Featured Posts Slider

Tanggal cantik

Sunday, 21 December 2014
21 - 12 - 14.



Tanggal yang cantik menurut saya. Di luar dari permainan angka yang dibalik 21 dan 12 tahun 2014.
Saya katakan tanggal cantik, karena hari ini adalah hari minggu, dimana semua anggota keluarga berkumpul, selain dalam rangka mengucap syukur atas masih diberikannya kesembuhan bagi saya, dan juga hari yang baik mengawali semua langkah yang baik pula.amin.

Rasanya seperti baru 5 hari yang lalu, saat badan dituntut untuk sehat, tetapi sakit Demam berdarah berkolaborasi dengan tipes pun tak bisa ditolak kedatangannya.
Dalam kurun waktu 4 hari, badan dipaksa makan banyak, cairan infus ber-ribu-ribu cc, demi trombosit yang harus naik, sehingga Tanggal cantik hari ini, bisa terlaksana, berkumpul dengan Mbak dan Mas yang jauh-jauh menyediakan waktunya untuk pulang ke Bandung, melepas kangen saudara kandung dan keponakan tersayang yang super lincah dan nga-ngenin.

Alhamdulillah banyak terucap hamdallah yang diucap. Sebuah pertemuan sederhana berkumpulnya semua anggota keluarga lengkap yang selalu saya nanti-nantikan. Rumah yang hidup, ada suara canda, tawa, dentingan piring, sendok-garpu, suara lincah keponakan tersayang, semua anggota keluarga ini berkumpul, maka dari itu membuat Tanggal cantik ini begitu indah bagi saya, apalagi ditambah dengan acara kali ini yang membuat saya semakin percaya, bahwa Allah memang selalu menyimpan yang paling Terindah di saat yang tepat. Alhamdulillah.

Semoga Tanggal cantik ini menjadi penutup bahagia bagi saya dan keluarga di penghujung 2014 ini, dan menjadi awal dari pintu kebahagiaan saya di awal tahun 2015 dan seterusnya, yang sudah disiapkan Allah di depan sana.amin.

My story begin.
Bandung,
-Lana-


Read more : My Pre-Journey



My favorite fashionista

Wednesday, 12 November 2014
Fallin' in love for the 1st sight to Kristina Bazan.

100%!! my favorite fashion blogger & model.
Wajah-wajah wanita yang selalu jadi imajinasi tersendiri untuk diri sendiri (walau mungkin harus operasi plastik ya). Dengan ciri-ciri spesifik seperti yang tergambar dibawah ini :



  • Air muka yang dingin (mungkin wajah wanita tipe-tipe Rusia yang dingin)
  • Rambut panjang lurus dan diikat ekor kuda.
  • Wajah dengan bentuk bulat
  • Pipi yang sedikit chubby dengan tulang pipi yang pendek.
  • Mata kucing / mata kecil yang masuk ke dalam (cat eyes).
  • Dagu yang sedikit oval (tidak terlalu bulat).
  • Alis mata yang tebal dengan lengkungan yang rapih (dan tidak terlalu tajam).
  • Eyeliner hitam
  • Menggunakan eyeshadow abu-abu di mix baby blue




Waaa... I love it! Really really love it!

Mungkin kalau cari pembanding, aktris / wanita lain dengan wajah setipe dan sangat saya suka itu, contohnya seperti : Olsen bersaudara or Selena Gomez.



Kisah Ayah & Anak Menemukan ‘Surga’

Thursday, 7 August 2014


Kisah Ayah & Anak Menemukan ‘Surga’



Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang membaca koran…

anak : “Ayah, ayah,” kata sang anak.
“Ada apa Nak?” tanya sang ayah.
“Aku capek, sangat capek. Aku capek karena aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek. Aku mau menyontek saja! Aku capek. Sangat capek.

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat capek.
Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung. Aku juga ingin jajan terus!

Aku capek, sangat capek, karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedang mereka seenaknya saja bersikap kepadaku.
Aku capek ayah, aku capek menahan diri. Aku ingin seperti mereka yang terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah!” Begitu sedihnya, sehingga sang anak pun mulai menangis.
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata: ”Anakku, ayo ikut ayah. Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu.”
Lalu sang ayah menarik tangan sang anak, kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang.
Lalu sang anak pun mulai mengeluh ”Ayah kita mau kemana sih?? Aku tidak suka jalan ini. Lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang. Aku benci jalan ini ayah!” Sang ayah hanya terdiam. Mereka pun tetap berjalan terus.

Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu - kupu, bunga bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka sekali tempat ini!” Sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah,” ujar sang ayah. Si anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah engkau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah?”
” Tidak tahu Ayah, memangnya kenapa?”
“Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu.”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya, Yah?”
”Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? Aku tidak tahu apa yang harus dimengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga dan akhirnya semuanya terbayarkan? Ada telaga yang sangat indah, seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa-apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku.”
” Tapi Ayah, bersabar itu tidak mudah. ”
”Ayah tahu. Oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada Ayah dan Ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi ingatlah anakku, kami tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri. Jadilah pribadi yang kuat, yang tetap tabah dan tawakkal karena kau tahu ada Tuhan di sampingmu. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Nah, kau tahu akhirnya kan?”
”Ya Ayah, aku tahu.. Aku akan mendapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih Ayah, aku akan tegar saat yang lain terlempar.”
 Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Sahabat Family Guide, kita tidak tahu seberapa besar cobaan dan rintangan yang Tuhan berikan pada kita. Tapi sahabat mesti tahu, Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuataan hambanya. Teruslah berdo'a, tawakal dan pasrah akan kehendak-Nya karena semua telah dituliskan. Sekecil apapun amal ibadah yang kita lakukan akan dibalas beribu-ribu kali lipat, begitu juga sebaliknya.
Jangan terlena oleh kehidupan duniawi yang semu ini, karena kita hanya hidup sementara saha dan akan kembali kepada-Nya.

Tuhan Maha Mengetahui atas segalanya.
Kesabaran akan membuahkan hasil yang indah.
Ingat sahabat, Tuhan sangat menyukai orang-orang yang sabar.
Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang yang sabar dan mendapat cinta-Nya.

#source : Family Guide

Resep Cheese Cake

Wednesday, 2 July 2014
Lagi sukaaaaa banget makan cheese cake.
Rasanya tiap kali makan cheese cake berasa kayak bangsawan.ahahaha..


Cheese Cake


Bahan Alas:
200 gram biskuit marie, blender hingga lembut
120 gram mentega tawar

 Bahan cheese cake :
400 gram cream cheese
60 gram gula halus
1 sendok makan tepung maizena
2 butir telur
1 sendok makan air jeruk lemon
1 sendok teh gelatin

Toping:
60 gram blueberry, potong-potong
60 gram stroberi, potong-potong
60 gram blackberry/dewberry
60 gram raspberry


Cara Membuat:

  1. Alas: Campur biskuit marie yang telah dihaluskan dengan mentega tawar. Aduk rata.
  2. Siapkan loyang diameter 18 cm yang telah diolesi dengan sedikit margarin. Tuang adonan biskuit, ratakan dan tekan-tekan hingga padat. Sisihkan.
  3. Cheese Cake: Kocok cream cheese dengan gula halus menggunakan mixer kecepatan rendah   hingga lembut.
  4. Tambahkan telur, tepung maizena, air jeruk lemon, dan gelatin. Aduk hingga tercampur rata.
  5. Tuang adonan cheese cake di atas adonan kulit. Ratakan.
  6. Panggang di dalam oven bertemperatur 160 derajat celcius selama 45 menit atau hingga matang. Angkat, dinginkan.
  7. Simpan cheese cake di dalam kulkas selama 4 jam. Potong-potong. Tambahkan topping potongan buah berry di atasnya.
  8. Atur di atas piring saji. Hidangkan.
Untuk 12 Potong ya.
Selamat mencoba!

Perawatan kura-kura brazil

Monday, 30 June 2014

Banyak sebab mengapa kura-kura bisa terluka. Luka pada kulitnya cukup mudah diobati dengan betadine maupun obat-obatan penutup luka lainnya. Tapi bagaimana dengan luka pada tempurung? Luka pada tempurung bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya akibat gigitan kura lainnya, gigitan hewan predator, tergores dekorasi akuarium, gejala pembusukan tempurung (SCUD/Septicemia), dan lain sebagainya.

Jika anda melihat tempurung (karapas/plastron) kura-kura Brazil anda terluka, lakukan langkah-langkah di bawah ini:
1.       Ambil kura dari air/habitat dan perhatikan di cahaya terang untuk memastikan ada-tidaknya pendarahan. Jika terjadi pendarahan, ambil kain bersih atau kapas steril yang kering dan tekan lembut bagian yang terluka hingga pendarahan berhenti.
2.       Saat anda menghentikan pendarahan, lakukan hal berikut:
o    Basuh bagian yang terluka dengan air hangat sambil digosok dengan sikat gigi halus untuk membersihkan dari kotoran. Kemudian teteskan betadine/obat luka pada bagian yang berdarah dan biarkan kering selama beberapa menit. Jika kura anda meronta, biarkan dia menggigit kain yang bersih hingga dia diam.
o    Letakkan kura di wadah yang hangat, kering, dan agak gelap untuk mengurangi depresi dan stres kecuali saat dia makan. Tempatkan kain bersih atau kapas yang kering di bagian alasnya. Diamkan minimal 4 jam hingga lukanya kering.
o    Ulangi pembersihan luka dan pengobatan dengan betadine sampai lukanya benar-benar kering. Periksa lukanya setiap hari, jika tercium bau tidak sedap pada bagian luka segera hubungi dokter hewan terdekat. Bau tidak sedap atau bau busuk adalah tanda dini dari infeksi.
3.       Perhatikan apakah bagian tempurungnya lunak? Apakah berbau tidak sedap? Apakah tempurung berubah warna? Jika iya, segeralah bawa kura anda ke dokter hewan terdekat untuk pengobatan lebih lanjut.


Untuk selfnote sendiri buat kura-kura kesayangan Trio M (Mimo, Miko, Rino).
Takut kalo nanti sakit huhu.... :

Kisah sedekah (ke hewan) dan hikmahnya

Wednesday, 25 June 2014


Kisah Sedekah Pada Kucing
(copy dari email kiriman artikel tentang sedekah).

Sepasang suami-istri dikaruniai seorang anak pada tahun pertama masa pernikahannya. Tentu saja, mereka sangat gembira dengan anugerah Allah tersebut karena memiliki anak termasuk salah satu harapan besarnya. Akan tetapi, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Allah Swt berkehendak menimpakan penyakit aneh kepada sang anak yang masih bayi itu. Berbagai ikhtiar pengobatan telah dilakukan kedua orang tuanya. Namun, pengobatan seakan takberdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang Anak se-makin memburuk.

Tidak hanya keadaan anaknya yang semakin memburuk, keadaan ibu-bapaknya pun menjadi buruk akibat kesedihan dan besarnya energi yang dikeluarkan untuk mengobati anak semata wayangnya itu. “Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati karena kami merasa takberdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami,” ujarnya.

Ketika kondisi sang Anak sudah sangat mengkhawatirkan, ada seseorang yang menunjukkan kepada pasangan muda ini seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal. Mereka pun segera mendatangi dokter tersebut. Saat tiba di tempat praktik dokter itu, demam anaknya semakin tinggi.

Dokter itu pun berkata, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, kemungkinan besar dia akan meninggal esok hari.”

Keduanya kembali bersama sang Anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang tubuh sang Ayah memikirkan anaknya hingga kelopak matanya tak mampu terpejam tidur malam hari.

Untuk menenangkan diri, dia pun segera shalat dan memohon jalan terbaik kepada Allah. Setelah selesai shalat, dia langsung pergi dengan wajah bermuram durja meninggalkan istrinya yang menangis sedih di dekat kepala anaknya.

Ayah muda ini terus berjalan di jalanan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk anaknya. Tiba-tiba, dia teringat pada sebuah hadits Rasulullah saw. tentang sedekah yang berbunyi, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.”

Namun, dia bingung, siapa yang harus dia temui pada waktu malam seperti ini. Dia bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan dikatakan oleh tuan rumah kepada dia jika dia melakukan itu?

Dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba, ada seekor kucing kelaparan yang mengeong di kegelapan malam. Dia pun segera teringat pada pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah saw, “Apakah berbuat baik pada binatang kami ada pahalanya?”

Rasulullah menjawab, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Tanpa pikir panjang, dia pun segera kembali ke rumah, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.

Dia menutup pintu belakang rumahnya. Suara pintu itu bercampur dengan suara istrinya yang bertanya, “Mengapa kamu telah kembali dengan cepat?” dia pun bergegas menuju ke arah istrinya dan mendapati wajah sang Istri telah berubah. Dari permukaan wajahnya, terlihat raut kegembiraan.

Wanita muda itu berkata, “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba, ada seekor burung hitam yang sangat besar dari langit yang terang hendak menyambar anak kita untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat? Tiba-tiba, muncul seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya terlibat perkelahian sengit. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu karena si burung badannya gemuk. Namun, akhirnya burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.”

Mendengar cerita istrinya, dia hanya tersenyum. Melihat suaminya, sang Istri menatap ke arahnya dengan terheran-heran.

Keduanya lalu bergegas mendekati anaknya. Dilihatnya demam sang Anak sudah mereda dan matanya sudah mulai terbuka. Esok harinya, sang Anak sudah mau makan dan sehat seperti sedia kala.

SUBHANALLAH…!!

” Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang doa ketika Allah menunda ijabah doa itu. Dialah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya kepadamu, bukan menurut pilihan seleramu. Kelak, pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki. ” (Ibnu Atha’ilah)

Semoga ALLAH ijabah semua apa yang kita kehendaki, dan semoga Allah bimbing kita dalam keistiqomahan dalam meraih naungan-Nya. Aamiin..
Semoga Bermanfaat



Seribu Peta Negeri Amedeo

Thursday, 3 April 2014
|  Part 1   


This is my 2nd novel : a thousand map of Amedeo

21 September 3010

Saat itu cuaca di luar sangat dingin. Aku memaksakan diri untuk berlari dengan kencangnya seperti menembus angin malam yang menusuk sekujur tubuhku hingga tulang-tulangku terasa beku sulit untuk digerakkan. Otakku berputar dengan kencangnya seperti jam waktu yang terus saja berjalan tanpa henti. Semua memori tentangnya, tentang Ayah, Ibu, Arga, dan diriku sendiri terlihat di depanku seperti sebuah piringan hitam yang terputar di depan layar sebuah televisi.

Kala itu tepat 16 tahun silam aku dilahirkan. Masih jelas teringat dalam memori otakku, aku mendengar tangisan keras seorang bayi mungil yang dilahirkan dibalik semak-semak tinggi di saat bulan purnama muncul di kesunyian langit malam. Suara lolongan serigala memecah keheningan malam. Saat pertama aku membuka mata, hanya dua sosok yang kulihat jelas di depan pandangan mataku. Sesosok wanita berparas putih pucat dengan mata birunya yang bening sejernih air. Ia menggunakan pakaian berwarna biru tua berhiaskan kilauan batu-batu kecil di sekeliling lehernya. Ia memandangku lekat-lekat sembari memberikan senyuman khas yang sama sekali aneh terlihat olehku. Dan saat aku sedang memandangnya, terdengar lolongan serigala yang sangat nyaring di telingaku. Kucari-cari sumber bunyi itu dan ternyata bunyi itu berasal tak jauh dariku saat ini. Serigala itu berkali-kali mengeluarkan suara lolongannya dengan nyaring dan membuat suasana malam saat itu semakin mencekam. Setelah wanita di depanku itu menepuk-nepuk pelan pundakku, tangisanku pun berhenti seketika dan tergantikan dengan sebuah suara tawa pria dewasa yang mengenakan celana berwarna hitam legam, baju hitam bermodelkan turtle neck dan mengenakan jubah hitam dengan lengan dilinting seperempat. Ia berjalan pelan ke arahku sembari tersenyum dan berkata, "akhirnya, dunia menantikan kelahiran putri kita sang penerus keluarga Amedeo!”. Kita beri dia nama, Angela.

          Aku terus saja berlari kencang, tak tahu arah yang aku tuju. Aku kerahkan segala kemampuanku untuk berlari dan terus berlari. Semuanya seperti gelap di depanku, tapi aku yakin bahwa aku bisa menembus dinginnya angin malam. Di kejauhan sebuah sinar biru  terang menyilaukan membuatku untuk mengurangi kecepatanku berlari. Tapi sinar itu semakin waktu semakin terang dan mendekat ke arahku berada. Kuhentikan langkah lariku, nafasku yang memburu tak bisa dihentikan dengan sekejap. Rasanya jantung ini terasa mau copot. Kaki-kakiku lemas tak berdaya seperti sudah tidak tahan lagi untuk menopang badanku sendiri yang tergolong tidak terlalu besar ini. Tinggiku 164 dengan berat badanku yang hanya 52 kilogram saja, tetapi tetap saja kakiku tak bisa lagi menahan badanku yang sudah lemas ini. Aku hanya bisa melihat setitik kecil sinar biru tepat di depanku, bergerak pelan melayang berputar dan akhirnya berangsur-angsur hilang.

"Angela..Angela!" suara serak terdengar samar-samar di telinga kiriku. Aku sontak terbangun saat sebuah sensasi hangat menyentuh pipiku yang dingin.
"Andrea?" mataku memicing meyakinkan pandangku yang masih buram.
Angela meraih kedua tangan Andrea sembari memandang wajah pria yang berambut coklat pirang dan bersyalkan kotak berwarna abu-abu itu.  Bayangan sosok Andrea membalas senyuman manis Angela terasa berputar dengan cepatnya.
“Dimana aku?” Tanya Angela melihat sekeliling.
“Kau terdampar di Pulau tak berpenghuni tepat dimana kita bersembunyi sekarang dari kejaran Seitz”. Jawab Andrea sembari membersihkan wajah Angela yang dipenuhi pasir pantai berwarna bening kemerahan.

“Kau tahu Andrea, rasanya aku seperti bermimpi. Kemarin aku seperti masih berada dii rumah dengan Ayah dan Ibu, tapi sekarang aku terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni!” ujar Angela yang tak kuasa menahan tangis.
“Sudahlah Angela, ini bukan saatnya kita meratapi kemalangan kita. Tapi tugas kita sekarang adalah menemukan batu Holian. Kita harus lebih dulu menemukan batu itu sebelum Seitz lebih dulu mengambil dan menggunakannya untuk menguasai kota kita!” geram Andrea.

Dibantu oleh Andrea, Angela berdiri dengan langkahnya yang tergopoh-gopoh setelah semalam ia terkena serangan yang hampir mematikan dari sebuah monster berbentuk hiu dengan kulitnya yang bersisik seperti buaya.
Satu persatu langkah kaki Angela yang merasakan butir-butir pasir pantai mengiringnya berjalan bersama Andrea. Kesunyian pantai sama sekali tidak menghalangi Angela untuk terus melangkahkan kakinya. Terlihat sebuah cahaya putih yang menyambut kedatangan mereka berdua. Terdengar suara dembur ombak yang lambat-laun meredam suara dengungan sangkakala di negri Amedesta dikejauhan sana, tanda bahwa telah terjadi perang di negeri tersebut. Angela hanya berjalan dan terus berjalan sembari merasakan sakitnya kaki yang dipijakkan satu demi satu, hingga ombak pantai mengalahkan suara sangkakala dikejauhan sana dan sayup-sayup membuatku teringat dengan peristiwa yang membawaku dalam perjalanan yang cukup melelahkan ini.

5 minggu berlalu. Andrea melanjutkan perjalanan sendiri menuju negeri Amedesta. Sedangkan aku dipaksa olehnya untuk tidak melanjutkan perjalanan itu bersamanya. Aku berjalan perlahan dengan nafas yang tidak teratur. Salju yang turun sedikit demi sedikit membuat badanku semakin membeku. Aku tidak tahu akan berjalan kemana. Aku hanya mengikuti instingku saja untuk terus dan terus berjalan di keheningan malam.
Salju yang turun semakin tebal, membuat kaki-kakiku yang terbungkus sepatu bot berbulu terbenam di dalam salju hingga sulit untuk melangkah. Jaket abu-abuku yang terhitung tebal juga sudah tidak bisa menghangatkan badanku. Dinginnya salju bercampur angin yang berhembus kencang serasa seperti menusuk-nusuk tulangku. Sesekali aku berhenti di sebuah bangunan tua yang sepi dan mencoba menghangatkan kedua tanganku dengan cara menggosok-gosok kedua telapak tanganku menggunakan sapu tangan handuk berwarna kuning pemberian kakek Sam sembari membersihkan butiran-butiran salju kuning mengkilap yang melekat di kerah jaket buluku.

"Angela...Angela!" teriak kakek di teras depan rumah sembari membawa secangkir teh manis hangat yang masih mengepul.

To be continued

Next storySeribu Peta Negeri Amedeo | Part 2

Kepada Yth. Pak Prabowo Subianto

Tuesday, 18 February 2014
Assalamualaikum wr wb.

Dear yang terhormat Pak Prabowo,


Sejak kecil entah umur saya berapa tapi saya sudah kagum dengan Anda. Sosok pembela Negara. Wajah anda seperti seorang patriot sejati yang cinta dengan Tanah Air Indonesia.
Jujur dalam keyakinan saya waktu saya kecil dimana sejak SD kelas 1 saya selalu diwajibkan nonton TVRI berita malam jam 9 hingga setengah 10 malam oleh orang tua saya dengan tujuan...walau saya masih bocah ingusan tapi saya cinta dengan negara Indonesia dan tau tentang berita-berita Internasional. Dari dan karena saya rajin menonton berita tsb, saya kagum dengan sosok Pak Prabowo entah muncul dari berita yang mana.
Ditambah pula karena Bapak merupakan prajurit ABRI yang sangat berdedikasi pada Bangsa, Negara dan Tanah Airnya.

Mungkin bisa dikatakan bahwa saya kagum dengan Anda. Saya kagum dengan Bapak Soeharto, dan kagum dengan banyak Pejabat/ Menteri di Indonesia dan pemimpin Indonesia (Era dahulu) yang saya menilai bahwa beliau-beliau sangat menjunjung tinggi Tanah Air Indonesia. Maka sejak kecil saya sudah senang Menulis Surat dan mengirimkannya kepada seluruh Presiden Indonesia yang saya kagumi (kecuali Ibu Mega dan Pak Gusdur).
Ada pula saya mengirim surat kepada Duta besar Negara Indonesia yang saya kagumi seperti Bapak Marty Natalegawa.

(maaf pikiran saya meloncat karena saya bahagia menulis ini).

Dear Pak Prabowo yang terhormat,

Saya kagum dengan anda...katakan saja karena saya pun kagum dengan Bapak saya. Bapak saya adalah seorang ABRI dan lebih tepatnya Purnawirawan AURI. Kini beliau berusia 73 tahun. Tapi tak henti-hentinya saya kagum dan menaruh hormat pada Bapak saya karena setiap kali beliau bercerita mengenai memori perjuangan hidupnya, pekerjaan yang diemban, kecintaannya pada Tanah Air Indonesia membuat saya makin jatuh cinta dengan sosok pemimpin seperti Bapak saya dan contoh seperti anda juga.

Dear Pak Prabowo,

Sejak kecil taman main saya bukanlah taman bermain seperti anak-anak kebanyakan walau Bapak dan Ibu saya juga suka mengajak saya dan kedua kakak saya jalan-jalan. Tapi di memori kepala saya...yang saya ingat adalah taman bermain bagi seorang saya adalah Pangkalan Udara, Hangar pesawat yang saya sebut dulu dengan sebutan 'garasi wawat / garasi pesawat'.
Saya sangat suka berjalan-jalan di kantor Bapak saya.
Saat Beliau sedang bekerja, saya akan ditemani salah seorang anak buah Bapak untuk berkeliling sekitar tempat kerjanya. Melihat bangkai-bangkai pesawat tua milik Indonesia. Hingga saya besarpun tanpa sepengetahuan Bapak saya, saya suka berjalan-jalan di seputaran hangar pesawat / sekeliling pelataran  bandara Husein Sastranegara.

Jujur, hingga umur saya detik ini saya belum pernah masuk ke bandara itu. Atau mungkin kecil sering tapi saya lupa. Saya lebih ingat dulu lebih sering diajak untuk berjalan-jalan ke hangar pesawat IPTN. Bapak saya bukanlah seorang pekerja di IPTN. Beliau adalah seorang Pilot pesawat perang yang sangat handal dan gagah. Hingga saat ini beliau sudah berusia 73 tahun pun, badan beliau masih gagah dan tegap. Saya tahu sekarang, mengapa Almarhumah Ibu saya jatuh cinta dengan Bapak saya. Karena beliau adalah pria yang gagah berani, tampan dan satu hal yang saya kagumi saat melihat beliau 'kharismatik'. Wajah dan jiwa seorang patriotisme sejati berada dalam wajah beliau yang walau sudah sepuh.
Dan saking karena kecintaan saya melihat pesawat terbang melintasi angkasa, sampai-sampai saya mencari dan bertempat tinggal di (kost) di sebuah rumah yang memiliki jendela besar menghadap langit, sehingga bisa melihat setiap hari siang dan malam pesawat-pesawat dari dan menuju ke bandara terbang di angkasa.

Dear Pak Prabowo yang terhormat,

Bismillah....jika Bapak Prabowo kelak menjadi Presiden RI berikutnya. Bolehkah saya meminta 1 permintaan. Permintaan itu cukup sulit, permintaan itu cukup berat. Tapi saya hanya minta 1 hal saja dari Bapak...bila Bapak kelak menjadi Presiden RI selanjutnya. Mohon dengan sangat...Bangun kembali IPTN. Bangun kembali dunia udara milik Indonesia. Panggil kembali untuk pulang para rakyat cerda Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bangun kembali dunia pesawat Indonesia sebagai juara. Bangun kembali pesawat Gatot Kaca kebangaan rakyat Indonesia. Dan bila Allah mengijinkan...semoga Pak Prabowo yang akan mengunting pita penerbangan perdana Pesawat yang dilahirkan oleh anak-anak bangsa penerus cita-cita dan Perjuangan yang terhormat Bapak B.J. HABIBIE. Amin.

Dear Pak Prabowo,

Menjadi Presiden memang sulit (walau saya belum pernah menjadi Presiden). Tapi saya yakin, dengan semangat juang dan Cinta Pada Tanah Air, semoga niat yang baik dan usaha yang keras serta dukungan dan doa rakyat Indonesia mendukung Bapak kelakk membangunkan kembali Pesawat kebangaan Indonesia, akan diberikan kelancaran dan kemudahan dalam jangka waktu Anda kelak memmpin Indonesia.

Demikianlah tulisan saya..dan sekarang saya sudah besar dan hanya menjadi seorang karyawan biasa tetapi sangat cinta dan besar impiannya membangun dunia Penerbangan di Indonesia maju melebihi Jerman dan negara lainnya. Cukup sudah kita membeli pesawat boeng dan Airbus ke negara lain yang justru yang membuat pesawat-pesawat canggih itu adalah Anak bangsa sendiri.
Sekali lagi, salam hormat untuk Pak Prabowo dan semua orang yang cinta Tanah Air dan ingin memajukan kembali Dunia Penerbangan Indonesia menjadi Macan Asia, karena Indonesia adalah Negara Maritim dengan beribu pulau.

Wasalamualaikum wr, wb.

Hormat saya.
*mohon diteruskan ke Pak Prabowo. Terimakasih. Maturnuwun sanget.

Custom Post Signature

Custom Post  Signature