Top Social

Program Hamil Bulan ke-1 : PCOS Survivor

Friday, 16 September 2016

Hello Mommies, kali ini saya akan berbagi cerita dengan teman-teman dan para ibu-ibu yang juga sedang berjuang mendapatkan buah hati. Jadi kali ini tema artikel yang saya tulis cukup serius yaitu ber-tema-kan "Program Hamil".

Program hamil saya bisa dikatakan dimulai pada September 2016. Bermula dari suatu malam suami mencari artikel mengenai program hamil di Bandung. Dan bertemulah dengan sebuah artikel pengalaman promil pasangan suami-istri yang ditangani oleh seorang Dokter Obygn wanita.
Paginya saya sempatkan mencari nomer contact tempat praktek Dokter Obygn tersebut. Alhamdulillah tidak lama saya menemukan nomernya dan langsung menghubunginya, dengan niatan untuk melakukan pemeriksaan ke Dokter Sofie (Kita bisa datang langsung ke tempat prakteknya).

Tempat Praktek Dokter Sofie :
Prof Dr dr Sofie Rifayani Krisnadi SpOG
Address: Jl. Sabang No.19, Cihapit, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114
Phone : 022 - 4201745 / 4235779
info tambahan (hanya sekedar saran dari saya & teman-teman sesama PCOS Fighter). Bila memang kita sudah dipastikan PCOS, saran kami sih lebih baik kamu langsung mencari Dokter Spesialist Obygn dengan gelar nama belakangnya ada K.Fer-nya (SpoG.K.Fer alias Konsulen Fertilitas).
Tempat praktek lainnya : 
  • RS Limijati. Jl R.E. Martadinata No.39. (Ph. 022-4207770)
  • RS Melinda 2. Jl. Dr.Cipto No.1 (depan Istana Plaza). Ph. 022-4233777


Jam 1.15 WIB siang saya janjian dengan suami di depan RS.Melinda untuk menuju ke tempat Dokter Sofie. Awal datang langsung di timbang Berat badan, tinggi badan, dan ditanyakan sekilas tentang Tahun lama pernikahan, riwayat penyakit, riwayat pemeriksaan sebelumnya dan mengisi form data diri.

Tidak menunggu lama, dipanggilah nama saya untuk masuk ke ruang pemeriksaan. Hari itu tepat hari saya datang haid hari ke-2, jadi pas timing-nya untuk memulai program hamil.

Pemeriksaan di kunjungan saya pertama kalinya ini, Dokter Sofie melakukan pemeriksaan USG TRANSVAGINAL. Suami pun diizinkan menyaksikan langsung pemeriksaannya sekaligus mendengar penjelasan dari Dokter Sofie.
Setelah saya dan suami dijelaskan pembacaan dari gambar USG tersebut, disimpulkan bahwa saya menderita PCOS.

Awalnya saya sempat khawatir dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk seperti adanya tumor/ kanker leher rahim lah / kista / bahkan tuba fallopi saya tidak berfungsi dan sebagainya.
Tapi Alhamdulillah ternyata dari hasil diagnosa Dokter Sofie, saya hanya terkena PCO saja (yang tidak perlu terlalu di khawatirkan).

Telling you this story doesn’t mean that I complain about my life.

Nah disini saya ingin sharing sedikit ilmu perihal PCO / PCOS.

Apa itu PCOS?
Catatan kecil : yang menentukan kita bisa punya anak atau tidak hanyalah ALLAH SWT
Sindroma Ovarium Polikistik ( Polycystic Ovarian Syndrome / PCOS ) atau juga dikenal sebagai Sindroma Stein - Leventhal merupakan salah satu gangguan hormonal yang paling sering terjadi pada wanita ( 5% - 10% dari wanita usia reproduksi yang berumur 12 - 45 tahun. 
PCOS diartikan sebagai kumpulan gejala akibat peningkatan hormon kelaki – lakian / androgen (hiperandrogenisme) dan adanya gangguan ovulasi tanpa disertai adanya kelainan pada anak ginjal (hiperplasia adrenal congenital), peningkatan hormon prolaktin / produksi susu (hiperprolaktinemia) atau adanya neoplasma yang memproduksi hormon androgen.

Memang istilah polikistik yang berarti adanya “banyak kista” sering kali disalahartikan. Banyak penderita mengira bahwa adanya “kista” berarti memerlukan pembedahan dan bahkan meningkatkan ketakutan dan kekhawatiran tentang kemungkinan kanker atau penyakit ginekologi lainnya.
Padahal istilah yang tepat adalah banyaknya folikel telur ( ukuran 4 - 8mm ) yang tidak berkembang yang tampak pada indung telur sebagai “ kista kecil-kecil ”. 
BUKAN kista yang berukuran besar yang menunjukkan adanya tumor indung telur.
Potensi untuk memiliki anak kembar bagi penderita PCOs itu lumayan besar. Karena penderita PCOs biasanya memproduksi telur lebih dari satu. Tapi ya itu, ukurannnya kecil-kecil
Gejala dan Diagnosis :

Gejala yang timbul dapat bervariasi dari tanpa gejala sama sekali sampai gejala seperti infertilitas, anovulasi kronik yang ditandai dengan amenorea, oligomenorea, gangguan haid atau perdarahan uterus disfungsional, jerawat, hirsutisme / maskulinisasi, obesitas. Gejala dan keparahan sindrom sangat bervariasi di antara wanita.

Menurut Kriteria Rotterdam ( 2003 ) diagnosis PCOS ditegakkan apabila memenuhi 2 dari 3 gejala :
· Adanya gangguan haid akibat sedikit hingga tidak adanya ovulasi.
· Adanya tanda secara klinis atau biokimia hiperandogen.
· Gambaran ovarium polikistik dari pemeriksaan USG.

Penyebab PCOS tidak diketahui secara pasti, namun diduga karena penyebab :

  • hiperandrogen,
  • resistensi insulin,
  • obesitas, 
  • genetik,
  • atau gangguan metabolik

Wanita dengan berat badan berlebih (hmm.... nah ini kasus saya kata Bu Dokter, bahwa saya ke-gen-dut-an!) punya peluang sebanyak 50% - 60% mengalami PCOS, terkait bahwa pada wanita obesitas punya kemungkinan (karena mengalami resistensi insulin) sehingga menyebabkan kadar insulin dalam darah meningkat. Kadar insulin yang tinggi akhirnya merangsang laju androgen yang berlebihan (hiperandrogen) sehingga menyebabkan maskulinisasi seperti tumbuhnya rambut dikumis, dagu, kaki, tangan yang berlebihan dan menyerupai pola pertumbuhan rambut laki-laki.

Resistensi insulin


merupakan kondisi ketika tubuh berusaha memasukkan glukosa ke dalam sel dengan meningkatkan produksi hormon insulin. Namun, karena tempat kerja insulin tidak sensitif sehingga insulin tidak dapat masuk ke sel, maka akibatnya terjadilah Hiperinsulin. Insulin ini lalu bergerak bebas dan masuk ke sel telur. Dalam sel telur, insulin akan mengacaukan kerja sel telur, sehingga sel tidak bisa matang. Telur yang tidak matang itu menyebabkan wanita tersebut tidak mengalami haid, karena sel sperma hanya membuahi sel telur yang mayang dan dilepaskan dari indung telur.

Sindrom Ovarium Polikistik  :

Wanita yang mengalami PCOS adalah wanita yang mengalami gangguan keseimbangan hormon berupa peningkatan hormon Luteinizing Hormon ( LH ) yang menetap sehingga terjadi gangguan ovulasi. Kadar LH yang meningkat menyebabkan sel teka yang aktif menghasilkan androgen dalam bentuk androstenedion dan testosteron. Keadaan hiperandrogenik ini menyebabkan lingkungan internal folikel bersifat dominan androgen sehingga tidak dapat berkembang dan akhirnya mati.
Singkatnya sih PCOS adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada sindrom ini, tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan.


Pengobatan :

Adanya PCOS tidak berarti tidak akan hamil. Tapi mungkin berarti bahwa Anda akan memerlukan bantuan untuk membuat Anda berovulasi dengan normal.
 Ada beberapa hal yang dapat dilakukan :

1. Menurunkan resistensi insulin.
Hal ini dapat diperoleh dengan mengendalikan / menurunkan berat badan. Diet rendah karbohidrat, berolah raga secara teratur. Selain itu dapat juga dilakukan dengan pengobatan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dengan metformin dan thiazolidinedione (glitazones). Konsumsi metformin secara rutin akan menormalkan fungsi ovarium. Menstruasi akan normal dengan sendirinya dalam 1-2 bulan terapi. 

2. Menurunkan hormon androgen dan mengatur menstruasi.
Hormon androgen yang tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumi obat yang mengandung cyproteron asetat ( ada pada pil KB tertentu ). Pil KB juga dapat membantu menormalkan komposisi hormonal yang abnormal pada PCO. Setelah beberapa bulan pengobatan selanjutnya adalah dilakukan induksi ovulasi untuk merangsang pertumbuhan sel telur.


Jadi harap diingat, bahwa pemberian obat Metformin / Inlacin adalah obat yang berfungsi menstabilkan kadar gula dalam darah "TAPI" bukan berarti anda adalah penderita diabetes. Obat ini hanyalah untuk menekan kadar gula darah yang dihasilkan dari makanan yang kita konsumsi, sehingga membantu hormon untuk mematangkan sel telur saat masa ovulasi tiba.
Dari pemeriksaan dengan Dokter, maka hasil pemeriksaan USG saya :
1). Rahim / uterus saya : Normal (alhamdulillah)
2). Tidak ada kanker ataupun kista (alhamdulillahirabil'alamin)

Anjuran Dokter :
1). Turunkan Berat Badan.
"Some studies have shown that weight loss of just 5% is sufficient to get your hormones back into enough balance for you to have a normal cycle and to ovulate".

2). Minum Metformin1 x 850 mg (1x saat pagi setelah makan)
3). BB diharuskan menyentuh kisaran hitungan ideal : Tinggi Badan - 110 + (+/- 10%)
4. Datang lagi untuk kontrol berikutnya saat 14 hari sebelum siklus bulan depan

Thank you everyone for your support. 

Read more : Program Hamil Bulan ke-2 (indung telur sehat)
6 comments on "Program Hamil Bulan ke-1 : PCOS Survivor"
  1. Amiin, mbak. Semoga segera dikaruniai momongan. Tetap sabar dan tawakkal. Baca ini saya jadi tahu tentang PCOS. Nambah ilmu juga kalau wanita juga bisa menghasilkan hormon kelaki-lakian. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maurnuwun Mbak doa dan harapannya.amin.
      Mudah-mudahan saya bisa segera dikaruniai momongan agar menambah kebahagiaan keluarga kecil kami :)

      Delete
  2. Semangat sayang.. Selalu sabar dan ikhlas dalam berikhtiar yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Tum. Bismillah....usaha (Insya Allah) Alan berbanding lurus dengan hasil. Semoga disegerakan.amin :)

      Delete
  3. halo boleh tanya untuk biaya menyeluruh cek di dokter sofie brp ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 2 tahyn Lalu untuk USG Transvaginal di tempat kliniknya, biasanya 250rb (belum termasuk harga beli obat).

      Kalau di RS Limijati, 2 thn Lalu 350rb (belum termasuk harga beli obat).

      Delete

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post Signature