Top Social

FINANCIAL JOURNEY #1 : FINANCIAL PLANNING

Monday, 13 November 2017

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin menulis tentang Keuangan Rumah tangga yang selama ini saya kelola. Tapi pada akhirnya baru muncul trigger buat nulis setelah minggu kemarin bikin status di IG, eh tau-taunya ada yang nge-DM serta whatsapp dan nanya gimana sih cara saya me-manage keuangan dan pengeluaran rumah tangga, padahal saya hanyalah Ibu rumah Tangga plus mereka heran kok masih bisa jalan-jalan liburan (travelling) keluar kota bahkan keluar negeri. 

Awalnya, saya hanya jawab sebisa saya. Tapi setelah ada beberapa orang yang nanya dengan inti pertanyaan yang sama, 'How I manage my money'. Jadinya menelurkan ide untuk saya jabarkan dengan super jelas di blog kesayangan.

Jadi awalnya saat 1 bulan sebelum menikah, saya sudah mengajak calon suami untuk mulai membahas tentang Konsep Pengeluaran Rumah Tangga kami nanti. Alhamdulillahnya, calon suami nggak menolak, justru mendukung.

Makanya saya langsung buatkan Pos pengeluaran (normal) dalam Rumah tangga kebanyakan di Indonesia (saya bisa tahu macam-macam pengeluaran rumah tangga sebelum nikah, soalnya saya sudah hidup tanpa Ibu 20 tahun lebih, so alhasil pengeluaran apa saja yang biasa dikeluarkan sebuah rumah tangga, saya tahu jelas. Uangnya sih yaaa masih pake uang Papa saya hehe...).

Berikut saya jabarkan penggunaan keuangan Rumah tangga kami. Semoga bermanfaat.

PEMASUKAN RUMAH TANGGA

Dikarenakan saat ini saya sedang tidak bekerja, maka sumber pemasukan Rumah tangga ada di tangan suami. Di setiap tanggal 25 setiap bulannya, adalah tanggal Suami tercinta gajian.

Yap, suami dengan berbaik hati selalu memberi tahu tanggal beliau gajian. Jadi, saat tanggal 25 pagi hari, senyum istri akan merekah bak taman bunga 1 taman. Kenapa? Soalnya di pagi hari setibanya suami sudah di kantor, ia akan mengirimkan pesan paling romantis dengan kalimat, 
"Mama sayang, ini ya Papa sudah transfer (nominal sekian) untuk kebutuhan bulanan rumah tangga ke Rekening Mama. Tolong diatur dengan baik ya. Papa percaya sama Mama sudah mengatur keuangan keluarga kecil kita"

Terus terang saya termasuk penggemar berat pengguna layanan dari BANK CIMB NIAGA, karena banyak sekali kemudahan yang saya temukan, dari mulai fasilitas mobile Banking-nya yang mobile friendly, hingga internet Banking yang menu-menunya amat sangat mudah saya pakai.

Salah satu kelebihan lainnya, m-Pin untuk bertransaksi langsung masuk ke HP kita via SMS (tidak perlu repot-repot kita harus membawa token kemana-mana).
Saya nga suka ribet bawa token, kalo tiba-tiba ilang/ jatuh malah bikin tambah repot.


PENGELUARAN RUMAH TANGGA

1ZAKAT & SEDEKAH

Bagi saya dan suami, kami sudah sepakat bahwa Zakat dan Sedekah tidak kami masukkan ke budget pengeluaran bulanan (terpisah). Jadi di saat suami sudah menerima gajinya, maka langsung akan dipotong untuk Zakat & Sedekah hari itu juga dan langsung dilakukan.
Dengan begitu, setiap tanggal 25 (saat suami men-transfer sejumlah dana untuk pengeluaran bulanan ke Rekening Istri), itu sudah murni 100% untuk tabungan wajib + pengeluaran rutin bulanan.


2. TABUNGAN WAJIB  55%

Setelah saya menerima dana untuk pengeluaran Bulanan Rumah tangga, maka saya akan langsung memasukan dana sebesar 55% dari keseluruhan dana yang diterima pagi itu, untuk saya masukkan ke Rekening Tabungan Wajib.

Saya memang sengaja membuat 2 Rekening bank terpisah di Bank Cimb Niaga disertai kartu Debit, sehingga uang yang akan saya investasikan ini (55% dari pemasukan) tidak tercampur dengan uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Rekening terpisah tersebut, masing-masing dipergunakan sbb :
  1. Rekening A   :  untuk pengeluaran harian & belanja bulanan dalam sebulan pengeluaran,
  2. Rekening B : Tabungan Wajib, yang dimana khusus saya peruntukkan untuk menyimpan sejumlah dana dengan Nominal tertentu (tiap bulannya nominal yang kita masukkan tetap dan tidak berubah). Dana tersebut juga tidak boleh dipergunakan untuk kebutuhan bulanan. 
Tabungan wajib (Saldo di Rekening B) hanya akan kami gunakan untuk hal-hal yang dalam pengunaannya nanti memerlukan dana besar dalam sekali pengeluaran, seperti : 
  • keperluan membayar rumah dalam jumlah besar
  • dana liburan (meliputi pembelian tiket pesawat, booking hotel)
  • penukaran mata uang Rupiah bila kami perlu untuk menukarnya dengan mata uang asing.
  • untuk wisata kuliner selama liburan.
  • Dana darurat :bila sewaktu-waktu kami sakit ataupun harus ke Dokter gigi
Jadi hukumnya BIG No No bagi kami untuk memakai Dana Tabungan Wajib untuk pengeluaran belanja kebutuhan rutin bulanan.

#NoteToMyself untuk Pos pengeluaran diatas masih bisa saya revisi di kemudian hari bila kelak sudah hadirnya anak (Amin ya Allah). Saya kepikiran bila nanti anak kesayangan kami sudah hadir, maka Pos Tabungan Wajib akan dipecah lagi menjadi 25% Tabungan Wajib & 30% Kebutuhan anak tentunya.

3. BIAYA HIDUP 30%

Untuk Biaya hidup disini kami menggunakan 30% dari pemasukan yang di dapat.
Dan biaya hidup ini akan saya pecah untuk beberapa sub-pengeluaran seperti :
  1. Belanja harian : saya pergunakan untuk belanja sayuran, daging-dagingan, buah-buahan, rempah-rempah. Sekedar catatan, untuk menghemat dana belanja, saya selalu masak di rumah Senin - Jumat.
  2. Keperluan dapur : minyak goreng 2 liter, beras merah, kecap, penyedap masakan, serta bumbu-bumbu dapur lainnya yang diperlukan untuk memasak sehari-hari. 
  3. Kebutuhan rumah tangga : seperti membeli pengharum pakaian, pengharum ruangan, cairan pembersih kamar mandi, dll.
  4. Kebutuhan pribadi : meliputi toiletries seperti sabun mandi, shampo, sikat gigi, pasta gigi.

4GAYA HIDUP 15%

Tidak dipungkiri, saya dan suami juga masih senang untuk jajan, makan diluar atau istilahnya wisata kuliner ceria saat kami pulang ke Bandung. Kenapa, karena dengan belum hadirnya Bayi sehat nan menggemaskan di tengah-tengah rumah tangga kami, maka salah satu cara kami Bahagia yang dengan Ma-Kan!.ahahahaa... 

Ya, terus-terang, hingga sudah menikah pun, kami berdua masih sangat hobi makan diluar. Entah itu hanya sekedar istrinya doyan beli lumpia basah 2 porsi sekaligus sekali makan, dan suami seneng ngemil shinlin saat nonton bioskop, dan ditambah jajan-jajanan rakyat seperti gorengan, atau sesekali go-food, delivery pizza ataupun ngemil apple pie McD.
Itulah mengapa saya masih ngotot bikin pos jajan, secara kalau sudah pulang ke Bandung....kuliner enak bertebaran dan bikin lidah ini bergoyang ngiler. Dan tidak lupa juga kami masih menyempatkan untuk membeli makanan untuk Orangtua. 
"Do not save what is left after spending, but spend what is left after saving." -- Warren Buffet

Bersyukurnya, saya dan suami bukanlah tipe konsumtif harus membeli baju baru setiap bulannya atau makan di cafe setiap malam minggu. 
Kami bisa terlihat hanya pakai baju itu-itu saja, kaos kesayangan yang itu-itu saja. Tetapi pakaian yang kami pakai kenapa masih terlihat bersih dan bagus.... karena saat kami membeli pakaian, saya dan suami akan membeli baju dengan kualitas bahan yang baik, sehingga akan bernilai pakai tinggi (awet dipakai).

Seperti contohnya untuk :
  • t-shirt : saya & suami sudah jatuh hati dengan 1 merk : Uniqlo. Koleksi kaos kami berdua di dominasi merk Uniqlo karena menurut saya kualitas bahan kain Uniqlo lebih bagus, tebal, menyerap keringat dan awet dipakai, bila dibanding dengan HnM ataupun Giordano (kedua merk tersebut bahan kainnya tipis sehingga saya harus double pakai tank-top lagi, setelah dicuci 3x saja sudah muncul serabut kain). Disamping itu kami membeli kaos serupa dengan beberapa varian warna sehingga tidak bosan & bisa di mix n match.  Selebihnya adalah kaos-kaos suvenir saat kami travelling atau oleh-oleh keluarga. 
  • Baju resmi : Dikarenakan kami tinggal diluar kota dan memiliki banyak teman di Bandung, maka setiap kali ada acara resmi (undangan pernikahan), tentu saja kami akan sulit untuk bisa hadir. So, pakaian resmi menjadi salah satu jenis pakaian yang akan jarang kami kenakan.
  • Baju pergi / jalan-jalan : mungkin karena saya & suami punya mental dan pemikiran, "nyaman nomer 1", jadinya setiap kami pergi liburan atau mengunjungi orangtua di Bandung, kami akan memakai pakaian yang menurut kami nyaman dan yang penting masih sopan, dikarenakan kami masih menjadi penggemar setia akomoda travel setiap kami pulang ke Bandung. 

Walau di sisi lain, Saya tidak menampik bahwa saya juga ingin memiliki sendiri uang di tangan. 
Selain uang jajan yang juga rutin suami berikan untuk saya (alhamdulillah....makasih Pa, sering-sering ya kasih Mama uang jajan. Nanti Mama doain rejeki Papa lancar, halal, berlimpah.amin), saya juga masih mencoba untuk usaha berjualan (jasa titip Ikea).

Kegiatan berjualan ini saya lakukan, selain untuk mengisi waktu, juga keuntungan yang saya dapat bisa saya pergunakan untuk bersedekah sendiri serta memenuhi kebutuhan rutin bagi perempuan yang tidak berlebihan.

Dan selama menunggu hadirnya momongan, saya dan suami sepakat akan terus berikhtiar mencari rezeki dengan jalan halal dan baik serta istiqomah rutin bersedekah.
Karena saya ingat sekali dengan nasihat Papa, bahwa dengan cara sedekah, maka Allah akan menjaga Rumah tangga kami, menjaga apa yang kami makan dan menjadi berkah (bukan penyakit) serta menolak bala (cobaan berat). amin ya rabal'alamin.
Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature