Top Social

Program Hamil Bulan ke-6 : PCOS sembuh, sel telur membesar

Friday, 7 July 2017


Artikel sebelumnya : Program Hamil Bulan ke-5 : Pemeriksaan Folikel Dominan (Ovulasi)

Assalamualaikum, Wr, wb.

Hari ini adalah pemeriksaan Promil saya yang menginjak kunjungan ke-8, tepat seminggu setelah lebaran 1438 H berlalu.
Dan kunjungan kontrol saya ke Aster kali ini cukup special. Kenapa? Karena selain akhirnya saya ditemani kontrol oleh suami tercinta untuk pertama kalinya, ditambah lagi saya dan suami dapat kabar baik.

Ceritanya saya & suami baru saja turun dari kereta Api dengan menempuh perjalanan panjang Jawa Timur - Bandung dengan perjalanan selama 14 jam. Asli tepos deh pantat kece saya. Tapi pagi itu (setibanya kami di Bandung) saya & suami langsung tancap gas ke Klinik Aster. Seharusnya jadwal cek saya bukan hari itu, tapi beberapa hari sebelumnya. Hanya saja berhubung sang adik ipar menikah di Jawa Timur seminggu setelah lebaran & tiket pulang ke Bandung tanggal 3 Juli malam, alhasil jadwal kontrol saya tidak sesuai jadwal konsul + stok obat saya habis blas (otomatis saya bolong minum obat).

Singkat cerita, saya & suami sudah sampai di Klinik Aster. Dan taraaa...... Pak Dokternya sudah tidak ada di klinik. Dengan rasa lelah kami yang amat sangat, badan kecapean, baru sampai Bandung pagi ini, terlambat datang kontrol, Dokter sudah tidak ada, alhasil dengan urat malu yang akhirnya saya putus, maka saya beranikan untuk whatsapp Dokter Mulya & istrinya. Berharap ada keajaiban dunia beliau bisa kembali ke klinik demi pasien 1 ini.
* Maafkan saya Dok, karena apa daya....obat saya sudah habis & besoknya sudah kembali ke Jakarta.

Pertama kali Dokter Mulya bertemu dengan suamiku, comment pertama beliau adalah, "kami mirippppp". Horeee...jodoh sejati berarti.
Kemudian dilanjutkan dengan rutinitas pemeriksaan seperti biasa yang tidak lain dan tidak bukan adalah bertemu dengan "timbangan Horor milik Bu Dokter".hehehe....
Bagi para peserta penelitian di grup PCOS, pasti nggak asing lagi dengan istilah timbangan horor milik Dokter Ade. Timbangan yang isinya angka-angka kejujuran & tidak bisa dibohongi walaupun kita bilang di depan Dokter bahwa kita sudah rajin diet, olahraga, No karbo dsb.hehehe....

Dilanjut dengan saya diminta pindah ke ruangan sebelah untuk pemeriksaan USG Transvaginal. Ditemani oleh suami, saya sudah tidak deg-deg-an.... mengingat bagi ibu muda yang sedang menjalankan promil, pemeriksaan USG Transvaginal adalah hal yang menyenangkan, karena kita bisa melihat sangat jelas keadaan rahim & sel telur kita secara fakta dan aktual, terpercaya pula (berasa slogan warta-berita).

Sodok kanan-sodok kiri alat USG-nya, dan berjumpalah dengan rahim saya yang menurut Pak Dokter, rahim saya sangat sehat, terlihat jelas 3 garisnya (triple line), tempat menempelnya janin dalam keadaan baik & sehat.
Ditambah lagi, alhamdulillah-nya dari hasil USG dinyatakan oleh Pak Dokter bahwa saya sudah tidak ada PCOS lagi (alias tidak ada lagi sel telur kecil-berantai). Baru saja 2 detik usai mendengar penjelasan dari Dokter bahwa saya sudah tidak ada PCO-nya, rasanya ingin jingkrak-jingkrak nari.

Read more : Jangan (pernah) tanya, 'Kapan Saya Hamil'

Gimana nggak senang coba? Dengan penuh kesabaran selama 6 bulan ini saya berjuang melebihi kadar Ibu normal kebanyakan Yang  dianugerahi hanya 1 sel telur saja.

Tetapi di sisi lain, Dokter berkata bahwa wanita PCOS (sel telur banyak) adalah wanita yang istimewa. Ia disebut wanita istimewa dikarenakan berpeluang besar memiliki bayi kembar bukan hanya 2 tapi bisa 3 bahkan 5 bayi kembar sekaligus dalam kehamilannya.
Alasan Ilmiahnya adalah karena wanita PCOS memiliki sel telur yang banyak, sehingga bila ada lebih dari 1 sperma berhasil menembus sel telur & berhasil membuahi sel-sel telur (dominan) tersebut, maka peluang pembentukan embrio lebih dari 1 sangat mungkin terjadi.

Kembali ke perjuangan Promil saya yang penuh perjuangan. Dimulai dari hal paling simpel yaitu saya harus memiliki hati yang ekstra sabar dari nyinyiran orang-orang. Dilanjut dengan konsumsi obat tanpa henti (dalam 1 bulannya, saya mengkonsumsi 90 butir obat & bisa lebih bila ditambah vitamin c), hingga merasakan efek sampingnya mual-mual, pusing, sakit kepala (hampir) tidak tertahankan, muntah-muntah, diare berulang-kali, ditambah menjalankan diet No karbo, No pati, self healing, emosi naik-turun secara signifikan, hufff.... cukup melelahkan.
Maafkan istrimu ini wahai suamiku, karena pasien PCOS salah satu gejalanya adalah emosinya naik-turun, bila dibanding wanita normal kebanyakan. Hal itu dipengaruhi hormon androgen Mama berlebih, Pa... :(
Dan kebetulan di hari kontrol saya hari itu, tepat saat saya sedang masuk masa subur. Dan dilihat dari USG, sepertinya juga tepat sedang dalam masa ovulasi. Alhasil Dokternya ngasih advice untuk rajin-rajinnya ngolah anak.hahaha... Apalagi kalau dilihat, sepertinya sudah ovulasi dari semalam (dan ovulasi itu hanya 24 jam). Sedikit kecewa sih kami, karena saat masa subur beberapa hari kemarin (dan rahim saya terasa cenat-cenut), saya & suami masih di Jawa Timur dan sibuk mengurus pernikahan adik ipar. sehingga tidak ada quality time bagi kami di liburan panjang kali ini.

Oh iya, kalau ditanya apa saja terapi yang saya lakukan dan membuat PCOS saya sembuh serta berhadiah ada sel telur besar 5 biji yang terlihat di layar USG Transvaginal, jujur saja saya tidak terlalu mengikuti diet ketat lagi, karena bulan puasa kemarin saya hanya ingin fokus ibadah. Tapi mungkin juga menjadi jawaban doa Ramadhan saya :
  1. Selama bulan puasa, ikhtiar yang saya jalankan : Puasa Ramadhan seperti yang lainnya.
  2. Saat suami bekerja & saya banyak waktu di rumah, setiap rentang selesai shalat dzuhur hingga menjelang ashar, saya lebih memperbanyak membaca dzikir istigfar dengan bersender di tepi dipan tempat tidur, hingga terkadang saya bablas ketiduran siang dengan masih memakai mukena (walau jarang). 
  3. Kalau diingat-ingat, padahal setiap buka puasa, saya lebih sering makan takjilnya gorengan  & biji salak yang notabene kandungan patinya banyak. (jangan ditiru ya, kalau ketahuan Dokter bisa horor nih timbangannya).hehehe....
  4. Suami saya selalu tiba pulang kerja 10-15 menit setelah adzan magrib. Itu makanya, saya sempatkan untuk shalat magrib duluan sendiri 2 menit setelah berbuka puasa air teh manis dan melakukan Ruqyah mandiri (termasuk saat usia shalat Dzuhur juga).
  5. Usai shalat dzuhur, saya akan membaca Yasin.
  6. Terkadang, usai shalat shubuh, saya akan menjalankan Ruqyah mandiri.

Wallahu'alam. Kami serahkan semuanya pada Allah, karena saya percaya bahwa rejeki anak adalah sepenuhnya Hak Allah.
Setidaknya saya dan suami sudah ikhtiar bukan hanya doa, tetapi usaha dengan berobat, bolak-balik Jakarta-Bandung, meminum obat yang tidak sedikit, hingga menyita waktu & energi juga sudah kami jalani. Dan pada akhirnya semua kembali pada kehendak Allah. Saya dan suami sangat berharap semoga ikhtiar dan doa kami ini berbuah hasil yang barokah serta disegerakan diberikan keturunan sehat wal'afiat yang menambah lagi rasa syukur kami pada Gusti Allah.amin.

p.s. : Langkah Ruqyah mandiri :
  • Sering-sering ber-dzikir Istigfar
  • Ruqyah mandiri dilakukan dengan berdoa ulang sebanyak 3x.
  • Diawali dengan (setiap 1 siklus) berdoa:
  • (1). Al-Fatihah 1x    : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (2). Ayat Kursi 1x    : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (3). Qulhu 1x            : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (3). Al-Falaq 1x        : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa,
  • (4). An-Nas 1x          : lalu tiupkan ke kedua telapak tangan anda seperti akan berdoa.
  • Setiap 1 siklus berdoa (dan ditiupkan ke telapak tangan), lalu usapkan ke: wajah, kedua telinga, tangan kanan-tangan kiri, dada, perut, bagian bawah perut, lanjut hingga ke kaki kanan dan kaki kiri.
  • Diulang kembali hingga 3x.
  • Setiap kali 1 siklus berdoa & diusapkan ke seluruh badan, jangan lupa diiringi dalam hati untuk berdoa : memohon pada Allah SWT agar kita dijauhkan dari bala, fitnah dunia, godaan syaitan, jin,  dan hal-hal yang tidak baik lainnya. Terutama kita memohon untuk selalu dalam lindungan Allah SWT setiap saat, dimanapun, kapanpun. Insya Allah, amin.

Read more : Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar hamil kembar
Post Comment
Post a Comment

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature