Top Social

Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar hamil kembar

Thursday, 13 July 2017

Assalamualaikum, Wr, wb.

Good morning ibu-ibu kece. Pagi ini saya sedang santai sejenak di Rumah Asri Bed and Breakfast. Sebuah Guest House dibilangan Setrasari Kulon, Bandung. Buat saya tempat penginapan ini cozy punya dan so me!Officially, nampaknya akan jadi markas saya untuk bertapa dan menenangkan diri sejenak bila suatu hari dibutuhkan. Untuk cerita lengkapnya, saya bagikan di artikel selanjutnya ya di sini 'Rumah Asri'.

Lanjut ke cerita pagi kali ini. Lusa kemarin tepatnya Rabu, 12 Juli 2017, adalah jadwal cek saya ke Aster. Jam 5 pagi disaat ayam sebelah belum berkokok, saya & suami sudah meluncur menuju travel X-Trans Blok-M. Saya mengejar keberangkatan pukul setengah 6 pagi. Alhamdulillah, karena masih pagi mungkin ya, jalanan Jakarta masih lenggang. Hanya butuh 10 menit saya sudah tiba di depan travel, ajaib.hehehe...

Perjalanan memakan waktu selama 5 jam. Hooooh, betapa jet lag-nya alias pening kepala ini. Sudah ratusan kali saya setia menaiki travel X-Trans ini, dan sepertinya saya sudah ditahap lelah dengan pulang-pergi setiap weekend Jakarta-Bandung. Tapi untuk kepergian ke Bandung hari ini memiliki tujuan mulia, yaitu demi sang buah hati, apapun perjuangannya, sejauh apapun harus ditempuh, demi program hamil ini akan saya tempuh. Tak pelak sudah cukup banyak energi yang saya kuras selama promil ini, dari mulai Jakarta-Bandung ditempuh, tidak ditemani oleh suami seperti kebanyakan para bunda yang ditemani suami saat kunjungan ke Dokter Obygn, energi, fisik, biaya perjalanan, sudah ratusan butir obat yang harus saya konsumsi, hingga untaian doa yang sudah beratus-ratus kali selalu saya panjatkan setiap kali perjalanan Bandung-Jakarta-Bandung.

Read more : Cerita Program Hamilku (dengan PCOS Syndrome)

Pukul 10.00 pagi saya tiba di kota Bandung tercinta. Langsung saya menuju ke Klinik Aster RS. Hasan Sadikin. Setibanya di Aster saya bertemu dengan Teh Merdika yang sama-sama berjuang promil dengan penelitian serta kami bergabung di grup PCOS Fighter Bandung. Sambil menunggu giliran dipanggil Dokter Mulya untuk pemeriksaan USG bergantian, kami bercerita banyak hal, terutama cara menghadapi 'Drama dengan Ibu Mertua'. ahahahha..... Jangan ditanya, drama saya dengan ibu mertua sudah sampai tahap saya crying with silent.hahahaha...

Giliran saya dipanggil untuk USG Transvaginal. Dengan di dampingi oleh Suster Meri, Dokter Mulya melakukan pemeriksaan. Dan saat saya ditunjukkan layar USG, saya senyum sumringah kegirangan. Karena di USG yang kedua kalinya sejak 1 minggu lalu, saya fix dinyatakan sudah sembuh dari PCOS! Sama sekali tidak terlihat sel telur berantai anggur lagi, yang ada justru saya mendapat kejutan manis, bahwa ada 2 sel telur besar & sudah pecah di kanan & kiri!
Seketika Dokter Mulya nyeletuk sembari tersenyum renyah dan menunjukkan gambaran sel telur saya, "Ini sel telur kanan, dan ini yang kiri ya Lana, kalau jadi dua-duanya (bulan ini berhasil), bisa kembar nih....bisa kembar 3".hehehe....


Gambaran Sel telur kiri & kanan.
Menurut Dokter, Kedua sel telur saya besar & sudah pecah.
Waaaaaaa.....langsung saya saya senyum kegirangan. Kembar? Ahhh mungkin Dokter Mulya hanya bercanda selingan saja. Tapi secara logis saya berpikir, sel telur saya ada 2 , terlihat besar & jelas. Kalau ternyata sperma suami saat ovulasi kemarin berhasil menembus sel telur dan berhasil membuahi kedua-duanya, iya yah benar apa yang dikatakan Pak Dokter, bisa kembar tralala-trilili.horeeee..... (husnudzon dan kencangkan doa).

Selesai pemeriksaan, saya kembali ke ruangan untuk diberikan advice oleh Dokter. Dan kebetulan saya pun bertemu dengan Dokter Ade (istri Dokter Mulya). Saya bersama Teh Meri diberi wejangan bijak dari Dokter Ade, bahwa yang namanya menginginkan sesuatu janganlah buru-buru. Bicarakan dengan suami, apa kemauan suami juga untuk penantian anak ini. Agar sama-sama jelas apa yang dimau oleh pasangan.

Dari wejangan tersebut, alhamdulillah saya sendiri beserta suami sudah sangat sering kali saling menceritakan kenginan masing-masing tentang keinginan memiliki momongan dengan segera. Bahkan dengan situasi saya yang belum hamil pun, setiap hari selalu kami hiasi dengan cerita imajinasi kami masing-masing andai our little baby boy and little baby girl sudah hadir di tengah-tengah rumah tangga kecil kami ini.

Tak lupa pula, Dokter Ade memberikan saya copy-an hasil Lab untuk pemeriksaan hormon progesteron saya. Sembari membuka amplop hasil Lab, Dokter Ade cukup senang melihat hormon progesteron saya yang membaik cukup pesat, dimana pada cek Lab saat awal screening (Januari), progesteron saya masih rendah yaitu 0,6. Dan kemarin saat kunjungan ke-5 sekitar bulan Mei, progesteron saya melesat menjadi 11,16. Alhamdulillah.



Sepulang dari Klinik Aster, langsung saja saya turun lift ke lantai 1 dan langsung menelepon suami yang masih di kantor. Dengan mata berkaca-kaca, suamilah yang jadi orang pertama yang selalu tahu hasil pemeriksaan setiap promil saya. Mata berkaca-kaca saya karena bersyukur, walaupun Dokter hanya baru mengatakan sel telur saya bagus, sudah pecah kedua-duanya, kalau berhasil kemungkinan bisa kembar bahkan kembar 3....tapi sudah membuat saya mengucap syukur berkali-kali hari ini.

Doa saya beserta suami sederhana saja, semoga berhasil saya hamil bulan ini. Sangat besar doa dan harapan kami.... mau itu hamil 1, kembar 2 bahkan kembar 3 sekalipun, yang penting saya dan janin saya sehat wal'afiat dan bertumbuh dengan baik dan sempurna sesuai fase-nya. Amin allahuma amin.

Pesan suami tercinta yang ia sampaikan untuk saya dan bikin mood booster beberapa hari ini :
"Mama, jadikan hari ini sebagai mini holiday Mama dulu, berdua sama baby A, menenagkan hati pikiran dan mengistirahatkan badan, sekali-kali perlu lho sayang".
Bismillah, semoga doa, ikhtiar serta kesabaran kami berjuang demi memiliki momongan yang tumbuh sehat, akan segera berbuah manis. Amin ya rabal alamin.

Read more : Rekomendasi Dokter Kandungan di Bandung
2 comments on "Program Hamil Bulan ke-7 : Peluang besar hamil kembar"
  1. mbak lana sudah berhasil hamil? kepo banget nii sama cerita berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum berhasil Mbak...Masih harus ekstra sabar dan ikhtiar

      Delete

Hi there, thanks so much for taking the time to comment.
If you have a question, I will respond as soon as I can.

Don't be afraid to shoot me an email! If you have a blog, I will pop on by :)

Custom Post Signature

Custom Post  Signature