Top Social

LONG VACATION AT SINGAPORE (CHAPTER 1)

Wednesday, 11 April 2018

Tepat seminggu lalu saya dan suami silaturahmi (kembali) ke Singapura. Untuk kunjungan kami kali ini terbilang beda. Bukan lagi hanya sekedar jalan-jalan santai mejeng dan berfoto ria, tetapi tujuan utamanya adalah ke Universal Studio Singapore (USS) horeeeee!! Untuk cerita kunjungan kami ke USS, di artikel berikutnya ya, akan saya tulis.

Terus-terang liburan kami ke SG untuk kali ini, awalnya dengan niatan liburan mumpung suami punya libur menjelang pindah kerja ke perusahaan baru, sekalian mumpung passport suami mendekati expired (6 bulan sebelum masa berakhir passport). Ehh nggak tahunya suami punya ide untuk liburan kali ini kita ke Universal Studio. Kapan lagi kami berdua punya waktu kosong panjang seperti ini. Maka tak tanggung-tanggung, kali ini kami liburan panjang hampir seminggu di Singapura. 

Di tahun-tahun sebelumnya liburan kami ke Singapore, biasanya kami menggunakan Air Asia, tapi kali ini saya & suami mencoba maskapai baru yaitu Scoot Airlines. Dan tentu saja seperti biasanya kami mengandalkan pemesanan tiket pesawat & booking penginapan menggunakan Traveloka. Konsumen setia Traveloka nih ceritanya!


Dan liburan kali ini pula, suami mempercayakan saya untuk memilih tempat menginap. Terus terang saya dan suami memiliki prinsip yang sama, bahwa untuk penginapan kami cukup mengandalkan Hostel yang sering digunakan oleh backpackers. Dengan itu kami bisa saving dana penginapan dengan jumlah lumayan (bila dibanding dengan booking hotel). Dana lebihnya toh bisa kami peruntukkan untuk pos jalan-jalan & kuliner.
Lagipula penginapan toh hanya kami gunakan untuk tidur malam saja, seblebihnya dari pukul  10 pagi hingga tengah malam, dipastikan saya dan suami akan menjelajah tempat-tempat di negara tersebut.

So, selama di Singapura, dengan bantuan booking via Traveloka, saya memilih 7 Wonders Hostel yang terletak di Jalan Besar. Dari segi lokasinya juga hanya berjarak 600 meter dari stasiun MRT Farrer Park. Dan di dekatnya pun terdapat City Square Mall dengan berbagai toko seperti Uniqlo, Decathlon hingga Foodcourt Republic yang lumayan cukup besar.

Keuntungan lainnya kami memilih 7 Wonders Hostel yang berada di kawasan Farrer Park, antara lain :

  • Selain kawasan tersebut juga lumayan banyak dihuni muslim (jadi suami bisa solat Jumat-an), 
  • Farrer Park juga dekat pula dengan Mustafa Center. Tentu itu juga keuntungan bagi kami yang biasanya dulu saat kami travelling sebelumnya, kalau mau ke Mustafa harus terburu-buru hanya karena mengejar MRT jam terakhir (jam 11 malam).
  • Nah untuk kali ini, walau kami menjelajah Singapura seharian hingga mendekati jam 11 malam pun, kami tidak perlu khawatir mengejar MRT jam-jam terakhir, karena cukup dengan menaiki MRT jurusan Farrer Park, kami bisa sekalian pulang. Sesampainya disana, kami sekalian puas -puasim muterin Mustafa Center bahkan bisa hingga jam 2 malam dini hari, karena Mustafa center buka 24 jam.
  • Selesai memborong gadget & cokelat, kami jadi hanya tinggal jalan kaki sekitar 500-700 meter ke tempat penginapan (tanpa harus kebingungan nggak dapat MRT / pun ngejar bus malam untuk pulang.

7 Wonders Hostel
Address257 Jln Besar, Singapore 208930
Phone+65 6291 3774

Free breakfast every morning (7.30 am - 9.30 am)

Sesampainya kami di hostel pukul 3 sore, pas dengan waktunya check-in, kami sempatkan beristirahat sejenak. Lanjut sore harinya kami menuju Bugis street. Rencananya untuk menikmati makan malam bersama Hafiz, sahabat baik kami yang tinggal dan menjadi warganegara disana.
Tak perlu lama untuk kami memilih tempat makan, kali ini kami memilih menu ringan dimsum rekomendasi Hafiz, dan rasanya enak. Cukup untuk menganjal perut di malam hari, tapi tidak kekenyangan.

Menikmati makan malam dimsum sembari bertemu kangen



Setelah kenyang menyantap dimsum, lanjut Hafiz mengajak kami menikmati menu Dessert 
di Dessert First





Menu dessert di kedai es ini terbilang cukup terkenal di banyak kalangan bule, bahkan hingga mendekati larut malam pun, kedai dessert first satu ini masih dipenuhi oleh penggunjung. Selain varian minuman dinginnya banyak pilihan yang tentu saja menyegarkan, cemilannya pun juga unik-unik. Cemilan tepat menyudahi perjalanan kami hari pertama di Singapura dengan cuacanya yang cukp panas walau malam hari. 


Dan akhirnya tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan kami harus bergegas ke stasiun MRT menuju Farrer Park.

2 comments on "LONG VACATION AT SINGAPORE (CHAPTER 1)"
  1. scoot airlines kalo dibandingin sama airasia gimana mbak? aku dulu pernah pengen coba2 scoot, tapi bagasinya mahal banget.. sedangkan aku selalu pesen bagasi kemanapun aku pergi. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya bandingkan antara air Asia sama scoot :
      dari sisi pelayanannya: scoot nga beda jauh Mba sama AirAsia.
      Pramugari-pramugaranya ramah2 tipe2 asia-chinesse.

      Dari tipe seat-nya memang lebih sempit dikit sih. Tapi overall nyaman2 saja buat yg bertubuh singset Indonesia hehe...

      Until bagasi, kemarin Saya nga ambil yg bagasi Mba. Cukup koper kabin saja. Dan bagian kabinnya pun klo menurut saya terbilang cukup luas ya, soalnya Scoot itu Kan sebenernya pakai pesawat lama Singapore airlines. Jadinya dapat 'lungsuran pesawat' Boeing yg terkenal kapasitasnya yang besar (jadi bukan pesawat kecil).

      So, kesimpulannya, yaa nampaknya maskapainya Pelayanannya bagus2 saja, karena jg membawa 'nama maskapai sisternya'.

      Delete

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post Signature