ingin membagi keseruan saya, suami & adik muterin Decathlon yang terletak di Alam Sutra. Tepatnya berdiri megah di sebelah kiri IKEA Alam Sutra. Jadi bagi kami yang kakinya sudah super pegel dan puas muterin isi IKEA sambil belanja macem-macem, dengan disambung tawaf di Decathlon, sukses membuat malamnya kaki saya dan suami bersahabat dengan salonpas hahaha....




Mendengar berita bahwa Decathlon akan buka di Indonesia saja, sudah kegirangan. Gimana nggak, kalau akhirnya perusahaan perlengkapan olahraga raksasa asal Perancis, membuka bisnisnya di Indonesia. Decathlon sendiri berdiri pada 1976 serta merupakan salah satu ritel peralatan olah raga ternama di dunia yang memiliki lebih dari 1.200 toko yang beroperasi di lebih dari 35 negara. Di Decathlon sendiri, mereka memproduksi alat-alat olahraga dari 60 cabang olahraga.

Decathlon di Indonesia juga memproduksi untuk ekspor dan memenuhi pasar lokal oleh produksi lokal “Buatan Indonesia”.
Decathlon Indonesia ini juga akan membuka beberapa toko “omnicommerce” di 35 kota dan meliputi semua pulau di Indonesia.
Di samping itu sepertinya Decathlon akhirnya dibangun di Indonesia karena terlihat antusiasme masyarakat perkotaan yang sering kita lihat di jaman sekarang sudah lebih memilih gaya hidup sehat ketimbang weekend jalan-jalan dan makan (kurang) sehat di mall tanpa di-imbangi pengeluaran kalori. Hal ini juga didukung dengan semakin banyaknya taman bermain dan taman terbuka hijau di perkotaan yang bisa menjadi tempat beragam aktivitas bermain dan berolah raga.

FOR INDONESIAN, BY INDONESIAN, TO MAKE SPORTS ACCESSIBLES TO THE MANY

Saya sendiri pertama kali kesana dengan berjalan kaki tidak lebih dari 5 menit dari IKEA, sudah tiba di basement parkir mobil. Lalu menaiki anak tangga ke lantai 1, langsung masuk ke pintu masuknya yang dihiasi dengan kalimat penyemangat berolahraga dengan dinding kontras berwarna biru ciri khas Decathlon.

Saat masuk, langsung terlihat cukup luas pemandangan rak-rak alat-alat olahraga. Dari mulai kaos bola, sarung tangan, tenda kemah, lanjut ke rak-rak berikutnya tergantung rapih baju aerobik, barbel, celana basket pria, peralatan pingpong hingga baju balet balerina super lucu juga tersedia. Memang sih tidak terlalu luas besaran ruangannya, cukup-lah untuk memajang perlengkapan olahraga tanpa harus berjalan super pegal seperti di IKEA. 

Agar lebih jelasnya, berikut foto hasil jepretan amatir saya saat berkunjung kesana :



















Bisa sambil main bulu tangkis di indoor




di basement juga tersedia lapangan olahraga yang bisa kamu dan teman-teman pergunakan....gratis

Dan akan masih ada banyak produk-produk olahraga menarik lainnya disini. Sepertinya next month harus di-agenda-kan untuk kesini lagi, dan muterin serta dilihat satu per satu barang-barang olahraga yang dipajang, karena kemarin terus-terang belum puas karena hanya sebentar dikarenakan sudah mendekati magrib dan kaki sudah super pegal. Oh ya, jangan lupa ya kalau kesini, bawa kantong belanjaan sendiri, karena disini tidak disediakan plastik untuk membawa Barang belanjaan kita setelah Kita membayar di kasir. Tapi disediakan pula kantong belanjaan yang bisa kita beli dengan harga 18.000 rupiah. Lumayan bisa digunakan kembali untuk membawa belanjaan dari pasar karena kapasitasnya yang lumayan sedang ukurannya.

So, untuk yang masih bingung minggu depan mau kemana, bisa nih Decathlon jadi salah satu destinasi baru untuk cuci-mata. Jangan lupa pakai pakaian dan sepatu yang nyaman ya, siapa tau mau mencicipi main basket, futsal, pingpong di sore harinya. Semangat dan selalu Hidup sehat nomer 1 ya.

Resep Schotel macaroni keju kukus

Saturday, 23 December 2017

Assalamualaikum ibu-ibu kece.
Long weekend (again) di Desember ini, saya praktek bikin Mac n cheese alias Macaroni schotel. Tapi untuk cara bikinnya kali ini, tidak saya panggang (karena lagi males ngebuka oven yang watt-nya tinggi hihihi...) melainkan saya kukus.

Alhamdulillah-nya, suami langsung komen dengan jujur : rasanya enak endolita, gurihnya pas, takaran susu-nya pas jadi nga bikin eneg, cheesy (kejunya) terasa, terutama... Istrinya BERHASIL bikin macaroni schotel kukus ini.horreee.. 🤗
Nah, jadi kali ini saya ingin berbagi resep macaroni schotel panggang ala Nyonya Andelane.hehehe...

Porsi : untuk adonan 5-6 ramekin (5-6 cetakan keramik untuk macaroni).

Bahan-bahan :
  1. macaroni mentah 150 gr.
  2. Bawang putih 5 butir cincang halus.
  3. Bawang Bombay secukupnya potong tipis memanjang.
  4. Susu putih UHT 150 cc.
  5. Wortel cincang kecil halus.
  6. Jamur 2-3 lembar, cincang kasar 
  7. Sosis 1 buah / baso 3 butir (cincang kasar). Bila tidak ada, bisa diganti daging cincang (Saya pakai daging ayam cincang).
  8. Kornet beef pronas 1 bungkus.
  9. Telur 2 butir
  10. Lada / merica bubuk
  11. Penyedap rasa : royco rasa sapi / totole rasa jamur.
  12. Keju parut 
  13. Keju kraft mudah lumer.
  14. Terigu 2 sdm
  15. Mentega (untuk olesan ramekin).

Cara membuat :

  1. Rebus macaroni (rebus dan berikan 3 sdm minyak & taburan garam agar tidak lengket saat ditiriskan). Jangan terlalu matang.
  2. Kocok telur : (Telur 1 butir + campurkan terigu & susu putih, kocok) & (telur 1 butir kocok lepas).
  3. Masukkan mentega 2 sdm ke dalam Teflon.
  4. Masukkan : bawang putih & bombay oseng rata hingga harum.
  5. Masukkan potongan wortel + jamur + daging cincang (sosis/ baso) + kornet aduk rata.
  6. Masukkan telur yg sudah dicampur terigu & susu putih cair 150 ml. Aduk rata.
  7. Berikan taburan : merica bubuk, penyedap rasa sesuai selera, tes rasa. Aduk rata.
  8. Masukkan makaroni yang sudah ditiriskan, campur rata.
  9. Masukkan kocokan telur, aduk hingga tercampur seluruhnya, tes rasa kembali.
  10. Setelah matang, biarkan hangat sejenak. Kemudian taburi keju parut.
  11. Masukkan ke dalam cetakan ramekin (jangan terlalu penuh, karena nanti untuk taburan keju).
  12. Masukkan ke dalam kukusan yang sebelumnya sudah dipanaskan & siap digunakan. Jangan lupa tutup kukusan dibungkus kain, agar air tidak menetes ke adonan.
  13. Kukus selama 35 menit. Setelah 35 menit berlalu, buka kukusan lalu taburi lagi taburan keju kraft parut mudah leleh
  14. Tutupi kembali & kukus selama 10 menit.
  15. Setelah matang & terlihat keju meleleh, angkat & sajikan dengan taburan persley serta saos sambal.

Selamat mencoba & happy long weekend.

Custom Post Signature

Custom Post Signature